
Setelah jam kantor selesai, Rina sengaja menghampiri Ika dimejanya untuk berbicara sesuatu
"Ika, mau gak ikut ngerayain ulang tahun Toni?"
"Kapan?"
"Malam ini, Rencana kami mau ngadain dinner bareng, kamu ikut ya.." bujuknya
"Hemm" sejenak Ika berpikir untuk menerima ajakan Rina
"Ayolah.. lagian kan kamu udah kenal dekat sama Toni, masa iya kamu gak mau ikutan" memasang muka sedih
"Yaudah.. jam berapa? biar aku siap-siap entar"
"Hemm jam 8 malam, kamu siap-siap ya dandan yang secantik mungkin"
"Iya deh iya" mengalah
Setelah dirasa selesai mereka pun bergegas meninggalkan kantor dan menuju halte, dan tumben sore ini busnya datang lebih cepat dari biasanya. langsung mereka masuk dan duduk bersajajar, Ika memandangi langit-langit sore yang sebentar lagi akan muncul sinar senja, disampingnya Rina sibuk dengan ponselnya entah apa yang dilakukan olehnya
Ika tenggelam dalam lamunannya, sementara Rina masih terus menerus fokus dengan ponselnya dan sesekali terdengar suara tertawanya, tapi Ika tidak pernah menyinggung atau menanyakan apa yang dilakukan Rina, Ika hanya fokus dengan langit biru yang hampir senja
Sampailah mereka di halte dan bergegas berjalan menyusuri jalanan yang setengah basah. mungkin disini tadi hujan
Setelah sampai rumah Ika dan Rina berpisah, langsung saja Ika melepaskan sepatu kerjanya dan memasukkan kedalam rak dan masuk ke dalam kamar, sebelum masuk dilihatnya Ibunya sedang membereskan alat masaknya.
Ika langsung masuk menutup pintu rapat dan menguncinya, Ika tak langsung mandi dia berbaring sebentar untuk melepaskan penat lelah seharian bekerja, setelah mendingan Ika langsung menyambar handuk dan mandi.
Haaa segarnya
*****
Sementara di Cafe, Clara menemui seseorang yang sudah menunggunya
"Hei..! sudah lama nunggu?" tanya Clara sembari meraih kursi
"Oh tidak, baru beberapa menit yang lalu" jawabnya
__ADS_1
Ternyata yang ditemui Clara adalah Chintya adik Melina
"Oh iya.. gimana? selesai ini mau kuliah dimana kamu?" tanya Chintya
"Dinegara ini di Universitas Z"
"Wah.. sama dong" senangnya
"Oh iya, Kak Melina mana?" Clara tadi janjian untuk bertemu Chintya dan Melina
"Ohh.. kakak lagi gak bisa, katanya udah ada janji ketemu temennya"
"Oh.." Clara merasa sedih, padahal dia ingin menanyakan langsung hubungan Melina dengan Kakaknya
"Kamu kenapa?"
Chintya menyadari kekecewaan diraut wajah Clara
"Nggak papa, Oh iya udah pesan?" tanyanya mengalihkan pembicaraan
"Belum"
Dengan sigap pelayan menghampiri dan memberikan daftar menu dicafe tersebut, setelah memesan makan dan minum pelayan pun pergi dengan secarik kertas pesanan mereka, lalu Clara melanjutkan obrolannya
"Oh iya, ngomong-ngomong gimana kamu sama Dika?"
"Kami... sudah putus" ucapnya
Clara terbelalak, pasangan yang dikenal romantis dan membuat semua orang iri ternyata bisa putus hubungan
"Loh kok bisa?" tanyanya tidak yakin
"Ya.. dia ketahuan selingkuh"
"Mana mungkin?" tak percaya
"Mungkin aja, buktinya aku liat sendiri, dia lagi jalan sama perempuan itu, alasannya sih sepupu ya gak percaya dong aku" ucap Chintya
__ADS_1
"Ah masa sih? mungkin emang sepupunya kali" masih tetap gak percaya
"Awalnya aku percaya itu sepupunya, eh lama kelamaan kok makin sering jalan, dan masa iya sepupu bisa rangkulan tangan begitu, aku ya pernah buntutin mereka dan terakhir mereka ke hotel, gatau mau ngapain" ucapnya dengan ekspresi yang sama ketika memergoki mantan pacar dan selingkuhannya
"Terus terus?" kepo
"Yah.. selesai pesan satu kamar hotel dan pergi kesana, aku pun ikut pesan kamar hotel yang disebelah mereka. disitu aku masih positif thinking mungkin untuk sepupunya, cuman hati aku itu ngerasa ada apa-apa gitu"
Clara menelan ludah, bergidik membayangkan apa yang terjadi
"Nah aku awalnya langsung mau labrak mereka tapi aku bingung nanti diapa-apain, jadi aku suruh beberapa temen aku datang temui aku di hotel itu, nah selesai mereka sampai, aku jelasin semua mereka kesal dong, dan bantu nolong aku ngelabrak mereka dan aku menyuruh teman cowok buat dobrak pintu mereka dan..." terdiam
"Dan apa?" bertanya dan penasaran
"Setelah di dobrak mereka mau melakukan hal terlarang" meneteskan air mata
Clara menepuk bahu Chintya dan memberikan semangat
"Sumpah Ra, disitu aku syok gak percaya dengan apa yang aku lihat, disitu Dika diam membisu gak bisa jelasin apa-apa, dan perempuan itu menutupi dirinya dengan selimut, aku nangis dan semua temen-temen aku pada nyemangatin aku, temen cowok aku hampir mau nonjok Dika tapi aku suruh tahan emosi" ucapnya sambil tersedu
Tak berapa lama pelayan datang mengantarkan pesanan mereka, Chintya menutup mukanya dengan tisu, selesai memberikan pesanan Pelayan itu pergi meninggalkan mereka
"Udah Chintya kamu yang sabar ya, maafin aku udah nanya gini" Clara merasa menyesal
"Nggak papa Ra, aku udah kuat kok"
"Sekarang gimana?"
"Yah.. sekarang aku mulai hidup baru, kemarin-kemarin Dika mencoba deketin aku lagi tapi aku udah gak sudi kenal dia, dan aku beri dia peringatan"
"Yasudah kalau kamu diapa-apain dia bilang ke aku ya"
"Iya Clara" sambil mengusap air matanya
"Ini minum dulu, biar mendingan"
Chintya pun menurut dan meminum minuman pesanannya, Clara jadi gak tega dengan yang dialami Chintya dan gak enak mau bertanya perihal Melina dan Kakaknya Ryan, Dia urungkan niatnya untuk membahas hubungan kakaknya.
__ADS_1
Sudah cukup lama mereka dicafe itu, dan mereka menyudahi pertemuan mereka, Selesai membayar biaya pesanan, mereka pun pergi meninggalkan Cafe
*****