Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku

Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku
Bab 25


__ADS_3

"Dari mana saja kau, Clara?" tanya Tuan Ryan serius ketika Clara dan Ika kembali ke Villa


"Tidak dari mana-mana, hanya mengelilingi pantai" ucapnya berbohong


"Cih.." desah Tuan Ryan


"Kenapa? Kakak tidak percaya dengan Clara sekarang?" tanyanya balik


"Tidak, sudahlah pergi sana" ucap Tuan Ryan kesal "Jangan lagi pergi selama ini, kau juga Ika, jangan lagi pergi atau akan aku laporkan ke Pak Surya untuk memotong gajimu!!" pungkasnya


Ika terkejut dengan ucapan Tuan Ryan, baru kali ini Ia melihat semarah itu Tuannya akibat pulang dengan waktu yang lama dan itu membuat Ika benar-benar takut.


"Baik.. Baik Tuan" ucap Ika gagap dan tak menutupi ketakutannya


Sebenarnya Tuan Ryan tahu kemana pergi Clara dengan Sekertaris Ika pergi, tapi ditutupi olehnya.


"Ayo Kak, kita ke kamar jangan pedulikan mereka lagi" ucap Clara tak kalah kesal


Ika pun mengikuti langkah Clara dan menundukkan kepalanya terhadap Tuan Ryan dan Sekertaris Zack, sedikit pun Ika tak berani menatap mereka


Habislah aku. gerutu Ika


"Kakak tidak usah memikirkan ucapan Kak Ryan, nanti akan aku yang jelaskan ke Papa, aku yakin Kak Ryan hanya menggertak kita saja. apa hak dia melarang kita, Huh.. tak habis pikir aku" Ucap Clara


"Tidak Nona, saya yakin Tuan Ryan serius dengan ucapannya"


"Tidak Kak, Clara sudah kenal Kak Ryan cukup lama jadi tahu sifat dia sebenarnya seperti apa. kakak tenang saja selagi masih ada aku Kakak tidak akan dalam bahaya" ucap Clara


"Baik Nona" Ika menurut "Sebaiknya Nona mandilah dulu, saya akan menyiapkan makan malam kita bersama"


"Ya sudah kalau begitu, kalau mereka memarahi kakak bilang ke Clara saja" ucap Clara lagi


"Baik Nona, saya permisi dulu" Ika menutup pintu dan pergi meninggalkan kamar menuju ke dapur


Baru saja turun dari tangga, Sekertaris Zack sudah berdiri disana, Hati Ika berdebar-debar antara takut dan enggan


Habislah aku kali ini, Ya Tuhan. batin Ika


"Nona Ika" panggil Sekertaris Zack


"Iya Tuan" ucap Ika sopan


"Mari ikutin saya sebentar, ada yang perlu saya pertanyakan" ucapnya sambil berjalan


Ika pun mengikuti langkah kaki Sekertaris Zack, dan sekarang mereka berada di taman belakang dekat dengan dapur

__ADS_1


"Nona, Anda tahu kesalahan anda bukan?" ucap Sekertaris Zack


Ika terdiam dan bingung


"Maaf Tuan, apa kesalahan saya?" ucapnya polos


"Nona tidak tahu kesalahan Nona sendiri?" ucapnya sambil membalikkan badan menatap Ika


"Maaf Tuan saya tidak tahu" ucapnya menunduk sembari memegang erat-erat tangannya


"Kesalahan Nona adalah, Nona berani membuat Tuan Muda Marah besar dan Nona juga berani ikutan berbohong dengan Clara pada Tuan Muda" ucapnya tegas


Hati Ika merasa cemas dan deg-degan, takut, cemas bahkan bingung bercampur aduk. Ia tahu kesalahan Ika sangat fatal, padahal sebelum Ika ikut berangkat liburan, Ika sudah mendapatkan surat pernyataan dari pengawal utusan Sekertaris Zack yang sebelumnya bertemu dengan Ika di kantor saat jam kantor telah Usai. disitu dijelaskan semua hal-hal yang tidak boleh dilanggar olehnya


"Sebenarnya sudah Nona baca semua dengan teliti tidak hal-hal yang tidak boleh Nona langgar?" ucap Zack kembali


"Sudah Tuan" jawabnya


"Lalu, kenapa Nona langgar?"


