
Pagi itu suhu udara terasa dingin karna selepas subuh tadi turun rintik hujan membasahi bumi, membuat Ika menggeliatkan tubuhnya dibawah selimut rasanya tak ingin cepat-cepat beranjak dari kasurnya, tapi itu tak berlangsung lama karna Ibu mengetok pintu kamar Ika.
"Ikaaa?! Nak, Apa kamu sudah bangun?" ucap Ibu dibalik pintu
Karna tak mendapat respon dari dalam Ibu mengetok ulang
"Ikaaa?!! Nak?! Bangun Sayang" seru Ibu sambil mengetuk
Buru-buru Ika bangun dan menjawab panggilan Ibu
"Ya bu.." sambil menyeret kaki menuju pintu, Ika membuka pintu sambil mengucek mata
"Kamu gak kerja? lihat udah jam berapa, buruan mandi nanti kamu telat ke kantor" nasehat Ibu
"Iya Ibu Cantik, ini Ika mau mandi" jawab Ika sambil tersenyum
"Yasudah kalau gitu, Ibu siapkan makan pagi kamu, selesai beres-beres kamu makan ya nak" ucap Ibu
"Iya Ibu, Ibu.. terimakasih ya Bu" Ika memeluk Ibu
Ia beruntung memiliki Ibu yang sangat menyayangi dan perhatian padanya, tak terasa Ia pun terharu, buru-buru Ia menyeka air mata dan melepaskan pelukannya
Terlihat raut wajah Ibu yang sudah mulai menua dan tersenyum padanya
"Yasudah kamu cepat mandi, nanti kamu telat" , selesai bicara Ibu meninggalkan pintu kamar Ika dan langsung menuju dapur
Ika kembali menutup pintu dan langsung meraih handuk dan masuk ke kamar mandi.
Selesai berberes dan merasa sudah rapi, Ika langsung ke dapur untuk makan, terlihat Ibu lagi mencuci peralatan kotor, Ika makan dengan lahap selesai makan Ia pun pamit berangkat kerja
*******
Didalam Bus Ika tak membuka jendela Bus karna suhu masih terasa dingin
Tumben suhu udara pagi ini dingin banget, untung Ibu ingetin aku untuk bawa jaket rajut, kalau enggak pasti aku kedinginan saat ini. pikirnya sambil menatap matahari yang tertutup awan tebal
Sampailah Ika dikantornya tempat Ia bekerja, baru saja Ika turun dari Bus, Ika mendengar ada yang memanggil namanya, langsung saja Ia menoleh ke asal suara itu, ternyata Dodi
Dodi, mau apa dia. batin Ika
Dodi setengah berlari menghampiri Ika.
"Ika mau ke kantor kan?" tanyanya
"Iya, emang kenapa?" tanyanya balik
"Nggak papa, mau bareng gak?" menawarkan diri
Sejenak Ika berpikir
__ADS_1
Kalau aku tolak, nanti dia kira aku gak suka dan menjauhinya, kali ini gak papa kayaknya deh. Ika
Plis Ika, maulah tolong, Kali ini aja jangan tolak permintaan aku, semoga kamu mau. Harap Dodi
"Okedeh.." jawaban Ika membuat Dodi bernafas lega
Yes. Dia mau. batin Dodi
Mereka pun berjalan bersama sampai ke kantor, sesampainya dikantor Rina tersenyum-senyum mendapatin sahabatnya mau diajak jalan berdua sama Dodi.
Sesampai di pintu utama Ika mohon diri untuk buru-buru ke ruangan karna Ika merasa sudah saatnya menjauh dari Dodi dan Ika tadi tak sengaja melihat Rina meledek dan tersenyum padanya karna Ia melihat Ika berjalan berdua dengan Dodi
Buru-buru Ika menghampiri Rina yang sedari tadi berdiri melihat tingkah laku Ika, Ika menghampirinya dengan muka masam karna senyumnya Rina dianggap meledek Ika
"Kamu ya.. paling seneng.." berjalan sambil menghampiri
"Eits .. seneng apa?" memotong omongan Ika, Ia tau apa yang akan dikatakan Ika, Rina masih tersenyum melihat Ika
"Hmm.. pura-pura gatau tuh, Udah deh, ayok keruangan dan lupakan kejadian tadi, oke" pinta Ika
"Hemm, Iya deh" jawabnya sambil mengikuti langkah Ika
Ika, Ika.. melihat tingkahmu seperti ini membuat ku gemas, pingin rasanya cubit pipi kamu tau gak. gumam Rina
Perbatasan ruangan mereka berpisah, Rina keruangannya dan Ika keruangannya, sesampainya Ika langsung meraih kursinya dan sejenak merilekskan badannya dulu sebelum Ia memulai dengan kesibukannya. Setelah dirasakannya cukup rileks Ia pun mulai menyibukkan diri, Ia pun larut dalam pekerjaannya.
