Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku

Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku
Bab 18


__ADS_3

"Papa, Clara kembali" ucapnya setelah sampai diruangan Pak Surya


"Clara sayang" menyambut pelukkan anaknya


Ika yang melihat adegan tersebut terkesima dan kikuk


"Maaf Pak dan Nona Clara, saya pamit dulu" ucap Ika


"Silahkan, terimakasih sudah menemani Clara" ucap Pak Surya


"Sama-sama Pak" angguk Ika, dan berlalu pergi meninggalkan ruangan


Setelah Ika keluar, Clara langsung berbicara panjang soalnya kesukaannya mengenal bahkan berteman dengan Ika


"Pa tau gak, Kak Ika itu baik banget, dia mau loh bawain semua belanjaan Clara sebanyak itu" menunjuk tas-tas kecil berisi belanjaan Clara


"Dan lagi, dia gak protes apa mau Clara, nurut aja gitu. dan juga Kak Ika bisa jadi teman sekaligus Kakak bagi Clara karena apapun kesulitan Clara Kak Ika selalu dapat solusi untuk Clara, Clara suka deh mengenal Kak Ika" ucapnya panjang lebar


"Kamu menyukai Kak Ika sayang?"


"Suka Pa, suka sebagai teman dan Kakak kedua setelah Kak Ryan"


"Kalau begitu, boleh gak suatu saat kalau Clara sudah memegang perusahaan Papa, Kak Ika diangkat sebagai orang kepercayaan Clara, kayak Sekertaris Zack bagi Kak Ryan"


"Hmm, boleh juga itu Pa, Ide yang bagus" ucapnya senang


"Yasudah kamu duduk di sofa dulu, Papa mau lanjutkan berkas proyek ini dulu"


"Baik Pa" mengecup pipi Pak Surya


Clara menuruti perintah Pak Surya, Clara duduk santai di sofa sembari sibuk mengecek semua belanjaannya setelah sibuk dengan kegiatannya, Clara beralih ke Ponselnya dan berlarut dalam dunia mayanya


Sementara Pak Surya fokus dengan pekerjaannya, mencoreti kertas demi kertas yang di anggap penting dan ditandatangani


"Pa, Clara bulan depan sudah masuk kuliah loh.." ucapnya memecahkan keheningan


"Benarkah?"


"Iya Pa"


"Semua perlengkapan kuliah kamu sudah disiapkan?"


Clara mengangkat bahu menandakan ketidaktahuannya


"Yasudah nanti minta kepala pelayan menyiapkan semuanya" ucap Pak Surya


"Tapi.. boleh gak kali ini Clara menyiapkan semuanya dibantu kak Ika?"


Pak Surya terkejut mendengar permintaan anak bungsunya, segera Pak Surya tersenyum


"Boleh, bawalah Kak Ika kemana yang kamu inginkan yang penting dia bisa menjaga kamu"


"Clara gak perlu dijaga Pa, kan udah gede juga" gerutu Clara


"Bukan begitu maksud Papa, jikalau Clara ada masalah atau kesulitan dan butuh seseorang Kak Ika kan bisa jaga Clara bukan?" ucap Pak Surya bijak

__ADS_1


"Hemm Iya deh Pa" ucapnya mengalah


Pak Surya menggelengkan kepala tak kuasa anaknya yang manja sudah mulai beranjak dewasa dan mengerti dengan keadaan


"Papa masih lama?" ucap Clara


"Tidak, sebentar lagi selesai"


"Hemm"


"Kenapa? Clara bosan dikantor?"


"Tidak Pa"


"Lalu?" Pak Surya beralih memerhatikan anaknya


"Tadi..." aku bilang tidak ya.batin Clara


"Tadi apa?"


"Tadi.. Clara bertemu dengan Kak Lina di Cafe Lin" ucapnya juga


"Benarkah?" pura-pura tak mengetahui


"Sungguh Pa" ucapnya menyakinkan "Bukannya Kak Ika tadi sudah bilang ke Papa?"


"Iya Papa tahu, Lalu apa yang kalian lakukan disana?" tanya papa


"Ya.. bercerita saja Pa, tau gak Pa? ternyata Chintya juga satu universitas denganku. Jadi nanti kan bisa Chintya sering main kerumah bersama Kak Lina" ucapnya senang


"Benarkah?"


