
"Kau tidak apa-apa Clara?" ucap Tuan Ryan
"Tidak Kak, aku baik-baik saja" jawabnya
"Tapi Kak Ika.. lelaki itu..." ucapan Clara terhenti
"Kenapa?" ucap Ryan
"Lelaki itu menghina Kak Ika dan Keluarganya" ucap Clara
"Apa katanya?"
"Amat pedih jika aku mengatakan kembali kak, aku sendiri saja tidak kuat dengan hinaan itu"
"Sesadis itu lelaki itu berkata?" ucap Ryan penasaran yang sudah dikuasi amarah
"Begitulah, lihat lah sejenak keadaan Kak Ika kak. Aku ingin menenangkan sejenak pikiranku disini, hiburlah dia" pinta Clara
Tanpa menunggu lama Ryan pun beranjak pergi dan menemui Ika di ruangan sebelah, Sekertaris Zack yang diperintahkan untuk menjaga Ika pun masih setia menunggu didepan pintu ruangan Ika. Tatapannya dingin sama dengan tatapan yang dimiliki Tuan Ryan
Ryan pun masuk dan menutup pintu ruangan tanpa membunyikan suara, Ryan menatap wajah Ika yang sedang berbaring dan masih dalam keadaan tertidur di ranjang ruangannya
Ryan tak berani mengusik ketenangan wanita itu, Ryan menggeser kursi dan mencoba duduk tenang disebelah Ika
Helaan nafas Ika pun terdengar, Ika tersadar dan sontak kaget dan bingung, ia bingung sudah berada diruangan rumah sakit karna seingatnya tadi dia berada dicafe bersama Clara dan sedang beradu mulut dengan Rama, selepas dari itu Ika tak mengingat apapun
"Kau sudah sadar?" ucap Ryan disamping Ika
Ika makin kaget dan terkejut ketika matanya menatap wajah Tuan Ryan yang sudah duduk disebelahnya
"Tu Tuan, Maaf.." ucap Ika gagap dan mencoba duduk
"Jangan banyak gerak, kau masih lemah" ucap Ryan perhatian
"Maaf Tuan"
"Kau tidak apa-apa?" tanyanya
Ika menganggukkan kepala dengan posisi kepala menunduk
__ADS_1
"Bagaimana ini semua terjadi? bisakah kau ceritakan kepadaku?" tanya Ryan lagi
Ika tersenyum tipis dan mencoba mengingat kejadian tadi, tanpa disadari air mata Ika menetes
"Lelaki itu berbuat sangat kasar padamu? Bagian mana yang terluka? katakan padaku" sontak Ryan menggenggam tangan Ika
"Tidak Tuan, tidak"
Ryan tak percaya, ia mencoba meneliti bagian tangan Ika, ada warna lebam disana dan sedikit luka kecil yang sudah diolesi obat dengan perawat tadi
"Ini yang kau katakan tidak? berani sekali ia kasar dengan wanita"
"Tidak apa-apa Tuan, saya sudah biasa seperti ini. Dan ucapan Rama itu benar Tuan, saya memang tidak pantas.."
"Tutup mulutmu! dia tidak berhak merendahkan harga dirimu bahkan keluargamu, dia tidak berhak mengatakan seperti itu. Dia lelaki berpendidikan tetapi berperilaku buruk melebih sampah" ucap Ryan
Ika tak menjawab lagi, ia tertegun diam dan tak berani meneruskan perkataannya dan hanya bisa menangis
Ryan mengusap air mata Ika dengan lembut dan penuh kasih sayang sontak Ika kaget tapi ia tak berani menghindar, hati Ryan berdegup kencang tak karuan tapi ia sangat senang bisa merasakan itu. Ika juga senang dan sedikit gugup, dipikiran Ika berkecamuk sebuah tanda tanya tentang Tuannya yang berperilaku baik seperti ini padanya
"Hmm, kau baik-baik disini jangan kemana-mana, mungkin sebentar lagi Clara menemanimu disini. aku masih ada urusan lain yang belum aku selesaikan. soal lelaki itu, kau jangan pikirkan lagi" ucap Ryan
Ryan mengelus dahi dan memainkan sedikit rambut Ika sebelum pergi
Sangat menggemaskan. ucap Ryan dalam hati
Ryan pun pergi menutup pintu rapat-rapat dan menemui Sekertaris Zack yang masih setia menunggu
"Zack, kita kembali ke cafe" ucap Ryan sambil berjalan keluar dari rumah sakit itu
