
Drrett...Drrettt...
Clara mengulurkan tangannya mencari-cari ponselnya dimana, Siapa yang nelfon pagi-pagi begini. kesal Clara
Ponselnya pun berhasil diraihnya dan tak melihat siapa yang menelfon dan langsung saja di angkat Clara sembarang
"Halo!" kesal Clara
"Clara sayang.." jawab suara dari seberang telfon
Clara refleks terkejut bangun dan melotot ketika melihat nama yang menelfon
Eh kak Melina, mati aku. panik Clara
"Eh Kak Melina, ada apa?" ucap Clara lembut
"Apa kakak membangun kan tidur mu sepagi ini?" tanya dari seberang telfon
"Oh tidak kak" ucap Clara berbohong
"Hmm, Oh iya kakak sebentar lagi sampai disana. nanti kakak di vila sebelah dulu ya, disebelah milik kakak mu. nanti kita ketemuan disana ya.."
"Benarkah? baik kak" ucap Clara semangat
"Yaudah ya.." segera mematikan telfon
Clara pun kembali meletakkan ponselnya, tak ada lagi kantuk yang ia rasakan. Clara menoleh kesebelah
Kak Ika masih tidur, ahh lihat! tidur begitu saja ia sangat manis. sepertinya kak Ika sangat capek karena perjalanan jauh kemarin. sebaiknya, jangan aku bangun dulu deh. pikir Clara
Clara bangkit dan meraih handuk lalu masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya yang seharian dirasakan capek karena perjalanan kemarin yang cukup jauh sekali.
*****
Setelah selesai mandi, Clara memakai baju dan mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil dahulu, setelahnya mengeringkan rambutnya menggunakan alat yang dia bawa, Clara mulai sibuk di depan kaca memperhatikan wajahnya
Aaaaa aku sangat cantik. pujinya
Karena terganggu dengan suara dari mesin pengering Clara, Ika terbangun kaget dan langsung bangkit dari kasur
"Maaf Nona, saya telat bangun" ucap Ika
"Tidak apa-apa kak, lagian Clara sengaja tidak membangunkan kakak, soalnya Clara lihat kakak sangat letih sekali" jawab Clara
"Ahhh tidak apa-apa Nona" sembari bangkit dan merapikan kasurnya
"Oh iya kak, nanti aku akan bertemu kak Melina"
Spontan Ika terkejut dengan yang diucapkan Clara, Ahhh iya Melina pacar Tuan Muda, eh sebentar bukannya ia kemarin tidak ikut bersama-sama, lalu kenapa tau-tau sudah ada disini. pikiran Ika berkecamuk
__ADS_1
"Oh iya aku belum kasih tahu kakak ya" Clara melihat ekspresi kebingungan Ika
"Maaf Nona"
"Kemarin sengaja Kak Melina tidak ikut bersama-sama dengan kita, dia datang nanti bersama Chintya, adik kak Melina. karena aku berencana ingin buat sebuah momen spesial, surprise gitu kak sama kak ryan, jadi sekarang kak ryan belum tahu kalau kak melina ikut liburan" panjang cerita Clara
"Ohh begitu" Ika manggut-manggut
"Jadi kakak kan sekarang sudah tahu, diam-diam aja ya kak pura-pura nggak tahu gitu"
"Baik Nona" balas Ika "Permisi Nona, saya ingin mandi dulu"
"Silahkan Kak"
Ika mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi
Aaa wewangian yang sangat lembut dan pasti membuat tubuhku tidak merasakan letih lagi. batin Ika
Sembari menunggu Ika mandi, Clara masih sibuk dengan rambutnya, menata rambut saja bisa sampai sejam sampai Ika selesai mandi pun Clara masih belum siap dengan kesibukannya di depan kaca
Ahhh Nona ini, dari tadi masih duduk disitu dan belum siap, begini rupanya dandanan anak orang kaya, lama dan harus teliti tidak boleh asal-asalan. Ika menahan senyum
Langsung Ika meraih pakaian dan merapikannya, lalu mengeringkan rambutnya memakai handuk dan membiarkannya sedikit kering
Melihat hal itu, Clara berintruksi menunjukkan pengering rambut Clara
"Kak pakai aja itu, biar cepat kering" sambung Clara
Sebenarnya Ika juga punya tapi lupa terbawa olehnya karena dipikir nanti akan sangat banyak bawakannya
Setelah cukup merapikan rambutnya, Ika menyisir rambutnya membiarkan rambutnya yang panjang, hitam lurus itu tanpa di ikat
Ahhh rambut kak Ika sangat bagus, lurus, lembut dan terawat, walau aku sebanyak apapun merawat rambut tak akan bisa sebagus milik kak Ika. pikir Clara
Clara pun selesai dengan kegiatan menata rambutnya didepan kaca, sekarang giliran memoles wajahnya dengan cream biasa yang ia pakai, setelah selesai Clara berdiri dan memastikan semua sudah rapi dan bagus
Ahhh sangat cantik Nona Clara. Ika memandangi
"Kak bagus gak" tanya Clara
"Sangat bagus Nona"
"Hihi" tawa Clara
Tawa seperti itu pun membuat semua orang gemas melihatnya
"Ah Kakak sudah siap?"
