
"Kakak pesan apa?" tanya Clara waktu sudah berada di cafe
"Hmm, sama aja seperti nona pesan" ucap Ika
"Beneran? baiklah"
Clara memanggil pelayan dan pelayan itu datang menghampiri mereka seraya mencatat pesanan di secarik kertas yang dipegangnya
"Baik Nona, ditunggu ya" ucap pelayan itu seraya berlalu meninggalkan mereka
"Kak nyaman ya cafe disini" ungkap Clara
"Iya nona, apalagi ditambah hiasan klasik dan pancuran air yang seperti danau itu membuat cafe ini asri dan banyak pengunjung" ucapnya sembari menatap para pengunjung yang datang dan memenuhi meja makan dan sebagian sedang antri khusus untuk dibawa pulang
"Ya jelas dong kak, siapa juga pemiliknya" ucap Clara bangga
Ika mengernyitkan alis seolah heran dengan ucapan yang dikatakan Clara tadi
"Kakak kenapa? jangan bilang kakak sedang mikirin siapa nama pemilik ya?" ucapnya menebak dan tertawa
"Masa?" Ika tak kalah sewot menjawab
"Ya pasti Kakak mikirin kan, ya kan. nih Clara kasih tau kak, cafe ini milik Kak Ryan juga. nah konon katanya, kalau nanti Clara sudah megang perusahaan yang Papa pimpin, cafe ini akan di berikan pada Clara kak, wah sangat menggiurkan sekali tawaran Kak Ryan kak" ucapnya panjang lebar
Ika hanya menganggukkan kepala dan selalu merespon setiap ucapan Clara, dalam hati Ika berpikir, sekaya apa Tuan Ryan sampai memiliki cafe dimana-mana pantas saja wanita mana pun yang tergila-gila pada Tuan Ryan selain berwajah tampan juga seorang pengusaha yang sangat kaya.
Obrolan mereka berhenti setelah seorang pelayan datang membawa pesanan mereka dan meletakkannya di meja
"Silahkan dinikmati nona" ucap pelayan itu ramah
"Terimakasih" ucap berbarengan
Clara tak melanjutkan lagi ceritanya, karna ia sudah menikmati makanan miliknya begitupun Ika, mereka terhanyut dalam makan siang mereka, tapi Ika tersedak ketika mendengar perkataan orang yang membelakanginya
Ya, seorang lelaki yang dengan sengaja menyenggol kursi milik Ika, sehingga membuat wanita itu kaget dan tersedak dengan makanannya
"Eh" gumam Ika
__ADS_1
Lelaki yang membelakangi Ika tertawa terbahak-bahak dan merasa tak bersalah dengan apa yang dilakukannya
"Anda siapa?" Ika menoleh menatapnya yang masih membelakanginya
Lelaki itu menoleh dan menatap Ika sinis seolah-olah tidak merasa melakukan kesalahan
"Kamu.." ucap Ika
"Apa!" bentak lelaki itu seketika semua pengunjung berhenti dan menoleh menatap mereka dengan pandangan berbeda
"Kenapa? terkejut?" ucap lelaki itu
Ika tak menjawab dan hanya diam, tapi Clara justru kesal dan geram atas kelakuan lelaki itu dan tak bisa menahan amarah, segera saja Clara menampar lelaki itu
PLAK
Tamparan keras mendarat di pipi lelaki itu, dan lelaki itu tertawa sinis menatap Clara
"Siapa kau? berani sekali kau menamparku!" bentak lelaki itu
"Hah? Apa minta maaf? minta maaf dengan wanita miskin ini!" seringai tawa menghina
"Jangan menghina ! apa derajat mu disini!" Clara semakin tersulut emosi
"Sudah nona, sudah" Ika melerai pertikaian itu
"Eh kau! kasih tau temen kau itu siapa aku! dan kau orang miskin, nggak ada pantes-pantesnya kau makan disini, tempat kau yang pantes itu warung pinggir jalanan sana bukan disini"
"Cukup Rama!" Ika tak tahan dengan hinaan itu
"Haha kenapa? kenyataan kan kau orang miskin! urusin sana keluarga kau yang miskin itu!" hina lelaki itu lagi
Seketika menetes air mata Ika, hinaan itu sangat menyakiti hatinya terlebih lagi ia menghina orang tuanya