"Tidak, Papa senang kok" sembari tersenyum


"Bener Pa?"


"Iya sayang, mari kita pulang" ajak Pak Surya


"Oh, Baiklah Pa" menurut dan mengambil semua tas belanjaan Clara


Mereka bergegas keluar ruangan, Clara melihat Ika bergegas membereskan semua tumpukkan berkasnya


"Kak Ika.." sapa Clara


"Iya Nona" memberhentikan pekerjaannya


"Kami pulang duluan yaa" ucap Clara


"Silahkan Nona" ucap Ika sopan


Setelahnya Clara bergegas pergi dan masuk ke mobil meletakkan semua tas belanjanya, Pak Surya sudah duduk tenang di mobil, setelah beres Clara masuk ke mobil dan melajukan mobilnya menembus jalanan yang hampir macet karena sudah jam kantor pulang


Sementara Ika masih membereskan semua tumpukkan pekerjaannya dan meletakkan dalam satu kotak dan menyimpannya didalam lemari dan menguncinya. setelah itu meraih tas dan ponselnya lalu bergegas ke halte karena sebentar lagi bus yang biasa ia tumpangi akan segera datang


"Ika, yuk bareng"

__ADS_1


Ika menoleh ke arah suara


Ahhh Dodi


"Aa tidak Dod, aku biasa naik Bus"


"Busnya tidak akan datang hari ini, tadi aku lihat busnya mogok dipinggir jalan" ucap Dodi


"Ah tidak mungkin" masih tetap berdiri menunggu busnya datang


"Beneran aku serius" menyakinkan


Ika masih tak bergeming, tetap ditunggunya bus datang


Sial, kenapa belum datang sih? apa benar semua ucapan Dodi.. Aaaaaaaaaa


"Sudah ayok bareng dengan aku, apa kamu tidak capek menunggu terus?" ajak Dodi membujuk


Karena sudah lelah menunggu dan tidak kunjung datang juga, Ika menuruti keinginan Dodi, Ika naik ke jok motor Dodi


"Sudah? pegangan Ika, nanti kamu jatuh" ucap Dodi lembut


Ika meraih baju belakang Dodi untuk dipegang


"Jangan pegang seperti itu, nanti kamu jatuh loh.. seperti ini" meraih tangan Ika meletakkan di pinggang Dodi


Ika merasa kikuk dan hanya diam tak menjawab ucapan Dodi


"Sudahlah, jalan saja" ucap Ika


"Baik Tuan Putri" rayu Dodi


Ika bukan merasa senang, tapi Ia sangat tidak menyukai ucapan Dodi barusan yang menyebutkan dirinya Tuan Putri


Sepanjang perjalanan Ika diam saja dan tak mendengarkan semua ucapan Dodi yang mencoba mencairkan suasana


Cepatlah sampai, aku sangat tidak menyukai hal ini . ucap Ika membatin


Perjalanan yang dirasa Ika cukup lama akhirnya sampai juga di rumah Ika


"Terimakasih Dodi" ucap Ika setelah sampai rumahnya


"Sama-sama Ika" jawabnya lembut


Dodi tetap berdiri menunggu Ika masuk rumah


"Kenapa masih disitu? pulanglah" ucap Ika


"Iya, masuklah dulu baru aku pulang" jawab Dodi


Tak terlalu menghiraukan ucapan Dodi, Ika langsung masuk ke rumah dan menutup pintu, setelah Ika masuk barulah Dodi bergegas melajukan motornya pulang kerumahnya


Ada yang berdesir dihati Dodi, bisa mengantarkan Ika pulang, entah mengapa hari ini bagi Dodi adalah hari keberuntungannya, Dodi terus melajukan motornya sembari tersenyum senang


Ika, sampai kapan pun akan aku tunggu kamu sampai kamu mau dengan aku. Aku yakin suatu saat kamu bakal melihat aku ada dan menerima aku. aku percaya akan ada hari itu untuk kita. Ucap Dodi senang

__ADS_1


*****


__ADS_2