
*Di Kediaman Rina*
Selesai makan malam, Rina diajak berbincang dengan orang tuanya
"Bagaimana kerjaan mu?" Tanya Papa Rina
"Hmm.. baik Pa" jawabnya
"Lalu.. bagaimana kedekatanmu dengan nak Toni? Mama sekarang jarang melihat dia datang kemari?" nimbrung Mama Rina
"Oh dia.. sibuk bekerja akhir-akhir ini mah.. " jawabnya berkilah
"Benarkah? jawab Mama antusias "Kalian baik-baik saja?" tanya Mama kepo
"Ya.. baik-baik aja Ma" Rina menjawab sambil menatap tak tentu arah
Mama Rina seperti tak yakin akan jawaban Rina, Mama merasa ada yang disembunyikan dia
"Lalu kapan kalian akan segera menikah? Papa dan Mama mu sudah kepengen punya cucu Rin" jawab Mama memperjelas
"Nanti Rina ngomong sama Toni mah, sekarang biarkanlah Rina puas-puasin dengan masa Rina yang sekarang, Mama dan Papa jangan takut, suatu saat Rina bakal nikah juga kok" jawab Rina sambil berjalan meninggalkan orang tuanya
Papa hanya menggelengkan kepala sementara Mama menghela nafas berat
"Pa.. kenapa akhir-akhir ini sikap Rina berubah seperti itu" Tanya Mama Rina terheran
"Entahlah, Papa juga nggak tau, yasudah biarkan saja dulu mah, nanti kita tanya lagi dengan Rina sekaligus Nak Toni" jawab Papa Rina bijaksana
*******
Sementara dikamar Rina, Ia langsung menghempaskan diri di atas kasurnya, menghela nafas berat, Ia tau sebenarnya hubungan dia dengan Toni kurang baik, karna kesibukan Toni yang bekerja, tapi bagi Rina itu bukan masalah yang berat baginya, tetapi Ia mulai merasakan menyukai anak Pak Surya tersebut, selain tampan anak Pak Surya juga orang kaya dan Pemilik Perusahaan Almanac Group.
Andai aku bisa mendapatkan anak Pak Surya, tak akan lagi aku bekerja keras seperti ini, aku akan jadi nyonya besar dan meninggalkan Toni yang hanya memiliki Toko yang sederhana saja. kalau sekarang biarlah aku bertahan dengan Toni, tapi aku yakin, aku bakal dapatin anak Pak Surya itu.
gumam Rina sambil tersenyum
Setelah puas menghayal, Rina bangkit dan mematikan lampu kamarnya dan hanya menyisahkan lampu tidur, Rina meraih selimutnya dan tidur dengan nyenyak tanpa merasa bersalah dengan gumamnya barusan
*******
__ADS_1
Hari telah pagi, Ika bergegas berangkat ke Kantor dan dihalte Ia bertemu Rina, mereka berdua pergi bersama ke Kantor, tak lama mereka memasukin pintu utama Kantor, Pak Surya datang dengan anaknya Tuan Ryan. Pak Surya buru-buru masuk ruangan, sementara Tuan Ryan berjalan cukup santai, Ika dan Rina melihatnya dengan terkagum.Tuan Ryan menundukkan kepala dan tersenyum ketika melihat Ika, Ika pun menyambut senyumannya, sementara Rina masih saja tersihir oleh ke tampanan Tuan Ryan, setelah berlalu Ika menyadarkan Rina yang sedari tadi melamun
"Hei... pagi-pagi sudah melamun" menyentuh bahu Rina
"Eh... habisnya tampan sekali, aku jadi terpesona" jawab Rina sambil tersenyum
"Isss.. kamu nih, ingat Toni" jawab Ika
"Hm.." seketika Rina kesal dengan jawaban Ika, tapi Ia pura-pura tersenyum tipis
"Yaudah yuk ke ruangan" ajak Ika
"Oke.." Rina
Mereka masuk ke ruangannya masing-masing, tetapi Rina bukan langsung menyambar kursi malah Ia mengintip-intip dari dalam ruangan, kalau-kalau Tuan Ryan keluar dari ruangan Pak Surya, Ia akan buru-buru keluar dan menyapanya.
