
Setelah hampir 2 minggu menanti,akhirnya kabar baik kuterima.
Sebuah pesan singkat masuk tepat disaat aku baru saja memegang ponselku untuk memeriksa.
Pesan yang menyatakan Aku diterima kerja dan besok disuruh mulai masuk kerja.
Merasa tidak yakin dengan pesan yang kuterima, Aku mencoba mengecek langsung dengan menelpon nomor yang mengirimiku pesan.
Beberapa kali di telpon,nomor tersebut sibuk.
Dengan gelisah aku terus mencoba menelpon.
"Kamu kenapa Din?"
Mama menegurku.
"Ini Ma,ada sms katanya Dina besok mulai masuk kerja,"
"Wah..bagus donk..."
Seru Mama.
"Bukannya gitu Ma...tapi kok aneh saja Toko Buku besar,memanggil nya lewat sms,bukan nya menelpon"
"Yah mungkin aturannya seperti itu Din,coba deh kamu telpon"
Ujar Mama.
"Iya Ma,ini juga Dina lagi berusaha nelpon tapi sibuk terus"
"Nanti di coba lagi ya nak..."
"Iya Ma"
Aku meletakkan kembali ponselku di atas meja,dan meninggalkannya untuk Mandi.
Selesai mandi, Aku kembali meraih ponselku dan mencoba kembali menghubungi nomor tersebut.
Dan kali ini,nada tersambung,itu menandakan telpon dariku masuk.
"Halo,selamat pagi dengan Toko buku G,ada yang bisa dibantu.."
Suara merdu dari seorang laki-laki di seberang sana,membuat lega hatiku,itu Artinya Pesan yang kuterima barusan benar dikirim dari Toko tersebut.
"Iya,selamat siang Mas,tadi saya mendapat pesan,apa benar saya diterima bekerja?"
Tanyaku sedikit penasaran.
"*Iya benar mbak,besok silahkan datang tepat waktu"
"Oh,oke makasih Mas informasinya."
"Sama-sama*"
Aku melompat girang dan berteriak puas setelah sebelumnya mematikan ponselku.
Mama tergopoh-gopoh masuk kedalam kamarku, yang kemudian disusul Papa.
"Kamu kenapa Din.. Ada apa??"
Mama bertanya dengan nada khawatir.
Aku menoleh dan segera berlari menghampiri Mama dan Papa,tanpa kusadari aku mengajak mereka melompat,berputar dan menari-nari.
Mama dan Papa yang masih dalam kebingungan hanya pasrah saja mengikutiku menari.
Berkali-kali Aku memeluk Mama dan mencium nya
"ye...ye..ye....lalala..yeyeye..lalala"
Seruku berulangkali,dan setelah kurasa nafasku tersengal,aku menghentikan lompatanku.
"Ma...Dina diterima......."
Teriak ku girang.
__ADS_1
"Alhamdulillah....Din...."
Kedua orang tuaku berucap syukur bersamaan.
Siang itu,kami bertiga benar- benar larut dalam kebahagian dan Mama merayakannya dengan masak masakan spesial kesukaanku dan Papa.
Setelah siap,kami bertiga makan dengan lahap sesekali diselingi candaan yang menghadirkan gelak tawa di ruang dapur sempit rumah kami.
***
Pagi- pagi sekali aku bangun,segera aku mandi dan bersiap untuk hari baik ini. Hari pertama aku mulai kerja lagi, dengan pakaian khas anak baru yang tak lain dan tak bukan seragam hitam putih,aku keluar kamar menuju meja makan.
Mama tersenyum menatap ku,seolah bangga melihat Anak semata wayang nya kini kembali bisa bekerja disini,tak jauh dari mereka lagi.
Ditemani kedua orang tuaku,sarapan sederhana pun akan terasa sangat nikmat.
"Din,kamu diantar Dion?"
Tanya Papa.
"Enggak Pa,dia masuk Malem,belum pulang"
"Terus,berangkat dama siapa?"
kekhawatiran tergambar jelas di raut wajah Papa.
"Naik angkot Pa"
Jawabku santai.
"Eh...jangan-jangan Din,ini hari pertama kamu,,jangan sampai terlambat,,biar Papa yang antar ya"
Bujuk Papa.
"Ah...gak usah Pa,Dina bisa sendiri kok,,"
Aku meyakinkan Papa,namun Papa menggeleng dan bersikukuh untuk mengantarku.
"So sweet sekali cinta pertamaku ini..."
pikirku dalam hati.
Sepanjang perjalanan,aku terus saja tersenyum,ada beberapa kebahagiaan yang membuatku merasa benar-benar beruntung selain aku bisa mendapatkan pekerjaan lagi,menikmati gaji lagi,berkumpul dengan keluargaku lagi dan yang paling manis adalah perhatian Papa yang dari dulu tak pernah berubah,,Dialah cinta sejati dan cinta pertama ku,,Dia adalah,satu-satunya laki-laki yang dengan tulus menyayangi dan mencintaiku tanpa syarat.
