Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku

Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku
Bab 43


__ADS_3

"Kakak tidak papa?" tanya Clara


"Tidak nona, nona sendiri bagaimana?" tanya Ika balik


"Ah, aku tidak apa-apa kak. untung saja Kak Ryan datang tepat waktu" jelas Clara


"Maafkan saya nona" ucap Ika tak enak hati


"Maaf untuk apa?" Clara tentu saja heran dengan ucapan Ika


"Karna saya nona jadi terluka dan dikasari olehnya"


"Tidak apa-apa Kak, lagi pula itu bukan kesalahan kakak, lelaki itu saja yang tebal muka" ucap Clara kesal bila mengingat wajah lelaki itu


Kring...kringg...


Suara ponsel Ika berbunyi, Ika mencoba meraih ponselnya yang diletakkan dimeja tak jauh dari tempatnya beristirahat. melihat Ika kesusahan untuk mengambilnya, Clara dengan sigap meraihnya dan memberikan pada Ika


"Terimakasih nona" ucap Ika


"Sama-sama kak" Clara tersenyum memandang Ika


"Saya angkat sebentar ya nona, Ibu saya menelfon" ucapnya memberitahu


"Silahkan"


"Halo, Assalamualaikum Bu, ada apa?" ucap Ika ramah


"Waalaikumsalam Nak, kamu dimana?" nada Ibu sedikit cemas


"Ah.. Ika" sejenak menatap Clara


"Ika berada dirumah sakit Bu"


"Dirumah sakit? memang kamu kenapa?" tanya ibu panik


"Tadi ada kecelakaan kecil Bu" ucap Ika


"Tapi Ibu tenang saja, Ika baik-baik saja kok. hanya luka kecil saja dan sekarang sudah ditangani oleh perawat" Ika menenangkan Ibunya


"Benarkah? kamu dirumah sakit dengan siapa?"


"Dengan nona Clara Bu, Ibu tenang saja. Ika baik-baik saja kok, ibu jangan khawatir ya"


"Baiklah kalau begitu, ya sudah Ibu tutup telfonnya ya, soalnya tadi ibu merasa tidak enakan. jadi ibu coba telfon kamu, nanti pulang Ibu bantu obatin kamu lagi biar cepat membaik" ucap Ibu


"Iya Bu, ya sudah ya Bu"


Ika pun menutup telfonnya dan meletakkan kembali ke meja


"Ibu Kakak mengkhawatirkan kakak ya?"


"Begitulah nona, untung saja saya bisa menenangkannya" ucap Ika


"Humh, nanti langsung pulang saja ya kak jangan kembali lagi ke kantor"

__ADS_1


"Mengapa begitu? berkas yang akan digunakan untuk besok rapat belum saya selesaikan nona" ucap Ika menolak


"Sudah tidak apa-apa kak, nanti Clara yang selesaikan. lagi pula kondisi kakak sangat membutuhkan istirahat"


"Tapi nona.."


"Tidak ada tapi-tapi lagi Kak, harus nurut. ini juga demi kesehatan dan kondisi kakak kan?"


"Baiklah nona" Ika pun tak menolak lagi


"Kak, Clara ingin menanyakan perihal lelaki itu boleh?" tanya Clara ragu-ragu


"Lelaki itu? oh maksud nona, Rama?" tebak Ika


"Iya kak"


"Oh, silahkan saja nona. nona ingin bertanya mengenai apa?"


"Dia, mengapa dia sangat tidak menyukai Kakak?" tanya Clara yang sampai saat ini mengganjal di hatinya


"Entahlah nona, saya juga tidak tahu pasti mengapa ia sangat tidak menyukai saya. kalau dipikir-pikir saya sendiri bahkan tidak pernah melakukan kesalahan terhadapnya" ucap Ika lagi


"Memang perilaku buruknya memang seperti itu dari dulu kak?" tanya Clara memberanikan diri


"Iya nona, bahkan sangat banyak kasus dia disekolah tempat saya mengemban ilmu, jangankan dengan teman-teman dengan guru juga ia memiliki masalah. sampai-sampai guru tersebut dipecat oleh kepala sekolah tanpa kejelasan yang pasti" terangnya lagi


"Dulu ia memiliki masalah dengan saya hingga ia sempat dipenjara dan dipindahkan sekolah lain" pungkasnya lagi


"Apa? dipenjara? apa kasus dia dengan kakak separah itu?" Clara terbelalak mendengar penuturan Ika


"Iya nona, ia dulu dengan sengaja menabrak saya hingga saya koma dan sempat tidak bisa bersekolah hampir 4 bulan lebih, tangan saya patah akibat kecelakaan itu, keluarga saya sempat melapor ke pihak sekolah tapi tidak ditanggapi hingga ayah saya nekat melapor kejadian itu ke pihak berwajib. Ya awal mulanya ia sempat ditahan beberapa hari, tapi tahu-tahu ia bebas tanpa tuduhan apapun. disitu ayah dan ibu saya tidak terima dan minta keadilan, tapi hasilnya nihil mereka semua tutup mulut dan merasa tidak pernah menangani kasus saya" ucapnya lagi dan menitikan air mata


"Itu sebabnya saya tidak jujur kepada Ibu saya soal kejadian tadi. saya takut ia akan sangat mengkhawatirkan hal itu nona"


"Ya, sekarang Clara paham. sudah kakak tenang saja, aku yakin Kak Ryan pasti akan menangani semuanya. ia tak akan rela orang terdekatnya berani dilukai orang lain, apalagi itu orang yang ia sayangi" terang Clara


"Maksud nona?" tanya Ika heran


"Clara paham dengan sikap lembut Kak Ryan, apa kakak tidak paham arti dari semua perhatian dan sikap lembutnya kah?"