"Baik Tuan" Zack menunjuk pengawal yang berada disudut ruangan yang dari tadi untuk menyuruhnya menjaga kamar Ika, dan pengawal itu langsung sigap berlari mendekat pintu kamar yang ditempati Ika
*****
Cafe tersebut tampak sepi tak ramai seperti tadi saat Ika dan Clara berada disana, ya cafe tersebut sudah di kelilingi garis pembatas dan pengawal yang mengelilingi dan menjaga ketat disana
Tampak Rama sudah babak belur dan tersungkur dilantai sudah tidak berdaya, hanya beberapa tenaga lagi yang masih cukup untuknya berbicara dan bergerak sedikit
Ya, saat kejadian itu berlangsung. Lelaki itu menarik tangan Ika kuat-kuat hingga meninggalkan bekas luka ditangan Ika dan kejadian itu sempat terlihat oleh Ryan dan Sekertaris Zack, saat Rama akan menampar pipi Ika, Ika sudah pingsan dan tak sadarkan diri lagi
__ADS_1
Hal itu membuat emosi Ryan memuncak, Ryan meneriaki lelaki itu dan meninju beberapa bagian tubuh Rama hingga akhirnya ia mundur beberapa langkah dan tersungkur. Saat Ryan muncul seperti itu membuat Clara tersenyum lega
"Kakak" teriak Clara menangis
"Kau tidak apa-apa kan?" ucapnya mendekati Clara
"Tidak kak. Kak Ika, bawa dia ke rumah sakit!" pinta Clara
Ryan pun mengangkat tubuh Ika dan membawanya ke mobil, Ryan kelihatan panik ia juga menyuruh Sekertaris Zack memapah Clara juga. Sekertaris Zack geram dan kesal, sebelum meninggalkan cafe tersebut Zack menyuruh pengawal untuk menjaga dan jangan sampai lelaki itu lolos melarikan diri
Saat kejadian itu, suasana tampak ricuh dan para pengunjung hanya bisa melihat tanpa bisa membantu, karna banyak diantara mereka segan dan takut oleh Rama, ya Rama cukup terkenal di kalangan masyarakat, Ayahnya pemilik perusahaan yang cukup megah tapi sayang peringai Ayahnya sangat buruk sehingga Rama mewarisi sifat buruk Ayahnya.
Karna kekayaan yang dimiliki oleh keluarga Rama lah mereka menjadi seenaknya dengan orang lain, menindas orang-orang lemah dan melakukan sesuka hati apa yang mereka inginkan
"Hei kau wanita sialan! kenapa diam saja tidak melawan karna dihina, hahaha! kau memang pantas dihina" ucap Rama tersenyum meringai
"Sekali lagi saya katakan kepada anda, jaga ucapan anda" ucap Clara
"Hei nona manis, jangan bela wanita sialan itu, ayo mari bersamaku. kau tidak pantas bergaul dengan wanita seperti dia" hinanya lagi dan Ika tersenyum getir mendengar ucapan Rama
"Cih.. jangan sementang kau memiliki segalanya, kau bisa menghina orang sesuka hati!" Ika bersuara entah kekuatan dari mana ia mengatakan itu
"Hehe, dasar wanita sialan" maki Rama
"Ingat! sekarang kau bisa bahagia karna menindas kami, tapi suatu saat kau akan mendapatkan balasan lebih pedih dari apa yang aku rasakan!" ucap Ika
Rama mendesis dan tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Ika yang seolah-olah mendoakannya agar menjadi hidup miskin sepertinya, Rama tertawa mengejek sekarang
"Haha, kau mendoakan aku? Hahahaha Tuhan tidak akan mendengarkan doa-doa orang miskin seperti kamu!, sadar diri! sampai kapan pun kau akan tetap miskin dan aku akan tetap kaya!" ucapnya tertawa mengejek
Ika menggenggam tangannya erat-erat dan berusaha untuk tidak terpancing emosi karna ucapannya
"Ika, Ika.. miris sekali hidup mu" Rama mendekati Ika dan menarik tangannya kuat sehingga Ika terhuyung
"Lepaskan tangan ku!" Ika teriak
"Aku ingin membuatmu menderita, sampai kapan pun menderita! wanita sialan!"
Saat Rama akan mendaratkan tamparan dipipi Ika, Ika sudah lepas kendali dan pingsan. disaat itulah Ryan sudah datang dan melihat semuanya sehingga membuat Ryan naik pitam dan emosi
__ADS_1
Bersambung