Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku

Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku
Bab 39


__ADS_3

"Pagi Nona" sapa Rina ramah


Clara hanya mengangguk saja tanpa mengatakan sepatah katapun, beberapa saat setelah Clara melewati depan ruangan dimana ada Rina, Ika pun berjalan menghampiri


"Hei Rin" tegur Ika


"Eh Ika" Rina menoleh


"Loh kamu kapan balik?" tanya Rina


"Kemarin Rin" ucapnya singkat


"Oh begitu, baiklah" ucapnya "Oh iya, sekarang kamu ya yang melanjutkan kembali, dan ini berkas yang sudah aku selesaikan. masih ada sih sedikit lagi sisanya. cuman.." ucapnya terputus


"Cuman apa?" tanya Ika penasaran


"Cuman, ada sebagian yang aku kurang paham. tapi sudah aku cari tahu juga dan aku coba memahami tapi ya, karena itu bukan ahlinya aku jadinya aku tetep nggak bisa nyelesaikan" ucapnya ragu


"Oh iya nggak papa, nanti aku yang lanjutin" ucap Ika


"Ini dokumennya, coba kamu teliti lagi mana tau ada yang keliru" seraya memberikan berkas


"Baik, terimakasih" menerimanya


"Ya sudah aku kembali ke ruangan aslinya aku sekarang, hehe" ucapnya terkikik


"Oke, aku duluan ya" sambung Ika seraya berjalan menuju ruangan meja kerjanya


Seperti biasa, sebelum memulai kerja Ika merebahkan dahulu tubuhnya di kursi kerjanya sebelum memulai aktivitasnya.


"Ahh sangat nyaman dan terasa sangat mendingan seperti ini, rasa lelah dan capek ku sedikit berkurang"


Ika pun memulai pekerjaannya, menghidupkan komputer dan membuka berkas yang sebagian sudah dikerjakan oleh Rina, Ika sibuk dengan aktivitasnya membolak-balik halaman demi halaman mendikte apa saja yang kurang dalam berkas itu.


Setelah dicek berkali-kali Ika tersenyum lega ternyata yang dikerjakan oleh Rina tidak kekurangan apapun dari strategi pemasaran hingga memikirkan bagaimana pendapatan bulan ini tidak anjlok karena persaingan dengan perusahaan lain, semua sudah dipikirkan oleh Rina matang-matang


Kring..kring


Refleks saja Ika mengangkatnya dengan masih sibuk dengan berkas yang dipegangnya


"Halo dengan perusahaan Alross disini, ada yang bisa kami bantu?" ucap Ika spontan


"Halo kak, bisa keruangan?" ucap dari seberang telfon

__ADS_1


"Ba baik Nona, maaf" ucapnya kaget


Tut.. tutt


Clara mematikan telfon itu tanpa menjawab permohonan maaf Ika, hati dan perasaan Ika jadi kacau karena spontan ucapannya tadi


Aduh.. kok aku **** begini, sudah jelas telfon ini hanya akan tersambung dengan ruangan bos


Memang dimeja Ika memiliki dua telfon satu khusus telfon untuk Pak Surya yang satu lagi telfon umum, Ika melupakan hal itu sehingga refleks begitu saja tanpa menoleh telfon mana yang berdering


Ika tak ingin berkecamuk dengan segala pemikiran yang membuatnya semakin down, Ika buru-buru bangkit dan menuju ruangan karena Clara membutuhkannya disana


Ketukan di pintu pun didengar Clara


"Masuk!"


Ika pun masuk dan langsung berjalan menuju tempat Clara duduk, Ika berdiri tegap tapi rasa cemasnya tadi masih sekelebat terlihat


"Ada apa nona memanggil saya?" ucap Ika lembut menutupi kecemasannya


"Ya, saya meminta kakak kesini karena saya sedikit kesulitan memahami ini, dan kakak duduklah" ucapnya seraya menunjukkan dokumen yang mengarahkan pada penjualan bulan lalu yang sedikit menurun dan ada garis yang dilingkari


Ika mengangguk dan menurut, serta seolah paham tentang apa yang dimaksud Clara


Ika menjelaskan sangat detail dan Clara mendengarkan dan memahami apa yang dibicarakan Ika, Clara mengangguk setiap ucapan yang dia paham betul


"Oh jadi begitu cara kerjanya kak" imbuhnya


"Iya nona, apa ada lagi yang nona belum pahami?" tanya Ika


"Sepertinya itu saja kak" ucapnya tersenyum


"Baiklah, kalau begitu saya bisa kembali keruangan saya ?"


"Ehm, boleh kak. silahkan"


Ika pun bangkit dari duduknya dan membalikkan badan, saat akan melangkah kakinya tertahan karena panggilan Clara kembali


"Iya nona" ucap Ika


"Nanti siang, jam makan siang maksudnya.." ucap Clara ragu-ragu


"Iya nona, kenapa?" tanya Ika dalam posisinya

__ADS_1


"Nanti jam makan siang, kakak mau tidak makan bersamaku?" ajak Clara tertawa tipis


Ika tersenyum manis dan menggelengkan kepala yang malah membuat Clara bingung dan menanyakan menggunakan bahasa isyarat


"Tidak nona, saya kira tadi nona kenapa begitu. jam makan siang, hmm. baiklah nona" ucap Ika tak kalah tertawa


Clara pun tertawa melihat itu, dan Clara memberikan jalan untuk Ika kembali ke ruangannya


"Baiklah nona, saya permisi"


"Ya, silahkan"


Clara pun kembali berfokus pada kerjaannya dan sesekali membuka berkas yang dipesankan ayahnya tadi untuk diperiksa kembali dan memahaminya terlebih dahulu


Ahh begini terus bisa mati aku, hah. aku harus belajar lebih giat lagi supaya kelak aku bisa memimpin perusahaan ini dengan baik dan benar, aku nggak akan main-main lagi dan nggak akan menghabiskan waktu luang ku untuk hal yang tidak penting lagi.batin Clara


Krik...Krik..


Ponsel Clara pun berdering, Clara langsung beralih ke ponselnya dan melihat siapa yang menelfonnya


Papa


"Ya, halo Pa"


"Kamu masih dikantor nak?" suara dari telfon


"Iya Pa, ini aku masih ngecek berkas yang Papa maksud tadi" ucap Clara


"Benarkah? apa kamu ada kendala dalam hal itu?" tanya Papa


"Tidak Papa, tadi Kak Ika sudah membantu dan memberitahu Clara masalah yang Clara sulit pahami" ucapnya


"Iya? haha Papa kira kamu sulit dan bingung ingin bertanya ke siapa"


"Tidak Pa, Papa tenang saja. Clara akan selesaikan semuanya"


"Ya sudah kalau begitu, Papa hanya bertanya itu saja"


"Baik Pa, Papa istirahat ya"


"Iya, Ya sudah ya"


Papa pun menutup telfonnya dan Clara kembali fokus dengan pekerjaannya. Membolak-balikkan halaman demi halaman berkas dan mengecek di layar laptop apakah datanya sama antara berkas dan laptop, Clara tetap fokus sampai jam makan siang pun tiba

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2