"Sungguh nona, saya tidak mengerti" Ika semakin heran


"Suatu saat Kakak akan mengerti itu, kalau dengan Kakak. Clara sangat setuju" ucapnya sambil menyentuh tangan Ika dan tersenyum manis


"Terimakasih nona" ucap Ika ikut tersenyum


"Apa sekarang kakak sudah mendingan?" tanya Clara


"Sudah lebih baik dari sebelumnya nona"


"Apa Kakak akan segera pulang?" memastikan


"Saya rasa begitu nona" Ika ingin beranjak bangkit


"Hati-hati kak, mari Clara bantu" ucap Clara seraya memegangi tangan Ika kuat

__ADS_1


"Ah terimakasih nona" ucap Ika tersenyum


Setelah Ika berdiri tegak, Clara sigap membereskan tempat tidurnya dan mengambilkan tasnya yang berada di sofa ruangan itu


"Mari Clara antar pulang"


"Tidak usah Nona, nanti saya naik taksi saja" ucap Ika menolak halus


"Tidak baik menolak tawaran Clara kak, lagi pula kakak belum sembuh betul"


"Tapi nona, urusan dikantor nona masih banyak bukan?"


"Soal itu aman saja, Papa nanti yang akan beresin urusan dikantor dan Papa juga mengizinkan Kakak untuk pulang dan beristirahat"


"Maafkan saya nona, telah merepotkan kalian semua" ucap Ika tak enak hati karna merasa ini semua salahnya


"Jangan bicara seperti itu kak, mari Clara antar" memapah Ika dengan sangat hati-hati dan penuh perhatian


Saat keluar dari ruangan para pengawal yang diperintahkan untuk menjaga Clara dan Ika pun sudah berdiri disana dan mengikuti arah Ika dan Clara berjalan


"Mereka siapa nona? kenapa mengikuti kita?" ucap Ika pias


"Tenang saja kak, itu orang suruhan Kak Ryan yang diperintahkan untuk menjaga kita. kalau-kalau ada orang jahat lagi mengganggu kita, mereka yang akan menghadapi" terang Clara menjelaskan


"Oh seperti itu, baiklah nona" Ika pun terus berjalan yang masih terus dipapah Clara


Saat telah sampai ke mobil, ternyata Ryan dan Sekertaris Zack pun sampai tepat waktu dan memarkirkan mobilnya dan bertemu Ika serta Clara disana


"Mau kemana Cla?" tanya Ryan


"Anterin Kak Ika pulang kak, biarlah ia beristirahat dulu" terang Clara


Sejenak Ryan menatap Ika dengan tatapan menyejukkan hati membuat Ika ingin melayang terbang tinggi


"Kakak boleh ikut mengantarkannya?" tanya Ryan menawarkan diri


Sekertaris Zack hanya menatap tiga makhluk itu penuh dengan kekonyolan


Terang saja kalau sudah jatuh cinta membuat orang lain lupa dengan statusnya


"Baik Kak, tidak apa-apa kan kak mereka ikut?"


"Eh tidak apa-apa Nona"


Pengawal yang diunjuk Zack mendekat, dan segera saja Clara memberikan kunci mobil Clara pada mereka.


Sekertaris Zack dengan sigap membukakan pintu belakang mobil dan mempersilahkan Ika masuk. Setelah Ika masuk, Clara menutup pintu dan kembali masuk duduk didepan disebelah Sekertaris Zack. sementara Ryan duduk disebelah Ika


Pintar sekali kau mengatur semuanya Clara, kau memang adik tersayang ku. Ryan


Kakak tenang saja, aku paham dengan apa yang kau inginkan. Clara


Mengapa tidak nona yang berada disebelah ku? aku sangat takut berada didekat Tuan Ryan. Ika


Zack pun melajukan mobilnya dan membawa ke jalan menuju arah rumah Ika, disana Ika terdiam dan tak berkata. begitupun dengan Ryan, Ryan merasakan degup kencang yang ia rasakan kali ini, ia tersenyum sendiri

__ADS_1


Zack yang sedikit mendengar pun mencoba melihat dari kaca depan, benar saja ia melihat Tuannya sedang tersenyum-senyum sendiri dan itu membuat Zack menggelengkan kepalanya kembali


Bersambung


__ADS_2