Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku

Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku
Bab 12


__ADS_3

"Tuan, apa sekarang perasaan Tuan sudah tenang?" Sekertaris Zack memastikan Tuannya dari kaca mobil


Sedari selesai pesta tadi, Tuan Ryan diam membisu di dalam mobil


"Hemm" gusarnya


"Tuan, jangan lagi dipikirkan hal itu"


"Zack" Panggilnya


"Iya Tuan"


"Aku tak memikirkan hal apapun, aku hanya ingin menenangkan diri" jawabnya


Sekertaris Zack diam tak menjawab keinginan Tuannya, sepanjang perjalanan Tuan Ryan tak mengucapkan satu kata pun, ketika mobil Tuan Ryan memasuki halaman utama Kepala Pelayan buru-buru keluar dan menyambut Tuannya


Sekertaris Zack membukakan pintu, dan Tuan melepaskan jasnya dan memberikan pada Kepala Pelayan


"Dimana Bapak dan Nona?" tanya Tuan Ryan


"Bapak, sudah masuk kamar sedari selesai makan malam Tuan, Nona Clara pun sebaliknya, mungkin sudah beristirahat"


"Hemm, yasudah"


Tuan Ryan membalikkan badan menatap Sekertaris Zack


"Pulanglah, dan beristirahat" ucapnya pada Sekertaris Zack, yang langsung menundukkan kepala


Setelah Tuan Ryan masuk ke dalam, barulah Sekertaris Zack berlalu meninggalkan rumah milik Tuannya dan kembali ke Apartemennya


*****


Setelah selesai mandi, Tuan Ryan mengeringkan rambutnya, Pak Joan mengetuk pintu kamar Tuan Muda


"Ada apa?" tanyanya


"Maaf Tuan, apakah Tuan ingin sesuatu?" tanyanya


"Tidak ada, beristirahatlah"


"Baik Tuan" Jawabnya sebelum menutup pintu kamar


Aaaaa, aku lelah hari ini


Keesokan harinya, Tuan Ryan bersiap-siap merapikan baju dan jasnya lalu keluar makan pagi bersama Papa dan Clara


"Pagi.." sapa Tuan Ryan


"Pagi, sudah mau pergi?" tanya Papa


"Iya Pa"


"Makanlah dulu bersama-sama"


Tuan Ryan pun menurut, semua makan dengan tenang, setelah selesai makan Papa berbicara lagi


"Bagaimana perusahaan mu?"


"Baik Pa"


"Oh iya, sebelum Clara masuk kuliah, Clara ikut Papa ke kantor ya?"


"Ha? Untuk apa Pa?"


"Apa kamu lupa? Papa kan pernah berjanji akan memberikan perusahaan Papa ke kamu kelak"


Clara Diam membisu

__ADS_1


"Pergilah Clara, Biar kamu bisa memulai dari hal kecil dan mengerti" dukungnya


"Tapi Pa, apa tidak terlalu cepat?"


"Sudah saatnya kamu belajar dan memahami, Nanti kamu akan dibantu sekertaris Papa"


"Siapa dia?"


"Namanya Ika, dia kepercayaan Papa. anaknya baik kok, Papa sudah minta dia untuk ajarin kamu"


"Baiklah Pa" Clara menurut


Tuan Ryan diam dan mengingat sosok wanita itu, Yah.. dia orang kepercayaan Papa, aku yakin dia pasti bisa membantu


"Ryan, kamu tidak keberatan kan kalau perusahaan Papa ini jatuh ke tangan Clara?"


"Tentu Ryan tidak keberatan Pa, Clara kan adik Ryan satu-satunya" jawabnya sambil tersenyum menatap Clara "Tenang aja Clara, kamu pasti bisa, kan ada yang bantu kamu"


jawabnya memberi semangat


"Hemm, baiklah kak"


Selesai berbincang, Sekertaris Zack datang menghampiri mereka, Tuan Ryan langsung bergegas bangkit dan meninggalkan mereka


Tak berapa lama kepergian Tuan Ryan, Papa dan Clara pun pergi ke kantor Pak Surya


Sesampainya disana, Ika sudah berada dimeja kerjanya, Pak Surya pun datang dengan seorang wanita yang sangat cantik. Clara.


