
"Mama........."
Aku berteriak,sambil berlari masuk ke dalam rumah,rasa ingin segera bercerita tentang kabar gembira ini sudah sejak dari angkot tadi meronta di kepala ku,ada rasa tak sabar ingin ku tutur kan semua apa yang terjadi dari tadi pagi.
Mama menyambut ku di depan pintu,,matanya berbinar,,senyum nya lebar..seperti nya mama sudah yakin akan menerima kabar baik.
"Gimana Din,,,kamu Berhasil?"
Tanpa menjawab,aku hanya melabuhkan pelukan hangat dan menitik kan air mata bahagia di bahu mama.
Mama melepas pelukan ku,,lalu menatap ku.
Aku mengangguk,,
Mama kembali memeluk ku,,kali ini lebih erat.
"Alhamdulillah....nak...selamat ya...!!"
**
Malam itu,sungguh seluruh perasaan ku bercampur aduk,,antara bahagia,takut,tegang dan masih banyak lagi perasaan yang menyelimuti hati ku.
Disaat seperti ini,biasanya Ari adalah orang pertama selain orang tua ku yang menyemangati ku..tapi sampai pukul 21.00 tak ku terima kabar darinya.
Aku memeriksa ponsel ku,,untuk meyakinkan ku bahwa tak ada pesan yang terlewat atau telpon yang tak terjawab.
Ternyata benar,,Ari tidak menghubungi ku.
Aku mencoba menelpon nya,,
Tuuuuttt...
Hanya nada panjang saja yang terdengar, lalu di ikuti suara operator yang mengatakan bahwa telepon sedang dalam panggilan lain.
"Ehm...sedang menelpon siapa Dia di jam seperti ini.."
ujar ku menggerutu,
Sejumlah fikiran jelek mulai menari- nari di otak ku,,namun segera ku tepis.
Aku meyakinkan diri,bahwa Ari tidak seperti apa yang aku fikirkan barusan.
Aku memilih mengirimkan pesan.
Ari,kamu dimana?gak ada kabar.
Aku diterima,besok mulai kerja.
Satu menit,,5 menit..10 menit..hingga setengah jam aku menunggu balasan.
Ponselku tetap tak bersuara.
Hingga akhir nya aku tertidur dengan segudang tanda tanya.
Subuh datang,ketika mata ku terbuka,barang pertama yang aku cari adalah ponsel ku,segera ku belalak kan mata ku untuk mengecek apakah ada kabar tentang Ari.
Segera ku buka, ketika aku melihat satu pesan tertera di ponsel ku.
SELAMAT YA SAYANG..MAAF SEMALAM HP DI PINJAM AYAH.
__ADS_1
Tetapi entah kenapa,aku merasa tidak percaya alasan itu.
Apa mungkin ayah nya menelpon di jam yang biasa nya di gunakan orang se umuran ayah nya untuk beristirahat.
Untuk pertama kali di dalam hubungan ini aku tidak mempercayai Ari.
Aku berusaha melupakan semua yang terjadi,bergegas mandi karena hari ini babak pertama dalam dunia baru ku akan di mulai.
Satu jam lebih awal,,aku sudah tiba di depan pos security,dengan penampilan yang tidak biasa.
Aku merasa wajah ku kaku oleh make up yang boleh di katakan,baru pertama kali menempel lebih tebal di muka ku,begitu juga bibir,dengan warna merah terang menyala.
Ini semua memang sudah menjadi peraturan,,dan aku hanya menjalani.
"Selamat pagi pak"
sapa ku pada security yang berjaga,
"Eh..si mbak...perdana kerja nich ceritanya.."
balas nya ramah.
"He eh."
Aku mengangguk dan tersenyum kemudian berlalu masuk.
Di dalam tampak masih sepi..hanya ada beberapa petugas kebersihan yang tengah sibuk membersih kan lantai dan rak- rak di dalam mall.
Aku memilih duduk sambil memperhatikan sekitar.
15 menit berlalu,,pintu masuk karyawan mulai ramai,,terlihat beberapa gerombolan karyawan dan karyawati masuk dengan mengenakan seragam,sangat anggun dan terlihat elegan,,
Aku terus saja memperhatikan mereka lalu lalang di depan ku,melewati ku tanpa ada yang mengusik dan menyapaku.
Mereka seolah tak melihat ku ada diantara mereka.
Sampai ketika,,beberapa orang dengan pakaian hitam putih celingukan di depan pintu,,dan aku tau mereka juga anak baru seperti ku.
