Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku

Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku
Bab 17


__ADS_3

Saat akan menuju kantor Pak Surya, Clara menerima telfon seseorang, mungkin temannya. pikir Ika


"Hallo Clara" suara wanita dari telfon


"Eh Hallo Kakak..." menjawab gembira "Ih kemana aja kok gak pernah ada kabar" ucapnya lagi


"Kakak sibuk hari-hari ini, maaf ya kemarin Kak Lina gak bisa datang"


"Iya gak papa kak"


"Hari ini Clara sibuk gak?" ucap wanita itu


"Hmm, nggak sih kak lagi senggang waktu juga" ucapnya sembari fokus menyetir


"Ahh Kakak mau ajak Clara jalan, Mau?"


"Mau dong!?!" ucapnya semangat


"Yaudah kita ketemu di Cafe Lin ya"


"Oke kak, Clara langsung kesana, eh tapi Clara bawa teman Clara boleh?" sembari menatap Ika, Ika yang ditatap langsung kebingungan dan cemas


"Oke, boleh kok, kakak tunggu ya?!!"


"Oke kak" menutup telfon


"Kak Ika" panggil Clara


"Iya Nona Clara" ucapnya sopan


"Kita gak jadi pulang dulu ya" ucapnya


"Emang mau kemana lagi Nona?" ucap Ika was-was


"Clara ada janji sama Kak Lina, Kak Lina ini pacar Kak Ryan, semenjak Clara pergi ke luar negeri, Clara belum pernah lagi ketemu Kak Lina, Jadi tadi Kak Lina ngajakin Clara ketemu di Cafe Lin, Kakak ikut ya.." bujuknya


"Eh, Iya Nona, tapi saya kirim Pesan dulu ya Nona ke Pak Surya kalau kita pulang lambat, takut nanti Pak Surya cari Nona Clara"


"Baik Kak" lanjut fokus menyetir, membelokkan mobil dan menuju jalanan Kota membawa laju mobil mengantarkan ke tempat berada Cafe Lin


Maaf Pak, kami kembali ke kantor agak telat, soalnya Nona Clara ingin menemui pacar Tuan Ryan di Cafe Lin dulu katanya


Ika langsung mengirimkan ke Pak Surya yang dimana langsung dibaca oleh Pak Surya dengan perasaan cemas, segera Pak Surya menghubungi Tuan Ryan


"Hallo" ucap Sekertaris Zack di ujung telfon


"Hallo, Tuan Muda Ryan dimana?" ucapnya gelisah


Segera Sekertaris Zack menghampiri Tuan Ryan


"Maaf Tuan, telfon dari Pak Surya" memberikan ponselnya yang segera diraih Tuan Ryan


"Ya Hallo Pa, ada apa?"


"Ryan, adikmu menemui Melina di Cafe Lin, Sekertaris Papa yang memberi tahu, soalnya Clara tadi minta izin ke Papa mengajak Ika belanja, tapi ternyata Clara menemui Melina" Ucapnya gelisah

__ADS_1


"Wanita Sialan itu!!" pekik Ryan yang membuat Sekertaris Zack mendongak menatap Tuannya


"Papa khawatir wanita itu mengatakan yang tidak-tidak Ryan"


"Baik Pa, akan Ryan urus segera. Papa tenang saja" menyakinkan sebelum menutup telfon


"Baik Papa percaya padamu, Ryan" menutup telfon


"Ada apa Tuan?" tanya Sekertaris Zack


"Melina, mengajak Clara bertemu di Cafe Lin, segera suruh pengawal awasi mereka!!" perintahnya


"Baik Tuan" menunduk hormat dan pergi meninggalkan ruangan Tuannya


"Halo!" ucap Sekertaris Zack tegas


"Iya Halo Tuan Zack" ucap dari seberang telfon


"Pergi ke Cafe Lin, Ikuti Nona Clara dan Nona Ika Sekertaris Pak Surya, mereka menemui Melina, awasi wanita sialan itu"


"Baik Tuan" ucap lelaki itu


Sekertaris Zack menutup telfon dan kembali ke Ruangan Tuannya


"Sudah saya siapkan pengawal untuk mengikuti mereka Tuan" ucap Sekertaris Zack


"Bagus" ucapnya ketus


******


Ika pun menuruti perintah Clara dan memasuki cafe tersebut, dan ada seorang wanita yang sudah menunggu mereka


