
Keesokan harinya,entah apa yang membuatku ingin cepat- cepat berada di tempat kerja,
"Ehm...jangan bilang Aku ingin segera bertemu Mansyur...Ah....tidak!! "
Kenapa pikiran itu yang pertama kali melintas.
Akan tetapi,dari semalam,Aku memang memikirkan Dia,mengingat kejadian Di Gudang dan ruang info kemarin,,apa yang sebenarnya terjadi.
Hari ini,,lagi- lagi tak kujumpai Dion di teras rumahku,apa benar Dia secepat itu move on dariku? diponselku juga tak ada tanda- tanda Dion mencoba menghubungiku.
"Ahh..Dion terlalu datar..baguslah jika Dia tak bersamaku"
Ocehanku dalam hati sebelum akhirnya aku berangkat kerja dengan Bus.
Sesampainya di tempat kerja.
Aku tergesa masuk,dan segera Absen.
"Busyett....dikejar hansip Buk??"
cicit Indra dengan mata membulat.
Aku hanya menanggapinya dengan senyum sesaat kemudian berlalu turun ke lantai 2.
Indra mengejarku dan mencekal lenganku.
"Woy...Jona.....Aneh banget sih....What happen teman, cerita donk..cerita??
Indra terlihat sedikit cemas.
"Hahaha....Gak papa...beneran...cuma pengen buru-buru aja"
Jawabku dibalik senyum palsu.
"Ada yang mencurigakan,seperti ada bau- bau kebohongan"
Indra mengelus-elus dagunya sendiri"
Dengan cepat Aku mengusap wajahnya.
"Ih...Apaan sih..udah ah..bye..."
Aku meninggalkan Indra.
Tiba di lantai dua,mataku terbelalak melihat Mansyur sudah ada di wilayahnya.
Dia terlihat tengah duduk di lantai,sesekali kepalanya terlihat melongok ke laci bawah rak,tangannya merogoh sesuatu.
Aku semakin penasaran,perlahan Aku mendekatinya secara diam-diam berjalan diantara rak- rak buku.
Dari jarak 2 meter,Aku bisa menyaksikan keringatnya mengucur,hingga baju yang ia kenakan pun telah basah di beberapa bagian, wajahnya kaku,tangannya sibuk membolak-balik kertas didepannya.
Hatiku semakin bertanya-tanya,dan yakin pasti Dia tengah bermasalah.
Brukk !!!
Tak sengaja tanganku menyenggol buku di sampingku,membuat Mansyur menoleh kearah sumber bunyi,dan menyadari ada aku disana.
Tak seperti biasa,yang biasanya segera menggelegar jika ada celah untuk memakiku, tapi kali ini tidak, dia hanya diam, tatapannya Dingin,namun kali ini tatapan itu hampir membuatku keras membeku.
Aku mengambil buku yang terjatuh dan kembali meletakkan pada tempatnya,sementara Mansyur kembali memalingkan wajahnya sibuk dengan dunianya kembali.
Tak lama berselang,
Mas Jek,petugas gudang dengan 2 orang asistennya turun,menghampiri Mansyur yang masih sibuk.
"Gimana??udah ketemu fisiknya?"
Tanyanya
"Belum Mas,beneran Gak ada kok..udah aku cek satu- satu..dan aku yakin gak ada yang lewat"
Mansyur menjelaskan.
Aku diam-diam menguping pembicaraan mereka.
"Lantas bagaimana bisa di data menggantung segini banyak nya?!"
__ADS_1
Suara Mas Jek terdengar sedikit memekik.
"Itu juga yang Aku bingung Mas..kok bisa..pasti ada yang salah"
"Loh...maksud kamu kesalahan pada kami memasukkan Data??!"
"Bukan...bukan itu maksudnya Mas"
"Pokoknya,cari sampai dapat bila perlu..cek sampai ke atas"
Perdebatan panas mereka berakhir dengan berlalunya Mas Jek meninggalkan Mansyur.
Aku mengernyitkan dahi,,mencoba mencerna perbincangan mereka tadi.
Namun sayang,sama sekali tak bisa kutarik sebuah kesimpulan yang masuk akal.
Baru saja Toko dibuka untuk umum,tiba- tiba seluruh karyawan lantai 2 dipanggil ke atas,
"Mas..kenapa ya..kami semua disuruh keatas??"
Atik mencoba mencari tahu.
"Mau di kasih bonus tahun baru mungkin..hehehe"
Sherly menjawab cepat.
"Kalian mau disidang!!"
Seru Erwin,yang membuat tegang kami semua.
"Sidang?? Sidang apaan sih..duh Mas..jangan nakutin donk..kok tiba-tiba Aku nervous...sumpah!!"
Sherly merengek memegang tanganku.
Mansyur tanpa menyapa dan bertanya,menerobos kami dan berjalan cepat meninggalkan kami.
"Udah..jangan banyak tanya..buruan naik,,ntar malah tambah dimarahin!"
