Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku

Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku
Bab 44


__ADS_3

Sampailah mereka di rumah sederhana milik Ika, disana ibunya sedang membereskan pekarangan dan merapikan beberapa Bunga taman miliknya, ya ibunya gemar merawat dan menanam Bunga yang sangat indah, itu sebagai bentuk kegiatan yang menyegarkan hati dan mata.


"Terimakasih nona dan tuan sudah mengantarkan saya" ucap Ika berterima kasih


"Sudah sepantasnya begitu bukan?" Ryan berbicara


Clara tersenyum mendengar penuturan Kak Ryan


"Nona dan Tuan tidak mampir sebentar?" Ika menawarkan diri


Belum lagi berkata Ryan sudah bergegas keluar dari mobil dan merapikan jasnya, Clara terpelongok melihat tingkah Kakaknya tersebut dan membuat Clara tersenyum sendiri


Jangankan Clara yang terpelongok, Sekertaris Zack sampai mengelus dada menahan kesabaran melihat tingkah laku Tuannya tapi Ika tidak menyadari akan hal itu ia menganggap semuanya hal yang wajar dan terlihat biasa saja


"Ayolah, saya sudah siap" ucap Ryan lagi


"Eh iya Tuan, mari silahkan" ucapnya tersenyum


Ika pun berjalan dan diikuti Tuan Ryan, ya saat mereka berjalan Clara baru saja keluar dari mobilnya


"Hmm dasar kakak, sampai hati ninggalin aku sendiri dimobil" Clara memandangi Ryan yang berjalan mendekati Ika


Tapi Clara tak menyadari Sekertaris Zack menunggunya didepan mobilnya seraya memandang Clara dengan kesejukan. Clara pun keluar dari mobil dan menutup pintu tapi saat menoleh ia baru menyadari bahwa Sekertaris Zack memperhatikannya


"Ah aku kira kau sudah masuk duluan" ucap Clara


"Tidak nona, saya tahu Tuan sedang jatuh cinta jadi aku membiarkannya menikmati dulu, dan aku menemani nona saja sekarang"


Clara terpanah dengan kata-kata yang dilontarkan Sekertaris Zack barusan, ya memang Sekertaris Zack tidak terpaut jauh umurnya dengan Clara hanya berbeda tiga tahun saja, selain masih muda Sekertaris Zack tak jauh kalah menarik dengan Ryan, memiliki postur tubuh tinggi tegap, dada bidang, berkulit putih juga, selain hal itu Sekertaris Zack juga pintar terbukti dari sertifikat yang ia dapatkan saat pelatihan militer, tak hayal banyak wanita juga tergila-gila padanya


Tapi yang Clara tahu dari ia menemani Ryan saat merintis usaha, Sekertaris Zack sudah mengabdi padanya hingga sekarang dan tidak sedikit pula Clara banyak mengetahui sampai saat ini Sekertaris Zack belum pernah kedapatan menyukai wanita, apakah ia menyukai wanita atau tidak? tapi entahlah, yang Clara tahu Sekertaris Zack belum pernah jatuh cinta


"Nona, apa kau melamun?" Sekertaris Zack membuyarkan lamunan Clara


"Eh tidak, tidak. mari kita masuk" ajak Clara


Keduanya pun turut melangkahkan kakinya ke dalam rumah Ika, tampak terlihat Ryan mencoba akrab berbicara dengan ibunda Ika, ya dirumah saat itu hanya ada ibu Ika saja, karna ayahnya pulang kerja sore hari saja, dan Firman selepas pulang sekolah mencoba menjadi guru privat untuk siswa SMP yang pernah ditawari oleh ibu gurunya, dan jelas saja Firman tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu


"Eh nona dan Sekertaris Zack, mari duduk" tegur Ika

__ADS_1


Clara melemparkan senyum dan duduk didekat Ika dan Sekertaris Zack duduk disebelah Tuan Ryan


"Terimakasih nona dan Tuan sudah mau mengantarkan Ika pulang kerumah" Ibu Ika berbicara penuh kelembutan


"Tidak apa-apa Bu, sudah sepantasnya kami yang mengantarkan terlebih saat kejadian itu, Kak Ika sedang bersama saya, jadi saya pun harus tanggung jawab dengan keselamatan Kak Ika" ucap Clara yang menjawab karna takut jika Ryan berbicara yang sebenarnya


"Ya mungkin Ika tidak hati-hati tadi jadinya begini" ucap Ibu memandang Ika


"Ah tidak Bu, dia begitu karna.."


