Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku

Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku
Bab 20


__ADS_3

Tuan Muda Ryan sudah akan menikah dengan Nona Lina dan mereka saling mencintai? benarkah?lalu rumor yang beredar itu? apa hanya bualan semata? atau ucapan dari wanita-wanita yang ditolak cintanya oleh Tuan Muda? Aaaaa mengapa aku merasa tak rela mengetahui semuanya, mengapa tak aku saja wanita yang dicintai Tuan Muda, Ah pikiran macam apa aku ini, siapa kau emangnya, berani sekali berpikiran bahwa Tuan Muda akan menyukai mu, dari segalanya saja tidak sepadan malah berhalusinasi bisa menjadi bagian hidup Tuan Muda..


"Ika, Nak" ketukan ibu membuyarkan lamunan Ika


"Eh iya Bu" ucap Ika


Langsung saja Ika menyeret kakinya membukakan pintu


"Ada apa Bu?" tanya Ika


"Diluar ada Nak Dodi"


"Dodi?" mengerutkan alis "Ngapain dia disini"


"Mana Ibu tahu" jawab ibu


"Bu, bilang aja Ika gadak dirumah"


"Ika sayang, kamu jangan begitu. kalau kamu tidak menyukainya jangan menghindarinya, beri dia kejelasan yang baik, jangan kamu kasarin ya, gak baik itu nak"


"Iya Bu, Ika paham. tapi kan Bu, sudah berulang kali Ika bilang ke dia jangan kejar Ika terus, Ika gak suka sama Dodi, tapi dia tetep aja kejar Ika sampai sekarang. Risih Bu"


"Hm, cobalah bilang sekali lagi. Ibu yakin dia pasti bakal mengerti kok"


"Bu.."


"Sudahlah, temui dia di ruang tamu kasihan sudah menunggu lama, ingat jangan kasarin dia. Ganti baju kamu"


Ibu memerhatikan baju Ika yang hanya dibaluti dengan baju tidur yang cukup tipis


"Ganti baju? udah Ika pakai ini aja Bu"


"Pakailah yang lain, emang kamu gak malu ketemu laki-laki dengan pakaian begini?"


"Iya Bu, Ika ganti pakaian dulu"


Ogah tak ogah Ika berjalan ke lemari pakaian dan segera mengganti bajunya, dan kembali ke Ibu yang menunggunya didepan pintu


"Nah gitu dong, kan bagus dilihat, ini apa? lepas itu biar rapi" sembari menunjuk rambut Ika yang hanya diikat begitu saja dan terlihat berantakan


"Iya Bu" Ika pun menurut dan melepaskan ikatan rambutnya yang berantakan itu


"Nah kan rapi dan cantik" sembari membantu Ika merapikan rambutnya sambil tersenyum melihat anaknya yang manyun

__ADS_1


"Eh Nak Dodi, lama menunggu Ika ya" ucap ibu ramah sesampainya di ruang tamu


"Oh enggak kok Bu" ucapnya ramah


"Maaf ya Ikanya lama, soalnya dandan dulu" ucapnya sembari melirik Ika yang semakin memanyunkan bibirnya


"Hehe iya buk, gak papa"


"Baiklah, Ibu tinggal ya"


"Silahkan Bu"


Saat Ibu meninggalkan mereka diruang tamu, Ika dan Dodi terdiam sejenak


"Oh iya Dodi mau minum apa?" ucap Ika ramah


"Eh gak perlu repot-repot Ika"


"Nggak papa kok, bentar ya Ika tinggal dulu"


bergegas meninggalkan Dodi yang hampir terperanjat dari duduknya, namun kalah cepat dengan Ika


Buru-buru Ika berjalan ke dapur, tak langsung membuatkan kopi untuk Dodi, tapi malah asik berdiam diri di dapur


