Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku

Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku
Bab 6


__ADS_3

Tak berapa lama Tuan Ryan keluar dari ruang ayahnya. Pak Surya. Tak disangka Tuan Ryan menyapa Ika, tentu saja Ika kaget, senang buka kepalang. setelah menyapa Tuan Ryan lalu bergegas keluar kantor


Eh.. kok aku sebahagia ini di sapanya. pikir Ika


Setelahnya Ika kembali menyibukkan diri dengan pekerjaannya. semua berkas yang ada dalam mejanya harus diselesaikan hari ini juga, maka dengan cekatan, beberapa berkas sudah sebagian selesai.


Pak Surya pun menelfon Ika dari ruangan dan memberi tahu Ika, untuk membuat jadwal Rapat untuk besok, setelah berbicara Pak Surya menyuruh Ika kembali keruangan, setelah bunyi ponselnya Pak Surya berdering. langsung Ika mengecek semua jadwal Pak Surya, apakah ada jadwal lain bertemu client, ternyata tidak. segera Ika selesaikan berkasnya dan mengatur jadwal Rapat untuk besok.


Setelah menyelesaikan semuanya dan mencoretin daftar yang sudah diatur, barulah Ika merasa bisa istirahat sejenak. Ia meraih jam tangannya.


Sudah hampir selesai jam kerja. Pikir Ika


Dan semua pekerjaan Ika sudah selesai, tapi Ia ingin minum Teh Es, langsung Ia memanggil Pak Yono untuk membuatnya dan kebetulan sedang lewat dekat ruangannya


"Pak buatkan saya Teh Es ya, jangan terlalu manis" pintanya


"Baik Nak Ika" Pak Yono segera pergi meninggalkan meja Ika


Ika menyusun semua berkas kedalam laci meja kerjanya, takut ntar ketumpahan air. Tak berapa lama Pak Yono kembali dengan membawa napan berisi Teh Es pesanan Ika, dan Ika pun langsung meraih gelasnya


"Terimakasih Pak" ucapnya pada Pak Yono


"Sama-sama Nak Ika, bapak permisi dulu" pamitnya


Ika pun langsung menenggak minumannya. terasa kerongkongan yang sedari tadi kering menjadi basah karna minumannya.


Ahhh.. segarnya. ucapnya


Setelah puas minum, Ika pun membereskan pekerjaannya dan merapikannya. Setelah dicukup rapi Ia bergegas membalikan gelas ke Pak Yono, lalu Ia kembali lagi ke mejanya, Kali ini Ika sibuk memainkan ponselnya sekalian menunggu jam kerja Kantor.


Tak berapa lama Pak Surya keluar dari ruangan.


"Eh Ika.. saya balik duluan, kalau sudah selesai kamu bisa pulang" ucap Pak Surya


"Baik Pak" Ika pun bergegas meraih tasnya untuk pulang juga

__ADS_1


Sesampainya dipintu utama, Tuan Ryan Pak Surya menunggu Pak Surya keluar, tak berapa lama muncullah Pak Surya. semua karyawan Kantor melihat mereka , takjub akan ketampanan Tuan Ryan


"Sudah lama kamu disini?" Tanya Pak Surya


"Baru beberapa menit saya sampai Pa" sambil melirik jam tangannya "Yasudah.. Papa masuk, biar kita sama-sama pulang" selesai bicara Tuan Ryan membukakan pintu Mobil untuk ayahnya, semua karyawan takjub akan perhatiannya pada Pak Surya tak terkecuali Ika.


Sebelum pergi Tuan Ryan sempat menyapa Ika, yang hanya terpelongo, selepas sadar Ika lalu tersenyum


Manis sekali senyumnya. Batin Tuan Ryan


Tuan Ryan langsung masuk ke Mobil dan membawa laju mobilnya. Rina langsung menghampiri Ika yang sudah berdiri di depan pintu Kantor sambil memandangi Mobil Tuan Ryan keluar gerbang Kantor


"Heii?!!" seru Rina


Ika terkejut, Ika tak menjawab dan hanya menoleh pada Rina


"Itu tadi Tuan Ryan ya?" Tanya Rina


"Iya.." jawabnya singkat


"Ohh. . dia menjemput Pak Surya" jawabnya sekenannya


"Wah.. anak yang baik ya, perhatian banget sama Pak Surya, eh aku baru inget, dia bukannya CEO di Perusahaan Almanac Group ya" tanyanya lagi, Ika hanya mengangkat bahu


"gatau, mungkin iya" jawabnya lagi "yaudah ayok pulang, mau disini terus bicarakan Tuan Ryan?" ajak Ika


"Oh iya, yaudah yuk" jawab Rina


Mereka pun bergegas ke halte menunggu bus, setelah bus datang mereka pun naik


*******


Sampai rumah Ika langsung masuk kamar dan membersihkan diri, Ia keramas sore itu. setelah selesai Ika berbaring sebentar melepaskan penat seharian bekerja.


