Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku

Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku
Bab 47


__ADS_3

"Lepaskan aku Zack" Melina meronta-ronta


Sekertaris Zack pun melepaskan dengan kasar sehingga meninggalkan bekas merah ditangan Melina akibat genggaman kuat Zack tadi


"Kau!!" Melina hampir saja ingin menampar Sekertaris Zack kalau saja ia tak ingat sekejam apa Sekertaris Zack pada wanita


"Apa! Tampar sekarang dan kau akan tahu akibatnya!" bentak Sekertaris Zack sekaligus menunjukkan pipinya


Tangan Melina pun terjatuh lemas dan tak berani untuk menampar Sekertaris Zack, bukan hanya berhati dingin Sekertaris Zack juga sangat kasar pada wanita. bahkan tak segan-segan melukainya tanpa memandang bulu


"Kau! kau harusnya tidak ikut campur dengan urusanku!" teriak histeris Melina tak memperdulikan dimana ia berada


Akibat teriakan Melina pegawai kantor banyak memberhentikan pekerjaannya dan menoleh pada mereka berdua seolah-olah ingin tahu dan penasaran


"Kau ingin membuat dirimu malu disini? baik. kalau itu mau mu, baiklah" ucap Sekertaris Zack dengan enteng


"Memang benarkan, kau hanya pengganggu. tidak hanya pengganggu untukku tapi kau juga pengganggu hubungan ku dengan Ryan!" teriak Melina


"Cih... benar-benar tidak tahu malu, sebelum kau mengkritik orang lain, kau sebaiknya berkaca diri terlebih dahulu wanita seperti apa engkau!" balas Sekertaris Zack


Seketika tempat itu semakin ramai dengan para karyawan yang ingin menyaksikan lebih dekat kejadian yang sedang berlangsung itu


"Sebaiknya kau pergi dari sini sebelum kau tambah malu, kau tidak lihat mereka memperhatikan mu?" ucap Sekertaris Zack berbisik


"Urusan kita belum selesai, lihat saja aku tidak akan diam seperti ini, aku akan berusaha. aku yakin Ryan akan mau kembali padaku dan kau bersiap diri dari sekarang" ucap Melina tersenyum sinis pada Zack


"Sebelum itu terjadi, aku sudah pastikan Tuan Ryan tidak akan sudi bersama wanita seperti mu lagi" Sekertaris Zack tertawa


Melina mendengus lalu pergi begitu saja, tak memperdulikan para pegawai yang memandanginya dengan aneh, ada yang kagum melihat kecantikannya tetapi tak sedikit pula yang saling berbisik-bisik dengan pandangan sinis menatap Melina, terlebih Sekertaris Wanita yang Melina cakar tadi pun turut menatapnya dengan sinis


Setelah kepergian Melina, pegawai kantor masih terus berkerumun disana dan ada yang masih memandangi Melina dari kejauhan, melihat itu membuat Sekertaris Zack geram seolah tak ingat ditengah-tengah mereka masih ada Sekertaris Zack yang membidik satu persatu pegawai kantor tersebut


"Kalian, masih tetap mau disini!" bentak Sekertaris Zack yang membuat mereka terkejut menatap Sekertaris Zack dengan ekspresi berbeda-beda


"Eh tidak, tidak Tuan" ucap mereka bersamaan lalu satu persatu meninggalkan tempat itu


Setelah memastikan para pegawai kembali bekerja, Sekertaris Zack kembali masuk ke ruangan, Tuan Ryan masih duduk disana dengan pandangan kosong. Melihat itu Sekertaris Zack mendengus dan berjalan duduk di sofa


"Hei siapa yang menyuruhmu duduk" ucap Ryan menatap Sekertaris Zack yang mendengus lagi terhadapnya


"Berani sekali kau mendengus padaku" ucap Ryan lagi

__ADS_1


Sekertaris Zack pun kini fokus menatap Ryan, Zack terus menatap hingga tak berkedip dan itu membuat Ryan semakin kesal saja


"Berani sekali kau menatapku seperti itu" geram Ryan


"Diperlakukan begitu saja Tuan sudah tidak kuat" Sekertaris Zack pun tertawa


"Hei, jangan tertawakan aku" Ryan melempar bantal yang didekatnya


"Lihatlah Tuan kita ini, sangat terlihat bodoh ketika sedang jatuh cinta dengan seorang wanita" Sekertaris Zack meledek Ryan yang semakin kesal melihat Zack


