Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku

Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku
Bab 24


__ADS_3

"Clara sayang" ucap Melina setibanya Ia melihat kedatangan Clara


"Kakak" menghambur lari memeluknya


Sementara Ika hanya menundukkan kepala sopan


"Kamu sudah sarapan?" tanya Melina


"Belum kak" jawab Clara polos


"Yuk, kita makan bersama" ajak Melina


"Baik kak, ayo kak Ika" mengikuti langkah Melina dan masuk ke dalam Villa menuju ruang makan


"Eh Clara" sapa Chintya yang sudah duduk di meja makan


Clara hanya tersenyum dan Ika masih berdiri di belakang Clara


"Kak Ika, sini ikut makan dengan kita" ucap Clara


"Duduklah Ika, mari kita makan bersama" ajak Melina lembut


"Baik Nona" Ika pun bergegas menggeser kursi dan duduk bersama mereka


"Ahhh kelihatannya sangat lezat kak, kakak yang masak semua ini?" tanya Clara


"Iya, Chintya tadi juga masak kok"


"Ah serius?" tak percaya ucapan Melina


"Iya Clara, aku juga masak, yang ini masakan aku" menunjukkan masakannya, Ikan Nila goreng dibalur sambal berbeqeu


"Wah.. nanti aku cobain pokoknya" ucap Clara semangat


"Cobainlah"


Clara mengambil nasi dan lauk Ikan masakan Chintya, dan memakannya. mencoba mengekspresikan rasanya


"Gimana?" tanya Chintya


"Hmmm sangat enak" puji Clara "Kak ayo cobain deh masakan Chintya, bener-bener enak banget" ucap Clara


Ika menuruti, sementara Melina dan Chintya tersenyum senang. Ika merasakan masakan itu Ahh Nona Clara benar, ini sangat enak.


"Cobain masakan kakak juga dong" ucap Melina


"Beres kak"


Clara mengambil lauk masakan Melina dan merasakan juga


"Wahh.. ini juga tak kalah enak kak" puji Clara tak membohongi diri


"Benarkah? kalau kamu suka boleh dihabisin" Melina tersenyum

__ADS_1


"Kalau begini mah, ntar Clara habisin"


Clara sendiri makan sangat lahap dan menikmati semuanya, semua yang dirasakan Clara benar-benar sangat menarik dan menggugah selera makan Clara. kalau sudah begini tak ada lagi anggun-anggunya Clara karena bakal seperti anak kecil yang menggemaskan


"Ahhh kenyang banget" sambil memegangi perut yang sudah penuh dengan makanan


Ika hanya memandang lekat Clara yang bertingkah seperti anak kecil


Ada-ada saja kelakuan Nona Clara. senyumnya


Melihat Melina membereskan meja, Ika spontan ikut membantu


"Saya bantu Nona" ucapnya sopan


"Silahkan Ika"


Ika mengangkat piring kotor mereka dan membawanya ke tempat cucian piring, kembali ke meja mengangkat piring berisi lauk dan memasukkan ke lemari makan, sementara Chintya asyik dengan ponselnya dan Melina membersihkan meja makan


Tadinya Ika langsung mau mencuci piring tapi di larang Melina


"Tamu jangan disuruh cuci piring dong" ucap Melina lembut


Ika langsung surut tak jadi mencuci piring dan kembali ke meja dimana Clara masih terduduk disana


"Hari ini Clara mau kemana?" tanya Melina setibanya sudah berada disisi mereka


"Ah tidak ada kak, rencana hanya berjalan disekitaran sini sambil menghabiskan hari"


"Kalau begitu disinilah dulu bersama kakak, benarkan Chintya"


"Baiklah kak, Kak Ika Clara disini saja tidak apa kan, kalau kak Ika bosen boleh kembali ke Villa?" tanya Clara


"Tidak apa-apa Nona, saya akan mendampingi Nona kemana pun" ucapnya


"Baiklah kalau begitu"


