
Suasana dicafe saat ini sangat mencekam, sudah tidak ada lagi pengunjung, Sekertaris Zack menyuruh pegawai cafe untuk menutup pintu masuk dan menyuruhnya menutup cafe tersebut dan menyuruh pegawainya semua masuk ke dalam dan menutup pintu supaya tidak bisa mendengarkan perbincangan Tuan
Kini didalam ruangan yang dimana Clara dan Ika duduk tadi, telah duduk Tuan Ryan dengan memegang beberapa berkas yang sudah disiapkan oleh Sekertaris Zack. Ryan membolak-balikkan lembaran berkas tersebut dan melingkarinya
Setelah puas mencoreti mana saja yang diinginkannya, Ryan menyerahkan pada Sekertaris Zack dan Zack menerimanya dengan senyuman sinis penuh kebencian
Kali ini habis riwayatmu, salah sendiri membuat masalah dengan orang-orang terdekat tuan Ryan, apalagi kau berani kasar dengan adik kandungnya. Zack tersenyum licik
Sementara Rama masih diposisinya dengan keadaan setengah bersujud dan menahan sakit akibat pukulan yang dilayangkan oleh Tuan Ryan
Tampak keringat dingin bercucuran dikepala Rama, ia sudah membayangkan apa yang akan terjadi padanya selanjutnya
Aku memohon saja nanti, aku yakin Tuan Ryan akan luluh dan memaafkan kesalahan ku. ia membayangkan hal itu akan terjadi
"Hei kau!" bentak Ryan
Rama mendongak, terlihat Ryan menatapnya muak dan penuh kebencian, nyali Rama pun seketika menciut
"Apa yang telah kau lakukan dengan kedua wanitaku!" ucap Ryan mengontrol emosi
Kedua wanita? Rama berpikir sejenak dan berusaha menebak maksud perkataan dari Tuan Ryan
"Jawab!" bentak Ryan tak sabaran
"Ma, maaf Tuan. saya telah mengganggu kedua wanitamu" ucapnya
"Jawab dengan jelas! kau pasti paham dengan ucapanku!"
Rama terdiam dan berusaha berpikir keras bagaimana cara dia bisa menyelesaikan semua kesalahannya
"Kau! berani sekali kau kasar dengan adik dan calon istriku!"
__ADS_1
Rama kaget dan tertegun dengan ucapan Tuan Ryan, dan merasa seakan hidupnya akan habis hari ini setelah tahu calon istri yang Tuan Ryan maksud adalah Ika, wanita yang ia hina tadi, wanita teman sekolahnya dahulu yang pernah ia lukai
Sekertaris Zack berpaling dan merasa malu dengan perkataan yang diucapkan Tuan Ryan barusan
Hah, calon istri. saya tahu Tuan sedang jatuh cinta tapi jangan gampangan begini menyebut nona Ika calon istri. Sekertaris Zack menarik nafas berat
"Ma maafkan saya Tuan. saya tidak mengetahui kalau mereka adik dan calon istri Tuan, maafkan saya Tuan" Rama beringsut mendekati Ryan dan memegang erat kaki Ryan seakan memohon
"Lepaskan tangan kotor mu itu dari kaki ku!" ucap Ryan lagi
Ingin rasanya Rama menahan tapi ia tak memiliki nyali untuk melakukan itu dan ia pun melepaskan pegangan itu
"Kau bukan kali ini saja melukai Nona Ika, bukan?" ucap Ryan
Rama mundur beberapa langkah, ya Tuan Ryan telah mengetahui segalanya tentang masa lalu Ika dan Rama ini. Rama berputus asa dan merasa tak ada harapan lagi untuk hidup
"Zack" panggil Ryan "Bacakan lembaran yang aku lingkari" perinta Ryan
Sekilas Zack menatap Rama penuh kebencian dan menatapnya dengan sinis
"Rama Aditya Pratama, anak dari seorang pembisnis sukses dan memiliki perusahaan yang cukup ternama, perusahaan Adjipta. sudah beberapa kali Rama memiliki skandal dengan para wanita baik dari waktu SMA hingga sekarang" ucap Zack terhenti sembari menatap Rama yang tertunduk
