
"Kakak duduk disini saja"
"Baiklah" Ryan menurut
"Kami akan makan dimeja situ" menunjuk salah satu meja tak jauh dari tempat Ryan
"Baiklah" seraya mengangkat jemari menyuruh Sekertaris Zack mendekat
Sekertaris Zack mendekat dan Ryan berbisik di telinganya, seraya berbicara pelan. Dan Sekertaris Zack menganggukkan kepala seraya paham
Sekertaris Zack mendekati kursi meja milik Clara dan duduk diantara mereka, sementara Ika tampak semakin canggung duduk berada didekat orang yang bersifat dingin ini
Degub kencang tak karuan dirasakan Ika, ia hanya bisa diam dan menundukkan kepalanya tanpa melihat sekelilingnya. sementara Ryan duduk dimeja sendiri dengan dihiasi taburan bunga mawar, aroma khas perpaduan berbagai bunga lainnya ditambah lilin ditengah meja tersebut membuat kesan elegan berbeda dengan meja milik Clara
Tibalah Melina datang dengan balutan gaun yang sedikit menampakkan dadanya yang putih mulus itu sesuai dengan warna bunga mawar yakni merah dengan ditambah sedikit pernak pernik yang indah dan terkesan seksi itu. dengan anggunnya duduk dihadapan Ryan seraya tersenyum manis
Tiba-tiba saja hati Ika merasa iri, bahkan cemburu melihat Ryan dan Melina duduk berdua dengan nuansa yang sangat romantis itu, tapi apalah daya. Ika tak ada hak apalagi mencampuri urusan keduanya
Setelah Melina datang, tak lama pelayan datang menghampiri keduanya, menawarkan beberapa pesanan
"Maaf Tuan dan Nona, ingin memesan apa?" tanya pelayan itu
"Berikan saya La Langouste Puce dan soda dingin"
"Baik Tuan, kalau Nona?"
"Samakan saja"
"Baik Nona, silahkan menunggu ya" Ucap pelayan itu ramah sembari berlalu
"Sudah lama kamu menunggu?" Melina tersenyum manis dan berbicara lembut
"Tidak" jawab Ryan sedikit ketus
Hah, kau mencoba menggoda ku dengan pakaian tak layak mu itu, tunggulah. hari ini semua akan berakhir Melina
"Hmm, Sudah lama juga kita tidak bertemu Ryan, bagaimana kabar mu?" masih bicara lembut
"Kau lihat aku bukan? lantas untuk apa bertanya lagi?" jawab Ryan tenang tapi hatinya sudah sangat muak dengan wanita yang dihadapannya ini
"Aku hanya memastikan saja, apa kau masih marah padaku?"
"Begitulah"
"Ryan, aku minta maaf padamu. beri aku kesempatan untuk kedua kalinya, aku janji tak akan mengulangi perbuatan ku yang lalu lagi" seraya meraih tangan Ryan
"Benarkah?" Ryan memainkan perannya
"Iya Ryan, percayalah padaku, aku sudah berubah menjadi wanita yang lebih baik lagi sekarang" percaya diri
"Cih.." Ryan mendesis tapi tangannya masih di genggaman Melina
Ayo Melina, kamu pasti bisa! buat Ryan luluh denganku
__ADS_1
"Ryan.." memberhentikan bicara
Pelayan datang membawa pesanan mereka
"Maaf Tuan dan Nona" meletakkan pesanan mereka
"Tidak apa-apa" ucap Melina seraya melepaskan genggaman
"Permisi" ucap Pelayan itu lalu berlalu
Ryan langsung menyantap hidangan dimeja, dan berusaha mengunyah dengan baik tak memperdulikan Melina dihadapannya
"Ryan.." panggil Melina lembut
"Ya"
"Apa kamu masih marah dengan ku dan tidak memaafkan aku?" Melina tak langsung menyantap makanan dan masih ingin terus menerus bertanya pada Ryan
"Tidak, aku memaafkanmu"
"Benarkah?" Melina senang dan ingin memeluk Ryan tapi malah mengelakkan diri
"Makanlah dulu"
"Eh.. I.. Iya Ryan" ucap Melina senang
Melina pun menyantap hidangannya, dan tak berapa lama Ryan memberhentikan makanannya setelah seseorang datang membawa sebuah kotak terbungkus kertas kado
Itu kado buatanku bukan? apa Chintya sudah datang kemari? kalau benar, wah rencanaku tinggal selangkah lagi
