Ketika Hati Bicara

Ketika Hati Bicara
bab 6 masa- masa terakhir di sma


__ADS_3

"Pagi jeng...."


begitulah sapaan fitri kepadaku dari dulu,mungkin..itu akan sangat kurindukan kelak saat dia tak lagi bersama ku.


"pagiii jugaaaa,"


kami saling merangkul dan memasuki kelas.


Di kelas masih tampak sepi,baru beberapa saja yang datang..ya,karena kemarin baru saja selesai ujian akhir,mungkin hari ini akan banyak anak kelas 3 yang tidak masuk sekolah.karena memangg tidak belajar lagi dan tidak di absen lagi.


Tapi,,bagi ku masa seperti ini lah yang tidak boleh di lewat kan.Bahkan mungkin nanti masa seperti ini akan sangat di rindukan.


Aku banyak mendengar cerita dari orang-orang yang telah lulus dari sekolah mereka,,bahwa mereka sangat merindukan masa - masa sekolah.


jadi jangan buang kesempatan..selagi masih bisa datang kesekolah,kenapa tidak..


tinggal menghitung hari lagi semua akan berakhir☹️


kami berdua duduk di kursi..kemudian,,fitri mengajak ku keluar sekedar berkeliling di sekitar sekolah..


"keluar yuk,,"


aku beranjak ketika tangan fitri menarik ku..


setelah puas berkeliling,kami menepi ke sudut sekolah.


sebuah kantin,tempat ini juga pasti akan sangat kami rindukan..jajanan nya..ibu penjaga nya..semua nya.


sepi sekali sekolah hari ini..


hanya ada beberapa staf guru,penjaga sekolah,ibu kantin dan sedikit murid kelas 3.


murid kelas 1 dan kelas 2 masih libur.


kami memesan mi instan rebus kepada ibu penjaga kantin,lalu aku beranjak ke lemari pendingin,mengambil 2 botol teh dan membukanya.


kulihat fitri sedang mengambil kerupuk yang tergantung..sembari menunggu pesanan kami yang sedang di masak.


"Din,kamu rencana ngelanjutin kemana?"


pertanyaan fitri mengawali obrolan kami pagi itu di kantin.


Ada sedih yang menggantung di dalam hati ku,mendengar pertanyaan tersebut,


karena yang kutahu,,orang tuaku tidak punya biaya untuk menyambung pendidikan ku ke jenjang yang lebih tinggi.


Dalam hati...ingin sekali mengecap bangku kuliah,aku bukan murid pintar..tapi aku juga bukan bodoh,


untuk prestasi,,aku langganan berada di 3 besar peringkat di kelas ku.


"din...."


fitri menggoyang tangan ku..


"melamun ya"


sambung nya...


"ehmm...aku gak lanjut fit.."


ada air mata yang tertahan membuat kerongkongan ku seolah menyempit.🤧


"kenapa din?,,kamu itu pinter..trus cita-cita kamu gimana??bukan nya kamu pingin jadi guru kan?"katanya pingin dalamin bidang sastra??"


"apa jangan- jangan kamu mau merid ya sama ari??!"


terlihat fitri mendelik kepadaku..lalu menodongkan telunjuk nya..


"huss...sembarangan"


"enggak lah,orang tua ku gak punya duit fit..aku gak mau menuntut lebih terhadap mereka..kasian."


fitri terdiam,lalu memegang tangan ku,menguat kan.


pesanan kami datang,,lalu mulai menyantap nya..sebenar nya aku sudah sarapan,,tapi..pingin aja makan di kantin..


setelah selesai,,kami tak beranjak dari tempat duduk..


fitri terlihat mengambil teh botolnya dan menyeruput nya hingga kandas,,muka nya memerah,,sepertinya dia terlihat kepedasan.


aku memperhatikan nya dengan seksama sesekali aku tertawa melihat gelagat nya.


" kamu jadi ke bandung fit??"


"jadi,,tekat ku sudah bulat,pengen kuliah disana..pengen ngerasain jadi pelajar rautauan"


fitri memain kan alis nya seraya tersenyum simpul.


"emang nya kamu dah pandai masak?"


tanyaku menggoda nya.


"ahhh,gampang itu...yang penting ada uang,semua bisa diatur"


kami pun tertawa bersama..


Fitri beruntung...orang tua nya orang berada,,ayah nya seorang pemborong besar yang selalu menang tender..


sudah bisa di pastikan mereka tak pernah kekurangan uang.

__ADS_1


beda sekali dengan keluargaku,cukup untuk kehidupan sehari- hari dan biaya sekolah ku saja sudah bersyukur.


"masuk kelas yuk..."


ajakan fitri membuyarkan lamunan ku..


kami pun berlarian menuju kelas.di dalam kelas..fitri bertanya padaku tentang hal apa yang akan sangat ku rindukan dari sekolah ini..


aku terdiam..


"woy...ditanya malah bengong"


aku menatap nya..


"aku pasti akan sangat merindukan masa -masa bersama mu.."


sembari mencolek hidung bangir milik nya.


fitri tertawa...


"iya ya..gak terasa kita udah gede.."


udah mau lulus sma.


"oh ya..gimana kabar ari??"


dia lanjutin kemana??"


"dia mau buka usaha katanya..gak sanggup kuliah lagi"


penjelasan ku di iringi gelak tawa kami


"oh..ya udah pas donk kalo gitu.."


"apa nya yang pas??


"pas kalo kalian merid...secara arinya dah punya penghasilan,,,"


"gilaaaa ihhh..sembarangan..."


"awwww...ampuuunn"


teriakan fitri ketika cubitan manis mendarat di lengan nya.