Mendengar ujaran Erwin barusan,setengah berlari kami naik menyusul Mansyur.
Sherly mengetuk ruang meeting,
"Masuk!"
Terdengar suara berat yang sepertinya sedang tidak ramah dari dalam.
Sherli mendorong pintu dan segera masuk kedalam diikuti Aku dan Atik,dan ternyata didalam Mansyur telah duduk dengan tegang.
"Selamat Pagi Pak"
Sapa Sherly pada Pak Ori, Beliau adalah supervisor Data entry.
"Pagi! silahkan duduk!"
Kami segera duduk di sofa yang ada diruangan tersebut,dan aku tepat bersebelahan dengan Mansyur.
Sesaat kami saling pandang.
"Selamat pagi rekan-rekan semua!"
"Pagi pak,."
Sahut kami serempak.
"Apa kalian tahu,kenapa pagi ini kalian dikumpulkan disini untuk meeting dadakan?"
Tanya Pak Ori tegas.
Kami saling pandang kemudian menggeleng bingung kecuali Mansyur yang tetap bergeming menunduk.
"Baik..silahkan kalian melihat slide di samping!"
Pak Ori menunjuk layar yang menayangkan data.
Mata kami tertuju pada layar,masih dengan tatapan bingung.
"Sampai disini kalian paham?"
__ADS_1
Lagi- lagi kami menggeleng penuh tanda tanya.
"Ini adalah data untuk penjualan Wilayah majalah dan tabloid. Dan coba kalian perhatikan Data yang Saya lingkari,itu jelas tidak ada transaksi penjualan sama sekali,,namun barang dengan ID tersebut tidak pernah masuk dalam data retur! kalian tahu...itu artinya barang tersebut Hilang!!,dan itu bukan satu atau 2 exemplar,melainkan lebih dari 100 eksemplar dengan berbagai macam judul!!"
Pak Ori berbicara dengan nada tinggi dan berapi- api.
"Silahkan untuk pemegang wilayah,untuk bicara apa yang terjadi?"
Sambung Pak Ori,Matanya lurus menatap Mansyur,seolah siap menerkam mangsa.
Glek !
Aku menelan ludah tegang,Mataku dan semua terfokus pada mansyur menunggunya berbicara.
"Selamat Pagi Pak Ori dan semua rekan- rekan..,untuk masalah ini Saya selaku penanggung jawab wilayah sudah berkali- kali memeriksa,bahwa benar tidak ada fisik majalah yang tertinggal retur di wilayah,Saya juga merasa bahwa Saya tidak lengah dalam proses retur,dan selalu tepat waktu"
"Lalu bagaimana bisa terjadi data eror seperti sekarang??!"
Potong Pak Ori cepat.
"Untuk masalah ini,bisakah Bapak memberi kan data tanggal yang lebih lengkap Masuk dan proses retur barang?"
Tantang Mansyur dengan kepala tegap.
"Oke tunggu sebentar.."
Pak Ori kembali ke layar laptopnya untuk mengakses tanggal barang.
Beberapa menit kemudian dilayar muncul tanggal proses input datang barang.
Terlihat Mansyur menarik nafas panjang kemudian mengangguk,terlihat dia membolak balik nota retur yang ia pegang sedari tadi.
"Bagaimana??"
Tanya pak Ori.
"Sebentar....Nah..ini buktinya pak,,klop semua ID ada di nota retur,berarti barang sudah diretur dari wilayah namun tidak di input retur"
Mansyur berdiri kemudian beranjak ke meja Pak Ori menunjukkan bukti nota.
Dengan seksama Pak Ori memeriksa.
"Iya..benar ini datanya,,aneh kalau memang diproses manual tapi tak masuk data input."
Sejenak Pak Ori merenung mencoba berpikir.
"Atau mungkin belum di antar ke gudang Pak??"
Sherly memberi pendapat.
"Bisa jadi!!"
Jawab Pak Ori cepat.
Aku tersentak,ketika menoleh ke arah Mansyur yang ternyata sedang menatapku lekat dan sinis.
Dalam hatiku bertanya ada apa dengan tatapan itu,tatapan amarah yang memuncak.
Aku hanya memalingkan wajah menghindari tatapannya kemudian menunduk ngeri.
"Oke,nanti akan di meetingkan dengan pihak Data entry dan Gudang,untuk kalian silahkan kembali ke area kerja. Oh ya,,tolong dilihat di lantai 2 mungkin belum diangkut atau mungkin tertumpuk dus lain."
"Baik Pak"
Sahut Mansyur.
Kami keluar beranjak dan meninggalkan ruang meeting untuk kembali ke lantai 2.
Di Tangga turun,,Mansyur mendekatiku,
"Aku tunggu di ruang info sekarang!!"
Aku terbelalak,antara kaget,takut dan penasaran.
Sherly dan Atik yang sedang bersamaku menatapku bergantian dengan wajah bingung.
Sementara Aku berlari cepat menuruni Anak tangga mencoba menyusul Mansyur menuju ruang Info.
__ADS_1