
Setelah mengobrol panjang waktunya mereka pulang dan kembali ke kantor
"Terimakasih sudah sudi mampir dirumah sederhana orang tua saya" ucap Ika
"Ah jangan berkata seperti itu kak, kami juga senang bertamu disini, benar bukan Kak Ryan" tatapan nakal Clara membuat Ryan salah tingkah dan Ryan hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal
"Ya sudah kalau begitu kami pulang kak" ucap Clara lagi
"Sebentar ya biar saya panggilkan Ibu saya dulu" Ika pun berlalu meninggalkan mereka dan mencari Ibunya
"Jaga sikapmu Tuan" bisik Sekertaris Zack
Ryan pun mengangguk dan paham maksud ucapan Sekertaris Zack tadi
"Maaf lama ya hehe" ucap Ika
"Tidak apa-apa"
"Bu, kami permisi pulang" kali ini Ryan yang berbicara
"Eh iya iya, hati-hati dijalan Tuan dan Nona" ucap Ibu ramah
"Ya Bu, terimakasih banyak atas jamuannya" ucap Clara menimpali
Clara sudah berjalan menuju mobil, sementara Ryan beranjak pergi setelah Sekertaris Zack menepuk bahu Ryan agar tersadar apa yang dilakukannya tidak terlalu baik
Ryan pun berjalan dan sesekali menoleh ke arah Ika dan Ibunya seraya melambaikan tangan, dan itu membuat Sekertaris Zack malu dengan sikap Tuan Ryan kali ini
Segera saja Sekertaris Zack membukakan pintu untuk Ryan agar segera masuk dan menyudahi tingkah konyolnya itu. setelah didalam mobil Ryan sempat mengomel atas perlakuan Sekertaris Zack tadi
"Hei, aku kan masih ingin menikmati hal itu"
"Tuan! bisakah tidak bersikap berlebihan dulu? bagaimana kalau itu membuatnya tidak baik?" ucap Sekertaris Zack
"Berani sekali kau membentakku" ucap Ryan tak terima
"Membentak bagaimana Tuan? saya bersikap semana mestinya"
"Sudah-sudah kalian malah ribut, ayo cepat jalan" potong Clara yang mencoba melerai perselisihan antara mereka
Sekertaris Zack pun melajukan mobil dan meninggalkan tempat itu, Sekertaris Zack mencoba melirik dari balik kaca untuk melihat apa yang sedang dilakukan Tuannya. awalnya Ryan masih kesal tapi setelah dilirik kembali tampak Ryan tersenyum-senyumm sendiri
Memang sudah tidak waras Tuan ini. gerutu Sekertaris Zack dalam hati
"Nona, kita kembali ke kantor bukan?" ucap Sekertaris Zack berbicara pada Clara
"Hmm" gumamnya tak memperdulikan Sekertaris Zack
__ADS_1
Sekertaris Zack pun menambah kecepatannya, tak memperdulikan keadaan Tuan Ryan dan Nona Clara didalam mobil. Sekertaris Zack pun melajukan ke rumah.
"Hei hei, kenapa balik ke rumah. aku harus kembali ke kantor" Clara menepuk bahu Sekertaris Zack
"Tadi saya sudah mengatakan bukan, dan nona hanya bergumam saja. memang aku mengerti apa?" Sekertaris Zack membantahnya
"Ya aku yang salah, tolong putar jalan. kita kembali ke kantor" Clara tak memprotes lagi
"Malah kalian yang ribut!" Ryan berkomentar
"Kakak diam! atau Zack akan menurunkan Kakak disini" ucap Clara
"Berani sekali kau? coba saja" pancing Ryan
Benar saja, tanpa banyak bicara Sekertaris Zack memberhentikan mobil dan menatap Tuannya dari balik kaca
"Hei aku hanya bercanda, mengapa seserius ini kau tanggapi, Zack" Ryan menggaruk-garuk kepalanya
"Turun lah Kakak!, Tuh sudah dilakukan oleh Zack" perintah Clara
"Sialan, lanjutkan jalan saja. jangan ganggu hari bahagiaku" ucap Ryan lagi
Sekertaris Zack tidak berbicara apapun, ia kembali menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan kembali ke jalanan, ntah mengapa hari ini Zack merasa sangat kacau.
Sampailah mereka di kantor Pak Surya dan segera saja Clara turun dari mobil dan masuk ke dalam kantor tersebut, tanpa pikir panjang Zack membawa mobil keluar dari area kantor tersebut dan lanjut lagi
"Zack, makanya kau buruan cari pacar. biar tidak emosian terus" ledek Ryan setelah membiarkan sejenak Zack bersikap ketus padanya
"Hei dengar kataku tidak! makanya kau cari pacar biar kau tahu rasa jatuh cinta itu bagaimana, Haha" tawa Ryan lagi
"Apa sudah pasti Nona Ika menerima cinta Tuan?" balas Sekertaris Zack
"Wah wah, kau meremehkan kemampuan ku dalam menaklukkan hati wanita begitu?"
