Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku

Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku
Bab 38


__ADS_3

"Assalamualaikum" ucap salam Ika ketika sampai dirumahnya


"Waalaikumsalam" sambut Ibu Ika


"Ibu.." Ika langsung berhambur memeluk Ibunya


Saat ini Ika benar-benar sangat merindukan sosok wanita yang ia peluk saat ini. Ibu. Ika memeluk erat-erat ibunya seraya menahan air mata


"Kamu kenapa?" tanya Ibu cemas


"Ah tidak apa-apa, Ika hanya rindu saja" ucapnya dari balik punggung Ibunya seraya mengusap air matanya


"Ibu kira kamu kenapa nak" ucapnya ramah


"Permisi"


"Iya, siapa ya?" tanya Ibunya sopan


Ika melepaskan pelukan dari ibunya


"Oh iya Bu, kenalin ini Nona Clara. anak Pak Surya Bu" ucap Ika memperkenalkan


"Oh iya iya, maaf ya nona, ibu tidak tahu" ucapnya tersenyum


"Tidak apa-apa Bu" ucap Clara


"Mari masuk nona" ucap ibu ramah


"Iya Bu" Clara menurut


"Nona, Ibu. Ika izin masuk sebentar ya mau masukkan koper Ika dulu" ucap Ika


"Iya nak"


Ika pun bergegas menuju kamarnya , Ika melihat sekeliling ruangan.


Ah ayah sudah berangkat sekarang, Firman juga


Seraya melihat jam dinding yang menunjukkan jam 8 pagi. Ika terus berjalan ke kamar, meletakkan kopernya dan duduk sebentar sebelum keluar dari kamar. untung saja waktu dirumah Pak Surya tadi Ika sudah memakai pakaian formal kantornya jadi Ika tidak perlu mengganti pakaiannya kembali


***

__ADS_1


"Nona mau dibuatkan minuman apa?" tanya Ibu Ika


"Tidak usah repot-repot Bu" ucap Clara sopan


"Lagi pula hanya sebentar Bu, setelah ini kita ke kantor"


"Oh iya iya" ucap ibu Ika manggut-manggut


"Kok sepi ya Bu" tanya Clara


"Iya nona, adik lelaki Ika, firman. sudah berangkat ke sekolah jam 6 tadi bareng Ayahnya Ika, nona"


"Kok pagi sekali Bu?"


"Iya nona, kalau tidak begitu nanti firman akan terlambat ke sekolah. kalau tidak berangkat bersama dengan ayahnya, firman akan berjalan kaki menempuh perjalanan yang cukup jauh nona" ucap Ibu Ika


"Apalagi Ayah Ika memulai pekerjaan dari jam 7 harus sudah sampai di kantor untuk mengecek semua barang sebelum di antar ke pelanggan, nona" sambungnya


"Oh iya" Clara manggut-manggut


"Kenapa Firman tidak dibelikan kendaraan Bu untuk keperluan sekolahnya" tanya Clara penasaran


"Wah Nona, kami mana sanggup untuk menambah kendaraan lagi, motor yang dipakai untuk bekerja saja itu masih membayar cicilan, Nona. biaya sekolah firman juga cukup mahal. terlebih sebentar lagi firman akan selesai sekolah dan ia juga ingin melanjutkan kuliah "


"Kalau dipikir-pikir dari pada membeli kendaraan baru, lebih baik uangnya ditabung untuk biaya tambahan untuk kuliah firman nanti, nona. untung saja selama firman sekolah, ia tidak protes dan justru paham dengan kondisi ekonomi keluarga. terlebih lagi Ika juga ikut membantu dengan bekerja untuk menambah penghasilan dan tabungan" ucapnya lagi


Clara semakin terdiam, merasa dirinya kurang bersyukur akan segala yang ia dapat dan rasakan. disaat Clara mengeluh tentang ini itu, diluar sana ada orang yang berjuang mati-matian untuk mendapatkannya. Clara menjadi terketuk hatinya dan merasa ingin membantu Ika, tapi Clara bingung harus bantu bagaimana, kalau bantu secara terang-terangan. Clara yakin, Ika pasti akan menolak dan merasa tersindir akan apa yang dilakukan oleh Clara.


