Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku

Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku
Bab 26


__ADS_3

"Ahhhhh enak sekali masakan kakak" puji Clara


"Terimakasih Nona"


"Lain kali ajarin Clara masak seenak ini ya"


Ika menatap Clara sembari tersenyum


"Baik Nona"


Tuan Ryan yang melihat itu cukup senang


Sepertinya pilihan aku kali ini tak akan meleset, selain lumayan cantik, Ika juga paham berbisnis dan pintar masak, setidaknya adalah nilai plus untuk Ika. Tuan Ryan tersenyum


"Ayo kak kita beresin, biar kita beristirahat" bangkit dari duduk


"Tidak usah Nona, biar saya saja, Nona duduk sajalah"


"Ahh tidak, Clara akan bantu"


Clara pun mengambil semua piring yang kotor dan mengangkatnya lalu meletakkan di tempat cucian piring


"Letakkan saja Nona biar saya yang cuci" ucap Ika sembari meletakkan sisa makanan di atas meja dapur


"Baik Kak" Clara pun bergegas mengambil yang lain, sementara Ika membersihkan meja dan kembali ke dapur untuk cuci piring, Ika sudah siap-siap dengan sabun dan sponnya lalu membersihkan dan mencuci serta meletakkan ke dalam rak


Clara mengamati dan duduk di meja


Andai saja Kak Ika bisa jadi bagian keluarga ku, ah tapi itu tidak mungkin. kan kak ryan sudah bersama kak Melina dan akan segera menikah. sudahlah jangan pikirkan yang macam-macam lagi. batin Clara


Clara tak sadar kalau Ika sudah selesai mencuci piring dan sudah beberapa kali memanggil namanya tapi Clara tetap terhanyut dalam lamunan


"Nona Clara" menyentuh bahu Clara


"Eh..." terkejut


"Nona melamun?" tanya Ika


"Ahh tidak, sudah beres?" tanya Clara


"Sudah Nona"


"Ya sudah, mari ke kamar kak" ajak Clara


"Baik Nona" menurut dan mengikuti Clara


Ika melihat Tuan Ryan duduk santai di sofa dekat dengan pantai dan menikmatinya dan di dekatnya sudah berada Sekertaris Zack yang selalu setia mendampingi


"Kak, Clara dan Kak Ika mau istirahat dulu" ucap Clara


"Beristirahatlah" ucap Tuan Ryan sembari menatap Ika, Ika yang mengetahui itu menunduk


"Kakak juga beristirahatlah, jangan tidur larut malam" ucap Clara perhatian


"Baik Clara"

__ADS_1


Clara pun berlalu, dan Ika mengikutinya. Sekertaris Zack memandang mereka dan memastikan sudah masuk ke dalam kamar lalu kembali lagi di sisi Tuan Ryan


"Zack" panggil Tuan Ryan


"Ya Tuan"


"Bagaimana pendapatmu tentang Ika? apa aku tak salah memilih kah?" ucap Tuan Ryan


"Sepertinya kali ini pilihan Tuan tidak meleset" ucap Sekertaris Zack


"Hemm" gumamnya sembari menatap langit yang dipenuhi bintang malam itu


Sekertaris Zack tahu, Tuannya telah jatuh cinta lagi dan kali ini Sekertaris Zack tak akan melepaskan wanita itu, karena Sekertaris Zack akan terus berusaha mendekatkan Tuanya dan Nona Ika itu dengan caranya


Sekertaris Zack juga tahu sebab tadi Ia mengajak Nona Ika berbicara empat mata, dan terlihat dimatanya Ika seorang wanita yang baik-baik dan patuh serta yakin akan setia kelak mendampingi Tuannya dan tinggal menunggu waktunya saja dan semua masalah ini selesai


Ahhh Nona, betapa beruntungnya kau disukai oleh Tuan, aku harap kau tak lagi melakukan kesalahan dan semoga kau semakin banyak mengerti akan semua ucapan dan kemarahan Tuan itu untuk kebaikanmu juga. pikir Sekertaris Zack


*****


Didalam kamar Clara berbincang banyak hal dengan Ika, dan seperti biasa Ika sebagai pendengar yang baik dan memberi saran yang terbaik untuk Nona Clara


"Kak Ika" ucap Clara


"Iya Nona"


