Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku

Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku
Bab 35


__ADS_3

Pagi-pagi sekali pintu kamar Clara dan Ika diketuk dari luar, Ika terkejut dari tidurnya dan terbangun. kantuk masih dirasakannya tapi sesaat ia telonjak kaget lagi setelah mendengar ketukan yang cukup keras kali ini.


Ika menoleh menatap Clara, walau suara cukup keras Clara tetap tak bergeming dan masih tetap nyenyak dengan tidurnya.


Ah nona, suara sekuat itu saja nona masih saja pulas. Ika menggelengkan kepala


Suara ketukan lagi terdengar, Ika buru-buru turun dari kasur dan beranjak membukakan pintu


"Sebentar" sahut Ika dari dalam kamar


Ika pun membukakan pintu, dan matanya terbelalak ketika mengetahui siapa yang mengetuk pintu dari tadi


"Eh, maaf Tuan" Ika langsung menundukkan kepala merasa kurang enak telah membuat Tuannya menunggu cukup lama dari balik pintu


"Tidak apa-apa, saya hanya memastikan apa kalian sudah bangun atau belum" ucap Tuan Muda


Tuan Muda menatap dari balik badan Ika, terulas senyuman Tuan menatap orang yang sedang tidur di atas kasur tersebut. Ika cukup terpana dengan lelaki yang dihadapannya. hatinya cukup berdegup kencang.


Paras Tuan Muda sangat tampan, memiliki wajah yang sangat bagus berbeda dengan laki-laki yang pernah Ika lihat dari dekat. kulit bersih terawat bahkan tidak ada sedikit pun menempel jerawat atau pori-pori di wajah tersebut.


Selain memiliki wajah yang tampan, Tuan muda juga bertubuh tegap dan berdada bidang. sudah termasuk kedalam golongan pria yang nyaris sempurna dan impian para wanita


"Dari jam berapa Clara tidur tadi malam?" tanya Tuan Muda membuyarkan lamunan Ika


Ika yang melamun terkejut dan tergagap oleh pertanyaan yang dilontarkan oleh Tuannya


"Eh, Nona tidur setelah tak berapa lama masuk kamar Tuan" ucap Ika tergagap


Tuan Muda mengernyitkan alisnya seraya mencerna ucapan Ika barusan.


"Ah maksud saya. Nona Clara tidur setelah perbincangan tadi malam Tuan" Ika mengulang dan memikirkan perkataannya barusan

__ADS_1


Ryan yang mendengarkan ucapan Ika tersenyum tipis seraya menyukai kebingungan milik Ika, kalau sudah bingung begitu Ika malah nampak menggemaskan


"Baiklah, bangunkan Nona. kita hari ini pulang" ucap Tuan Ryan


"Ba..Baik Tuan"


Tuan Ryan pun beranjak pergi meninggalkan kamar itu dan turun ke bawah, menuruni anak tangga lalu kembali duduk di sofa dengan santainya


Ika sudah menutup pintu rapat-rapat setelah Tuan Ryan berlalu. hatinya berdesir, cukup kencang degup jantungnya berdetak. membuatnya sejenak terhipnotis dengan ketampanan seorang Ryan


Lagi-lagi Ika termenung dan menghayal, tak lama Clara terbangun dari tidurnya, ia mendapati Ika sedang bengong, dengan isengnya Clara mengejutkannya


"Wah..." ucap Clara seraya mengejutkan


Yang dikejutkan tak kalah terkejut, Ika menjadi malu dan tergagap, salah tingkah sudah pasti, dan justru terkesan lucu sehingga Clara terbahak-bahak melihat tingkah Ika


"Hayo.. pagi pagi gini ngelamunin apa?" Clara mengawasi mata Ika


Clara menggelengkan kepala mendengar ucapan Ika barusan, Clara tak percaya jelas-jelas ia bangun tadi sudah melihat Ika termenung di kursi dan tak menyadari Clara sudah disebelahnya, kalau tidak dikejutkan Clara pun Ika masih tetap termenung


"Ya deh, jangan melamun kak, ntar kesambet loh" ledek Clara


Merah merona menghiasi pipi Ika, antara malu dan gugup menjadi satu, Ika takut kalau-kalau Clara mengetahui ia melamunkan Kakaknya.


"Oh iya nona, tadi Tuan bilang. kita siap-siap hari ini kita akan pulang" ucap Ika


"Hari ini?" Clara mengerutkan dahinya


"Iya nona"


"Nggak bisa besok gitu ya? barang kita masih banyak yang belum diberesin kak" Clara sedikit protes

__ADS_1


Ika hanya mengangkat bahu seraya berdiri memberikan kursinya untuk diduduki Clara


"Aku harus bilang Kakak, kita nggak bisa hari ini pulang" ucapnya seraya berjalan keluar dan mencari keberadaan Kakaknya


Clara menuruni anak tangga seraya mengedarkan pandangan mencari kakaknya


"Kak, Kak Ryan" panggil Clara


Ryan pun menoleh dan hanya melihat Clara tanpa menjawab panggilan Clara yang memanggilnya dengan kesal


"Kak!" pekik Clara seraya berdiri dihadapan Tuan Ryan


Ryan hanya mengernyitkan dahinya seraya menggenggam tangannya dan tersenyum tipis menyimpan sejuta pertanyaan


"Kak, kenapa kita pulang terburu-buru seperti ini?" tanya Clara kesal


"Memang kenapa?" tanyanya balik


"Kan Clara masih ingin jalan-jalan disini habisin waktu liburan sebelum perkuliahan masuk" ucapnya lagi


"Apa kamu tidak rindu dengan Papa? Papa kan sendiri dirumah, apa kamu tega tinggalin Papa dengan waktu yang cukup lama?" ucap Tuan Ryan


"Apa belum puas kamu berlibur disini?" sambungnya


Clara terdiam dan tak menjawab ucapan Ryan, ia tahu semua ucapan Ryan benar dan lagipula Clara juga sudah merindukan Papa dan tak tega meninggalkannya lama-lama tanpa ada dirinya disamping Papa


"Kamu masih mau tetap disini?" tanya Ryan


"Tidak kak, ya sudah kami berkemas dulu" ucapnya seraya meninggalkan Ryan dan berjalan menaiki tangga tanpa menolehnya


Sementara Ryan menatap kepergian Clara seraya tersenyum, kalau sudah bercerita tentang Papa Clara akan langsung menurut dan tanpa membantahnya. Ryan tahu kelemahan dari Clara yaitu Papanya.

__ADS_1


Ryan menarik nafas dalam-dalam seraya merebahkan diri di sofa dengan santainya


__ADS_2