Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku

Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku
Bab 16


__ADS_3

"Kak.."


"Iya Nona" sembari menatap Nona Clara


"Kakak ada pacar?"


Ika yang sedang minum tersedak mendengar pertanyaan Nona Clara


"Eh Kak kenapa?" kebingungan


"Nggak papa Nona"


Clara mengamati Ika menunggu jawaban


"Saya.. gak punya pacar Nona"


"Serius kak?"


"Iya Nona, bahkan belum pernah sama sekali saya ngerasain pacaran" jawabnya malu-malu


Clara yang mendengar penuturan Ika tak percaya dengan apa yang didengarnya barusan


"Kakak serius? gak pernah pacaran?" tanyanya sekali lagi


"Serius Nona, saya tidak bohong" jawabnya tersipu malu


"Kok bisa gak pernah kak? bukankah kakak cantik?" memandang lekat Ika


"Cantik saja tidak cukup Nona"

__ADS_1


"Maksudnya?"


"Kenyamanan juga penting Nona"


"Maksudnya kak? aku makin gak mengerti"


"Dalam suatu hubungan cantik itu gak jaminan Nona, yang penting itu nyaman, setia dan komitmen yang kuat, gak sembarang mudah orang dapat berhasil dengan ending bahagia Nona, banyak yang endingnya tersakiti, mengapa? ya itu karena komitmen dan setianya kadang acap kali terabaikan karena kecantikan atau ketampanan seseorang, maka dari itu jangan pilih pasangan berdasarkan fisik tapi pilihlah dengan hati yang dapat menjaga komitmen dan kesetiaan tersebut Nona. agar mendapatkan ending yang bahagia, dan satu lagi Nona jangan pilih pasangan berdasarkan materi itu salah banget Nona"


"Kenapa salah Kak"


"Kalau kita pilih pasangan berdasarkan materi gak selamanya orang itu diatas Nona, pasti nanti juga akan merasakan dibawah, kalau kita pilih dia karena punya segalanya lantas sewaktu-waktu dia kehilangan segalanya apa yakin bakal terus dengannya? tidak kan, kenapa? karena dari awal kita pilih dia karena materi, Maka dari itu Nona.. pilih pasangan gak semudah dengan memilih baju, kalau gak cocok bisa tukar, kalau kekecilan bisa diganti dengan ukuran yang lebih gede dikit, nah kalau pasangan? kalau dari awal salah pilih pasti nanti diakhir kita yang tersiksa Nona, makanya itu carilah betul-betul sosok pasangan itu dengan hati yang tulus setia dan bisa menjaga komitmen" ucapnya panjang jelas


Clara manggut-manggut dengan penjelasan Ika dalam memilih pasangan yang baik, sedikit tidaknya ada benarnya juga perkataan Ika, Clara pernah tersakiti juga.


"Lalu Nona, apakah Nona punya pacar?" tanya Ika balik


Clara hanya terdiam, Ika tak melanjutkan pertanyaannya lagi, justru Ika merasa takut jikalau penjelasannya menyinggung perasaan Clara


"Kak.. Clara pernah ada diposisi itu, dan emang bener rasanya tersakiti banget"


Ika hanya terdiam tak ingin berkata lagi takut menyinggung perasaan Nona Clara


"Kak, emang salah ya kalau kita nuntut waktu cowok itu lebih?"


"Ya tergantung kondisi dulu Nona"


"Hemm" gumam Clara "Dulu Clara pernah mencintai seseorang Kak, tapi putus dengan alasan Clara nuntut dia terus"


"Nuntut gimana Nona"