"Sebentar ya Nona, saya rapikan rambut saya dulu"
__ADS_1
Ika mencari ikat rambutnya dan menggulungnya agak ke atas, merapikan rambutnya memoles wajahnya sedikit dan lipstikan, warna lipstiknya coklat muda di ombre merah maroon jadinya sangat bagus di bibir dan sesuai dengan kulitnya
Ahhh berdandan sesimpel itu pun Kak Ika sangat manis dan cantik, lihat warna lipstik bibirnya pun sangat bagus, lain kali aku akan mencobanya. senyum Clara
Setelah selesai, mereka berdua pun bergegas keluar kamar dan turun ke lantai dasar, dan ternyata Sekertaris Zack dan Tuan Muda juga sudah berada dibawah. Clara meraih jam tangannya
Ahhh sudah hampir siang, pantas saja mereka sudah bangun
Sekertaris Zack dan Tuan Muda pun terkesima dengan dua mahkluk wanita ini sudah berdandan rapi layaknya mau berlibur
"Pagi kak, pagi Sekertaris Zack" sapa Clara
Ika hanya menunduk kepada Tuan Ryan dan Sekertaris Zack
"Pagi, Clara mau kemana?" tanya Tuan Muda Ryan
"Oh.. mau ke depan situ sama Kak Ika" jawabnya
"Perlu kakak ikut?"
"Ah tidak usah kak, hanya berjalan-jalan saja, kakak di sini saja dulu merilekskan pikiran dan badan." ucap Clara menolak
"Baiklah kalau begitu"
"Aku pergi dulu kak, Ayo Kak Ika" bergegas melangkah keluar villa dan Ika menundukkan kepala kepada mereka berdua
Sementara Tuan Ryan terkesima dengan Ika, sangat manis dan juga tak kalah cantik, Ryan pandangi lekat-lekat sampai semua bayangan Clara dan Ika menghilang
"Tuan" panggil Sekertaris Zack
"Ah apa?" ucapnya terkejut
"Saya sudah dapat informasi, bahwasanya Clara akan menemui Melina pagi ini, karena menurut informasi pengawal yang saya suruh ikutin Melina, Melina baru saja tiba bersama adiknya Chintya, dan memesan Villa sebelah"
"Untuk apa mereka bertemu?"
Sekertaris Zack hanya mengangkat bahu
"Biarkanlah, biar dulu Melina mengelabui Clara dulu, biarlah hari ini Melina tertawa bahagia karena sebentar lagi Ia akan sangat hancur dan malu" ucap Tuan Ryan
"Baik Tuan"
"Tapi tetap terus pantau mereka selama berada disini!"
"Baik Tuan Muda" angguk Sekertaris Zack
Segera Sekertaris Zack mengirimkan pesan ke pengawalnya untuk terus memantau mereka dan merekam semua kejadian disana
"Ikut aku" Ryan bergegas berjalan keluar dan diikutin Sekertaris Zack yang sudah mengerti keinginan Tuannya
__ADS_1
Ah sangat bagus pemandangan disini dan sangat sejuk.
Tuan Ryan memandangi lautan biru dan ombak yang menderu di bibir pantai, Ryan memandangi seksama semua yang ada didepan matanya dan tergelayut dengan suasana