
Esoknya Ika pun bekerja, ia sangat cekatan dan terampil, ia mampu menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat hingga sang Bos sangat suka dengan cara kerja Ika, sebab itu Ika langsung diangkat menjadi sekertaris Bos
Bagi Ika pekerjaan adalah waktu, semakin lama menyelesaikan semakin banyak waktu yang dipergunakan, semakin cepat diselesaikan semakin dikit waktu dipergunakan
Hari itu cukup banyak dokumen yang harus diselesaikan olehnya, tapi dengan cepat Ika selesaikan sebelum jam makan siang.
Saat Ika masih sibuknya menyelesaikan, dari kejauhan Ika melihat sesosok Lelaki bertubuh tegap, tinggi dan tampan menggunakan Jas, penampilannya sangat elegant datang menghampirinya.
"Apa Bapak Surya Pramuja ada?" tanyanya terhadap Ika yang melongo melihat dirinya
"Apa Bapak Surya Pramuja ada!" teriaknya sekali lagi
Ika tersadar dan gelagapan, ia langsung membetulkan diri
"Eh.. " jawabnya "Anda siapa?" tanya Ika kembali
"Saya.. Saya Tuan Ryan Adjie Pramuja, anak Pemilik Kantor ini!! saya ingin bertemu! jawabnya
Deg! anak bosnya ternyata, buru-buru Ika bergegas mengecek apakah bosnya ada diruangan
Ia pun mengetuk pintu bosnya
"Ya masuk!" jawab bosnya.
"Pak, diluar ada tamu yang ingin bertemu dengan bapak" tanyanya memberi tahu.
"Siapa dia?" tanyanya kembali
"Tuan Ryan Adjie Pramuja" jawabnya
"Suruh dia masuk?!.." perintahnya
"Baik Pak" ia menjawab sambil melangkah keluar
Ika menghampiri Lelaki tadi diruangan tunggu, ia melihat laki-laki tersebut duduk disofa dengan tenang dan elegant
Ya Tuhan, tampan sekali dia, tubuhnya yang tinggi , bersih bahkan gayanya sangat menampilkan dia sesosok Lelaki yang ideal dan sempurna. Batin Ika
"Tuan, silahkan mengikuti saya" tanpa basa basi ia pun pergi
Lelaki tersebut mengikuti arah langkahnya.
Hemm, lumayan juga wanita ini, sesuai denganku, ah... pikiran apa kau ini. Batin Ryan
__ADS_1
Setelah sampai, Ika mempersilahkan Tuan Ryan untuk masuk sebelum ia pergi , setelah masuk Ika pun pergi kembali ke mejanya untuk melanjutkan menyiapkan dokumen yang sempat tertunda.
Setelah cukup lama, Ponsel Ika berbunyi. Ternyata Rina menelfonnya
"Ika Sayangg..!" teriak Rina ditelfon
"Eh.." dia menjauhkan ponselnya sebentar karna teriakan Rina, lalu menjawab "Ada apa Rin?"
"Udah jam makan siang loh, ayok makan sama-sama" ajakan Rina
Ika meraih Jam tangannya, ah iya jam makan siang ternyata. ia pun menjawab pertanyaan Rina
"Ayo, makan dimana?" tanyanya kembali
"Di Kantin biasa kita makan, gimana? aku tunggu di luar sekarang" jawab Rina sambil menutup telfon
Ika pun membereskan dokumennya lalu bergegas menghampiri Rina yang sudah menunggunya diluar. terlihat sahabatnya sudah menantinya
Rekan kerja yang lain banyak yang menyapanya, dan Ika melemparkan senyumnya ke semua rekannya.
