Ketika Hati Bicara

Ketika Hati Bicara
bab 31 Gelar Anak Rantau


__ADS_3

Kapal mulai bergerak pelan,meninggalkan Dermaga,aku menoleh menatap kaca jendela nampak wajah-wajah pilu di luar sana mengantarkan cinta kasih mereka yang sedang akan berjuang,tak terkecuali kedua sayap dan separuh hati ku yang berdiri terpaku menatap ke arah kapal yang membawa ku.


Aku mendekat kan wajah ku ke arah kaca hingga nyaris menempel,mereka mengangkat tangan dan melambai dengan raut sendu,


aku tak kuasa menahan pilu,air mata kembali jatuh berderai,sebelah telapak tangan ku menempel pada kaca,sementara sebelah lagi tak henti menyeka basah nya kedua belah mata.


Mata ku tak lepas memandang mereka hingga kapal perlahan menjauh,hingga tak nampak lagi mereka dari batas jarak pandang ku.


Aku mencoba menenangkan diri meski hati terus bergejolak pedih.


Aku duduk bersandar,memejam kan mata kedua tangan ku mencoba mengusap titik air mata yang tersisa.


Ponsel ku bergetar,,aku merogoh saku celana ku lalu mencoba memeriksa.


Satu pesan diterima,


Semoga selamat sampai tujuan,,selamat berjuang disana,aku disini selalu menunggu.


aku selalu merindukan mu.


Aku buru-buru membalas pesan Ari sebelum sinyal menghilang seiring melaju nya kapal ke tengah lautan.


Aku pun pasti akan sangat merindukan mu Ri,


tunggu aku,,


aku pasti kembali.


Beberapa menit kemudian,sinyal menghilang,dan benar saja,setelah aku menatap keluar,tak terdapat pemandangan apa-apa kecuali air.


sepanjang perjalanan,musik melow mengiringi kesedihan hati ku dan tentunya semua yang ada di dalam kapal.


Aku memperhatikan orang yang duduk di deretan kursi di samping ku,,sama hal nya seperti aku..mata sembab menghiasi wajah mereka.


Ingin sekali rasanya bertegur sapa,hanya sekedar menghibur diri dari kegalauan yang tengah dirasakan,namun sepertinya bukan waktu yang tepat.


Ku urungkan niat ku,lalu kembali aku bersandar duduk tenang di kursi empuk kapal yang ku tumpangi.


"huuuffttt.."


Ku hela nafas panjang,bayangan lambai tangan Mama,Papa dan Ari kembali berkelebat di otak ku,mata sendu mereka seolah terus memancing ku untuk menyucurkan air mata.


"Permisi...makan siang nya..."


Sapaan seorang pramugari kapal,membangun kan ku,


"Oh..iya..makasih mbak,,"


Jawab ku menerima kotak makan siang dari tangan nya,ia pun tersenyum dan mengangguk,kemudian meneruskan tugas nya.


Tak terasa setengah hari sudah aku berada di lautan,dan aku baru sadar bahwa aku tertidur,


Dengan keadaan perut yang memang keroncongan,aku membuka kotak makan di hadapan ku lalu melahap nya,


tinggal suapan terakhir,aku menoleh ke perempuan yang duduk di samping ku.


Aku baru menyadari bahwa Dia tak menyentuh kotak makan nya,matanya memerah dan sembab,ditangan nya terdapat gumpalan tisu,sesekali ia menyeka lagi sudut matanya yang seolah tak pernah mengering.


Aku buru- buru menyudahi makan siang ku,

__ADS_1


"Kamu gak makan?"


Aku mencoba bertanya,


Dia hanya menggeleng.


"Kenapa?,ini sudah lewat jam makan siang,"


Ujarku hati- hati.


Kali ini ia mengangkat kepalanya menatap ku.


Terlihat ada kesedihan mendalam dari tatapan nya.


"Kenalin..aku Dina"


Aku mengulurkan tangan berniat berteman dengan nya.


"Aku Siska!"


Jawab nya singkat,dengan senyum tipis.


Aku membalas senyum darinya.


"Kamu sudah gak sedih lagi ya,,?"


Siska bertanya kepada ku sambil merapikan rambut nya,


"Sedih,,tapi...ya mau gimana pun harus berusaha kuat"


Jawab ku,kali ini sedikit memutar badan mengarah kepada Siska.


"Ehm...maaf,kalau boleh tahu...kenapa kamu sepertinya teramat sedih?"


"Iya..gak apa-apa,aku pergi sebenar nya bukan semata-mata untuk bekerja...aku pergi juga untuk menghindari masalah."


"Loch..bukan nya masalah harus nya diselesaikan bukan di hindari..iya kan?"


"Iya sih..tapi..aku malas..aku pergi untuk menjauhi pacar ku yang terlalu posesif,karena sifat nya itu,aku merasa seperti di rantai..tak bisa berbuat apa-apa"


"Ohhhh...,lalu apa dia tau kamu pergi??"


Siska menggeleng,


"Lalu keluarga mu?"


