Ketika Hati Bicara

Ketika Hati Bicara
Bab 40 Mengulang kenangan


__ADS_3

Sudah lewat tengah malam,namun mata tetap saja enggan terpejam,bayang 2 lelaki itu seolah sengaja menggodaku.


Seperti 2 sisi yang berbeda,Aku berada di persimpangan,antara ragu dan kebingungan bersatu menghempaskan aku kedalam rasa yang tak ku mengerti.


Ari adalah masa lalu,yang kini kembali hadir menawarkan rasa menjawab rindu yang mampu membuatku larut dalam semua kenangan dahulu.


Sementara Dion,aku merasa beberapa kali pertemuan dengan nya secara tidak sengaja dan tanpa disangka adalah takdir dan bukanlah kebetulan.


Dan kini...mereka berdua tengah mengacak hati dan pikiranku.


Ari yang manis dan penuh kehangatan seperti berbanding terbalik dengan Dion yang Kaku,cuek dan dingin.


"Benarkah mereka mencintaiku tulus?"


Ujarku lirih.


Aku menatap dinding kamar ku,masih terpajang potret Ari yang sedang tersenyum seolah menatapku,aku mendekati dan meraih nya.


Kuraba bingkai kaca itu,


"Kenapa kamu mesti hadir lagi Ri,,apa tujuanmu?apakah ini permainanmu lagi,,tapi kenapa hatiku tak bisa menolak tawaran rasa darimu?"


Bincangku pada gambar bisu itu.


Seketika air mataku menetes tepat jatuh diatas gambar yang sedang tersenyum itu.


Sementara terhadap Dion,kenapa masih ada ragu yang cukup besar dalam hati ini,seolah belum yakin bahwa aku bisa mencintainya,bahkan setelah bertemu,mengapa hati semakin merasa jauh,,hambar seolah tak ada rasa.


Menjelang dini hari,aku mencoba memejamkan mata,hingga tanpa kusadari entah di menit ke berapa akupun tertidur.


***


Akibat begadang hampir semalaman,alhasil sudah hampir jam 10 pagi,aku masih berada di tempat tidur,masih malas untuk beranjak apalagi untuk mandi.


Di ponselku,kudapati banyak sekali miscall dan pesan,semua miscall dari Dion,,


Begitupun pesan,semua pesan dari Dion yang berisi ucapan-ucapan yang menurutku klise,terlalu sering Dion mengirimiku pesan yang sama,tapi eeeittt,,tunggu..tunggu...ada satu pesan dari Ari.


Mataku terbelalak lebar,rasa kantukku menghilang secara tiba-tiba.


"Sayang...sore aku jemput ya,,aku ingin ajak kamu mengulang kenangan"


"Hahh.....!!!!Apa-apaan ini,,kenapa makin gini"


Aku membanting ponselku di tempat tidur.


Sejenak aku berpikir,memutar bola mataku,mengernyitkan dahiku,mengkatupkan bibirku,mencoba mencari solusi terbaik.


Beberapa menit berlalu,akhirnya senyumku terkembang,,,


"Mengulang kenangan????kenapa enggak???"


Aku berseru sendiri,kemudian memeluk guling ku gemas,serta menjatuhkan kembali tubuhku diatas kasur sembari memejamkan mata dan tersenyum sumringah.


***


Seharian gak mandi,,membuatku tak keluar kamar seharian kecuali makan siang.


Melirik jam yang hampir menuju ke angka 3,


"Ehmmm.....katanya Dia mau jemput Aku jam 4,okelah kalau begitu sekarang saatnya siap-siap."


Kusambar handuk yang tergantung di belakang pintu kamar,dengan bersenandung riang aku berjalan ke arah kamar mandi.


"Loh...mau mandi juga akhirnya Din??"


Ledek Mama yang melihatku menenteng handuk.


"Hahahaa,Iya Ma..Dina mau keluar"


"Kemana?"


"Mau jalan aja Ma nongkrong"


"Sama Dion??"


Deg!!


"Dion??"

__ADS_1


Seperti tersentil,tiba-tiba Aku mengingat Dion..


"Ehm..bukan Ma,,sama Ari"


Aku segera mempercepat langkahku masuk kekamar mandi,segera kunyalakan kran untuk menghindari introgasi lebih detail dari Mama,yang sepertinya berada di kubu Dion.


Selesai mandi,dugaanku benar aku begitu kaget ketika masuk ke kamar,Mama telah menungguku di dalam.


"Loh...Ma,,kok disini??"


"Din,,sebenernya hubungan kamu itu sama Dion gimana??,kok kamu deket lagi sama Ari,bukannya kamu bilang hubungan kalian sudah selesai dari lama ya?"


"Ehm..Gak tau Ma,Dina juga bingung..jujur Dina belum yakin sama hati Dina sendiri,,masalah sekarang dekat lagi dengan Ari,,kita cuma temenan kok Ma"


"Din,,Mama gak larang kamu mau dekat dengan siapa,temenan dengan siapa,pacaran dengan siapa,,tapi...kamu juga harus bisa jaga perasaan orang lain ya Nak.."


Aku hanya tersenyum dan mengangguk menanggapi nasehat Mama yang kemudian keluar meninggalkanku.


Sambil memutar lagu band kesayangan,Aku bersiap,sesekali bibirku turut bernyanyi mengikuti lantunan lagu yang sedang kudengarkan.


