Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku

Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku
Bab 15


__ADS_3

Ika terburu-buru pagi itu, karena bangun kesiangan Ia pun langsung bergegas membersihkan diri dan memakai pakaian kerja, setelah rapi Ika bergegas meraih tas dan mengambil hak kerjanya dirak, tak dirasa sempat makan pagi tapi ibu sudah menyediakan bekal untuknya


"Bu, Ika pergi yaa"


"Bentar dulu.." berjalan menghampiri "Ini bekal kamu Nak" memberikan bekalnya


Ika menerima dan berucap "Terimakasih Bu" sambil mencium Ibunya, lalu bergegas pergi menuju halte, dan kabar baiknya bus datang dan tak membuang waktu cukup lama untuk menunggu bus, Ika pun naik dan mendapatkan tempat duduk sembari meraih jam tangan Casio lamanya


Aku bisa sampai tepat waktu. pikirnya


Sesampainya di kantor Ika melihat Rina yang menunggunya, tapi raut wajah Ika seperti kesal, dan Ika pun menghampiri


"Eh.. kok cemberut gitu sih pagi-pagi" ledeknya


Tak direspon Ika


"Eh.. dicuekin nih?? masih kesal ya sama aku" tanyanya lagi


Ika hanya mengangkat bahu


"Ika, sorry deh kalau kamu kesal sama aku gara-gara kejadian tadi malam"


"Sudahlah lupakan" jawabnya enggan


"Ika.. maafin aku dulu dong" menahan Ika yang ingin beranjak pergi meninggalkan


"Ika.."


"Iya-iya aku maafin" potong Ika


"Yang ikhlas dong"


"Iya Rina, aku maafin kamu kok" menjawab sambil tersenyum


"Beneran? aku janji deh gak bakal gitu lagi sama kamu" menunjukkan tangan seolah-olah berjanji gak lakuin gitu lagi


"Yaudah yuk, keruangan"


"Hmm yok"


Mereka pun bergegas berjalan keruangan masing-masing, belum lagi sampai diruangan mereka ketemu Dodi


"Eh Ika, Eh ada Rina juga" sapanya


"Iya.." dijawab Rina


"Kami keruangan dulu ya, udah masuk jam kantor" ucap Ika menghindar


"Oh yaudah" jawabnya


Mereka pun pergi meninggalkan Dodi yang hanya bisa melihat kedua wanita yang disapanya tadi pergi begitu saja seolah-olah tidak menyukainya


Aku akan menunggu kamu Ika, sampai kamu mau terima aku. ucapnya dalam hati


*****


Tak berapa lama kedatangan Ika, Pak Surya pun datang bersama anak wanitanya lagi


"Pagi Pak, Pagi Nona Clara" ucapnya sopan


"Pagi" ucap Pak Surya


"Pagi juga Kak" ucap Clara sopan


"Oh iya Ika, nanti keruangan saya ya, saya ingin kamu membantu Clara sedikit tentang dokumen yang kemarin saya suruh siapkan" ucap pak Surya


"Baik Pak"

__ADS_1


"Pa, Papa masuk ruangan dulu, nanti Clara nyusul"


"Oh yasudah kalau begitu"


Pak Surya pun pergi meninggalkan mereka


"Kak Ika" panggil Clara


"Iya Nona.."


"Aku mau tanya sedikit boleh? "


"Silahkan Nona"


"Apa Kak Ryan sering datang ke Kantor Papa saya?"


Ika melongo dengan pertanyaan Clara, kenapa Clara bisa nanya ke Ika


"Tuan Ryan tidak terlalu sering datang kemari Nona"


"Kalau kesini dia bersama siapa?"


"Dengan Sekertarisnya Nona, Sekertaris Zack kalau gak salah namanya"


"Dia kesini gak pernah bersama yang lain?" ucap Clara lagi


"Tidak pernah Nona" ucapnya "Memang ada apa Nona?"