Ya, Rama adalah teman SMA-nya dahulu, orang yang sombong dan sok kaya. suka menghina siswa lain, hanya karna ayahnya seorang pembisnis sukses dan memiliki perusahaan yang cukup ternama sehingga membuatnya angkuh dan sombong
Ika dan temannya dahulu acap kali selalu dihinanya, bahkan pernah mencelakai Ika hingga kasus ini berlanjut sampai ke jalur hukum, cuman karna semua bisa dibeli pakai uang, Rama pun bebas dan langsung pindah sekolah yang lebih bagus dan semua tuntutan dari keluarga Ika tidak dihiraukan kembali oleh pihak wewenang
__ADS_1
Sekolah tempat Ika bersekolah dulu adalah sekolah favorit dan sekolah elit, hanya orang-orang yang kaya dan pintar yang bisa sekolah disana, karna Ika pintarlah Ika mendapatkan kesempatan sekolah disana, ya memang Ika anak yang cerdas tapi tak akan pernah terhindar dari hinaan teman siswa lainnya, Rama dan teman segangnya
Mulai dari baju Ika yang kucel dan sepatu yang sudah tak layak hingga fisik Ika dahulu juga acap kali dihina olehnya, sampai Rama berani nekat mencelakai Ika hingga dirawat dirumah sakit beberapa hari karna ulah Rama
Ya, Rama dengan sengaja menabrak Ika yang saat itu hendak pulang sekolah dengan sepedanya, Rama menarik gas cukup tinggi dan sengaja menabrak Ika hingga terpental jauh, untung saja disaat kejadian itu ada saksi yang melihat dan melaporkan kejadian itu
Rama dipenjara tapi tak tahu mengapa Rama bebas dan tidak terdaftar namanya di kantor kepolisian, Ika mendengar hal itu dari temannya yang membesuknya kala itu dan setelah tahu itu keluarga Ika menuntut balik tapi semua itu sia-sia dan semua kasus itu selesai begitu saja tanpa keadilan bagi Ika dan keluarganya
Jangankan membesuk, sepeser pun mereka keluarga Rama tidak menanggung biaya pengobatan rumah sakit Ika, janji yang mereka lontarkan juga hanya bualan saja, justru keluarganya juga ikut-ikutan menghina keluarga Ika dengan amat pedas yang sampai saat ini Ika mengingat perkataan itu, dan tak berapa lama Rama dipindahkan sekolah lain
Ika mengira dulu, setelah kejadian itu membuat Rama kapok dan tak mengulanginya lagi, tapi ternyata semakin parah sekarang, dan kelakuan buruknya tetap tak hilang
"Cukup Rama, apa sih salah aku hingga kau hina aku, apa salah keluargaku?" tangisan Ika mulai merebak
"Salahmu, salah kau itu karna kau itu miskin dan patut untuk dihina" lelaki itu bertepuk tangan
Suasana semakin ricuh, percekcokan pun terjadi. hingga seorang pelayan memberanikan diri menghubungi Tuan Ryan dan memberitahu kejadian yang sedang berlangsung di cafe tersebut, setelah mendapatkan jawaban pelayan itu tersenyum lega di dalam ruangan jauh dari tempat pertengkaran itu
"Jaga ucapan anda Tuan!" kali ini Clara yang tak tahan dengan hinaan lelaki itu
"Anda siapa, perempuan murahan!" lelaki itu menarik tangan Clara
"Cantik juga, berapa bayaran mu!, pasti murah kan. seperti wanita-wanita diluaran sana, hahaha" tawak lelaki itu
"Jaga ucapan anda sekali lagi, lepaskan!" Clara menarik kuat tangannya
"Haha kenapa, jangan sok suci deh" ledek lelaki itu
"Lepaskan nona Clara, Rama!" teriak Ika
"Oh namanya Clara, cantik juga nama kamu. jangan marah-marah dong nanti hilang cantiknya" menyentuh dagu Clara
"Jangan sentuh saya! jangan berani sekali-kali kau menyentuh ku dengan tangan kotor mu itu!"
Keadaan semakin ricuh dan pertengkaran pun mulai terjadi, Rama pun tak habis-habisnya menghina dan merendahkan martabat Ika serta Clara
Bersambung
__ADS_1