Hampir setengah jam lebih,Kami sampai di gedung megah itu, Aku turun dan melepas helmku. Setelah berpamitan pada Papa dengan mencium tangannya,Aku melangkah masuk dengan hati berdebar.
"Din....."
Panggilan seseorang menghentikan langkahku,lalu menoleh kearah suara.
"Rio...keterima??"
Tanyaku antusias.
"Iya,,eh..bukan cuma kita loh Din,," Ujar Rio membuatku semakin penasaran.
"Yang bener?? Siapa aja??"
"candara, Indra sama Riko juga keterima"
"Rida??"
Tanyaku,
"Kayak nya,cewek nya cuma kamu doank"
"Ohh,," Aku manggut- manggut.
Aku dan Rio berjalan beriringan memasuki pintu karyawan.
"Maaf Mbak sama Masnya baru ya??" Sapa petugas keamanan yang tengah berjaga tepat di pintu masuk.
"Iya Mas" Jawabku dan Rio kompak.
"Silahkan langsung ke lantai 4 ya,,"
__ADS_1
"Baik,makasih Mas"
Aku menjawab dengan segera melangkah masuk dan segera menuju ke lantai 4.
Aku merasakan mata-mata semua terfokus pada kami yang mungkin terlihat culun dengan celana hitam dan kemeja putih yang kami kenakan.
Berbanding terbalik dengan mataku yang benar-benar terpesona dengan seragam yang mereka kenakan,menurutku terlihat begitu anggun dan keren.
Sesampainya di lantai 4,
"Nahh...ini mereka baru sampai,,sini kawan..."
Panggil Indra pada kami. Aku membalas dengan senyum,dan segera bergabung.
Tak lama setelah Aku sampai,kami pun di panggil untuk di beri pengarahan.
sepanjang pengarahan di berikan,aku dengan seksama mendengar,memahami bahkan mencatat apa yang harus aku ingat agar tidak terlupa.
Hampir 15 menit didalam ruangan kami pun di pisah menurut bagian,Aku dan candra bertugas di lantai 2, kemudian Indra dan Rio di lantai 3, Sementara Riko di dapuk sebagai tenaga keamanan.
Meski baru beberapa jam saja dekat dengan mereka, Aku sudah memahami karakter masing- masing dari teman baruku ini.
Candra yang menurutku lebih pendiam dibanding yang lain, si Indra yang super kocak dan lucu,,kerjaan nya selalu mencairkan suasana dan membuat ramai,Riko yang super santai sementara Rio, orang yang paling serius dan sepertinya emosian.
Kami bubar jalan menuju lokasi kerja masing-masing.
Begitu tiba di lantai 2,
Aku dan candra berdiri di ujung dekat tangga,masih sepi dan bingung harus apa.
Tak lama setelah kami turun,seorang laki-laki dengan gaya slow dan gemulai turun mendekati kami.
"Anak baru ya?? yuk kenalan dulu yuk sini...sini..." Ajaknya dengan suara sahdu dan kemayu.
Aku dan candra saling pandang kemudian tersenyum geli.
Hatiku segera yakin, bahwa laki-laki ini adalah orang yang sama dengan saat aku menelpon kemarin.
Dia mengajak kami ke meja informasi,kami duduk berhadapan.
"Kenalin ya...nama Aku Erwin,,kalian bisa panggil aku Mas Ewin ya...ini Dina sama candra ya??"
"Iya kak,,eh Mas..."
Candra menjawab dengan kikuk.
Aku hampir tertawa lepas namun Aku tahan.
belakangan Aku tahu,kalau Mas Erwin adalah karyawan bagian Customer servis merangkup informasi,dilihat dari meja informasi yang terdapat nama nya di sisi meja.
"Kalian berdua,,keliling-keling dulu aja,,kenalin wilayah ya..mumpung toko belum buka,,kalian juga gak berdua aja nanti ramai teman- teman datang"
"Iya,makasih Mas.."
Aku dan candra berjalan mengelilingi wilayah yang cukup luas dengan sekat- sekat wilayah bagian jenis buku yang berbeda.
Tak lama dari kami menghafal wilayah buku,
"Hai.....kenalan dunkkkkk"
Aku dan candra menoleh ke arah suara genit nan manja yang baru saja menyapa.
Seorang pramuniaga cantik,tinggi semampai tersenyum manis,
"Aku sherly..."
"Candra"
"Dina"
Dengan bergantian kami bersalaman,
"Kalau nanti kalian kesulitan mencari judul buku,,tanya aja sama Aku ya...nanti,Aku bantu"
"Makasih Mbak"
__ADS_1
Aku menjawab dan di barengi Anggukan dari Candra.
Bersambung***