Ah Papa, mungkin aku bisa minta pendapat Papa. ujarnya dalam hati


"Nona, maaf. saya malah bercerita begini dengan nona. maafkan saya nona" ucap Ibu Ika merasa tak enak hati


"Tidak apa-apa Bu"


Clara tersenyum dan tak sadar mengelus punggung tangan ibu Ika seperti memberikan semangat atas semuanya yang dirasakan keluarga mereka.


"Eh maaf Bu" ucap Clara


"Tidak apa-apa Nona" jawab Ibu Ika ramah


Sejenak suasana itu menjadi hening dan Clara justru bingung dan takut-takut bertanya lagi takut membuat tersinggung. tapi saat Ika muncul Clara tersenyum senang dan merasa terselamatkan, karena Clara bingung sendiri untuk membahas topik mana lagi walau hatinya sangat senang dapat merasakan kebahagiaan berbicara dengan sosok wanita yang Clara idamkan sejak dulu. Mama

__ADS_1


"Maaf Nona, sudah menunggu terlalu lama" ucap Ika


"Tidak apa-apa kak, sudah siap?" tanya Clara


"Sudah nona" ucapnya seraya menggenggam tas kerjanya


"Yasudah kalau begitu kita berangkat sekarang kak" ucapnya seraya meraih kunci mobil yang diletakkan dimeja tadi


"Baik Nona" patuhnya "Bu, Ika pergi kerja ya" seraya memeluk Ibu


"Iya, hati-hati dijalan ya nak" mengusap bahu Ika


"Iya Bu" melepaskan pelukannya


"Saya permisi Bu" tegur Clara ramah


"Iya iya nona, hati-hati dijalan ya nona" nasehat yang sama yang diberikan pada Ika tadi diucapkan dengan ramah


"Siap Bu" ucapnya seraya tertawa


Clara dan Ika pun pergi mengendarai mobil yang dikemudikan oleh Clara, ibu Ika masih memandangi mereka pergi sebelum akhirnya kembali sibuk dengan urusannya


***


"Kak, ngobrol sama ibu kakak sangat enak ya" pernyataan Clara memecahkan kebisuan


"Maksud nona?" Ika tak paham dengan apa yang diucapkan Clara barusan


"Ya, seperti yang kakak ketahui. Clara tidak pernah merasakan lagi kebahagiaan bisa bercerita dengan Mama Clara. jadi pas ketemu ibu kak Ika. Clara bisa merasakan kembali bagaimana rasanya bisa berbaur dan bercerita dengan sosok ibu, dan itu membuat Clara sangat senang" ucapnya senang


"Benarkah nona?" Ika tak percaya


"Saya serius kak, Clara sangat senang. lain kali Clara bolehkan datang ke rumah kakak dan bercerita dengan ibu kak Ika?" tanya Clara


Ika tertawa dan tak mempercayai itu


"Nona, kapan pun nona mau datang, pintu rumah saya terbuka lebar untuk nona" ungkapnya


"Benarkah? wah itu sangat menyenangkan sekali" Clara menjawab dengan senang hati


Nona, apapun yang nona inginkan akan saya turuti. lagi pula tidak masalah juga nona sering-sering datang ke rumah, apalagi bisa akrab dengan ibu. setidaknya nona bisa merasakan kasih sayang ibu lagi. mana tahu suatu saat, saat nona sangat merindukan ibu nona. nona bisa datang dan mengadu semua beban. bahkan kalau bisa nona menganggap ibuku sebagai ibu nona juga, saya tidak akan masalah. ucap Ika dalam hati

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2