Ketika Hati Bicara

Ketika Hati Bicara
Bab 66 I love you


__ADS_3

Acara buka kado selesai, satu persatu anggota keluarga meninggalkan ruangan, tersisa Aku dan Dion yang kini saling pandang, antara bingung malu dan ragu.


"Dek... Masuk yuk"


Ajak Dion memberi kode nakal padaku membuat bulu romaku berdiri serentak. Pelan-pelan Aku mengangguk,


Secepat kilat Dion menarik lenganku menuju kamar.


Sesampainya di dalam Kamar, kami berdua duduk bersisian, Aku hanya terdiam menunduk dengan hati yang bergetar dan jantung berdegup tak karuan, entah sepucat apa wajahku saat ini.


Dion meraih tanganku, mengecupnya perlahan.


Tangannya beralih memegang bahuku dan menariknya lembut hingga tubuhku kini berhadapan dengannya.


"Dek..lihat Aku..."


Dion mengangkat daguku, matanya menatap dalam.


"Makasih ya... Untuk semuanya, menerima Aku hingga kini kita menjadi pasangan suami istri.. Maafkan Aku yang selalu menyebalkan... Maafkan Aku yang kadang terlalu membosankan... Maafkan Aku juga yang terkadang bahkan sering membuat Adek gak nyaman dengan segala macam sifatku,, tapi percayalah...Aku memang bukan orang yang pandai menyenangkan hati dengan sikap romantis, Aku gak bisa seperti orang diluaran sana yang setiap saat bisa menunjukkan dan mengekspresikan apa yang ada dihati mereka untuk pasangannya, Aku gak bisa Dek...

__ADS_1


Yang Aku tau..Aku menyanyangi seseorang, mencintainya dan ingin memilikinya... Semua itu tak harus Aku umbar, tak harus diucap.. Cukup dirasakan... Cukup dibuktikan dengan perbuatan yang nantinya akan dipertanggungjawabkan kepada Allah."


Mendengar penuturan Dion, Aku tak kuasa lagi menahan air bening yang terbendung dipelupuk mataku, segera kudekap tubuhnya, dan menangis di dadanya.


Hatiku terasa nyeri, Aku tak menyangka Dion bisa berkata seperti itu, kata-kata yang membuatku seperti sedang dikuliti, dan membuat Aku mengakui keegoisanku selama ini.


"Maafkan Aku Yon...Maafkan Aku...Maafkan Aku yang selama ini buta, buta tak melihat ketulusan sederhana dari kamu hanya karena kilau tampilan diluar sana,, maafkan Aku yang sengaja tuli, tak bisa mendengar kejujuran *Ke**tika hati bicara*.. Disaat diluaran sana mengobral buaian kegombalan mereka."


Aku tergugu menangis terisak dalam belaian Lembut tangan Dion, tangan yang bertahun- tahun rela menungguku, mengaharapkan balasan cinta dariku.


"Tak ada alasan untuk Aku tak memaafkan kamu sayang...Karena kamu adalah jodoh yang dipilihkan Tuhan untuk menjadi takdir hidupku."


mendengar itu, Aku semakin dalam membenamkan kepalaku pada dada Dion.


Entah sudah berapa banyak kebodohan yang kulakukan...Aku menyesal tak menyadari lebih awal tentang cinta ini, Aku menyesal tak membuka lebar telingaku untuk mendengar kata hati.


"I love u sayang...i love u..."


Bisikan lembut itu terdengar merdu ditelingaku, diiringi dengan kecupan-kecupan manis yang mendarat di seluruh bagian wajahku, Dion tak henti memperlakukanku dengan manis dan romantis. Hingga kami terbuai..meniti dan mencapai puncak indahnya gejolak hasrat berdua, melewati malam pengantin penuh gelora cinta.

__ADS_1


Malam bahagia itu, kini menjadi milik kami berdua, tak ada lagi ragu... Tak ada lagi bimbang...karena Ketika hati bicara...Maka itu adalah cinta sesungguhnya.


TAMAT


***


Alhamdulillah..


Akhirnya Kisah Dion, Dina dan Ari Tamat.


Terimakasih banyak untuk semua yang sudah mampir, meluangkan waktu untuk membaca karya yang tidak seberapa ini dari awal hingga Akhir.


Terimakasih banyak atas dukungan berupa like, komen, vote, love, rate serta hadiah-hadiah yang pembaca berikan untuk Author..


Maafkan atas segala kekurangan Author dalam novel ini, Baik Alur, typo dan PUEBI yang masih banyak berantakan.


Semoga kedepannya Author bisa lebih baik dalam menulis.


****-------- COMING SOON ---------****

__ADS_1




__ADS_2