"Aku disini tinggal sendiri..ayah ibu ku sudah lama pisah..mereka dengan hidup masing- masing,aku tinggal dengan nenek ku,2 bulan yang lalu nenek ku meninggal,"


Siska tertunduk,


Ahh...sepertinya aku salah bertanya,semua itu membuat siska kembali menangis.


Aku merangkul pundak nya,,menepuk perlahan mencoba menguat kan.


"Ehm...Sis,kita ke atas yuk,,kayak nya diatas seru...tuh banyak yang naik turun"


Aku berusaha menghibur Siska dengan menunjuk ke tangga menuju atas kapal.


Siska mengangguk,

__ADS_1


Sedikit lega di hati ku saat siska tersenyum,di detik yang sama aku seolah menemukan teman baru yang mungkin akan mengisi hari- hari ku di asrama kelak.


**


Langit mulai memerah,aku melirik jam tangan ku yang menunjuk pukul 17.30 wib.


Petang telah datang,menurut penumpang yang berpengalaman selepas magrib biasanya kapal bersandar.


itu artinya,sebentar lagi kapal akan menepi,namun tidak saat ini,,tepian pelabuhan belum kelihatan,mungkin karena cuaca yang lumayan buruk membuat kapal akan sedikit terlambat masuk Dermaga.


Mata ku tak henti menatap ke arah kaca,beberapa kali terlihat ombak menghempas,disertai hujan yang turun sangat deras.


Aku merogoh ke dalam tas yang berada di pangkuan ku,memeriksa sinyal ponsel,masih kosong.


Aku kembali memasuk kan nya.


Tubuh ku terasa sangat pegal,sesekali aku meregangkan otot lengan dan pinggang yang sudah terasa sangat kebas.


Hingga lewat waktu Isya,kapal belum menunjuk kan akan merapat,wajah-wajah lelah sudah nampak dari semua penumpang,ada juga yang menunjuk kan expresi takut jika terjadi apa- apa.


Hingga hampir tengah malam,sayup terlihat kelap kelip lampu dermaga,


seiring riuh nya suara penumpang berucap syukur,sesaat lagi kapal akan menepi.


"Huufftt...akhirnya tiba.."


ujarku pelan dengan nafas lega.


Semakin dekat,,semakin jelas terlihat,tempat yang begitu indah,nampak ramai orang menunggu kedatangan para penumpang,menyambut dengan suka cita sanak keluarga,yang mungkin ada di salah satu penumpang rombongan calon tenaga kerja.


Satu persatu kami turun,lalu berkumpul untuk di data ulang.


Setelah pendataan selesai,sebuah Bus besar membawa kami berlalu dari pelabuhan,yang belakangan aku tau bahwa kami semua menuju asrama Perusahaan.


Tepat tengah malam,Bus berhenti.Aku dan rombongan turun,


Sungguh pemandangan yang belum pernah sama sekali aku jumpai di kota ku.


gedung 4 lantai dengan banyak pintu,balkon yang menghadap ke jalan.


bisa di bilang seperti rumah susun namun penampakan nya lebih rapi dan teratur,bukan cuma 1 gedung,,melain kan puluhan atau mungkin ratusan,saling berhadap-hadapan.


Aku untuk yang pertama kali menginjak kan kaki ke pulau yang terbilang maju,begitu terkagum-kagum menatapi pemandangan di depan ku.


Kami menepi,setelah diberi pengarahan,serta serah terima kunci tak lupa jatah makan malam,kami berjalan menuju Asrama.


Sepanjang jalan menuju Asrama yang ternyata terletak di lantai 3,kami seolah menjadi pusat perhatian karyawan- karyawan penghuni Asrama yang kami lewati,mungkin karena penampilan kami yang kampungan untuk ukuran anak kota seperti disini yang terbilang gaul dan keren-keren.


Lumayan ngos- ngosan untuk ku yang belum terbiasa,ditambah dengan mengangkat sendiri tas koper yang berisi pakaian.


Begitu sampai di Asrama,sebuah Ruangan yang cukup besar untuk menampung 16 kepala,dengan 8 tempat tidur bertingkat 2,ruang makan yang luas,dapur yang luas serta terdapat 4 kamar mandi,tak sampai di situ,fasilitas yang kami dapat lumayan lengkap.


Aku duduk di atas tempat tidur,kemudian segera merebahkan diri sejenak,sekedar melepas lelah sebelum memulai membenahi kamar,dan menyusun pakaian kedalam lemari.


Baru saja aku memejamkan mata,kembali aku membuka mata mengurungkan niat awal ku untuk rebahan,aku mencari ponsel ku,mencoba menghubungi orang tua ku,sekedar mengabarkan aku telah sampai dengan selamat,alih-alih menelpon tenang,aku malah kembali tersedu sedan ketika mendengar suara mama yang terisak.


Aku mengakhiri telepon ku,kemudian memilih mengirimkan pesan,begitupun kepada Ari,


Namun sepertinya Ari sudah tertidur,sebab tak membalas pesan ku yang aku kirim menjelang Dini hari.

__ADS_1


Setelah selesai membereskan barang-barang ku,aku bergegas beristirahat,mulai hari ini aku resmi menyandang gelar anak rantau.


Bersambung**


__ADS_2