Tapi sudah cukup lama Ia menunggu , Tuan Ryan belum juga keluar, Karna merasa pegal dan capek Rina langsung meraih kursinya dan duduk, didalam ruangan Ia menggerutu kesal karna yang ditunggunya tak muncul juga
*****
Diruangan Pak Surya, Tuan Ryan langsung duduk di sofa dengan santai
"Sudah lebih baik Pa, terimakasih Papa sudah mau bantu Ryan" jawab Ryan
"Baguslah kalau begitu... Kamu mau makan apa?" tanya Pak Surya sembari berjalan ke sofa
"Hmm... buah dan segelas jus juga boleh Pa" jawabnya
Pak Surya meraih ponselnya dan menelfon sekertaris untuk keruangannya, tak berapa lama Ika datang dan masuk
"Ada apa Pak?" Tanya Ika sopan
"antarkan 2 jus dan buah ke Ruangan saya ya Ika" jawab Pak Surya
"Baik Pak" Ika menunduk
"Oh iya.. bagaimana dokumen yang saya suruh? apa sudah kamu selesaikan?" Tanya Pak Surya lagi
"Sudah Pak" jawab Ika sopan
__ADS_1
"Baik.. nanti kasih ke saya untuk Rapat nanti" perintah Pak Surya
"Baik Pak, nanti akan saya kasih ke Bapak, saya permisi Pak" Ika menunduk dan kembali menutup pintu ruangan
Tuan Ryan yang melihat semua kejadian, terkagum melihat kecantikan Ika dan cekatan Ika, Ryan tau, kapan dokumen itu diberikan Papa dan Dia sudah bisa menyelesaikannya.
"Siapa sekertaris Papa itu?" Tanya Ryan
"Oh dia Ika, Ryan" jawab Papa "Kenapa? apa kamu menyukainya?" tanya Papa menerawang
"Hmm" gumam Ryan
"Kalau kamu menyukainya, Papa restui, selain baik dan cekatan, Ia sangat sopan, Papa sudah melihat latar belakang dia, Dia sangat menghormati orang tuanya, Papanya seorang pengantar paket, Ibunya hanya bekerja dirumah, walau hidup sederhana Ika tidak malu apa lagi gengsi, Ia benar-benar anak yang baik, Selain itu dari umur remaja sampai sekarang Ia belum pernah berpacaran apalagi merasakan jatuh cinta" jawab Papa tegas
"Benarkah? Hebat sekali dia Pa" terkagum Ryan melihat keterangan Papa
Ada yang berdesir di Dada Ryan dan sepertinya Ryan sudah mulai menyukainya
"Benar Ryan... Papa kan tidak sembarangan memilih seseorang untuk menjadi sekertaris Papa, dan Pas Papa ketemu Ika dan melihat cekatan, baik dan latar belakang yang bagus Papa angkat dia jadi sekertaris Papa" jawab Papa
Ryan hanya diam membisu, ingin mencoba mencari tahu lebih banyak lagi tentang Ika. Tak berapa lama Ika mengetuk pintu dan masuk dengan membawa napan berisi 2 jus dan Buah yang sudah dipotong, lalu meletakkan di atas meja.
"Terimakasih" jawab Tuan Ryan
"Sama-sama Tuan" jawab Ika
"Oh iya.. kamu boleh keluar sekarang Ika" jawab Pak Surya
"Baik Pak" Ika menundukkan kepala dan berlalu dari ruangan tersebut
Sementara Tuan Ryan langsung meraih buah dan memakannya, melihat tingkah laku anaknya Pak Surya hanya tersenyum dan menggelengkan kepala sambil meminum jusnya.
Sepertinya Ryan sudah mulai menyukai Ika, aku akan berusaha mendekatkan mereka, lagi pula aku lebih menyukai Ryan dekat dengan Ika yang jelas baik dan sopan ketimbang dengan wanita yang pernah di cintai Ryan. Pak Surya
Akan ku cari lebih dalam mengenai Ika, sepertinya apa yang Papa bilang tentangnya semuanya benar, aku harus mendapatkannya. Tuan Ryan
Selesai makan buah, Tuan Ryan pamit ke Papanya. Pak Surya. untuk kembali ke Perusahaannya setelah Ia mendapat telfon dari sekertarisnya untuk segera ke Perusahaan karna ada yang harus di selesaikan dan di Tanda tanganin oleh Tuan Ryan.
Setelah keluar dari ruangan , Tuan Ryan kembali menyapa Ika dan tersenyum lalu pergi meninggalkan Kantor Papanya dan menuju ke Perusahaannya.
__ADS_1
*******