"Waktu SMA, Rama memiliki skandal dengan gurunya, Ia berani berbuat tak senonoh dengan gurunya dan dilaporkan justru guru tersebut di pecat dan Rama masih bisa bersekolah disana. Beberapa bulan selanjutnya Rama memiliki skandal dengan wanita bernama Putri, Rama melecehkan wanita tersebut, tetapi lagi-lagi tuduhan itu dibantah mentah-mentah dan Rama bebas dan wanita tersebut sampai sekarang mengalami depresi berat. lalu Rama kembali melakukan kejahatan lagi dengan Nona Ika, dimana Rama dengan sengaja menabrak Nona hingga koma beberapa hari dan Rama melarikan diri disaat kejadian berlangsung beruntung banyak saksi mata melihatnya, dan lagi-lagi Rama bebas dari tahanan, dan satu peserpun orang tuanya tidak mengganti rugi biaya rumah sakit Nona Ika dan malah menghina keluarga Nona" ucap Zack seraya menatap Rama penuh kemenangan
Ryan bertepuk tangan mendengar semua penjelasan yang diberikan oleh Sekertaris Zack seraya berdiri mengelilingi Rama dan tersenyum sinis
"Rama, Rama" ucap Ryan "Sudah bosan hidup, Ha? kau pasti tahu aku siapakan. aku bisa menghancurkan segalanya dalam sekejap bahkan membuatnya hilang tanpa jejak"
Rama tak menjawab ia hanya tertunduk dan merasa sangat bersalah, hayalan yang ia bayangkan tadi tidak sesuai dengan perkiraannya, kali ini ia takkan bisa lari bahkan kedua orang tuanya mungkin tidak akan bisa menyelesaikan semua ini
"Apa hukuman yang pantas untuk lelaki ****** seperti mu?" tanya Ryan
__ADS_1
Rama masih diam membisu dan tak menjawab. ia tahu ia bersalah dan tidak melihat dengan baik siapa yang ia ganggu dan usik tadi
"Apa kau tidak mencoba untuk menelfon kedua orang tua mu untuk menolongmu disini?" ejek Ryan
"Oh iya tentu tidak akan bisa menolong mu, Cih.. menyelematkan diri mereka sendiri saja mungkin tidak akan bisa" Ryan tertawa menakutkan
Ya memang Ryan dikenal berhati dingin dan menakutkan jika seseorang mengusik hidup atau menganggu Ryan dan orang terdekatnya, Ryan tidak akan melepaskan orang itu. begitu juga dengan Sekertaris Zack, mereka sama-sama berhati dingin dan menakutkan tetapi entah mengapa banyak wanita tergila-gila pada mereka
"Sudahlah, Zack selesaikan dia. aku tidak ingin melihat atau mendengar lelaki ****** ini lahi, kalau perlu enyah dia dari bumi ini. Oh iya, dan mulai hari ini perusahaan ayahmu resmi bangkrut. selamat menderita dan jatuh miskin!" ucap Ryan seraya berlalu meninggalkan tempat itu
Sekertaris Zack pun membereskan semuanya dengan dibantu pengawal yang sudah sedari tadi menjaga tempat itu, Sekertaris Zack menyuruh para pengawal untuk menyelesaikan semuanya dan ia pun berlalu menyusul Ryan yang sudah menunggu didalam mobil
"Zack, berikan aku ponsel" ucap Ryan setelah Sekertaris Zack sudah berada didalam mobil
Sekertaris Zack pun memberikan tanpa berbicara, ia hanya memandang dan mengamati dari kaca mobil yang langsung terpantul jelas wajah Tuannya.
Tampak Ryan sibuk mencari nomor yang ingin dihubunginya, Ryan pun menelfon dan terdengar sautan dari sebrang ponsel tersebut
"Halo Pak Anton yang terhormat, sudah mendapatkan dan mendengarkan informasi yang sudah dikirimkan oleh Sekertaris saya bukan? silahkan enyah dari negara ini sebelum aku melakukan tindakan yang lebih dari ini!"
Tuan, maafkan anak saya. saya mohon maafkan dia, tolong Tuan jangan lakukan ini kepada kami. saya mohon Tuan..
Telfon tersebut langsung dimatikan Ryan dan memberikan ponsel tersebut pada Sekertaris Zack dengan wajah kesal
"Tuan tidak mencoba menelfon Clara sekalian menanyakan kabar Nona Ika?" pancing Zack
Sejenak Ryan terdiam dan berfikir lalu benar saja ponsel tersebut diraih Ryan lagi dan segera menelepon Clara dan menanyakan keadaan mereka disana.
Sekertaris Zack hanya menggelengkan kepala seraya melajukan mobil meninggalkan Cafe tersebut
Bersambung
__ADS_1