Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku

Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku
Bab 11


__ADS_3

"Ka.." panggil Rina


Langsung Ika mendongak ke Rina yang memanggilnya dari jauh


Ika mengangguk kan kepala tanda isyarat "Ada apa?"


"Jangan lupa selesai jam kantor temenin aku" mengatakan tanda isyarat juga


"Ok" senyum Ika


Tak berapa lama ponsel Ika bergetar, Pesan chat dari Pak Surya


"Ika, bisa ke ruangan saya?"


Selesai membaca isi pesan tersebut, Ika langsung menghampiri Pak Surya, setelah mengetuk dan diberi izin, Ika masuk


"Ada apa bapak memanggil saya?" sopannya


"Saya ingin tau pendapat kamu, saya memiliki seorang anak gadis yang sebentar lagi akan kembali ke tanah air, saya berjanji dengan dia.. selepas dia menyelesaikan studi sekolah dia di luar negeri, saya berjanji akan memberikan perusahaan saya ini kepada dia, dan dia yang akan melanjutkannya, tapi saya khawatir dia akan kesulitan menjalankannya"


Pak Surya berhenti bicara sebentar sebelum melanjutkan ucapannya


"Saya ingin kamu membantu dia menjalankan perusahaan saya" pinta Pak Surya


"Tapi Pak, Bapak kan masih ada Tuan Muda, kenapa tidak dia saja yang membantu Pak?"


"Saya tidak ingin menyusahkan Tuan Muda lagi, dia sendiri saja memiliki banyak urusan di perusahaan Almanac, tolong bantu bapak"


"Tapi Pak, saya hanya sekertaris bapak diperusahaan bapak ini, saya rasa saya kurang mampu untuk menjalankan amanah bapak"


"Ika, saya hanya percaya kepada kamu saja, bapak yakin kamu bisa bantu anak gadis saya, bimbing dia agar dia mengerti" pinta Pak Surya


"Apa saya boleh memikirkan matang-matang dulu Pak?"


"Baik, akan saya beri kamu waktu, tapi saya berharap kamu mau menolong saya, bapak hanya percaya sama kamu, bapak yakin kamu bisa jalankan amanah bapak"


Ika hanya diam mendengarkan perkataan Pak Surya, Dia tak cukup yakin bisa, tapi akan dipikirkan baik-baik dulu


"Maaf Pak, saya mohon izin" menundukkan kepala


"Baiklah, dan pikirkan baik-baik Ika" jawab Pak Surya


"Baik Pak" menundukkan kepala lalu pergi meninggalkan ruangan Pak Surya


Kaki Ika terasa berat untuk melangkah, Ia bingung harus bagaimana


Aku takut aku tidak mampu, Ya Tuhan, aku harus bagaimana. Aaaaa kepala rasanya ingin meledak saja


Ika terus memikirkan hal itu, sampai tak sadar Rina menyenggolnya berulang kali


"Ikaaa" serunya lagi hampir berteriak memenuhi isi ruangan kantor

__ADS_1


"Haa" Ika terkejut terpelongok melihat Rina


"Melamun lu yee, Aku panggil dari tadi sampai mulut ku mau berbusa kamu tetep gak bergeming, ada apa sih?" tanyanya


"Oh, enggak ada apa-apa kok Rin" yakinnya


"Beneran?"


"Iya"


"Yaudah yuk pulang, ini udah jam kantor balik" jawabnya sambil meraih ponselnya


"Eh iya ya" gugup Ika "Bentar ya aku beresin ini dulu"


Ika langsung berkemas membereskan tumpukkan berkas di meja, mematikan komputer dan merapikannya, selesai berkemas, Ika meraih tasnya dan bangkit berjalan mengikuti Rina yang duluan berjalan


"Toko mana yang mau dikunjungi?" tanyanya memecahkan keheningan


"Kita coba masukin satu-satu ya, mau ya?" bujuknya


"Hemm, okedeh"


Mereka pun bergegas ke Toko sebelah, setelah dirasa Rina tak ada yang cocok, mereka ke Toko seberang, cukup lama melihat-lihat, akhirnya Rina mendapatkan apa yang diinginkan. Setelah membayar di kasir mereka pun keluar Toko dan berjalan ke halte menunggu bus datang. Tak berapa lama bus sampai dan mereka naik dan sampai ke rumah seperti biasanya


*****


"Papa.." panggil Clara setengah berlari menuju Pak Surya


"Sudah Pa" jawabnya sambil memeluk Pak Surya "Clara kangen"