"Aku berencana ingin membuat sebuah acara makan malam diluar tentunya bersama kak Melina, gimana ya membuat semua bagus dan sesuai rencanaku"


Ika terdiam, Ia mengingat perkataan Sekertaris Zack tadi, Ia tahu hubungan antara Tuan Muda dan Nona Melina sudah berakhir dan semua itu Nona Clara tak mengetahui


"Baik Nona" Ika menurut dan tak berani mengatakan sesuatu takut dengan ancaman Sekertaris Zack


"Ahh aku tak sabar menunggu hari esok" ucap Clara


Ika hanya memandang wajah Clara, dan tak berani mengatakan hal apapun


Andai Nona tahu


"Ya udah Kak, Clara ngantuk, ayo tidur" pintanya


"Baik Nona" Ika pun bangkit mematikan lampu dan menghidupkan lampu tidur, setelah itu tidur di sebelah Clara yang sudah larut dalam tidurnya


Ika menarik selimut dan mulai menutupkan mata


Nona, sebenarnya aku ingin memberi tahu mu sesuatu, tapi Sekertaris Zack mengancam ku, aku tak berani Nona, aku takut semua yang Nona rencanakan akan sia-sia. batin Ika


Ika terus termenung dan tak sadar matanya sudah mulai mengantuk dan tak lama memejamkan mata dan ikut larut dalam tidur


******


"Pagi Kak" sapa Clara


"Pagi, kau mau kemana?" tanya Tuan Ryan


"Nggak ada, mau berjalan diluar saja" ucap Clara

__ADS_1


"Ingat! jangan kembali lama lagi" Tegasnya


"Iya kak, Clara ingat. ayo kak Ika kita pergi" ucap Clara


"Baik Nona, permisi Tuan"


Clara dan Ika pun keluar villa dan kembali datang menemui Melina, Clara sudah memberitahu sebelumnya. saat akan masuk pintu Villa Melina, berdering ponsel Ika


Ada pesan masuk dari nomor tak dikenal


"Beri tahu saya semua rencana Clara hari ini, Sekertaris Zack" isi pesan itu


Dari mana Sekertaris Zack tahu nomor ku?. Ika bingung tapi segera membalas pesan tersebut


"Baik Tuan"


Clara pun memasukkan ponselnya ke dalam kantong dan masuk ke dalam Villa itu dimana Clara sudah masuk duluan


Terlihat Clara sudah berbaur dengan Melina dan Chintya, sesekali terdengar suara tawa mereka


"Oh iya Kak Melina, tentang rencana ku selanjutnya nanti malam aku berencana membuat acara makan malam kalian berdua, apa kakak mau?" ucap Clara


"Nanti malam?" tanya Melina


"Iya kak, kalau kakak mau biar aku yang menyelesaikan semua urusan dan memesan tempatnya, ada Kak Ika nanti yang membantu semuanya"


"Baiklah, kabarin saja tempatnya Clara. Kakak mempercayaimu" ucap Melina tersenyum


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu kak, untuk mencari tempat yang bagus dan nyaman untuk kalian berdua"


"Baik Clara, hati-hati ya.. mari Kakak antar depan rumah" ucapnya sambil berjalan


"Terimakasih kak, Kak Ika ayo!!"


"Baik Nona, permisi Nona Chintya"


"Silahkan" ucap Chintya


"Nanti kalau sudah selesai kabari kakak ya" ucap Melina setelah berada di depan rumah


"Baik kak, Clara pergi dulu"


"Ya" melambaikan tangan sembari tersenyum


"Apa rencana kakak?" tanya Chintya yang sudah berada di sebelah Melina


"Tenang saja, semua sudah kakak atur pastikan kau nanti malam datang menyaksikan, kakak yakin Ryan akan mau kembali bersama kakak" ucapnya percaya diri


"Baiklah, aku percaya itu" ucap Chintya tersenyum


Lalu mereka kembali masuk ke dalam rumah dan menutup pintu, mengatur strategi dan rencana yang akan dibuat nanti malam, menyiapkan semua perlengkapan yang diperlukan dan meletakkan dalam satu kotak besar dibantu oleh Chintya


Melina yakin, dengan cara ini Ryan akan berlutut dan tersanjung lalu meminta untuk kembali lagi padanya


*****

__ADS_1


__ADS_2