Sungguh Manis senyumnya Ika. Batin teman Kerjanya
Bagi Rekan Kerjanya, Ika sangat baik dan ramah, terlihat dari cara dia menyapa dan menjawab sapaan Rekan Kerjanya, itu sebabnya Ika banyak disukai Rekan Kerjanya
"Wah.. primadona dipandangin tuh sama dodi" ledek Rina
"Ih apaansih kamu Rin, gak afdol emang ya kalau sehari gak ngeledekin aku" gerutu Ika
"Kamu kenapa? gitu aja kok kesel? Kan emang bener omongan aku kan, Dodi tadi mandangin kamu lama loh" jawabnya membenarkan
"Ah udahlah.." jawabnya singkat
"Ka, kamu kenapa sih gak mau terima dodi? dia kan baik banget sama kamu, cukup tampan lagi, masa iya kamu tolak dia waktu nyatain cintanya ke kamu" tanyanya memburu Ika
"Hem, gatau lah, aku gak suka aja nggak pas gitu sama hati aku, kamu tahu kan maksud dari perkataan aku" jawabnya
"iya deh iya, aku tahu. dia bukan tipe mu, tapi cobalah membuka hati sedikit mana tau nanti kamu bisa menyukai dodi" tanyanya kembali
"Rina.. cukup deh, aku gak suka ya nggak suka, nggak pas aja dihati aku, kamu kan tahu aku gimana" jawabnya lagi
"iya aku tau kok.. yaudah yok ke Kantin" Rina menyudahi omongan dia tentang dodi, ia tahu harus berhenti berbicara, kalau tidak nanti Ika akan marah kepadanya
Mereka langsung bergegas ke Kantin dan memesan makanan yang mereka pilih, tak berapa lama, pesanan mereka pun sampai
__ADS_1
Langsung mereka melahap makanan itu sambil sejenak merilekskan badan yang sedari tadi diisi dengan tumpukan pekerjaan
*******
Diruangan Bapak Surya, Ia mempersilahkan anaknya Ryan untuk duduk di sofa sambil menunggu pekerjaan ia selesai, setelah selesai ia menghampiri anaknya.
"Ada apa Ryan? tumben kamu ke Kantor Papa?" tanyanya pada Ryan
"Pa... perusahaan yang aku pimpin sepertinya kurang mendapat investasi, sehingga mendapatkan penurunan yang cukup berbahaya menurut Ku, apa papa bisa bantu?" jawabnya dengan muka masam
Sejenak Pak Surya berpikir, lalu menjawab
"Maksud kamu? Kamu menginginkan Papa membantu suntikan Dana untuk membantu perusahaan kamu?" tanyanya sekali lagi
"Benar Pa, Ryan mohon. Ryan gatau lagi mau minta tolong kesiapapun lagi"
"Baiklah Papa tolong, tapi Papa minta kamu jangan menyalahgunakannya lagi, mengerti!" tegasnya
"Tidak Pa, Ryan sudah berubah. sekarang Ryan hanya berfokus pada kemajuan Perusahaan Ryan Pa, Ryan nggak mau lagi menyeleweng, sudah saatnya Ryan menghadapinya" jawabnya menyakinkan Papa
Ryan sadar, selama ini dia sudah banyak membuat kegaduhan, sekarang ia sudah fokus memimpin perusahaannya, apalagi Ryan adalah CEO di Perusahaan Almanac Group yang cukup terkenal.
"Baiklah, Papa percaya kamu.. tolong jaga baik-baik kepercayaan Papa, nanti Papa bantu kamu" menyakinkan Ryan
"Baik Pa" Ryan meraih Jam nya "Pa, sekarang jam makan siang, Ayo kita keluar makan bersama, sudah lama kita tak pernah makan bersama" pintanya
Papa menatap lekat anaknya, apakah Ryan mengajaknya bersungguh-sungguh
Benar-benar sudah berubah Ryan, syukurlah kalau begitu. Batin Papa
"Baiklah" Papa pun keluar ruangan dengan diikutin Ryan yang berjalan disebelahnya
Sudah cukup lama memang hal ini terjadi, Ryan sudah banyak berubah karna Wanita yang ia cintainya dulu ternyata berselingkuh, dan memanfaatkan semua fasilitas yang Ryan punya, hingga hampir setiap harinya kedua Ayah dan Anak ini bertengkar hebat, hingga Ayahnya memutuskan keluar dan membangun Kantornya sendiri dan meninggalkan Perusahaan yang ia bangun bersama Almarhum Ibunya Ryan, akhirnya Ryan bisa mengambil pelajaran dari masa lalunya.
Kedua Ayah dan Anak ini bergegas keluar setelah Ayahnya mengirim pesan chat pada Ika bahwasannya Pak Surya sedang tidak ada diruangan.
keduanya menaikin mobil Roll Royce Phantom yang termahal milik Ryan.
Para pekerja kantor melihat pemandangan yang tak terduga. entah itu karna mobil Mahal milik Ryan atau Terkena sihir ketampanan anak bos mereka. Terutama pekerja wanita yang sepertinya menelan air liurnya berdecak kagum. Tapi langsung buru-buru tersadar
__ADS_1
Ryan melajukan mobilnya ke sebuah Restaurant cepat saji sambil bercerita ringan keduanya
*******