"Pagi Pak" sapa Ika hormat


"Pagi.. Oh iya Ika, ini anak saya Clara, Clara ini Ika yang Papa bilang tadi"


Keduanya pun berjabat tangan


"Clara untuk sementara akan kesini terus sebelum dia sibuk melanjutkan kuliahnya, bantu dia ya"


Ika menatap Clara dan tersenyum, tetapi Clara hanya tersenyum kecut. Lalu Pak Surya mengajak Clara masuk keruangan


Saat keduanya masuk keruangan, Rina datang menghampiri Ika


"Ika, itu siapa yang dibawa Pak Surya?" tanyanya


"Oh itu, Itu Nona Clara, anak Pak Surya adik kandung Tuan Ryan"


"Wah, cantik banget"


"Iya ya, Kakak dan adik memang dua mahkluk yang sempurna" puji Ika


"Iya"


"Yaudah kamu sana lanjut kerja"


"Eh iya ya" Rina tertawa dan meninggalkan meja kerja Ika


Tak berapa lama Clara keluar ruangan dan pergi meninggalkan kantor


*****


"Permisi Tuan"


Terdengar suara dari luar ruangan


"Masuk!" ucap Sekertaris Zack


Sementara Tuan Ryan duduk di sofa sambil sibuk memainkan ponselnya


"Maaf Tuan Muda, Ini berkasnya"

__ADS_1


"Bawa kemari"


Setelah memberikan berkas, wanita itu pun berlalu


"Tuan ini semua data yang sudah di cek bulan ini, dan hasilnya perusahaan kita menghasilkan produksi yang meningkat"


"Hemm, bagaimana dengan brand kita yang berada di Mall Z?"


"Meningkat pesat juga Tuan" jelasnya


"Hemm" angguknya


"Zack"


"Ia Tuan"


"Sudah kamu cari tahu kerugian kita dalam pangan bulan lalu sudah dapat teratasi?"


"Sudah Tuan, semua sudah beres"


"Hemm, bagus" angguknya lagi tanpa menoleh


Tak berapa lama, terdengar ketukan dari luar ruangan lagi


"Maaf Tuan, di luar ada Nona Clara"


"Nona Clara?"


"Iya Tuan"


"Suruh dia masuk"


Setelah mendapatkan Izin, wanita itu pergi dan menjemput Nona Clara. Setelah masuk Clara langsung menuju Sofa


"Kenapa kamu kesini?"


"Aku hanya ingin melihat-lihat saja, gak boleh?"


"Boleh aja, tapi nanti kakak akan pergi"


"Kemana?"


"Urusan" jawabnya


"Baiklah, aku gak akan lama-lama kok disini kak"


"Baiklah, kamu mau minum apa?"


"Terserah kakak aja"


"Zack"


"Baik Tuan"


Sekertaris Zack segera keluar, tak berapa lama masuk lagi


"Kamu mau lanjut kemana?"


"Universitas disini kak?"


"Oh yasudah"


Tak berapa lama pelayan datang dan memberikan semua pesanan Tuan dan Nona. lalu meninggalkan ruangan Tuan Ryan


Setelah cukup lama disana, Clara pun berencana pulang, tapi setelah keluar dan berada di depan pintu masuk Perusahaan Almanac, Clara menghubungi seseorang dan janjian di sebuah Cafe. setelah sepakat bertemu di Cafe, Clara bergegas masuk mobil dan meninggalkan halaman parkir Perusahaan Almanac milik kakaknya dan melaju ke sebuah Cafe tempat mereka bertemu.


Siapa yang ingin di temui Clara?

__ADS_1


__ADS_2