"Untuk aku?" Melina menunjuk diri
"Iya. bukalah" Ryan menyodorkan kotak tersebut
"Wah lihat kak, Kak Ryan memberi kado khusus untuk Kak Melina, romantis bukan?" ucap Clara yang melihat dari jauh dan menyenggol Ika
"Eh iya Nona" Ika sudah tak enak hati melihat itu
"Tapi bentar, kapan kak Ryan menyiapkan semuanya? bukankah kak Ryan tidak tahu kalau malam ini dia makan malam dengan kak Melina?" Clara bertanya-tanya
"Tidak tahu Nona" ucapnya seraya menatap Sekertaris Zack
"Kak Zack" panggil Clara
"Iya Nona"
"Kak Ryan yang menyiapkan itu?" tanya Clara memburu
"Iya Nona" ucap Sekertaris Zack
"Kapan?" Clara memburu
Sekertaris Zack mengangkat bahunya, enggan menjawabnya. sementara Clara terus saja ingin tahu, tapi ia tak tahu harus bicara kepada siapa lagi. Akhirnya Clara nyerah dan mencoba memperhatikan dari jauh
__ADS_1
"Kamu masih saja perhatian dengan aku, Terimakasih ya." Melina mulai membuka kotak tersebut
Sementara Ryan hanya tersenyum sinis melihat itu. setelah membuka kotak tersebut, Melina mengernyitkan alis, harap-harap cemas saat memegang isi kotak itu. Melina mengambilnya dan melihatnya. Terkejut, cemas dan takut menghantuinya
"Ini... Ini maksudnya apa?" Melina terbata-bata
"Apa? tidak bisa melihat dengan baik?" tersenyum sinis
"Tidak! aku sudah berubah, dan ini laki-laki yang difoto ini sudah tak pernah berhubungan lagi, Ryan" Melina masih mencoba tenang
"Benarkah?"
"Ryan, aku mohon.. kamu percaya sama aku" Melina memelas
"Cih.." mengangkat tangan isyarat memberi kode
Sekertaris Zack menganggukkan dan menepuk tangan
Langsung saja sebuah tirai panjang dekat meja Ryan terbuka, dan muncullah sebuah video didalam layar tersebut
"Sayang, gimana? berhasil membujuk Clara agar percaya dengan kamu?" Ucap laki-laki dalam video itu
"Berhasil dong, Melina gak akan mungkin gagal lagi pula dia kan nggak tahu kalau aku sudah putus hubungan dengan kakaknya"
"Haha bagus, kalau begitu kamu terus aja dekatin Clara, dengan begitu Clara kan akan terus percaya sama kamu"
"Pasti itu, hahaha"
"Lalu, bagaimana dengan Ryan sayang? kamu berhasil meluluhkan hati dia lagi?"
"*Belum, sangat sulit. apalagi Sekertaris setianya itu terus saja melindunginya"
"Sekertaris Zack*?"
"Benar sayang, sangat menjijikkan sekali. kalau dia tidak ada mungkin akan sangat mudah mempengaruhi Ryan"
"Hmm, sudah tak apa! Yang penting dekatin terus Clara dan pengaruhi dia terus, setelah itu kan gampang kamu rayu Ryan dan berhasil deh kembali bersamanya lagi, haha" tawa laki-laki itu
"Nah setelah itu, aku kembali bersamanya dan dengan gampang memberi semua informasi perusahaan dia kepada kamu, dan terakhir ambil semua dokumen penting kalau perlu kita ambil alih perusahaan Ryan, kalau tidak kita buat Perusahaan Almanac bangkrut setelah bangkrut akan aku tinggal dia lagi deh, hahaha"
"Benar, kamu sangat pintar. tidak salah aku mencintaimu sayang"
"Ya sudah aku balik dulu sayang, nanti selanjutnya akan terus aku kabarin kamu langkah selanjutnya sayang"
"Baik sayang, aku tunggu itu"
Video tersebut berhenti, dan Melina menjadi sangat cemas bahkan takut, apalagi ketika melihat tatapan tajam Ryan menusuk melihatnya
"Ryan, aku bisa jelasin. video itu semuanya gak benar, aku benar-benar serius mau kembali sama kamu tanpa maksud apapun" Melina memohon
"Lepaskan tangan kotor mu itu!" bentak Ryan
"Ryan ku mohon.." Melina bersujud sembari menangis tak karuan
__ADS_1
Tiba-tiba saja Clara datang dengan muka memerah dan emosi ketika mengetahui semuanya