Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku

Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku
Bab 4


__ADS_3

Setelah selesai makan siang, Ika dan Rina kembali ke Kantornya, saat hendak melangkahkan keluar Kantin, Ponsel Ika berdering. Chat dari Pak Surya


"Ika, saya keluar dengan anak saya, jika ada klient yang ingin bertemu saya, bilang saya tidak ada diruangan dan tidak dipastikan kapan saya kembali" . Pak Surya


"Dari siapa?" Tanya Rina


"Pak Surya Rin" jawabnya


"Oh.. yaudah yuk balik ke kantor, jam makan siang udah mau habis nih"


Bergegas mereka kembali ke kantor, membereskan pekerjaannya kembali, Ika langsung meraih kursinya dan mulai mengotak-atik keyboard komputernya dan meraih dokumen yang ia simpan di lemari kerjanya.


Ia fokus dengan pekerjaannya hingga tak menyadari dari kejauhan Dodi memandanginya terus menerus.


Tiba-tiba Pak Yono (OB) dikantor tersebut menepuk bahu Dodi yang sedari tadi mematung memandangi sesuatu, cukup lama makanya Pak Yono menepuk bahu Dodi.


"Mas?!" tepukan Pak Yono mengagetkan Dodi


"Eh iya" Dodi terperanjak kaget


"Ngapain Mas mematung disini dari tadi" tanya Pak Yono


"Nggak ngapa-ngapain kok Pak" Dodi berlalu meninggalkan Pak Yono yang memandangi Dodi sambil menggelengkan kepala


Dasar anak muda jaman sekarang. ada-ada saja kelakuan, tak habis pikir aku. gumam Pak Yono


Suasana Kantor kembali tenang, semua sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Tak terasa senja mulai menampakkan diri. Ika melihat jam dinding


Wah.. udah sore ternyata, nggak kerasa dan dari tadi aku hanya fokus dengan pekerjaan Ku, dan Pak Surya tidak kembali sedari siang tadi. Gumam Ika


Ika langsung bergegas membereskan tumpukkan berkas yang sudah selesai ia kerjakan, ia menggeliatkan badan menekan jemarinya yang terasa kram karna seharian fokus mengetik


Tak berapa lama berbunyi Ponsel Ika dan langsung meraihnya


Ibu menelfon. Ada apa ya. batin Ika


"Ika.." Bicara Ibu ditelfon


"Iya Bu, Ada apa?" tanyanya


"Nanti kalau pulang jangan lupa belikan Pesanan Ibu, tadi udah Ibu chat tapi gak kamu balas, kamu sibuk banget tadi ya?" Tanya ibu


"Ya lumayan bu, Ada beberapa berkas-berkas yang harus diselesaikan Hari ini, Alhamdulilah udah selesai kok " jawabnya


"Oh yasudah.. hati-hati ya nak kalau pulang, ingat pesanan Ibu" ucap Ibu lagi


"Baik Bu Boss, yasudah Ika pulang dulu ya Bu.. Assalamualaikum" setelah mendengar jawaban dari sebrang telfon , Ika mematikan dan bergegas meninggalkan ruangannya

__ADS_1


Di pintu utama Kantor, Rina sudah menunggu dengan ceriah


"Ika. ." teriak Rina sambil melambaikan tangan


Ika membalas, tak jauh dari Rina berada ada Toni yang sudah duduk dimotornya. Ika buru-buru menghampiri mereka


"Eh Ada Toni" sapa Ika


"Eh Ada Ika juga.." tertawa mereka


"Oh iya Ka, Hari ini aku balik sama Toni, kamu gak papa kan aku tinggal pulang?" Rina menyaut sambil gelisah takut Ika sedih


"Iyaudah gak papa Rin, santai aja, Kan udah dijemput pangeran tersayang" melirik Toni


"Ah bisa Aja kamu.. yasudah kami duluan ya..." lanjut Rina yang langsung naik ke jok motor Toni


"Hati-hati kalian.." sambungnya


"Siap, Kami berangkat ya" pamit Toni


Rina melambaikan tangannya kembali dan disambut Ika


Ika memandangi ke arah mereka sampai hilang bayangan mereka


Ah enaknya jadi Rina, punya pacar pengertian, punya pacar yang saling mencintai.. sementara aku? masih betah sendiri, andai saja ada yang bisa aku cinta. Gumam Ika lirih


Disebrang jalan Dodi memerhatikan Ika lagi, laki-laki ini tak hentinya mengejar cintanya pada Ika yang sudah jelas-jelas menolaknya waktu itu, tapi Dodi tetap bersikukuh untuk terus berjuang mendapatkan cintanya Ika


Tak lama kemudian Bus yang dinanti Ika pun datang, ia bergegas melangkah masuk dan duduk sebelah jendela Bus. Angin yang masuk kedalam melalui jendela menerpa rambut Ika yang menjuntai Indah. Ika merasakan rambutnya dimainkan oleh Angin sore.


