Ketika Hati Bicara

Ketika Hati Bicara
Bab 49 Malam Pergantian Tahun


__ADS_3

Satu bulan sudah statusku menjadi karyawan di tempat ini, banyak yang kupelajari dari sini,tentang loyalitas tanpa batas, tentang kerjasama, tentang ketulusan, tentang persahabatan.


Satu hal yang masih belum bisa kupelajari adalah bersahabat dengan Mansyur si Mr. Jutek kutu kupret.


Sampai hari ini, antara aku dan Mansyur belum bisa akur,tatapan sinis masih saja melekat di bola matanya, senyum sadis masih saja menempel di susut bibirnya,belum lagi celoteh- celoteh bernada ketus terus terlontar dari setiap suaranya untukku.


Seperti hari ini,


"Btw....nanti malam jadi ya??"


Pertanyaan Rio pagi ini mengusik semua yang ada diruangan.


"Jadi donk...."


Aku menyahut dari balik ruang info.


Sherly mendatangiku,tergopoh-gopoh.


"Acara nya berlaku gak buat orang lama?"


Tanya nya dengan bibir manyum manja.


"Hhhhh...Gak berlaku mbak..! kami takut beresiko kalau ngajak orang lama,," Sahut Indra cengengesan.


"Loh...resiko??,maksudnya?"


"Kan orang lama...ntar pada masuk angin...kan dah pada tua..hhahhaha..becanda...becandaa..hhhhah"


Indra tergelak.


Sontak sebuah buku tipis melayang tepat mengenai punggung Indra.


"Adoooowww....Ampun..mbak.."


Pekik Indra sedikit lebay.


Kami yang ada di ruangan tertawa,kecuali 1 orang yang tetap fokus dengan tumpukan surat kabarnya.


"Syur...gak bosen berduaan mulu sama koran?"


Sherly menegurnya.


Mansyur menoleh sekilas lalu memalingkan kembali wajahnya.


"Kamu mau ikut malam Tahun baruan gak?"


Sherly kembali bertanya.


"Malas!!!"


balasnya singkat.


Aku sangat tau alasan Mansyur menjawab seperti itu,semua pasti gara- gara aku.


Aku menghela nafas,kemudian berlalu melanjutkan tugas negara yang baru saja dimulai.


Hampir setengah hari,selepas makan siang,Aku melihat segunung tumpukan Buku yang baru saja keluar dari gudang.


Seketika aku mendekat berniat menyusun dan mendatanya.


"Susun yang bener,,jangan asal!!"


Hardik seseorang yang kuhafal nada tinggi itu.


"Aapaan sih??,datang-datang bukannya ngebantu malah ngomel !! Gak jelas!!!"


Aku berlalu dengan membawa setumpuk buku ditanganku menuju rak wilayah tempat dimana buku itu akan Aku letakkan.


Seperti tak puas berdebat,Mansyur menyusulku


"Tuh kan....Asal!!!!,Gak gini !!"


Mansyur terlihat merombak kembali buku yang baru saja kususun.


Melihat hal itu,Aku benar-benar tersulut.


"Kamu Apaan sih??Sengaja nyari- nyari kesalahan aku ya??"


Aku menarik bahu Mansyur menghadap ke arahku.


"Nyari kesalahan gimana?? Orang memang Kamu asal- asalan gini?"


Mansyur menunjuk mukaku.


Secepat kilat aku menangkap telunjuknya menghempaskannya kebawah.


"Jangan pikir,,kamu senior trus Aku bakalan takut,,cukup ya... satu bulan ini Aku sabar"

__ADS_1


Seruku geram.


"Yaa...Aku emang senior...dan kamu....kamu junior yang selalu membangkang,lalu kamu mau apa??"


sengitnya padaku.


"Kamu keterlaluan!!!"


Ujarku tajam sembari mununjuk mukanya dan berbalik meninggalkannya.


Mansyur terlihat melanjutkan kerjanya menyusun sendiri buku-buku sebelum akhirnya Sherly dan teman-teman yang lain datang menyerbu tumpukan buku tersebut.


Hanya aku yang menyendiri,


"Lihat..semuanya..!!! Lihat Dia,,semua orang sibuk,,Dia malah enak-enakan santai menyembunyikan diri!!"


Seruan Mansyur kembali memancing Amarahku.


Aku berjalan mendekat,mendorong dadanya meski tak sejengkal ia bergerak.


"Kamu keterlaluan,,!! Tujuan kamu apa bilang seperti itu?? kalau gak suka bilang!!!"


"Ya!!! Aku gak suka!!!!"


Balasnya cepat.


"Kamu pikir aku suka???Bener-bener....SAKIT JIWA!!!"


Aku menunjuk tepat Di dadanya.


Suasan berubah hening,sampai akhirnya Erwin datang dan membubarkan.


"Hadeehhh...kalian berdua ini...tiap hariiii berantem...ribuuttt gak berkesudahan..damai kenapa??"