Setengah jam,Aku keluar dari kamarku dengan mengenakan jeans belel,kaos oblong biru muda,serta tas kecil yang ku selempangkan di bahu,tak lupa sepatu andalan.


Tinn...tinn...!


klakson yang sangat ku hafal,


"Ma..itu Ari udah datang,,Dina pamit ya"


Mama mengantarku keluar,


Tiba di depan pintu,Ari segera mengulurkan tangan nya pada Mama,


"Ma...Ari izin ngajak Dina keluar ya.."


"Hati- hati ya Ri,,jangan sampe kemaleman"


"Iya Ma..."


Selesai berpamitan motor kami melaju,sepanjang perjalanan,kami mengobrol santai meski harus saling teriak,yang diselingi tawa,karena beberapa kali aku kebablasan mentoyor helm yang Ari kenakan karena ia tak mendengar omonganku.


Sungguh seperti tak pernah terjadi apa- apa sebelumnya,bahkan aku seperti menemukan kembali jiwaku yang sempat pergi.


Tanya Ari seraya meminggirkan motor nya ketepi jalan.


"Ehm...enak nya kemana??"


Aku balik bertanya.


"Dulu..kalo sore gini biasanya kitaaaaa....."


Ari diam sejenak,


"Ke taman kota!!!"


Aku dan Ari menjawab berbarengan dan kompak,yang membuat kita saling pandang dan tertawa.


"Setelah itu,,kita nonton balap motor...malem nya kita makan dibakso solo rasa!!"


Lagi-lagi Aku dan Ari berbicara kalimat yang sama,


"Pulang nya muter-muter lewat jalan yang paling jauh..hahaha"


Ari melanjutkan kata-katanya.


"Biar apa coba???"


Tanyaku


"Biar lebih lama berduaan di motor sama kamu...hehehe"


"Hemmmm....dasar!!!"


"Oke...lanjut ya....lets goooooo!!!"


Ari kembali menyalakan motornya,dan kami menuju taman kota.


Sesampainya di sana,kami memilih duduk di bangku taman dekat dengan air mancur,tempat yang sama yang sering kami datangi dulu.


"Sayang...tunggu ya..."

__ADS_1


Ari meninggalkanku dengan berlari menuju suatu tempat.


Tak lama berselang Ari kembali dengan 2 batang jagung bakar pedas manis dan 2 botol minuman soda.


"Nih....spesial aku pesan buat kamu"


Aku menerima nya.


Cerita-cerita santai mengalir begitu saja menghabiskan sore yang kini berganti senja,,


"Ehmm...Ari,,aku boleh nanya...."


Aku membuka obrolan serius padanya.


"Apa,,kok kayak nya tegang banget?"


"Ehmm...tentang...."


"Eiittt...tunggu..tunggu,,ntar aja nanya yang berat-berat nya ya....kita nikmati dulu sore ini"


Ari memotong omongan ku sebelum aku sempat menyelesaikannya.


"Huffttt..."


Aku menarik nafas panjang bernada kesal.


"Eh...tu kayak nya balapnya udah mulai...yuk"


Ari berdiri dan menarik tanganku.


Aku yang kesal,hanya bisa mengikuti nya.


Hingga acara balap selesai,dan kami beranjak dari taman kota.


"Sekarang...saat nya kita isi bensin hehehe"


Ari kembali menarik tangan ku,memasangkan Helm di kepalaku.


Kami menuju ke tempat kenangan berikutnya.


Tiba di warung bakso,hari sudah mulai malam,sembari menunggu pesanan datang,Aku kembali membuka percakapan dengannya.


"Ari..sebenernya...hubungan kamu sama Heni gimana?"


Ari yang baru saja ingin menyeruput minuman di depan nya mengurungkan niatnya.


"Aku...ehm...kami...baik-baik saja"


Mendengar penuturan nya barusan,membuatku menarik diriku untuk duduk sedikit tegak.


"Oh...lalu,,saat ini..apa Heni tau?


Tanyaku coba menyelidik.


Ari menggeleng.


Lagi-lagi aku menarik nafas panjang.


"Kamu gak bisa seperti ini Ri,,itu sama saja kamu mempermainkan Dia..itu sama saja kamu sedang latihan untuk selingkuh!"


"Lalu...apa bedanya dengan kamu??Apa Dia sekarang tau kalau kamu lagi sama Aku??"


Aku terdiam mendapat jawaban seperti itu,aku tak menyangka Ari akan membalikkan omongan itu ke Aku.


"Kenapa Diam??Din,kita tak perlu membohongi diri kita bahwa kita sebenarnya masih saling merindukan,hanya saja kita terjebak di situasi yang salah..mereka hadir diantara rindu kita!!!,,apa kamu sadar...bahwa mereka hanya pelampiasan hati kita yang sedang terluka,,dan itu bukanlah cinta.."


Ari meraih tangan ku,menggenggam dan mengusapnya pelan.


"Din,,beri aku waktu..untuk bisa meyakinkan kamu bahwa kita ini satu"


Aku hanya diam.


"Udahlah,,jangan rusak malam ini dengan hal yang membuat kita ribut,yuk makan"


Ari menyodorkan bakso pesanan kami.


Setelah selesai,kami pulang dengan saling diam,Ari mengendarai motor dengan sangat pelan,seolah tak mau waktu cepat berlalu.


Begitupun dengan Aku,yang sebenarnya masih ingin bersamanya lebih lama lagi,menikmati kenangan demi kenangan yang pernah terukir disini.

__ADS_1


Bersambung***


__ADS_2