"Lagi mandangin Ika ya?!!" seru Rina sambil tertawa
Dodi terkejut dan salah tingkah, Ia merasa malu karna sudah tertangkap basah sedang memandangi Ika
"Eh..." Dodi masih salah tingkah "Enggak kok.." jawabnya sambil memperbaiki sikapnya
"Alah.. Gak usah bohong, dari tadi aku udah liatin kamu dari ruanganku, kamu sedang mandangin Ika kok" ledek Rina
"Sst.. pelanin omongan kamu, aku malu tau" sambil mengecilkan suara
"Hemm, iya deh.. Masih ada rasa sama Ika ya?" tanyanya sambil berbisik
"Hemm.. yah gitulah" jawabnya sambil tersenyum
"Hmm, Coba ungkapin lagi sama Ika mana tau di terima dia" Saran Ika
"Ah enggak.. belum kuat dengerin jawaban dia nolak aku Rin" jawabnya sambil tersenyum kecut
"Oh yaudah kalau gitu, tunggu aja sampai Ia coba buka hati untuk kamu, yang penting tetap semangat" menyemangatin Dodi
Rina tau, pasti Dodi akan ditolak mentah-mentah oleh Ika, karna bukan kali pertama Rina mengetahui Ika menolaknya. Tapi Rina sangat menganggumi sikap Dodi walau sudah ditolak berulang-kali, Dodi tetap memperjuangkan cintanya dan tetap masih bersikap baik dengan Ika.
Tak berapa lama, Dodi mengundurkan diri untuk kembali bekerja
__ADS_1
"Oh iya Rin.. aku balik kerja dulu ya, tapi ingat loh.. jangan kasih tau Ika kalau aku tadi mandangin dia, oke?" pinta Dodi
"Iya Dodi, tenang aja.. aku gak akan bilangin ke Ika, yaudah sana balik kerja gih" jawab Rina
"Yaudah... Daah" Dodi melambaikan tangan ke Rina
Rina membalas lambaian tangan Dodi sambil memandangi punggung Dodi, Ia baru beranjak pergi setelah tak mendapatin bayangan Dodi
Dodi.. ada-ada aja emang kerjaan kamu, kasihan kamu karna harus terus perjuangin cintamu ke Ika, aku harap Ika mau membuka hatinya sedikit aja buat kamu. Bisik Rina
*******
Selesai Jam makan siang, Rina dan Ika kembali ke kantor, tiba-tiba melintas mobil Roll Royce Phantom dan berhenti di depan pintu Kantor
"Wah... Keren banget mobil nya ya Ka" ucap Rina
"Iya ya.. milik siapa ya kira-kira" tanya Ika
Mereka langsung bergegas mendekatin, tak berapa lama keluar lah Pak Surya dan Anaknya Ryan Adjie Pramuja, dan keduanya masuk ke dalam kantor.
"Eh.. Pak Surya Ka, tapi siapa laki-laki yang bersamanya ya" Tanya Rina lagi
"Itu.. Anak Pak Surya" jawabnya
"Ha??! Anaknya? Ya Tuhan... Ganteng banget" puji Rina
"Eh... Ingat Toni Rin" menyadarkan Rina
"Iya tau.. Tapi serius anaknya Pak Surya ganteng banget, Toni aja kalah" ucapnya
Inilah yang kurang disukai Ika terhadap Rina, Ia terlalu memuji orang lain sampai lupa dengan kekasihnya sendiri
"Udah.. jangan sampai keluar gitu air liur mu mandanginnya" ucap Ika
Rina langsung tersadar, dan merapikan diri, setelah itu mereka melanjutkan melangkah masuk ke kantor, tiba-tiba Rina mengikuti Ika sampai keruangannya
"Eh.. mau ngapain? Ruangan kamu disana Rin" jawab Ika
"Iya tau, tapi bentar deh.. Aku masih pingin lihat anak Pak Surya sekali lagi" jawabnya santai
Ika langsung pasang muka cemberut menandakan ketidaksukaannya.
"Rin.. genit ya sekarang, nanti kalau ketahuan Pak Surya, kamu bisa dipecat loh.." ucapnya lagi
"Hmm, iya deh.. aku balik ruangan aku saja" setelah selesai bicara Rina membalikkan badan dan berjalan keruangannya sambil tersenyum
Hmm, gak papa deh gak ketemu lagi, besok-besokkan masih bisa ketemu. ucap Rina sambil berjalan keruangan
Ika memandanginnya sambil menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah laku sahabatnya yang terlihat sangat genit hari ini
__ADS_1