Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku

Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku
Bab 48


__ADS_3

"Hei Tuan Muda lama tidak berjumpa" sapa seorang lelaki yang terlihat akrab mendekati Ryan


"Ya, aku sibuk urusan kantor akhir-akhir ini" ucap Ryan


"Sibuk urusan kantor atau sibuk dengan wanita lain" ledek lelaki itu lagi


"Hei, kau masih ingin hidup tidak" Ryan menjawab ketus


"Oke oke, sepertinya Tuan Muda kita lagi tidak enak suasana hatinya, hehe" lelaki itu terkekeh, Ryan hanya mendengus saja


"Diam kau Raka jika kau masih ingin hidup" Ryan semakin kesal, Raka terkekeh.


Raka dan Ryan dulunya teman sekolah dan mereka sangat akrab, sehingga Raka tidak segan-segan meledek bahkan menjahili Ryan, seperti saat ini. Orang lain tahu Ryan sosok lelaki berhati dingin dan kejam tapi menurut Raka, Ryan bukanlah orang yang seperti itu. Jadi jika ada seseorang yang menceritakan keburukan Ryan, Raka hanya tertawa menanggapi cerita tidak benar dari mereka, karna Raka tahu, Ryan bukanlah tipe orang yang seperti mereka bicarakan


"Sekertaris setiamu kemana?" Raka melongo mencari seseorang


"Mungkin masih diluar, paling sebentar lagi ia akan kesini" ucap Ryan sambil menyilangkan kakinya di sofa


"Oh, apa kau datang kemari untuk berpesta atau untuk berhalusinasi?" Raka mulai meledek Ryan kembali


"Sialan! beri aku minuman soda dingin dan berikan aku pelayanan terbaik disini"


"Apa kau tidak ingin mencoba minuman lain?" Raka memancing Ryan lagi


"Jika kau tidak memberikan soda dingin ku maka kau akan mati segera" ucap Ryan lagi, namun walau Ryan berkata seperti itu Raka tidak takut dan malah tertawa senang


"Oke, sebentar aku ambilkan. Kau tenang lah disini jangan kau hancurkan barang-barang ku disini" ledek Raka lagi


"Sialan! kau akan mati!!" umpat Ryan kesal dan Raka makin tertawa keras seraya menutup ruangan yang berisikan Ryan disana


Selang beberapa lama, Sekertaris Zack pun akhirnya masuk ke dalam ruangan. Zack memicingkan matanya melihat ekspresi kesal diwajah Ryan


"Tuan, apakah anda baik-baik saja?" Sekertaris Zack memastikan keadaan Ryan


"Tidak begitu"

__ADS_1


Terdengar suara nafas berat Ryan dan ia menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Minuman yang ia minta pun akhirnya datang disertai dua wanita yang mengantarkan. Seolah paham apa yang mereka harus lakukan, kedua wanita itu pun mendekati Tuan Ryan dan Sekertaris Zack


Malam semakin gelap tak kunjung Tuan Ryan beranjak meninggalkan tempat itu, Sekertaris Zack sendiri sudah gelisah dengan gerak gerik Tuannya namun ia tak ingin mengusik ketenangan Tuan Ryan


****


"Sudah dapat kabar dari Kakakmu?" Clara mengangkat bahunya dengan wajah murung, ya kali ini ia tampak kecewa dengan Ryan. Karena Ryan sendiri sudah berjanji tidak akan lagi pulang malam selarut ini, karna Clara tahu jika Ryan pulang sampai malam itu tandanya Ryan sedang berpesta ria dengan wanita-wanita nakal.


Pak Surya melepaskan kacamatanya dan menyeka air keringat yang menghalangi penglihatannya, sesekali ia melirik jam tangannya dan melihat pintu untuk memastikan Ryan sudah kembali atau belum


Waktu sudah menunjukkan pukul 23:40 dan Ryan juga belum kembali, Pak Surya sudah gelisah, ia bangkit dari kursinya dan berjalan keluar sekaligus mencari angin segar malam itu dan menunggu kepulangan Ryan. Clara pun menyusul Pak Surya keluar dan menemani Pak yang duduk didepan rumah


