Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku

Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku
Bab 14


__ADS_3

Setelah siap-siap, Ika berdandan sebaik mungkin untuk acara makan malam nanti, Ia memandangi wajahnya di cermin


Cantik


Selesai berdandan, Ika langsung meraih tas dan keluar kamar


"Mau kemana nak malam ini?"


"Oh iya Ika lupa bilang ke Ibu, Hari ini Rina mengajak Ika makan diluar sekalian merayakan acara untuk Toni"


"Oh begitu, yasudah kamu berangkat, hati-hati dijalan ya"


"Iya Bu, Ika berangkat ya"


Ika langsung bergegas ke depan untuk mencari taksi, tak butuh waktu lama taksinya pun datang dan Ika naik lalu pergi menuju Cafe yang dijanjikan Rina tadi, setelah sampai Ika mencari lokasi duduk mereka.


"Hei aku disini" panggil Rina


Langsung saja Ika berjalan menuju mereka


"Maaf ya aku telat"


"Nggak papa kok, lagian kita masih nunggu satu orang lagi" ucap Rina


"Siapa?"


"Nanti kamu juga tahu kok"


Tak berapa lama sosok yang mereka tunggu datang, ternyata Dodi


"Maaf maaf aku telat banget ya" ucap Dodi


"Nggak kok"


Ika dan Dodi terperanjat ketika tahu siapa yang diundang Rina


Ini pasti kerjaan Rina, kan aku sudah bilang kalau aku gak suka diginiin


"Ehemm" dehem Rina


Ika memandang Rina kesal


"Ika, aku undang Dodi juga, biar kamu ada temannya juga, gak papa kan?"


"Nggak papa kok" ucapnya menutupin kekesalan


Ika dan Dodi tampak canggung, sementara Rina dan Toni terlihat mesra, Ika memandangi mereka. Ika tau dulu sewaktu masih kuliah, Ika duluan yang menyukai Toni, tetapi karena Rina juga menyukai Toni dan Toni juga menyukai Rina, Ika mundur merelakan orang yang Dia sayang bersama sahabat baiknya


Ika kubur dalam-dalam perasaannya, dan tetap berteman baik dengan Rina. karena bagi Ika, persahabatan paling penting dari percintaan. mereka melewati malam yang sangat panjang menurut Ika, karena Ia berpasangan dengan Dodi, orang yang sama sekali tak disukainya, Tapi Ika harus tetap memperlakukan dengan baik

__ADS_1


*****


Didalam mobil Tuan Ryan hanya termenung memandangi lampu-lampu jalanan dan sesekali terdengar suara gumamnya


"Tuan" panggil Sekretaris Zack memecahkan keheningan di malam itu


Tuan Muda hanya menoleh memandang Sekertaris Zack tanpa berbicara satu kata pun


"Maaf Tuan"


"Iya ada apa, Zack?"


"Tadi saya mendapatkan info dari pengawal yang saya utus untuk mengikuti Nona Clara, dan mereka bilang Nona Clara menemui seseorang di Cafe Z" ucapnya sambil memperhatikan Tuan Muda dari kaca mobil


"Siapa yang dia temui?" tanyanya gusar


"Mereka mengatakan Nona Clara janjian bertemu dengan Nona Melina dan Nona Chintya, tetapi yang datang hanya Nona Chintya adik Nona Melina dicafe itu"


"Lalu? Kenapa Melina tidak datang? apa yang mereka bicarakan?" menahan emosi


"Tidak tahu pasti tuan, tapi mereka hanya bercerita biasa, tadinya Nona Clara ingin bertanya pada Nona Chintya perihal Tuan dengan Nona Melina tapi tertahan karena Nona Chintya bercerita tentang mantan kekasihnya yang berselingkuh hingga menangis dicafe itu"


"Cihh" ejeknya "Adik dan kakak sama saja, pandai membuat cerita yang tidak-tidak" imbuhnya


"Hmm.. begitulah Tuan"


"Jadi menurut mu, Clara percaya ucapan Chintya?"