"Tidak, saya hanya berkata Nona Ika apa mau menerima Tuan yang kalau sudah jatuh cinta bisa jadi gila begini" Sekertaris Zack kali ini membalas ejekan Tuannya tadi
"Sialan kau! Hahaha. tentu, tentu saja Ika akan menerimaku" ucap Ryan bangga
"Iyalah, aku percaya padamu Tuan"
"Nanti setelah aku berhasil mendapatkan Ika, kau akan aku bantu carikan wanita yang sesuai dan setipe denganmu" sambung Ryan
Sekertaris Zack menaikkan alisnya mencerna perkataan Tuannya tadi
"Kau tak percaya padaku kah?" ucap Ryan seperti orang yang sedang mabuk cinta
"Terserah Tuan saja" Sekertaris Zack menjawab dengan enggan ucapan Tuannya
__ADS_1
Ryan mengetukkan jarinya disisi bangku mobilnya seraya berpikir tentang sesuatu hal dan itu sepertinya sangat serius
"Zack" tepuk Ryan di bahu Sekertaris Zack
"Hmm"
"Apa sebaiknya saya secepatnya menembak Ika, kalau perlu secepatnya menikahinya" pikiran gila Ryan pun keluar
Sekertaris Zack terkejut dan langsung memberhentikan mobil mendadak dan itu membuat Ryan hampir terjungkal ke depan
"Sialan kau!" ucap Ryan kesal
"Maaf Tuan, saya hanya tidak menyangka pikiran Tuan sampai kesana" ucap Sekertaris Zack
"Bagaimana menurutmu?" Ryan tak mempermasalahkan hal tadi
"Sebaiknya jangan terlalu terburu-buru Tuan, kita amati dulu apakah Nona Ika juga memiliki perasaan yang sama pada Tuan" Sekertaris Zack memberikan saran agar Ryan tidak mengambil langkah yang terlalu cepat menurutnya
"Jadi menurutmu, saya harus menunggu begitu?"
"Bisa dibilang begitu. bukankah lebih baik mencari tahu dulu sebelum bertindak yang terlalu gegabah, nantinya kita malah salah paham bukan"
"Hmm okelah, aku ikuti saran mu" Ryan menepuk kembali bahu Sekertaris Zack dan tertawa senang
"Mari kembali ke kantor, kita akan berbicara akan hal ini"
Sekertaris Zack pun menambah kecepatan mobilnya dan sudah terngiang-ngiang dipikirannya untuk bagaimana caranya bisa mendapatkan informasi lebih cepat akan perasaan Ika pada Tuannya
Ahhh, nona Clara. nona Clara pasti bisa membantu akan hal ini. pikir Sekertaris Zack
Sekertaris Zack pun tersenyum sendiri mikirkan hal itu, ia pun mengetuk-ngetuk stir mobil dan merasa usaha ia takkan sia-sia kali ini, Zack merasa rencananya akan berhasil
Setelah puas memikirkan itu Sekertaris Zack pun memasuki kawasan Gedung Almanac, meletakkan mobil ke tempat biasa. Setelah mematikan mobil, Sekertaris Zack buru-buru keluar dan membukakan pintu mobil untuk Ryan, Ryan pun berdiri dan merapikan jasnya sebelum melangkahkan kakinya masuk ke dalam Gedung.
Ryan berjalan dengan gagahnya dan Sekertaris Zack pun mengikutinya dari belakang, saat hendak akan memasuki Lift. Sekertaris wanita Ryan menahannya, wajah wanita itu tampak cemas dan pucat.
"Ada apa?" tanya Tuan Ryan
"Itu, itu Tuan, diruang tunggu ada seseorang yang memaksa ingin bertemu Tuan" ucap Wanita itu gugup
Sekertaris Zack menaikkan alisnya seolah-olah penasaran siapa dia
"Siapa? kamu kenal?" tanya Ryan
"Saya tak mengenalinya Tuan, Ia juga tak mengatakan namanya siapa, dan ia memakai kacamata hitam dan masker, seseorang itu menutupi dirinya"
"Hmm, baiklah. kamu segera ke ruang tunggu, katakan padanya temui aku 10 menit lagi" Ryan berkata dan masuk ke dalam lift setelah Sekertaris Zack menekan tombolnya
__ADS_1
"Baik Tuan" wanita itu menundukkan kepala
Bersambung