"Kakak." ucap Clara manja sembari menggelayut kan tangan di leher wanita itu


"Ahhh Clara udah datang" ucap wanita itu lembut


"Oh iya, Ini namanya Kak Ika, teman Clara" memperkenalkan Ika pada wanita itu


"Ika"


"Melina, bisa panggil Lina" ucapnya memperkenalkan diri


"Baik Nona Lina" jawabnya sembari tersenyum


sangat cantik dan anggun pacar Tuan Ryan. batin Ika


Clara langsung bergelayut manja dengan Lina, sementara Ika segan dengan keakraban mereka dan tak berani mengusik keduanya


"Oh iya, Kakak kapan kerumah lagi?" ucap Clara


"Lain waktu kalau Kakak tak ada kesibukan ya" ucapnya


"Oke Clara tunggu kakak ya"


"Iya sayang"

__ADS_1


Ternyata benar ucapan Chintya, Clara belum mengetahui hubungan aku dengan Kakaknya telah berakhir, ini kesempatan aku. aku bisa mendekati Clara lagi supaya Ryan kembali luluh padaku dan mau kembali denganku lagi. batinya sembari tersenyum


Ika yang menangkap senyuman Melina merasa curiga ada yang ditutupin, tetapi Ika tak berani bertindak, Ika hanya bisa menatap dan berdiam mengamati suasana saat itu


Dari kejauhan pengawal yang diperintahkan Sekertaris Zack mengamati gerak gerik mereka tak terkecuali gerak gerik Melina


"Oh iya Clara, kapan kamu masuk kuliah?"


"Hmm, mungkin bulan depan kak, Oh iya Chintya juga katanya masuk di universitas yang sama dengan ku"


"Oh benarkah? bagus kalau begitu" ucapnya tersenyum


Kesempatan yang sangat bagus


Clara terus bercerita panjang lebar, tentang sekolahnya di luar negeri, teman-temannya disana bahkan bercerita tentang Tuan Ryan, Ika hanya menjadi pendengar yang baik diantara mereka berdua


Melina juga menceritakan semua kehidupannya, tentang hubungannya dengan Tuan Ryan yang sesekali dibumbui nya dengan hal yang tidak benar, semua itu dia lakukan demi ingin mendapatkan Tuan Ryan kembali, dan tidak ada sama sekali dia ceritakan putusnya hubungan mereka, semua Melina ceritakan dengan keyakinan dan pembohongan yang besar


Dan semua ucapan Melina direkam oleh pengawal yang berada dekat mereka, mereka gak menyadari jika ada yang membuntuti mereka sedari mereka bertemu, dan langsung saja semua percakapan itu direkam dan dikirim ke Sekertaris Zack


Tuan, ini semua percakapan mereka termasuk percakapan Nona Melina. Isi pesan tersebut


Baik, kerja yang bagus. balasan Sekertaris Zack


"Wah sudah cukup lama ya kita disini" ucap Melina sembari menatap Clara dan Ika


"Memang kenapa kak?" ucap Clara manja


"Kakak harus pergi sayang, Kakak ada janji ketemu dengan teman Kakak" ucap Melina


"Yah.." ucap Clara kecewa


"Tenang, lain waktu kita bisa bertemu lagi" potong Melina


"Bener ya? Janji?"


"Kakak Janji" meyakinkan


"Baiklah kalau begitu, yuk kak kita pulang" ajaknya pada Ika


"Baik Nona"


"Kita pergi duluan gak papa kan kak?" ucap Clara


"Nggak papa sayang" ucapnya


Clara dan Ika pun beranjak pergi meninggalkan Cafe tersebut, sambil memandangi kepergian Clara, Melina menelfon seseorang


"Baik aku akan segera kesana" ucap Melina


Melina pun bergegas pergi meninggalkan Cafe tersebut dan pergi menemui seseorang yang sudah menunggunya di suatu tempat


Pengawal yang diperintahkan Sekertaris Zack juga diam-diam ada yang membuntuti Melina, mengikuti kemana perginya wanita itu. Melina tak menyadari sama sekali dia diikutin seseorang semua nampak baik-baik saja bagi Melina, dan langsung saja dia melajukan mobilnya pergi meninggalkan Cafe itu, sesekali Melina tampak tersenyum puas sudah melakukan semua keinginannya tadi.


*****

__ADS_1


__ADS_2