Aku berdiri,melambaikan tangan pada mereka,lalu mereka menghampiri ku dan duduk bersama ku.
Hampir setengah jam kami duduk,,seorang staff memanggil kami untuk di beri arahan,
setelah itu akhir nya kami di bagi wilayah,dan mulai belajar pengenalan lingkungan,produk dan seluruh staff yang ada di ruang lingkup kerja.
Kami pun diberi name tag untuk kami kenakan di dada.
Aku di tugas kan di lantai dua bersama 2 anak baru yang lain nya,Mereka bernama Lia dan satunya lagi Nia.
Dilantai dua,kami di kenalkan dengan koordinator lapangan yang bernama Mas Erwin,,dan Spv wilayah yang bernama Pak Hen,dengan mereka lah nantinya kami akan terhubung.
Aku memandang seluruh yang ada di lantai dua,,semuanya adalah pakaian wanita mulai dari usia remaja hingga dewasa,nampak juga merk- merk terkenal terpajang disana,,dan masing- masing memiliki karyawati SPG yang berjaga.
"Oke teman- teman,disini lah kalian akan ditempatkan kan,saya harap kalian cepat berbaur,,bekerjasama dan tanggap,,dan satu lagi..saya harap kalian cepat dalam menghafal produk.karena ini sangat penting,,untuk memudahkan kalian dalam melayani customer kita,,kalian faham??"
Mas Erwin memberikan pengarahan,,
"Faham Mas,,"jawab kami serentak.
"Oke kalau begitu silahkan kalian pengenalan terlebih dahulu,,berkeliling dan memahami lokasi,,serta berkenalan dengan teman- teman senior ya"
__ADS_1
Sambung nya lagi,lalu meninggalkan kami.
Aku memandang orang- orang di sekelilingku,tatapan angkuh muncul dari mata mereka,,tak ada senyum ramah,,apalagi kata untuk menyapa.
Aku menghela nafas,,lalu melangkah mendekati mereka yang sedang menatap ku dengan tatapan aneh.
"Hai..mbak..kenalin aku Dina."
aku menyapa dengan mengulurkan tangan dihadapan mereka.
"Haiii...Dina....,aku Ade"
Salah seorang dari mereka menyambut dengan ramah,,
Ada sedikit rasa nyaman dihatiku,setidak nya ada SPG senior yang berbaik hati mau berteman dengan ku.
Melihat Ade menyambut tangan ku,,satu persatu dari mereka pun akhirnya mau berkenalan dengan ku.
Dari Ade,aku banyak belajar,,dia dengan sabar dan telaten mengajak ku memahami apa- apa saja yang harus aku ketahui dan pelajari.
Saat makan siang pun,,dia menemaniku, menunjuk kan kantin,,mushola hingga memberitahu tempat makan yang murah meriah,sampai- sampai dia juga mengenalkan ku pada penjual gorengan yang enak versi dia.
Sungguh,Ade orang yang rendah hati dan sangat baik meski dia,,kata orang- orang adalah SPG paling senior di lantai 2.
Jam pulang sebentar lagi,karena aku baru..untuk satu minggu pertama,,aku kerja full shift,,dari pagi hingga malam.setelah itu baru akan diberi jadwal dan mendapat libur.
Terlihat para karyawan di lantai 2 sedang bersiap,merapikan dan menghitung stok.Lagi- lagi Ade mengajari ku.
Hingga tepat pukul 21.00,,semua karyawan meninggalkan lokasi,antri untuk absen pulang.
Di depan mall,antrian angkot serta ojek langganan para karyawan sudah menunggu.
Aku yang baru hari pertama,,hanya mematung..bingung harus bagaimana pulang.
Dari jarak sekitar 5 meter,,aku melihat orang yang sangat aku kenal.
"Ari...."
Ucapku dalam hati.
Ari melambaikan tangan nya,dan aku berlari menghampirinya.
"Kok disini??"
Tanya ku heran..
"Buat jemput kamu.."
jawab nya centil
"Ayo naik,,!!"
perintah Ari.
Aku mengangguk lalu segera naik dan kami pun melaju.
Hari yang cukup melelahkan ,,terutama betis ku,,yang terasa begitu pegal dan kebas,akibat sepatu hak 5 cm,,yang untuk pertama kali aku kenakan seharian.
Namun hal itu tak membuat ku menyerah,,semangat untuk menjalani hari esok.
__ADS_1
Bersambung**