"fit,menginap dirumahku ya malam ini..."


pintaku pada fitri.


"ehmm...gimana yaaa??"


fitri seolah berfikir.


"Ayolahhh,,sudah lama loch kamu gak kerumah ku"


"oke deh nanti sore aku kerumah mu".


jawaban fitri,,menciptakan tepuk tangan ku yang sangat kegirangan.


Hari ini..kami pulang sekolah lebih cepat.


begitu sampai dirumah,aku lantas mencari mamaku.


terlihat mama sedang memilih- milih pakaian yang akan di setrika,,


"ma..ma...hari ini fitri nginap disini,nanti sore dia datang"


"oh ya...bagus lah,,sudah lama sekali dia tidak main kesini"


mama ku terlihat antusias mendengar keponakan nya akan berkunjung.


mama menghentikan kegiatan nya..lalu menuju dapur,membuka lemari dan terlihat mencari sesuatu.


"mama mencari apa??"


tanyaku.


mama menoleh ku dan tersenyum..


" mama mau buat cemilan buat kalian,


masak ada tamu mau datang kita tidak menyiapkan apa-apa"


aku tersenyum,lalu meninggalkan mama yang mulai sibuk.


Di dalam kamar...setelah berganti seragam,aku duduk di pinggir jendela..


angin sepoi membelai mukaku,


tiba- tiba terlintas di fikiran ku,jika kelulusan telah usai..apa yang akan terjadi selanjut nya..ada seribu pertanyaan di hatiku yang belum mampu kutemukan jawaban nya.


"ahh...yang pasti,,aku harus mencari pekerjaan"


cuma itu yang saat ini bisa ku ucapkan.


selebih nya hanya nasib yang akan menentukan.


"tapi...apa ada yang akan menerima lulusan Sma sepertiku,,sementara lulusan sarjana yang lebih handal bertaburan di kotaku"


tiba- tiba fikiran ku kembali galau..

__ADS_1


aku berdiri..menghela nafas..lalu perlahan membuang nya.


"seandai nya...papa punya banyak uang...pasti aku tak kan se pusing ini..."


ehm...hatiku kembali ber andai- andai.


"siapa tau..nanti setelah bekerja dan punya banyak uang..aku bisa sambil kuliah.."


aku mencoba menyemangati diri ku sendiri...


teringat kejadian beberapa minggu yang lalu..saat papa dan mama mengutarakan kan fikiran mereka kepada ku..


**sore itu saat aku tengah baring- baring di kamar,tiba-tiba...


tok..tok..pintu kamar ku di ketuk,aku segera membuka nya.Nampak mama yang tengah berdiri dengan raut muka bimbang.


"ada apa ma..??"


tanya ku,


"din..papa dan mama mau bicara,bisa keluar sebentar?papa menunggu di depan"


deg!!..perasaan ku seketika berubah tidak enak..apa yang akan di bicara kan sepertinya serius.


aku mengangguk.lalu berjalan pelan.menuju kursi depan.


Terlihat papa telah duduk tenang disana.


aku kemudian duduk di depan papa,disusul mama yang duduk di sampingku.


"begini nak...ujian mu sebentar lagi..itu tandanya kamu sudah mau lulus sma"


papa membuka percakapan.


aku hanya diam menyimak nya..sesekali mengangguk kan kepala ku.


"kamu harus tau..papa cuma buruh,,tidak memiliki banyak gaji maupun tabungan..harta kita cuma rumah ini dan motor butut papa itu."


aku masih belum faham maksud dari ucapan papa.aku memilih diam tak bergeming.


"papa harap kamu mengerti dan faham,maksud papa..nak,


papa cuma mampu menyekolahkan mu sampai sebatas ini.."


aku mendongak kan kepala mencoba menatap raut muka papa,mencoba mencari keyakinan dari ucapan beliau barusan.


seolah mengerti,,papa mengangguk kan kepalanya..


seperti ada luka dihati ku...


pedih yang tak nampak..lidah ku kelu untuk berbicara walau sekedar mengiyakan.mata ku terasa sangat panas..menahan sekuat tenaga bendungan nya agar tak mengalir..


nafas ku terasa tercekat..sakit sekali.😢


Mama menggenggam erat tangan ku.


Papa terdiam..


lalu..air mata ku tumpah terburai ,,meski telah ku coba menahan..


seketika impian ku pupus..


aku merasa cita- cita ku telah berakhir,,


melihat ku menangis..mama memeluk ku..


sementara papa..berulang kali berucap maaf.


melihat seperti itu..


aku merasa bersalah pada orang tua ku..


aku melepaskan pelukan mama,mengusap air mataku..


mencoba tenang,lalu berkata


"gak apa- apa ma..pa,Dina faham..papa dan mama jangan sedih..dina menangis karna dina kaget..tapi sekarang dina mengerti,,gak kuliah pun gak apa- apa"


aku berkata dengan masih keadaan ter isak.


mama kembali memeluk ku..kali ini dengan air mata.


sekilas nampak papa melepas kaca matanya dan mengusap kedua matanya..**


aku tersadar dari lamunan ku..saat mama mengetuk pintu kamar ku,,


"din...fitri nya udah datang.."


"iya maaaa"


aku bergegas membuka pintu kamar dan berlari ke depan..menemui fitri.


kulihat dia tengah duduk di depan televisi..dengan tas besar..


"mau pindahan bukkkk"


godaku sembari menepak tas ransel yang di peluk nya...


"iya..."

__ADS_1


jawaban fitri mengundang gelak tawa diantara kami.


bersambung**


__ADS_2