Pak Surya tersenyum mendengar kata Clara, Clara Putri kesayangan Pak Surya, setelah Mama mereka meninggal, Pak Surya harus bisa menjadi Ayah serta Ibu bagi Clara, karena waktu Mamanya meninggal usia Clara masih sangat kecil, makanya Pak Surya teramat menyayangi Clara


"Kamu sudah makan Clara?" tanya Pak Surya


"Sudah Pa, bareng kakak tadi" jawabnya


"Dimana kakak kamu?" menyusuri ruangan


"Oh kakak tadi keluar ditemenin Sekertaris Zack, Pa" jawab Clara


"Hemm, Papa mau mandi dulu ya, kamu lanjutin nonton lagi"


"Baik Pa" Clara menurut dan beringsut berjalan kembali ke tempat tadi


Pak Surya memandangi Clara, ada rona bahagia yang dirasakan, Clara anak kecilnya sudah tumbuh menjadi wanita dewasa. Pak Surya pun berjalan menuju kamarnya dan masuk, Pak Surya tak langsung mandi, Ia meraih foto dirinya bersama Almarhum Istrinya


Ma, Papa kangen. andai kamu masih hidup, pasti kamu bisa merasakan kebahagiaan saat ini yang Papa rasakan, mungkin bahagiaku akan terasa lengkap, anak-anak kita sudah tumbuh dewasa sekarang, Ryan sudah berubah menjadi lebih baik dan Clara sekarang sudah besar dan cantik seperti kamu Ma


Setetes air mata jatuh difoto, Pak Surya menyeka air matanya. Selesai memandangi wajah istrinya difoto Ia meletakkan kembali dan beringsut jalan menuju kamar mandi


*****

__ADS_1


"Pa sudah siap mandi?" tanya Clara setelah melihat Papa keluar dari kamar


"Sudah.." jawabnya sambil berjalan menghampiri Clara yang sedang asyik menonton TV


"Papa mau?" menyodorkan makanan


"Kamu makan saja"


Clara langsung lanjut makan dan fokus menonton TV


"Gimana? sudah dipikirkan mau lanjut kuliah dimana?"


"Sudah Pa, Clara pikir Clara akan melanjutkan studi di Universitas Negara ini saja, sekalian Clara mau jagain Papa"


"Kok Papa dijagain?"


"Ya harus dong, kan Papa sendirian, Kakak kan sibuk dengan perusahaannya. Apa salahnya Clara jagain Papa?"


"Hahaha" tawak Pak Surya "Yasudah kalau begitu, Kakak mu belum pulang juga?"


"Belum Pa"


Kepala Pelayan Pak Joan datang


"Maaf Pak dan Nona, makan malam sudah selesai" jawabnya memberi tahu


"Apa Tuan Muda memberi tahu dia makan malam dirumah atau tidak?" tanya Pak Surya


"Maaf Pak, tadi Sekertaris Zack memberi tau, bahwa Tuan Muda tak makan dirumah" jawabnya


"Baiklah, Clara ayo kita makan"


"Baik Pa" Clara menurut dan berjalan ke meja makan


Dengan sigap Pak Joan menggeserkan kursi untuk Pak Surya dan Nona Clara, sementara Pak Joan berdiri dibelakang mereka


Pak Surya dan Clara sudah makan malam bersama sekarang Tuan Zack


Paak Joan mengirimkan chat pada Sekertaris Zack dan langsung dibaca oleh Sekertaris Zack


Setelah membaca pesan, Zack menghampiri Tuan Muda ke dalam ruangan dengan ditemani beberapa wanita, hari ini perasaan Tuan Muda sangat buruk, Dia kembali mengingat kejadian yang lalu dimana wanita itu meninggalkannya


"Tuan, apakah Tuan ingin meminum ini?" menyodorkan minuman beralkohol" wanita itu menawarkan segelas minuman


"Tidak! beri aku soda dan beri esnya cukup banyak" ketusnya


Sekertaris Zack yang mengetahui hal itu langsung melotot tajam pada wanita tersebut, wanita tersebut terlihat cemas


habislah riwayat ku, mengapa aku lupa Tuan tak akan minum yang beralkohol


Untuk menghilangkan kecemasannya, wanita itu langsung buru-buru mengambilkan soda dan menuangkan digelas dan memberikannya pada Tuan Muda

__ADS_1


Rumor yang beredar memang benar adanya, Tuan Muda sosok lelaki dingin, sombong dan acuh tak acuh pada orang lain, tapi mengapa banyak wanita yang terpesona pada Tuan Muda, seperti sesosok pria yang sangat sempurna, banyak wanita tergila-gila padanya, selain seorang CEO diperusahaan Almanac, Tuan Muda juga memiliki wajah yang sangat Rupawan serta memiliki bentuk tubuh yang bagus


__ADS_2