"Tersenggol meja, jadi ya tidak sengaja" potong Ika


Clara menyikut kaki Ryan untuk tidak memberi tahu yang sebenarnya, sementara Ika tersenyum menatap Ryan sebagai tanda jangan berbicara jujur, saya mohon Tuan


Sekertaris Zack yang menangkap pandangan itu pun seolah mengerti apa yang ditutupi, sehingga sengaja Sekertaris Zack terbatuk-batuk


"Ah Tuan, maafkan Ibu lupa menawarkan minuman, sebentar ya Ibu ke dapur" Ibu Ika pun bergegas ke dapur


Saat kondisi sudah aman dan ibu Ika tidak terlihat Clara menceritakan apa yang tidak boleh dibicarakan


"Kakak jangan bicarakan perihal lelaki itu lagi" ucap Clara setengah berbisik


"Kenapa ? bukankah Ibu Ika harus tahu?" ucap Ryan menatap Ika


"Nanti Clara jelasin yang sebenarnya, untung kak Ika tadi sudah memberikan tahu padaku"


"Hmm, Baiklah"


Ryan pun tak membantah ia memandang Ika dengan kesejukan, ia merasa ada masa depan disana, sehingga Ryan juga tak kuasa untuk membantahnya


Saat Ibu Ika sudah kembali, mereka tidak lagi membicarakan perihal lelaki itu dan mencoba menetralisir keadaan saat itu


"Maaf tuan, nona Ibu lama buat minuman, soalnya keluar sebentar tadi" ucap Ibu


"Tidak apa-apa Bu, sudah merepotkan" sambung Ryan


"Ah bisa saja Tuan ini, mari diminum. maaf hanya ada ini saja" ucap Ibu


"Tidak apa-apa Bu, ini saja sudah cukup. Zack minumlah, tadi kamu terbatuk-batuk" ledek Ryan

__ADS_1


Sekertaris Zack tersenyum kecut mendengar itu, dan seolah-olah saat ini Ryan sedang mengejeknya habis-habisan. Ntah mengapa Clara berinisiatif memberikan minuman itu pada Sekertaris Zack


"Silahkan Zack" ucap Clara


Ryan terbelalak dengan apa yang ia lihat, adik kesayangannya bersikap lembut pada Zack, bahkan minumannya juga diambilkan oleh Clara sendiri


"Wah wah, apa-apaan ini" ledek Ryan


"Ehmm" gumam Sekertaris Zack


"Kami tidak ingin mengganggu yang sedang jatuh cinta" ucap Clara setengah berbisik pada Ryan


Ryan tersenyum mendengar ejekan dari Clara itu, tak bisa dipungkiri memang bahwa ia sedang jatuh cinta pada Ika. saat Ryan tersenyum malu-malu itu Ika merasa bahwa Ryan saat itu sangat menggemaskan sekali


"Mari Tuan diminum" ucapan Ibu Ika membuyarkan lamunan Ika


"Baik Bu" Ryan pun menurut dan mengambil minuman dingin yang sudah disediakan dan meneguknya


"Ibu kebelakang dulu ya, kalian lanjutkan saja mengobrolnya" sambung Ibu Ika yang berjalan masuk, pekerjaan yang Ibu Ika lakukan tadi masih belum selesai sehingga ia harus kembali membereskan lagi


"Oh ya bagaimana? apa masih sakit?" ujar Ryan menatap Ika


"Tidak lagi Tuan" ucap Ika yang merasa tak nyaman dengan tatapan itu


"Oh ya Kak, bagaimana dengan lelaki itu?" Clara mengalihkan topik


"Ah mengenai itu, sudah dibereskan Sekertaris Zack" Ryan menoleh pada Sekertaris Zack yang sedang meneguk minumannya


"Benarkah begitu?" tanya Clara memburu


"Ya nona, sudah saya selesaikan" jawab Sekertaris Zack singkat


"Kamu tenang saja Ika, ia tidak akan mengganggumu lagi" sambung Ryan


Ika yang kurang paham dengan ucapan mereka pun seolah-olah mengerti dan mengucapkan rasa terimakasih


"Terimakasih nona, Terimakasih Tuan dan Terimakasih Sekertaris Zack sudah sudi membantu saya" ucap Ika


"Tida perlu begitu kak, sudah sepantasnya bukan kami membantu Kakak" ucap Clara mengelus bahu Ika dengan lembut

__ADS_1


Ika pun tersenyum, dan Ryan sangat menikmati senyuman manis Ika dan itu membuat jantung Ryan berdegup kencang dan rasanya ingin memeluk Ika tapi ia masih menggunakan kesadarannya untuk tidak melakukan hal itu


Bersambung


__ADS_2