__ADS_1


"Dulu waktu diluar negeri, Clara pernah pacaran cukup lama Kak, awalnya kami baik-baik aja, Clara mencintai dia apa adanya tapi gatau dia gimana, jalan ke 6 bulan hubungan, dia mulai berubah makin gak punya waktu dengan alasan sibuk tapi dia terus minjem duit sama Clara kak dengan alasan mau buat ngecopy buku, dan itu terus menerus terjadi 5 kali, karena Clara cinta, ya Clara percaya aja kak bahkan Clara minta untuk gak ngembaliin, nah sehari sebelum kami putus, Clara pergi ke pusat perbelanjaan disana, pas Clara lagi milih-milih baju Clara liat dia jalan sama perempuan lain dan lagi milih-milih baju dan dibayar pakai uang Clara yang dia minta ke Clara buat alasan ngecopy buku, nah Clara ngikutin mereka dan mereka berhenti di sebuah makan cepat saji disitu Clara pesan meja yang belakangan dengan dia dan pacarnya disitu Clara dengar semua dan Clara langsung berpikir untuk merekam" berhenti sejenak "disitu Clara dengerin cewek itu bilang "kamu kan katanya lagi gadak uang sayang kok bisa beliin aku sebanyak ini malah ditraktir makan lagi" dan yang lebih sakitnya cowok Clara, enggak ah mantan Clara ya, bilang "tenang aja sayang, aku baru dikasih Clara uang yang cukup banyak, ya baguslah biar bisa belanjain semua kesukaan kamu, demi kamu apa sih yang gak ku lakuin kan aku sayang banget" trus mereka tertawa kak, dan rupanya cewek itu tau kalau cowoknya pacaran sama Clara itu cuman untuk manfaatin Clara dengan uang Clara aja, disitu Clara sakit banget kak, Clara langsung pergi ninggalin mereka, sampai dirumah Clara nangis sejadi-jadinya gak nyangka orang yang Clara sayang malah nyakitin Clara segitu dalamnya, padahal jujur Clara tulus banget dan cinta banget sama dia kak" ucap Clara


Ika hanya tertegun dan merasakan sakit juga dengan ucapan Clara


"Besoknya cowok itu berani datang ke rumah Clara ngemis-ngemis minta uang buat alasan lain, Clara gak ngasih dan dia tuh kayak mau marah sama Clara, disitu Clara berantem hebat, awalnya dia gak ngaku selingkuhi Clara dan terakhir dia diam setelah mendengarkan rekaman suara dia yang Clara rekam kemarin kak, dia sujud sama Clara minta maaf kak, dan gataunya cewek itu nyusul dia di rumah Clara, dengan lancangnya cewek itu marahi Clara, Clara putar ulang aja rekaman suara itu dan awalnya cewek itu menyangkal setelah Clara pojokkan dia dan minta uang Clara yang dipakai cewek itu dikembalikan, cewek itu cuman bisa diam"


Tersedu-sedu mengucapkan


"Disitu cowok itu alasan sama Clara sebab dia selingkuh, katanya Clara nuntut dia waktu lebih segala macam yang Clara rasa gak masuk akal dinalar otak Clara kak, tanpa basa basi Clara putusin hubungan Clara dengannya dan menyuruh mereka semua pergi dari rumah Clara, dan bilang ke mereka jangan pernah muncul di hadapan Clara, sekarang kalau cewek itu ketemu Clara, cewek itu langsung buru-buru balik putar dan terakhir Clara lihat cewek itu jalan sama cowok lain lagi dan Clara cuma bisa tertawa"


Clara langsung meraih tisu sembari tertawa


"Dan.. sekarang semenjak kejadian itu Clara udah males punya pacar kak, tapi kakak jangan kasih tau kesiapa pun ya termasuk kak Ryan dan Papa, Kak Ryan belum pernah tahu kalau Clara sudah pernah pacaran, Clara takut kalau sewaktu-waktu Kak Ryan tau dan lebih tau lagi Clara disakiti, Clara belum siap kak dapat hukuman dari kak Ryan" Clara memohon pada Ika sembari menggenggam tangan Ika dengan manja


"Baik Nona, saya tidak akan mengatakan pada siapapun"


"Beneran ya Kak?"


"Bener Nona"


Mereka saling tersenyum


Ah ternyata mengenal kak Ika itu sangat senang, apalagi kak Ika orangnya baik banget, aku harus bisa berteman baik dengannya


ucap Clara


"Oh iya kak, yuk kita balik"


"Baik Nona"

__ADS_1


Mereka pun bergegas meninggalkan Restaurant tersebut setelah membayar semua tagihan


*****


__ADS_2