"Cihh.. gampang sekali mengelabui Clara, begitu saja dia percaya, tolong awasi dia terus, jangan sampai dia percaya juga dengan ucapan Melina"


"Baik Tuan" patuhnya


Tuan Muda tak habis pikir dengan jalan pikir Chintya, berani sekali dia mengarang cerita seperti Kakaknya, benar-benar licik


"Zack"


"Iya Tuan"


"Tolong awasi juga pergerakan Chintya serta Kakaknya, rekam semua yang mereka lakukan, supaya bisa jadi barang bukti untuk menyakinkan Clara"


"Baik Tuan" ucapnya patuh


Setelah mengobrol cukup panjang dengan masalah yang baru didengar, semakin muak Tuan Muda dengan kelakuan mereka. Tak habis pikir liciknya adik dan kakak tersebut, menyalahkan orang lain demi kepentingan sendiri dan demi nama baik sendiri. cihh... menjijikkan


Tak hanya Tuan Muda Ryan saja yang muak, Sekretaris Zack juga muak, geram dan jijik dengan tingkah yang dibuat-buat oleh mereka seolah-olah mereka lah yang terzolimi dan mereka yang tersakiti, padahal sebaliknya


Sekretaris Zack terus melajukan mobilnya memecah jalanan kota yang ramai dengan orang, entah mengapa malam ini terasa ramai dan penuh jalanan dengan orang-orang yang wara-wiri memenuhi jalan kota


Kan ini malamnya para muda mudi memadu kasih, dasar Sekertaris Zack jomblo

__ADS_1


Sampailah mereka di gerbang utama rumah milik Tuannya, terdapat Kepala Pelayan dan beberapa pelayan wanita menunggu kepulangan Tuan mereka, segera kepala pelayan sigap membukakan pintu mobil Tuannya dan menerima jas yang digunakan Tuan Muda


"Bapak ada dimana?"


"Bapak ada didalam Tuan, sedang beristirahat"


"Lalu Nona ?"


"Beberapa jam yang lalu, Nona baru kembali Tuan" ucapnya


"Hemm baiklah"


Tuan Muda bergegas masuk ke dalam Ruang baca dengan diikutin Sekertaris Zack, Tuan Ryan langsung meraih kursi dan duduk, tak berapa lama kepala pelayan datang


"Maaf Tuan, apa anda ingin menginginkan sesuatu?"


"Berikan saya segelas susu hangat" sejenak diam "Kau mau apa Zack?"


"Tidak ada Tuan" ucapnya


"Baik Tuan" angguk kepala pelayan sembari menutup pintu ruang baca dan bergegas ke dapur


Setelah Kepala Pelayan keluar Sekertaris Zack memandangi Tuannya, Ia tahu Tuannya sedang gelisah


"Tuan, apa anda baik-baik saja?" memastikan


"Ya, saya baik-baik saja" ucapnya


"Apa yang bisa saya lakukan Tuan?"


"Tolong cari cara supaya masalah Melina ini selesai dan Clara tidak lagi mencari tahu apa sebab semuanya"


"Baik Tuan, akan saya usahakan"


"Baiklah kalau begitu kamu pulanglah dan beristirahat" ucapnya


"Baik Tuan" tunduknya dan keluar dari ruang baca tersebut


Tak berapa lama kepulangan Sekertaris Zack, kepala pelayan masuk sembari membawa segelas susu hangat untuk Tuan Muda


"Silahkan Tuan"


"Terimakasih, dan kamu beristirahatlah" ucapnya


"Baik Tuan"


Lalu kepala pelayan keluar, sementara Ryan masih memikirkan cara, setelah dirasa belum menemukan titik temu, Ia meraih segelas susu dan meneguknya hingga habis, setelah itu keluar dan masuk ke kamarnya sembari membersihkan diri sebelum beristirahat


Malam itu terasa sangat sulit bagi Ryan, baru saja merasakan ketenangan sudah ada serangga pengganggu yang mengusik kehidupannya lagi, tapi percayalah itu sangat mudah bagi Ryan mengatasi semuanya

__ADS_1


*****


__ADS_2