"Tidak biasanya kakakmu seperti ini Clara.." Pak Surya menarik napas panjang "Semenjak ia bermasalah hubungan dengan Melina, ia berangsur-angsur menjadi anak yang baik dan tak pernah lagi pulang lewat dari jam 10 malam, tapi sekarang.. apa yang sedang kakakmu lakukan diluar sana" Pak Surya memandangi langit malam dan mengamati bintang-bintang yang bertaburan malam itu


"Clara juga tidak habis pikir Pa, tadi waktu mengantarkan Kak Ika dan kembali ke kantor ia baik-baik saja dan ia juga mengatakan akan pulang cepat hari ini" Clara menunduk


"Hmm, padahal besok kita memperingati hari kematian Mama kalian, dan Papa menginginkan kalian berada dirumah malam ini" Papa menyeka kembali air keringat di dahinya


"Pa, sudahlah. Clara yakin kak Ryan diluar sana tidak kembali menjadi lelaki yang seperti dulu, Clara yakin Kak Ryan sudah berubah dan Clara yakin juga kak Ryan sebentar lagi akan pulang" Clara mengelus bahu Papa dan berusaha menguatkan lelaki yang sudah lanjut usia itu


"Pa, sudahlah jangan berkata seperti itu" Clara menyeka air mata diujung mata Pak Surya


"Mari kita masuk saja Pa, hari sudah semakin larut, tidak baik jika kita berlama-lama di luaran. Angin malam tidak bagus Pa"


Karena yang dinantikan juga tidak kunjung muncul, Pak Surya dan Clara pun memutuskan untuk masuk ke dalam rumah dan beristirahat saja


Tepat pukul 00:10 Ryan pun kembali kerumah, sebelum masuk ke dalam kamarnya, ia mengecek kembali apakah Papa sudah tidur atau belum, dan ketika ia melihat seseorang sedang berbaring diatas kasurnya Ryan pun menutup pintu dengan pelan


"Tuan" panggil Sekertaris Zack setengah berbisik dan Ryan pun menoleh


"Ada apa?"


"Apakah Tuan lupa dengan acara besok?" Sekertaris Zack menanyakan perihal itu


"Besok?" Ryan mengingat-ingat dan ia pun mengingat "Ya aku mengingatnya"

__ADS_1


"Apa Tuan tidak ingat pesan Pak Surya kemarin?" Sekertaris Zack menanyakan lagi


"Perihal apa?" Ryan tidak mengingat apapun lagi selain hari kematian ibunya


"Pak Surya kan sudah berpesan, malam sebelum memperingati hari kematian Nyonya, Pak Surya menginginkan anak-anaknya berada didekatnya bukan?"


Ryan pun tersentak kaget dengan hal itu, ya ia melupakan janjinya pada Papa, mungkin Papa sudah menunggunya tadi namun ia lupa akan hal itu


"Tuan tidak melihat apa yang berada diatas meja?"


Sebuah lilin dihidupkan disebelah duduk Pak Surya, ya tempat itu dahulu adalah milik Ibu mereka. Lilin itu pun tidak akan habis dan dapat terus hidup hingga pagi sekalipun. Ryan sedikit menyesal melupakan hari penting, ia tertegun dan mendekati meja makan dan memandangi sinar dari lilin itu


"Ma, maafkan Ryan, Ryan melakukan kesalahan lagi" ucap Ryan berbisik, menitikkan air mata dan terduduk di lantai dekat dengan kursi duduk milik mamanya


"Tuan"


Ryan tak menyahut dan hanya diam membisu


"Tuan, sebaiknya Tuan beristirahat sekarang. Karena besok Tuan akan mengikuti acara hari kematian Nyonya Tuan"


Ryan menyeka air matanya dan bangkit dari duduknya, tanpa berbicara Ryan berjalan lesu dan masuk ke kamarnya. Ia hempaskan tubuhnya diatas ranjang tanpa mengganti pakaian


Suara ketukan dari luar kamar menyadarkan Ryan dari lamunannya


"Masuk"


Sekertaris Zack pun masuk


"Tuan ada yang perlu saya lakukan lagi?"


"Tidak, kau pulang saja dan beristirahat" ucap Ryan kembali tanpa mengubah posisi tidurnya


"Baik Tuan" tunduknya lalu kembali menutup pintu dan kembali ke apartemennya


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2