"Berani kau berkata seperti itu padaku! tidak apa, bulan ini aku tidak akan menggajimu" ucap Ryan lagi


Sekertaris Zack pun tertawa keras mendengarkan ancaman Tuan Ryan


"Kenapa, kenapa kau tertawa" ucap Ryan lagi


"Hah, Tuan, Tuan lupa jika aku adalah pemegang keuanganmu? jikapun Tuan tidak menggajiku, aku tetap bisa ambil sendiri bukan?" ucap Sekertaris Zack lagi


"Awas saja kalau kau berani ambil, aku ingat berapa jumlahnya"


"Benarkah? pernah menghitungnya? sepertinya tidak, bahkan kalau aku ambil seratus juta pun Tuan tidak akan tahu tinggal berapa sisanya" Sekertaris Zack menimpali


"Baiklah, aku kalah" Ryan pun akhirnya mengalah karna ia tahu jikapun itu terus diperpanjang sama saja, ia akan tetap kalah terhadap Sekertaris Zack


"Melina? Oh tenang saja, jikapun dia berani mungkin saja aku benar-benar membuatnya takut" ucap Sekertaris Zack bangga


"Cih, terlalu tinggi ucapanmu" Ryan menyepelekan ucapan Sekertaris Zack barusan


"Loh, lihat saja Tuan"


"Baiklah, semua ku serahkan padamu. lupakan kejadian itu sekarang fokus pada Ika, bagaimana? sudah ada cara?" ucap Ryan


"Oh soal itu, aku sudah memikirkan. tinggal Tuan dan Nona saja setuju atau tidaknya"


"Maksudmu? Clara?" ucap Ryan menerka


Sekertaris Zack pun mengangguk


"Sialan, kenapa adikku kau jadikan tameng"


"Lalu mau bagaimana lagi? bukankah Nona Clara sangat dekat dengan Nona Ika, aku yakin jika Tuan berbicara padanya, Nona Clara akan setuju, bukan?"

__ADS_1


"Hmmm" gumam Ryan seraya berpikir lagi dengan saran yang diberikan Sekertaris Zack


Memang Ide yang diberikan Sekertaris Zack juga termasuk cukup akal, lagi pula Clara memang sudah lama dekat dan berhubungan baik dengan Ika, Clara juga terlihat sangat menyukai Ika, pasti Clara juga mau membantunya


"Hmm, baiklah. Kalau soal itu nanti aku bisa katakan pada Clara" ucap Ryan kembali


"Baiklah Tuan" Sekertaris Zack pun bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Ryan dan meletakkan bantal yang dilempar tadi


"Zack" panggil Ryan


"Ya Tuan"


"Apa kita ada agenda hari ini?" tanya Ryan


"Hmm, sepertinya tidak ada Tuan"


Ryan pun mengetuk-ngetuk jarinya dan melihat jam tangannya seolah gelisah dengan pikirannya saat ini


"Hmm" gumam Ryan


Sekertaris Zack memandang ke arah Tuan Ryan sesekali melamunkan perubahan Tuan Ryan akhir-akhir ini, sikapnya tak lagi dingin seperti dulu dan sekarang terlihat lebih peka terhadap orang lain dan lebih peduli


"Zack, telfon Clara apa dia akan pulang?" ucap Ryan


Zack mengerutkan dahinya merasa heran dengan ucapan Tuan Ryan barusan


"Zack, apa kau tidak dengar" ucap Ryan kesal


"Tuan kita saja baru berada di kantor selama satu jam lamanya, dan ini masih jam kantor mana mungkin Nona Clara ingin pulang kerumah"


Mendengar ucapan Sekertaris Zack, Ryan pun menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dan merasa bodoh dengan ucapannya barusan


Begini banget apa ya kalau lagi jatuh cinta jadi semua tampak terburu-buru untuk menyegerakan


"Oh.."


Ryan pun terdiam sambil berfikir ingin melakukan apa karna jujur saja ia sudah merasa bosan di kantornya sendiri, Ryan pun memikirkan ide cemerlang


"Bagaimana kalau kita pergi berpesta" ucapnya lagi


Zack semakin terheran-heran dengan permintaan Tuannya, karna jujur saja Tuan Ryan sudah tidak pernah lagi berpesta dan bersenang-senang selama ia merasa sudah senang dengan kehadiran Ika. Tanpa pikir panjang Ryan pun bergegas keluar dengan semangatnya dan langsung menuju ke mobil disusul oleh Sekertaris Zack yang berada dekatnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2