Merasa cukup lama di dapur, segera Ika mengambil air dan memasak dikompor membuatkan secangkir kopi, setelah mendidih langsung tuangkan ke dalam gelas dan meletakkan di nampan dan meletakkan sepiring cemilan, dan langsung berjalan ke ruang tamu


"Maaf ya lama, soalnya tadi beli kopi dulu" ucap Ika berbohong


"Iya gak papa Ika"


"Diminum dong kopinya" ucap Ika


"Iya nanti Dodi minum"


Mampus, melepuh ntar mulut ku minum kopi panas begitu, lagian kenapa sih Ika ini, malam panas begini dikasih kopi panas. gerutu Dodi


"Yaudah kalau begitu" ucap Ika cuek


Sejenak Dodi berdiam diri dan berpikir harus dari mana ia membuka percakapan


"Ika.." ucap Dodi pelan


"Iya ada apa Dodi?" jawab Ika santai

__ADS_1


"Aku mau bilang sesuatu" ucap Dodi ragu-ragu


"Kenapa?"


"Aku..." Gimana ini


"Aku apa?" buru Ika


"Hmmm... aku mau kamu jadi pacar aku" ucap Dodi lantang


Ika sejenak berpikir, dugaan Ika benar, Dodi datang kesini pasti ingin mengatakan ini lagi, ini bukan pertama kalinya Dodi mengatakan tapi seharusnya Dodi tau kalau Ika bakal tetap menolaknya


"Dodi.." ucap Ika pelan "Kamu tahu kan, dari dulu aku sudah pernah mengatakan, kalau aku selalu menganggap kamu itu teman aku tak lebih dari pacar, lagi pula... aku tidak bisa menyukaimu, tolong mengertilah" ucapnya pelan takut kalau-kalau Dodi tersinggung


Benarkan, Ika menolak ku lagi, aku harus terima mungkin benar ucapan Ika, aku hanya pantas sebagai temannya saja


"Hmm.. jadi Ika menolak Dodi?" ucap Dodi kecewa


"Seperti itu lah Dodi, aku harap Dodi bisa menemukan dan mencintai Dodi sepenuh hati, Ika yakin kok suatu saat Dodi menemukan wanita baik diluar sana" ucap Ika sedikit lega


"Baiklah kalau Ika menolak Dodi juga tidak apa-apa, kalau begitu Dodi pamit pulang ya" sembari tersenyum kecut


"Minum dulu kopinya"


"Eh iya" Dodi menurut dan meminum sedikit Kopi tersebut


"Ika harap, Dodi gak benci ya sama Ika dan Dodi masih mau kan menganggap Ika sebagai teman Dodi?" ucap Ika


"Tentu tidak Ika, yasudah Dodi pulang ya" pamit Dodi


"Baiklah, hati-hati dijalan" ucap Ika


Sembari menatap punggung Dodi, ada sedikit senang dan sedikit kasihan terhadap Dodi, tapi mau bagaimana? hati dan perasaan tidak bisa dipaksakan, Ika terus memandangi kepergian Dodi dari kejauhan setelah dilihat bayangan Dodi tak terlihat Ika menutup pintu dan membereskan ruang tamu, mengangkat nampan berisi kopi dan cemilan membawanya ke dapur


Aaaaa lega akhirnya. Ucap Ika


Ika kembali ke kamarnya dan mengganti pakaian tidurnya lagi, setelah selesai Ika menghempaskan tubuhnya ke kasur dan asik memainkan ponselnya, malam ini Ika merasa cukup senang dan lega, satu ganjalan yang selama ini dirasakan Ika telah selesai dihadapinya


Setelah puas memainkan ponselnya, Ika meletakkan ponselnya dimeja dan mematikan lampu kamar, menarik selimut dan mencoba tidur


Tak butuh waktu lama, Ika sudah terlelap dalam tidurnya dan malam itu dia merasakan seperti bermimpi yang indah, sangat indah...


*****

__ADS_1


__ADS_2