
Setelah selesai mandi, Clara bergegas duduk didepan cermin memoles wajahnya yang cantik seraya tersenyum manis, setelahnya menata rambutnya agar terlihat lebih menawan lagi. setelah selesai Clara berdiri dan membalikkan badannya seraya memperhatikan pakaiannya sudah terlihat bagus atau tidak
Ika baru saja keluar dari kamar mandi dan mengeringkan rambut, tersenyum lebar melihat Clara yang terlihat tampak senang didepan cermin
Sungguh cantik sekali nona berdandan dan sesuai dengan kulitnya yang bagus itu
Seraya berjalan meletakkan pengering rambut dan sedikit menata rambutnya yang sebahu. tiba-tiba saja Clara menghampirinya seraya melihat pakaian yang dikenakan Ika
"Kak"
"Iya Nona"
"Kenapa pakai baju formal begini? pakailah pakaian itu, aku sudah menyiapkan untuk kakak" menunjukkan pakaian yang tergantung di dekat lemari
"Ah tidak apa-apa Nona" menolak halus
"Kak, pakailah. aku yang menyuruh kakak pakai, lagi pula ini acara makan malam kita" memohon
"Tapi Nona.."
"Tidak ada tapi-tapi. Clara mohon kak, pakailah" pinta Clara lagi
"Baiklah Nona" akhirnya mengalah
Ika berjalan mengambil pakaian itu dan mengganti pakaian yang dikenakannya, setelah itu merapikan sedikit.
"Nah gitu kan lebih baik kak" Clara tersenyum
Clara memandangi tubuh Ika, seraya merasa ada yang kurang.
Aaa wajah kak Ika, Kalau aku poles sedikit saja wajah kak Ika, pasti akan terlihat lebih cantik bukan. batinnya seraya tersenyum senang
"Kak, duduk disitu" menunjuk kursi didepan cermin
"Untuk apa Nona?" bingung tak karuan
"Aku ingin merias wajah kakak sedikit saja, mau lah kak" rengek Clara
"Baik Nona"
Ika pun berjalan ke kursi dan duduk menatap cermin, Ika sendiri terlihat bimbang dan ragu kalau-kalau Clara mendandaninya tidak bagus
"Tenang kak, aku sudah ahli dalam hal merias wajah.." Ucapnya seraya tersenyum "Clara yakin kakak akan puas dengan hasilnya" tersenyum bangga
"Iya Nona, saya percaya itu"
Clara pun memulai merias wajah Ika, memberikan beberapa warna pada kelopak mata dan pipinya. Setelah cukup lama merias wajah akhirnya selesai juga
__ADS_1
"Kak, buka matanya" ucap Clara
Ika pun membuka mata, dan tersenyum senang melihat hasilnya yang sangat bagus, benar-benar tak diduga-duga. kalau Ika didandani terlihat berbeda dari biasanya dan terlihat lebih kewanitaannya
"Gimana kak? bagus nggak?" tanya Clara
"Sangat bagus Nona, saya menyukai ini" Ucapnya memuji hasil dari tangan Clara
"Sebentar kak, kayaknya masih ada yang kurang lagi" Clara memerhatikan seksama
"Aaa, rambut kakak!!"