Tampa sadar ia mengingat kembali sesosok laki-laki yang ia temui siang tadi. Anak Pak Bosnya. Tanpa tersadar ia tersenyum mengingat itu. lalu cepat ia bergidik membuang pikiran itu


Mikir apaan sih aku . Teriaknya dalam hati


Setelah turun dari bus ia bergegas ke tempat sembako untuk membeli pesanan Ibunya, setelah selesai ia keluar dan berjalan menyusuri taman kecil yang tak terlalu jauh dari rumahnya. Ia bergegas melangkah kerumah.


"Assalamualaikum..." ucap Ika


"Waalaikumsalam" sambut Ibunya


"Bu.. Ini pesanan Ibu" Ika langsung meletakkan diatas meja dapur


"Terimakasih Nak, sudah sana kamu Mandi" perintah Ibu


"Baik Bu" Ika pergi meninggalkan Ibunya yang masih sibuk menyiapkan makanan untuk makan malam nanti.


*******

__ADS_1


Selesai mandi Ika menghampiri Ibunya


"Bu.." panggil Ika


"Iya Nak, Ada apa?" jawab Ibu


"Ayah mana? belum pulang?" ia melihat sekelilingnya tak mendapatin Ayahnya dirumah


"Ayah pergi bapak Dodi antar pesanan, adik ikut sama Ayah buat nemenin" jawab Ibu


"Oh.. iyaudah, Ika Bantu ya Bu" pinta Ika


"Yaudah, kamu potongin itu Tempenya, Ibu mau buat Bumbu Bacem" jawab Ibu


"Wah.. Enak banget itu, tau aja Ibu aku suka apa" senyumnya pada Ibu


Kedua Ibu dan Anak sibuk menyiapkan hidangan hingga adzan magrib berkumandang, tak lama Ayah dan Adiknya kembali pulang.


Mereka bergegas untuk shalat dahulu, setelahnya mereka makan bersama. Ika mengambil Tempe Bacem kesukaanya dan menyantap lahap.


Setelah selesai Ika membereskan makanan dan mencuci piring lalu ikut ngumpul didepan TV, Adiknya juga ikut menonton.


"Gimana kerja kamu?" Tanya Ayah


"Alhamdulilah lancar aja Yah" menyakinkan


"Oh yasudah.. Ayah mau istirahat, soalnya capek banget Ayah hari ini"


Ayah meninggalkan mereka tak seberapa lama Ibu ikut menyusul, Adiknya pun sudah kembali ke kamar untuk istirahat begitu pun Ika.


Hari sudah malam semuanya telah tidur, tapi Ika masih terjaga , ia memainkan ponselnya sebentar, Ada notice pesan, Dodi mengechatnya


"Selamat Malam Ika.. apa kamu udah tidur?" isi pesan Dodi.


"Belum, Ada apa dod?" Tanya Ika


Langsung dibalas Dodi


"Nggak Ada apa-apa hanya ingin chat saja, yasudah ya"


Ika membalas "Iya" .


Dasar aneh..


Ika meletakkan Ponselnya dan meraih selimut, tak berapa lama ia pun tertidur. Ia bermimpi Indah malam itu , mimpi kembali bayangan sekelabat wajah Tuan Ryan dipelupuk matanya. Ia terbangun dan tertegun dengan mimpinya barusan sambil berucap


Apakah Aku sudah mulai merasakan jatuh cinta? aku harap benar adanya.. ahh.. ternyata cukup Indah, tapi bukankah ini terlalu cepat? lagi pula baru sekali bertemu dengannya masa langsung suka? mana. mungkin Lelaki itu juga menyukainya? Hei dasar hati.. emang gak bisa ditebak, tapi ini terlalu cepat sekali. Gerutu Ika dalam hati tapi ia sambil tersenyum

__ADS_1


Ika coba kembali menarik selimutnya untuk tidur kembali, cukup waktu yang lama untuk Ia kembali tertidur. Dan tak terasa Ia pun kembali tertidur..


__ADS_2