"Ogah!!!"


Jawab Mansyur cepat dan berlalu.


Aku hanya menatapnya penuh kebencian.


Sementara Sherly dan yang lainnya menenangkanku.


"Udah ya Din,,biarin aja...Dia emang gitu,dulu Waktu Atik baru masuk juga gitu ya kan Tik?"


Sherly menyikut Atik.


Jawab Atik membenarkan.


Aku hanya tersenyum kecut sembari merapikan poniku yang berantakan.


"Sungguh hari yang buruk"


Umpatku kesal.


Beberapa saat sebelum pulang,


"Ntar jam berapa kalian datang?"


Tanya Candra.


"Pulang kerja ,kami langsung otw deh.."


Sahun Teman- teman shift siang.


"Ya udah,,berarti kita ngumpul nya sekitar jam sepuluh ya.."


Balasku segera naik menuju loker untuk mengambil Tas dan Absen pulang.


Di tangga Aku berpapasan dengan Mansyur yang 5 menit lebih dulu Absen pulang dibanding Aku.


Aku menatap wajahnya dan ternyata Dia pun memandangku sadis,beberapa detik beradu pandang,tak ada ramah yang ada hanya amarah.


Setelah sampai di loker,Aku bergegas mengambil tas dan barang-barangku,absen pulang kemudian berlari turun dengan cepat.


Tiba di pintu karyawan,ternyata Mansyur masih berada disana tengah bercakap dengan salah satu security jaga.


Dia berdiri tepat di koridor,hingga menghalangi jalan.


"Permisi!!"


Ujarku dingin.


Dia menoleh sesaat kemudian menggeser tubuhnya menyamping.


kondisi koridor yang sedikit sempit,memaksa Aku untuk melewati nya dengan jarak yang sangat dekat hingga nyaris menempel.


Harum parfumnya yang begitu kuhafal begitu saja singgah di indra penciumanku yang masih normal tanpa aba-aba.

__ADS_1


"Tumben tak ada drama cekcok"


pikirku dalam hati, rasa tak percaya sempat bersarang diotakku,hingga memaksa Aku kembali menoleh kebelakang untuk memastikan bahwa yang baru saja kulewati adalah si Mr.Jutek kutu kupret.


"Ahh...sial..!! kenapa harus menoleh sih..."


Umpatku dalam hati ketika ternyata Dia memergoki ku sedang menolehnya sehingga membuat kami kembali beradu pandang.


Cepat-cepat Aku memalingkan wajah dan segera berlalu.


Setibanya diluar,Aku menghela nafas dalam-dalam kemudian mendenguskannya kesal. Tanpa kusadari gerak gerikku tengah diperhatikan seseorang diujung parkiran.


Dion sudah stanby nangkring diatas sepeda motor jadulnya.


Dia melambaikan tangan, dan aku menghampirinya.


"Kenapa mukanya gitu Dek?


Tanyanya sembari memberikan Helm.


"Ehm...gak papa..cuma lagi be-te aja"


"Bete?? Sama siapa?"


Tanyanya lagi.


"Gak lah...biasa namanya kerja,udah yuk.."


Aku segera naik ke atas motornya tidak menghiraukan wajah bingung Dion.


Motorpun melaju.


"Yon,ntar malem ikut acara tahun baruan teman-teman kerjaku ya"


Ujarku ketika telah sampai di depan rumahku.


Dion diam beberapa saat.


"Yon...bisakan??mereka ingin kenal kamu"


"Ehm..gimana ya....padahal rencananya Aku mau ngajak kamu keliling- keliling lihat pesta kembang Api"


Jawab Dion.


"Yah...kan pesta kembang apinya pas jam 12..,kita ketempat temanku jam 10."


"Ehm..."


Dion cuma berdehem tak mengeluarkan kata pasti.


"Kok gitu,,bisa gak??"


Desakku.


Dion hanya mengangguk.


"Oke Aku tunggu nanti malam ya,kamu hati-hati"


Lagi-lagi Dion hanya mengangguk kemudian berlalu meninggalkanku.


Di dalam rumah,


"Assalamualaikum Ma..."


Sapaku pada mama ketika melintasi Mama yang tengah menjahit di depan Tv.


"Walaikum salam"


Sahut Mama yang masih melanjutkan jahitannya.


Selesai berganti pakaian,dengan segelas air minum ditangan aku duduk di depan Mama.


"Ma..nanti malam Dina ada acara sama teman- teman kerja,Dina izin ya..."


Ujarku pada mama lalu meneguk habis satu gelas Air minum yang tengah ku pegang.


Mama menghentikan tangan nya yang tengah menjahit.


"Kamu pergi sama siapa Din?"


"Dion Ma.."


"Ya udah. tapi inget jangn macam-macam ya..."


"Siap ma..."


Aku mendekati Mama dan mencium nya.

__ADS_1


Bersambung***


__ADS_2