Segera saja Clara menata rambut Ika, untung saja rambut Ika bagus dan mudah dibentuk, jadi tidak susah untuk ditata, menyelipkan beberapa pita kecil didalam rambut Ika dan kesan terakhir memberi pita berbentuk bunga yang sangat unik dan cantik didekat telinga Ika
"Nah selesai.." ucap Clara
"Wah Nona..." Ika terpelongok dengan hasilnya "Sangat bagus Nona" memalingkan muka menatap Clara dengan senyum senang
"Ya dong, siapa dulu yang menatanya kalau bukan Clara!!" ucapnya bangga
Ika tersenyum senang dan bahagia melihat Clara yang bersikap lembut itu
"Ya udah ayo kak, kita keluar" meraih tasnya dan menarik tangan Ika
Ika pun mengikuti langkah Clara turun ke lantai dasar, dimana mereka, Tuan Muda dan Sekertaris Zack sudah menunggu mereka
"Kakak, lama ya" ucap Clara semangat
Sementara Sekertaris Zack sedikit terkejut melihat Ika yang terlihat sangat cantik sembari Ika berdiri dibelakang Clara, tetapi Ika merasa risih dengan tatapan Sekertaris Zack
Hmmm, boleh juga wanita ini, kalau sedang berdandan malah cantiknya bertambah. pantas saja Tuan sangat menyukainya dan menyuruh aku mengawasinya kalau-kalau ada yang berniat jahat padanya
Refleks saja Sekertaris Zack menepuk bahu Tuan Muda
"Ada apa Zack?" terkejut dengan tepukan Zack beralih menatap wajah Zack yang sedikit memberi kode
Tuan Ryan pun melirik mengikuti ekor mata Zack
Siapa itu? itu Ika? benar-benar luar biasa kalau dia sedang merias diri
Ryan pun membetulkan diri dan bersikap seolah cuek, padahal kelihatan jelas dia tadi sangat terkejut dan mengagumi kecantikan Ika
"Sudah siap dandannya?" ledek Ryan
"Lah, nggak lihat apa kami sudah cantik begini ?" Clara mencibir
"Oh.. itu, kamu ngapain ikut dandan segala?" tanya Ryan
__ADS_1
Ika yang dilontarkan pertanyaan begitu terlihat gagap sekaligus malu, cemas dengan jawaban yang akan dia ucapkan
"Memang kenapa? nggak boleh kalau kak Ika mempercantik diri untuk momen ini?" bela Clara
"Kakak tidak mengatakan begitu" Ryan kembali gugup tak menyangka Clara akan membelanya
"Kakak cuman tanya dia ngapain ikutin dandan segala? biar banyak yang godain gitu?" timpal Ryan
Ika semakin gugup bercampur malu sekaligus cemas tak bisa menjawab semua pertanyaan Tuan Muda
"Kalau iya kenapa? kakak cemburu?" Clara memburu
"Cemburu? Cih..." Ryan mendesis "Tidak, Kakak hanya menduga saja" menyangkal jawaban Clara
"Sudah Nona, tidak apa. wajar Tuan Muda berkata seperti itu, untuk apa saya berdandan seperti ini, padahal saya hanya Sekertaris nona saja" merendahkan diri
"Lantas, kakak nggak boleh gitu mempercantik diri? dasarnya mereka saja yang tidak terima kalau kakak bisa secantik ini kalau-kalau berias" bela Clara lagi
Ryan tak berkata lagi, ia hanya pura-pura fokus dengan ponselnya. Ryan takut kalau-kalau ia berbicara lagi akan ketahuan oleh Clara kalau ia sangat menyukai Ika
"Nona, sebaiknya kita tidak segera berangkat?" tanya Ika yang mencoba mencairkan suasana
"Oh, baiklah. Kak, ayolah berangkat" bujuk Clara
"Hemm" Ryan bergumam
"Ayolah kak" rengek Clara
"Baiklah, Zack" panggilnya
"Iya Tuan"
"Siapkan mobilnya, kita akan berangkat sekarang" pinta Ryan
"Baik Tuan" menunduk dan berjalan keluar menyiapkan mobil
"Ayo, kita berangkat" ucap Ryan seraya mengacuhkan keberadaan Clara dan Ika
Hei, aku harus bisa bersikap sewajarnya saja. aku takut Clara curiga!
Ryan terus saja berucap dalam hati seraya berjalan ke mobil. Sekertaris Zack tahu apa yang dirasakan Tuannya, tapi ia mampu mengendalikan diri Tuannya agar tidak kebablasan berlebihan dalam bersikap
Setelah mereka masuk, Clara memberi tahu Cafe yang telah ia pesan ke Sekertaris Zack agar ia melajukan sesuai petunjuknya. Setelahnya Clara mengajak bicara Ika, Clara menyuruh Ika duduk disebelah Clara sementara Ryan duduk didepan mereka.
Clara terus saja berbicara banyak dan sesekali dibumbui dengan gelak tawanya, Ryan hanya memandangi dari balik kaca mobil seraya tersenyum manis
Ika mencoba untuk tidak canggung kalau berada diantara mereka, Ika seolah bersikap biasa saja dan terus merespon setiap pertanyaan dan ucapan Clara, terkadang ia tak mengerti tapi mencoba memberi arahan agar Clara mengerti dan tak kecewa atas jawaban yang dilontarkan oleh Ika
__ADS_1
Oleh karena itu juga, Clara menjadi menyukai Ika, selain jadi teman kerja juga bisa menjadi kakak sekaligus teman curhatnya, setiap jawaban yang diucapkan Ika, Clara sangat puas dan selalu mendapatkan semangat baru
*****