"Maafkan saya Tuan, saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi, beri saya kesempatan Tuan" ucap Ika pias


"Oke, kali ini saya maafkan, tapi jika Nona ulangi sekali lagi saya tidak akan segan-segan memberi anda pelajaran" ancam Sekertaris Zack


"Baik Tuan"


Ika terdiam dan berpikir dua wanita mana yang di maksud


"Nona Melina dan Nona Clara! saya tahu mereka juga ada disini kan!?" ucap Sekertaris Zack kembali


Bagaimana Sekertaris Zack bisa tahu? bukan kah mereka datang kemari diam-diam bukan dan Nona Clara sendiri sepakat akan membuatkan kejutan untuk Tuan Muda, tapi kenapa ucapan Sekertaris Zack terlihat tidak menyukai mereka. Ika semakin bingung


"Iya Tuan, mereka ada disini" ucap Ika


"Saya mohon pada Nona, selalu awasi Nona Clara saat Nona Clara sedang bersama dengan mereka, saya tidak mau Nona Clara bergaul dengan mereka lebih dalam"


"Memangnya kenapa Tuan? bukankah Nona Melina pacar Tuan Ryan dan sebentar lagi akan menikah?" Ika semakin bingung


"Cih.. pacar? akan menikah? itu mustahil! karena semuanya sudah berakhir" ucap Sekertaris Zack sinis


Ika semakin bingung dan tak percaya


"Nanti Nona akan tahu sebabnya, sudah masalah ini sampai sini saja dan jangan sampai Nona Clara tahu masalah ini, jika berani membocorkan saya tidak akan segan-segan memberi Nona pelajaran" ancamnya lagi


"Baik Tuan, saya tidak akan membocorkannya pada siapapun termasuk Nona Clara" ucap Ika

__ADS_1


"Bagus, saya permisi" Sekertaris Zack pun meninggalkan Ika


Ika mengangguk dan masih tetap menunduk, setelah bayangan Sekertaris Zack menghilang, Ika baru merasakan bernafas lega


Untung saja aku tidak diapa-apakannya. sembari mengelus dada


Ika pun bergegas ke dapur memasakkan makanan untuk makan malam, karena Clara tak membolehkan Kepala Pelayan untuk ikut mengurus makan mereka selama liburan, jadi Ika bersedia membuatkan makan mereka selama liburan


Ika membuka lemari pendingin dan mengambil beberapa bahan mentah dan mengeluarkannya dan meletakkan diatas meja, mengambil semua keperluan masaknya dan mulai memotongi satu persatu bahan dan bumbu


Ika berlarut dalam memasak sampai tak sadar Clara duduk dimeja sembari memakan buah stroberi didalam kotak kaca dari lemari pendingin, Clara memperhatikan kelihaian tangan Ika dalam memotong bumbu


Kalau dipikir-pikir sebenarnya Kak Ika boleh juga, selain pintar dalam urusan bisnis Kak Ika juga pintar dalam memasak. Kak Ika juga cukup cantik dan manis tak terlalu jauh berbeda dengan Kak Melina. senyumnya


Setelah mencicipi rasa dalam makanan itu, Ika memasukkan semua bahan mentahnya, mengaduk-aduknya dan setelah selesai Ika mengambil piring disitulah Ika baru sadar ternyata Clara sudah berada cukup lama disitu


"Eh Nona Clara" ucap Ika sembari meletakkan piring di atas meja yang sudah terisi lauknya


"Hmmm... kelihatannya sangat lezat" Clara mencium aroma dari masakan itu


"Hehe Nona bisa saja" sembari meletakkan piring berikutnya


"Beneran Kak, ini keliatan enak"


"Terimakasih Nona" ucap Ika tersenyum


"Oh iya apa yang bisa Clara bantu Kak"


"Eh tidak usah Nona, Nona duduk cantik saja d meja makan, biar ini semua saya yang bawa"


"Nggak papa kak, mana sini biar Clara yang bawa" tak memperdulikan lagi ucapan Ika


Clara membawa piring yang berisi makanan dan meletakkan di atas meja makan lalu kembali membawa yang lainnya


"Eh Kak Ryan, ayo cepat sini kita makan" ucap Clara


Clara cepat melupakan perselisihan yang terjadi tadi dan menganggap semua tidak terjadi apa-apa


"Sebentar lagi kakak kesitu" ucap Tuan Ryan


"Baiklah" Clara berlalu lagi dan kembali ke dapur membawakan minuman mereka dan meletakkan berbarengan dengan yang dibawa Ika


Tak berselang lama Tuan Ryan datang dengan Sekertaris Zack dan dengan sigap Sekertaris Zack menarik kursi untuk duduk Tuan Ryan


"Ayo semua makan!!!" ucap Clara semangat

__ADS_1


Semua pun duduk di posisi masing-masing dan mengambil nasi serta lauknya sendiri, semua makan dengan tenang dan berselera, ada kepuasan tersendiri bagi Ika melihat semua menikmati masakannya


__ADS_2