Saat melamun, wajah Tuan Ryan muncul dan tersenyum padanya, bayangan Tuan Ryan menari-nari di pikirannya

__ADS_1


Apa aku jatuh cinta?. tanyanya dalam hati


Sangking ke Asyikan melamun Ia sampai tak sadar Ibunya memperhatikannya dari pintu.


"Nak" Ucap Ibu


"Eh Ibu.." Ika terkejut


"Kamu kenapa? kok Ibu perhatiin dari tadi kamu melamun aja? sampai Ibu panggil kamu gak jawab" Tanya Ibu


"Aku gak papa kok Bu" jawabnya antusias


"Bener gak papa?" Tanya lagi


"Bener Bu" jawabnya


"Yaudah kalau gitu, jangan melamun lagi, udah mau magrib ntar kesambet loh.. sudah sana ambil Wudhu buat shalat" perintah Ibu


"Iya Bu." Ika langsung bergegas ambil Wudhu dan shalat , Ika khusyuk shalat, selesai shalat Ika berdoa, ntah kenapa hari itu juga Ika berdoa cukup lama. selepas doa Ia pun mengaji


Selesai mengaji Ika keruang makan untuk makan malam bersama, mereka semua menyantapnya dengan lahap. selesai makan Ika mohon diri untuk istirahat, is merasakan capek setelah seharian bekerja menyelesaikan urusan kerjaan.


Ika mencoba memaksa untuk tidur, tapi tetep saja belum terpejam, Ika meraih ponselnya melihat Chat, tidak ada notif. Ika membuka sosial medianya, Terdapat berita yang membuat Ika membuka mata lebar, Ada satu berita utama, dimana Tuan Ryan menjadi berita utama dalam topik tersebut dengan judul "CEO Perusahaan Almanac Group berhasil meraih peringkat pertama , menjadi pemimpin Perusahaan terbaik"


Dimana dijelaskan Tuan Ryan dahulunya menggelutin Perusahaan milik Ayahnya dahulu saat masih berusia 16 Tahun, hampir saja kacau dan Rugi besar Perusahaan tersebut saat Ia memiliki skandal dengan orang tuanya, menentang keras orangtuanya, tapi beberapa tahun belakangan ini Tuan Ryan tampak mulai berubah menjadi lebih baik dan memfokuskan pada Perusahaan yang Ia pimpin sekarang dan sekarang telah mendapatkan penghargaan dimana-mana, memenangkan tender dan sudah diakui seluruh penjuru bahwa Tuan Ryan tak bisa di pandang sebelah mata sekarang dan layak disegani.


Wah...sehebat itu Tuan Ryan, Hebat sekali dia, dari usia muda sudah mulai menggelutin Perusahaan sebesar itu, andai saja aku bisa seperti Tuan Ryan, mungkin aku bisa memberikan kado terbaik untuk kedua orang tuaku serta adikku. Tapi apa aku bisa seperti Tuan Ryan?. Gumamnya lirih


Ia mengingat kembali kejadian sore tadi saat menjemput Pak Surya, tampaknya Tuan Ryan sudah mulai memperbaiki hubungannya dengan Ayahnya, Perhatian yang Tuan Ryan lakukan untuk Ayahnya sangat tulus, apalagi sebelum Tuan Ryan masuk ke mobilnya Ia menyapa Ika yang berdiri di depan pintu utama


Sangat ramah. Ucap Ika


Setelah puas membacanya, Ika meletakkan Ponselnya dan meraih selimut, Ika sedari tadi sudah mematikan lampu utama kamarnya dan membiarkan lampu tidur menyala, Ika berusaha lagi untuk tidur, dan akhirnya Ika pun tertidur pulas. Penat yang Ika rasakan cukup membuat Ika tak terlalu sulit untuk beristirahat malam itu


Tidurlah Ika, kau sudah bekerja keras hari ini, waktu mu sekarang beristirahat malam ini

__ADS_1


*******


__ADS_2