Setelah melihat obrolan Clara dan Ika, Melina memikirkan langkah selanjutnya, Bagaimana kalau mereka aku ajak menonton saja dulu, lagian aku masih capek baru sampai sini. pikir Melina


"Ayo kita nonton? kakak dengar ada film baru loh?" ucap Melina


"Benarkah kak?" tanya Clara bersemangat


"Benar sayang, ayolah" sembari bangkit dari duduknya dan bergegas berjalan ke sofa dimana depan sofa ada TV yang berukuran besar


Clara pun mengikuti, Ika juga mengikuti arah jalan Clara


Melina menghidupkan TV dan mengambil remote dan mencari saluran yang ia maksud tadi, dan ketemu filmnya. semua duduk di masing-masing tempat


"Kalian tunggu sini ya, Kakak ambil cemilan dulu" ucap sambil berlalu


"Baik kak"


Tak berapa lama, Melina kembali dengan beberapa camilan dan minuman soda dalam kaleng.

__ADS_1


"Chintya!!!" panggil Melina


"Iya kak"


"Kamu tak ikut nimbrung disini?"


"Sebentar lagi kak, urusanku belum selesai"


"Baiklah kalau begitu"


Sementara Melina fokus lagi dengan filmnya, tak berapa lama Chintya ikut bergabung, selama film diputar, entah berapa banyak tisu berserakan, hanya Ika saja yang tak menangis melihat adegan perpisahan dua sejoli dalam film tersebut


Setelah film itu tersebut, Melina, Chintya dan Clara menyadari mereka terhanyut dalam film tadi dan saling bertatapan tertawa


"Wah cuman Ika saja yang tak menangis" celetuk Melina


Ika hanya tersenyum mendengarnya


"Kenapa kamu bisa tak menangis? sementara kami bertiga sampai menangis begini" tanyanya diselingi tawa


"Bagaimana aku bisa menangis Nona? merasakan patah hati saja aku belum pernah"


Melina terkejut dengan pernyataan Ika, terlebih-lebih Chintya


"Benarkah?"


"Semua itu benar kak, Kak Ika sendiri belum pernah merasakan jatuh cinta. jadi menurut Clara wajar saja Kak Ika tidak menangis melihat adegan perpisahan tadi" sambung Clara bijak


"Wah.. beruntung lelaki yang mendapatkan Ika ya, selain cantik juga belum pernah merasakan jatuh cinta" ucap Melina


Ika hanya tersenyum, mereka tidak tahu sebenarnya aku sudah mulai menyukai lelaki lain tapi aku sadar diri dia siapa, dan lelaki itu siapa dan terlebih lagi mana mungkin lelaki itu mencintai ku juga, apalagi lelaki itu sudah memiliki tambatan hati dan akan segera menikah juga. Ika menarik nafas berat


Tak terasa waktu sudah hampir sore, Clara berniat kembali ke Villa


"Kak Clara balik dulu ya"


"Oh baiklah" ucap Melina "Rencana kamu kapan akan memberikan kejutan untuk kak ryan?"


"Oh itu, mungkin besok malam kak, bagaimana? kakak sudah siap?" tanyanya


"Besok malam? baiklah"


"Yaudah kalau begitu Clara balik dulu, nanti chat aja Clara, oke kak."


"Oke Clara"


Melina pun mengantar Clara dan Ika didepan rumah sembari menatap kepergian mereka, lalu masuk kembali ke dalam rumah


"Bagaimana langkah selanjutnya?" tanya Chintya


"Tenang, sudah kakak persiapkan"


"Baiklah kak, aku mendukungmu. aku yakin Kak Ryan akan terpukau dan kembali dengan kakak lagi"

__ADS_1


"Pasti dong, kakak yakin itu" ucap Melina percaya diri


Mereka pun tertawa senang dan kembali pada kesibukan masing-masing


__ADS_2