Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku

Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku
Bab 19


__ADS_3

Sesampainya di rumah, kepala pelayan sudah menunggu kepulangan Pak Surya dan Nona Clara


"Selamat Sore Pak Surya dan Nona Clara" sapa kepala pelayan ramah


"Sore" jawab Pak Surya


Sementara Clara membuka pintu mobil sembari menenteng tas belanjaan


"Mari Nona biar saya bawakan" ucap pelayan wanita


"Bawalah, ingat jangan ada yang sampai rusak" ucap Clara


"Baik Nona" ucap pelayan wanita tersebut


Clara bergegas berjalan mengikuti Papa, dan sejenak Papa berhenti mengedarkan pandangan


"Apa tadi ada yang datang?" ucap Pak Surya


"Tidak ada Tuan" ucap kepala pelayan


"Clara, kamu masuk dulu ke kamar kamu, Papa ada perlu dengan kepala pelayan"


"Baik Pa" ucapnya menurut sambil berjalan menuju kamarnya


Pelayan wanita juga mengikuti Nona Clara


"Kepala pelayan Joan" ucap Pak Surya


"Iya Pak"


"Mari ikutin saya" sembari berjalan ke taman dekat dapur


"Maaf Pak, ada yang bapak perlukan?" ucap Pak Joan


"Hemm, saya minta tolong kamu. Awasi Nona Melina dan Nona Chintya jika datang kerumah ini, Mengerti?"


"Baik Pak, saya mengerti"


"Oh iya, jangan sampai Nona Clara mengetahui perintah saya ini"


"Baik Pak"


"Yasudah kalau begitu pergilah"


"Baik Pak, saya permisi" ucap pelayan itu sembari meninggalkan Pak Surya


Saat hendak berjalan ke kamar Pak Surya sendiri, Tuan Muda Ryan telah sampai rumah


"Pa" panggil Ryan

__ADS_1


"Ya Ryan, bagaimana?"


"Ada yang perlu Ryan bicarakan ke Papa"


"Sangat penting? yasudah mari ke kamar Papa saja, biar Clara tidak curiga" ajak Pak Surya


Pak Surya dan Tuan Ryan pun bergegas masuk ke kamar Pak Surya dengan diikutin Sekertaris Zack


"Bagaimana? apa yang dilakukan wanita itu?" ucap Pak Surya ketika pintu sudah ditutup rapat oleh Sekertaris Zack


"Maaf Pak dan Tuan, Ini rekaman yang didapat oleh pengawal saya tadi yang membuntuti Nona Clara dan Nona Ika di Cafe Lin tersebut" sembari memberikan ponselnya dan memutarkan rekaman tersebut


"*Kak Melina, bagaimana hubungan kakak dengan Kak Ryan, masih bersamakan?"


"Ahhh, hubungan kakak dengan Kak Ryan sangat baik-baik saja, malahan kita sudah ada rencana untuk menikah"


"Serius? kok Kak Ryan tidak mengatakan itu ya kak?"


"Yahh mungkin saja masih dirahasiakan, tapi nantikan bakal di kasih tau juga sama Kak Ryan bukan?"


"Hmm iya-iya, Clara kira kakak dengan Kak Ryan ada masalah"


"Oh tidak ada sayang, oh ya kamu awasin Kak Ryan, jika ada wanita yang berani dekatin dia kabarin kakak biar dia tau siapa kakak, gatau apa kakak ini calon istrinya, hahaha"


"Hahaha, beres kak, lagian Clara yakin kakak dan kak Ryan saling mencintai mana mungkin ada yang berani macem-macem dengan kak Ryan bukan? apalagi kakak juga teramat mencintai kak ryan, mana mungkin juga kakak bakal selingkuh ya kan?"


"Iya kak, Clara percaya kakak"


"Oh iya, bagaimana kalau kita buat rencana untuk liburan bareng sebelum kamu masuk kuliah, Clara yang nentuin atau kakak juga boleh, kamu bujuk deh kak Ryan biar dia mau ikut, apalagi akhir-akhir ini dia sibuk banget"


"Hemm, bagus juga itu kak, yaudah ntar Clara bujuk kak Ryan supaya mau ya kak"


"Oke Clara sayang, Oh iya seperti cukup lama kita ngobrol disini kakak janji deh lain waktu kita bertemu lagi, kabarin aja kakak ya"


"Oke kak*"


Rekaman itu pun berhenti


"Cihh.. wanita tak tahu malu berani sekali mengatakan akan segera menikah denganku" ucap Tuan Ryan


"Lalu bagaimana cara kamu menghadapi kelicikan Melina, Ryan? Papa takut Clara malah semakin percaya semua kebusukan Melina"


"Hemm, nanti akan Ryan cari cara Pa"


Bergetar pesan dari ponsel Sekertaris Zack, segera Sekertaris Zack lihat, terdapat sebuah rekaman video dari pengawal yang membuntuti Melina


"Tuan, saya ada rencana" ucap Sekertaris Zack


"Apa itu?" ucap Pak Surya dan Tuan Ryan berbarengan

__ADS_1


"Bagaimana jika Tuan Muda mengikuti saja kemauan Nona Clara untuk liburan bareng?"


"Apa kata mu?" ucap Tuan Ryan


"Tenang dulu, baru saja saya mendapatkan sebuah kiriman video dari pengawal yang membuntuti Melina sejak meninggalkan Cafe Lin tadi"


"Lalu?"


"Dalam video itu Melina bertemu dengan seorang lelaki kelihatannya mereka cukup dekat, saya ada rencana.. biarkanlah saya yang menyusun rencana itu, saya yakin dari situ Nona Clara membenci Nona Melina"


"Apa kamu yakin?" ucap Pak Surya


"Saya yakin Tuan, ikutin saja tuan, akan saya beri tahu nanti"


"Hemm, baiklah saya ikutin rencana kamu" ucap Tuan Ryan


"Baik Tuan terimakasih"


"Papa hanya bisa bantu yang Papa bisa, selebihnya kamu yang menjalankan Ryan. Sekertaris Zack, Bapak percayakan semua masalah ini pada kalian"


"Baik Pak terimakasih" ucap Sekertaris Zack sopan


"Yasudah, Papa mau istirahat dulu"


"Baik Pa, Ryan pergi dulu, mari Zack"


"Baik Tuan"


Tuan Ryan pun keluar dari kamar Pak Surya dengan diikutin Sekertaris Zack


"Kamu pastikan rencana ini berhasil"


"Siap Tuan"


"Yasudah, kamu pulang lah. saya ingin dirumah saja malam ini"


"Baik Tuan, jika ada masalah lain panggil saja saya, saya akan sigap langsung"


"Terimakasih"


Tuan Ryan pun bergegas berjalan ke kamarnya, sementara Zack berjalan ke arah mobil dan masuk serta melajukan mobilnya kembali ke apartemennya


Didalam kamar Tuan Ryan langsung menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang


Dasar wanita licik, lihat saja siapa yang akan dipermalukan, aku yakin semua orang termasuk Clara akan membenci mu, dasar wanita jalang tak tahu malu. pekik Ryan dalam hati


Tuan Ryan kembali mengingat kejadian dimana kejahatan Melina dilihatnya dengan mata kepalang, wanita itu berani mempermainkan bahkan memanfaatkan, terlebih lagi Ia berani jalan dengan lelaki lain menggunakan fasilitas miliknya


Dasar Jalang. geram Ryan

__ADS_1


__ADS_2