"Tidak, Tidak ada apa-apa Kak, Yasudah ya kalau begitu"


"Baik Nona"


Clara pun pergi meninggalkan Ika yang masih bingung, mengapa pertanyaan Nona Clara seperti itu terhadapnya, tetapi Ika tak ambil pusing dan Ia langsung meraih komputernya dan menghidupkannya, lalu berlarut dalam pekerjaannya


Setelah selesai, Ika pun bergegas merapikan dokumen tersebut dan menuju ruangan Pak Surya


Clara menoleh menatap arah pintu


"Permisi Pak, ini dokumennya" berjalan sembari memberikan dokumen tersebut


"Berikan kepada Clara"


Clara hanya mematung memandanginya, Ika pun bergegas menghampiri Clara


"Maaf Nona, ini dokumennya" menyerahkan


"Baik, Terimakasih.." ucapnya lembut


"Sama-sama Nona, Kalau ada yang tidak paham bisa tanya ke saya Nona Clara" ucapnya tak kalah sopan


"Bisa kita duduk di sofa Kak? biar agak rileks aja" pintanya sembari berjalan ke sofa dan Ika pun mengikuti


Clara membuka lembaran demi lembaran serta membacanya dengan teliti, sesekali nampak Clara manggut-manggut antara ngerti dan tidak


"Maaf Nona, apa anda mengerti?"


"Sedikit Kak" ucapnya


"Oh iya, ini apa Kak.. bisa jelasin lebih detail kak"


"Baik Nona" Ika pun mulai menjelaskannya dan nampak Clara manggut-manggut lagi dan terlihat merespon setiap ucapan Ika


Dari lokasi duduk Clara dan Ika, Pak Surya menatap lekat mereka, sembari tersenyum


"Tak salah aku memilih Ika mendampingi Clara, aku ingin suatu saat Clara bisa memberikan kepercayaan untuk Ika dan memilih Ika sebagai pendamping setianya" ucapnya dalam hati


"Pa..." panggilnya memecahkan lamunan Pak Surya

__ADS_1


"Iya Clara" ucapnya


"Pa, aku sedikit banyaknya sudah mengertilah"


"Benarkah?"


"Iya Pa, kalau gak percaya tanya aja ke Kak Ika, ya kan kak?" sembari menatap Ika dengan senyum


"Hehe iya Pak" angguknya


"Tuh lihat..." rengeknya manja


"Iya Papa percaya sama Clara" ucapnya


Duh gemas sekali Clara, ingin rasanya aku mencubit pipinya, ketika ia bersikap manja sangat lucu dan menggemaskan. Ucap Ika


"Pa.. udah ya? Clara bosen" rengeknya lagi


"Yasudah kalau gitu. trus mau ngapain lagi?"


"Hmm entahlah, Pa boleh gak Kak Ika aku ajakin pergi?" ucapnya


Ika terpelongok mendengarkan ucapan Clara


"Mau kemana?"


"Ya kemana Clara inginkan, kasih dong Pa, Biar Clara juga ada temannya"


"Baiklah kalau begitu"


"Yee terimakasih Papa" memeluk Papanya


"Ika, tolong jaga putri kesayangan saya ini yaa"


Duh dua orang ini bener-bener menggemaskan


"Baik Pak" ucapnya patuh


Clara pun langsung meraih tangan Ika mengajaknya pergi, dan Ika pun pasrah dan mengikuti keinginan putri bosnya


Setelah keluar kantor, mereka masuk ke mobil Clara, Clara duduk mengemudi sementara Ika duduk dibelakang


"Kak.."


"Iya Nona"


"Kakak duduk depan dong, masa duduk belakang, kesannya Clara jadi supir dong" ucapnya manja


Gemasnya wanita ini


"Eh Maaf Nona" beranjak keluar dan masuk duduk disebelah Clara


Setelah masuk dan duduk, Clara tersenyum


"Nah gitu dong"


"Iya Nona, Hmmm kita mau kemana Nona?" ucap Ika


"Hemm, temenin Clara belanja dan makan ya"


"Baik Nona" patuhnya


Mereka pun pergi meninggalkan kantor dan pergi ke pusat perbelanjaan milik Grup Almanac


Setelah capek berbelanja, Clara mengajak Ika ke sebuah restauran yang masih satu lokasi dengan pusat perbelanjaan dan restauran ini juga masih milik Grup Almanac


Sekaya ini Tuan Ryan

__ADS_1


Setelah memesan beberapa makanan, Clara pun mengajak Ika mengobrol, entah mengapa Clara merasa care dengan Ika, selain bisa jadi pendengar yang baik Ika juga bisa jadi penasihat yang baik pula


__ADS_2