
Semua sarapan pagi bersama tak terkecuali Ika. merasa tak enak hati karena sudah diberi bermalam di rumah Tuan Ryan, Ika berinisiatif bangun pagi untuk membantu para pelayan memasak di dapur. malahan Ika yang mencoba masak kali ini.
"Eumm makanan kali ini sangat enak, siapa yang masak kepala pelayan?" tanya Pak Surya
"Nona Ika Pak" ucap kepala pelayan yang berdiri dibelakang Pak Surya
"Benarkah?" Pak Surya terbelalak mendengar penuturan Kepala Pelayan
"Benar Pa, Kak Ika sangat pandai memasak. waktu kami liburan juga semua diatur Kak Ika Pa" sambung Clara
Ika yang mereka bicarakan hanya tertunduk tanpa melihat sekelilingnya, malu dan gugup dirasakan Ika.
"Ika" panggil Pak Surya
Ika menoleh ke arah suara itu
"Eh, eh iya Pak" ucap Ika tergagap
"Masakan kamu sangat enak" puji Pak Surya
"Terimakasih Pak"
"Oh iya, setelah selesai sarapan. kamu berangkat ke kantor bersama Clara saja" sambung Pak Surya
Ika menatap lekat Pak Surya dengan perasaan tak menentu dan canggung. Clara yang melihat ekspresi wajah Ika yang tampak canggung pun seolah mengerti
"Kakak jangan merasa tidak enak ya, sudah tidak apa-apa pergi ke kantor bersamaku" ucap Clara
"Sebaiknya saya naik taksi saja Nona" tolak Ika halus
"Sudah tidak apa, sama Clara saja kak" bersikeras
__ADS_1
"Tapi Nona, saya nanti akan mampir kerumah untuk membawa barang saya" ucap Ika
"Bagus dong kak, nanti Clara ikut mengantarkan" ucapnya senang
"Tapi nona, jalan ke rumah saya cukup tidak bagus, nanti yang ada mobil nona kotor dengan air dalam lubang jalanan nona"
"Itu bisa diatur Kak, jangan khawatir aku sudah lihai membawa mobil" ucapannya bangga
"Tidak apa Ika, ikut saja dengan Clara. soal itu tidak perlu khawatir" ucap Pak Surya
"Ba, Baik Pak"
"Apa perlu Sekertaris Zack turun tangan?" celetuk Tuan Ryan
Ika langsung bergidik dan menggelengkan kepala spontan, Ika membayangkan hal itu saja sudah ngeri apalagi sampai terjadi. yang ada barang Ika dilempar ke danau oleh Sekertaris Zack dan akan memasang muka marah pada Ika karena berani menyuruhnya mengantarkan barangnya
"Ah tidak tuan" ucap Ika tanggap
"Sudah sudah lanjutkan saja makan kita ini" Pak Surya menyudahi obrolan tadi
Ah sial! kenapa aku memikirkan hal itu, menatap wajahnya saja aku sudah ngeri apalah sempat berani memerintahkannya, mana berani aku!. pekik Ika dalam hati
Selesai makan Ika bergegas ikut serta membereskan tempat makan mereka, baru saja ingin mengangkat piring dimeja sudah dilarang oleh kepala pelayan
"Nona, biarkan saja disitu nanti para pelayan yang akan membereskan" perintah Kepala Pelayan seraya menatap para pelayan seperti memberi kode untuk beresin segera
Ika tak jadi melanjutkan kegiatannya, ia hanya terdiam memandang para pelayan yang dengan sigap berjalan mengangkat dan membereskan meja makannya
"Permisi nona" sapa pelayan itu ramah
Ika melontarkan senyum dan berdiam diri diposisinya. Clara yang sedari makan pagi tadi sudah berada di kamarnya untuk mengambil sesuatu dan sekarang sudah berjalan mendekati Ika
__ADS_1
"Ayo kak Ika, kita berangkat" Clara menegur Ika yang diam membisu sedari tadi
Ika mendongak dan menoleh ke arah Clara dengan mengerutkan dahi seolah lupa dengan apa yang harus dilakukannya
"Kak, ayo kita berangkat" ucap Clara sekali lagi
"Kan katanya mau berangkat ke kantor bersama" sambungnya
"Eh iya nona, saya hampir lupa" Ika menggaruk kepalanya seraya tersenyum tipis
"Sebentar ya nona, saya ambil dulu koper saya. tadi masih saya letak dikamar" ucapnya
"Baiklah kak"
Ika tergesa-gesa berjalan ke kamarnya sementara Clara sudah mendekati Pak Surya yang sedang bersantai di sofa ruang utama
"Papa" panggil Clara "Papa nggak ke kantor hari ini?" tanya Clara
"Ah tidak, Papa hari ini ingin beristirahat, Papa merasa kurang enak badan Cla" imbuhnya
"Papa sakit?" tanya Clara "Kalau sakit ayo kita ke rumah sakit untuk periksa" ajak Clara
"Tidak usah, mungkin Papa hanya kecapekan saja. nanti bisa minta tolong Kakak untuk menyuruh Dokter Bryan ke sini untuk periksa Papa"
"Ah begitu, baiklah. yasudah Papa beristirahatlah jangan capek-capek Papa ya, Clara sayang Papa"
Clara mengecup pipi Pak Surya dengan penuh kasih sayang. Ya, Clara amat sangat menyayangi Pak Surya terlebih lagi setelah Ibundanya meninggal dunia. Hanya Pak Surya lah tempat ia mencurahkan semua kasih sayangnya pada lelaki yang merawatnya sedari kecil dengan penuh kasih sayang.
Ika telah kembali dari kamarnya dengan koper yang ia pegang dan ketika mendapati ayah dan anak sedang mengobrol ringan di sofa Ika tak sampai hati merusak kehangatan itu. Ika hanya memandang dari kejauhan dari tempatnya berdiri menuju sofa yang dimana ada Clara dan Pak Surya. seketika Ika merindukan Ayahnya. Ika merasa sudah cukup lama meninggalkan kedua orang tuanya berlibur
Ayah Ibu, betapa rindunya Ika. Ika janji suatu saat Ika bisa mewujudkan impian Ika untuk kebahagian kalian, doakan terus yang terbaik untuk Ika. ucapnya dalam hati
__ADS_1
Seketika mata Ika mulai merebak, tapi cepat Ika tepis agar tidak jatuh menjadi air mata, air mata kerinduan pada anak yang merindukan orang tuanya.
Bersambung