Ketika Hati Bicara

Ketika Hati Bicara
bab 26 Drama


__ADS_3

Tin...tiiinn


Suara klakson motor yang sangat ku kenal dan ku hafal,,sebenar nya suara ini sangat aku rindukan,,yang jika dulu setiap 2 kali sehari aku dapat mendengar nya menyapa ku setiap pagi dan siang,,mengantar dan menjemput ku sekolah,,kini seminggu sekali saja sepertinya sudah bersyukur.


Aku bergegas meraih tas yang ku letak kan di atas meja makan,mengaitkan nya pada lengan ku,sementara sebelah tangan ku meraih sepatu hitam 5 cm ku.


"Ma...pa..Dina berangkat ya.."


meraih punggung tangan orang tua ku dan mengecup nya lembut.


Aku melihat Ari menaikkan kaca helm nya,lalu melempar senyum khas dari bibir tipis nya.


Aku membalas nya,,berlagak tidak terjadi apa- apa.


"Aku ikuti dulu alur permainan mu sayang..."


gumam ku sembari berdengus dan tersenyum miring.


"Pagi...."


Sapa ku setelah tepat berada di depan muka nya,,


"Pagi sayang...nich...!"


Ari menyodor kan helm nya pada ku.


Aku jelas sekali mencium wangi shampo yang berbeda dari helm yang biasa aku pakai...


Entah sudah berapa kali Hany memakai helm ini,,Seketika perih hati ku seperti tersayat,membuat bola mata ku memanas,,


"stop...jangan menangis...!!aku bisa melewati semua ini"


aku berusaha menyemangati diri ku sendiri dalam hati.


Motor melaju..


Kami saling diam membisu,hingga tiba tepat di parkiran mall mentari,,


"Ntar pulang..mau aku jemput??"


"Ehm...kalau kamu sibuk,,gak usah dech..aku naik angkot aja"


"Sebenar nya iya,,tapi..."


"ya udah....gak usah..aku udah biasa pulang sendiri"


Tanpa menunggu respon Ari,,aku menyerahkan helm dan memutar balik badan ku meninggal kan nya.


Sungguh....Aku berharap Ari memanggil ku sebelum benar-benar aku masuk ke dalam mall,namun hingga langkah terakhir ku..tak kudapati panggilan itu.


Aku benar- benar penasaran seperti apa sosok Hany,,


seperti pucuk di cinta ulam pun tiba,


baru saja 2 suapan bekal makan siang masuk ke mulut ku,,aku menerima pesan dari Hany.


siang mbak,


kita ketemuan mau gak?


aku mau tanya- tanya tentang Ari.


Jantung ku seolah berpacu,,


Dengan tangan gemetar,,aku mengetik balasan untuk Hany,


Boleh,tapi sore ya pulang kerja.


aku tunggu di bakso solorasa bisa?


Aku menggigit bibir ku,,tangan ku mencengkram ponsel dengan keras.


Oke mbak


Sempat aku berfikir,,salahkah yang sedang aku lakukan?


mempermain kan hati ku sendiri dan hati nya namun,,aku harus tau dulu kenapa harus ada Hany diantara kami.


Tak sabar menunggu waktu pulang,,konsentrasi ku buyar..berkali- kali kulirik jam di tangan ku,,waktu terasa begitu lambat.

__ADS_1


Aku berlari cepat,,ketika jam menunjuk kan pukul 5 sore,,sampai di bawah,,aku mengetik kan pesan,,kepada Hany bahwa aku sedang menuju tempat dimana kami janjian.


10 menit berlalu,,es jeruk pesanan ku sudah hampir separuh aku teguk.


Drrrrrttt...drrrttt...


ponsel ku ada yang menelpon,,


👩Halo mbak...


👧Halo,,ada dimana mbak Dina,aku udah di depan.


👩Masuk aja han,aku duduk di meja pojok jaket hitam


👧Oke mbak..aku kesana.


Mataku fokus ke arah pintu masuk,,tak berkedip barang sedetik pun,sampai seorang perempuan berjalan celingak celinguk,,dengan rambut panjang di gerai,,mengenakan kaos putih,,celana jeans biru,,sepatu kets abu- abu memakai ransel kecil di pundak nya.


Gaya modis khas anak-anak gaul masa kini.


Aku yakin sekali,,bahwa Dialah yang bernama Hany.


Dalam sekejap,mata kami beradu pandang,Hany menunjuk ku dengan jari nya,,sementara aku melambai kan tangan pada nya.


Meski hati remuk redam,,sebisa mungkin senyum ku kembang kan.


Hany bergegas menghampiri ku,,dengan raut muka ceria nya.


"Mbak Dina ya??"


Seolah ingin meyakin kan lagi.


"He eh.."


Aku mengangguk kan kepala ku,dan menyambut jabat tangan nya.


Benar-benar tangan yang halus dan lembut,melihat dari penampilan nya,aku yakin Hany anak orang berada.


Setengah jam ngobrol santai dengan Hany,cukup memberi ku informasi bahwa Hany anak tunggal dari pemilik resto kekinian di kota ku.


Benar- benar berbanding terbalik dengan latar belakang ku.


"Emang nya kamu belum pernah diajak kesana Han,,?"


Pancing ku.


Hany menggeleng manja pada ku,,


"Gimana kalo kita ke counter nya??"


Tawar ku.


"Mau...mau Mbak...."


Hany begitu antusias mendengar tawaran ku.


Setelah membayar pesanan,,kami keluar.


"Mbak bawa motor??"


Aku menggeleng,


Hany menyodor kan helm pada ku,,dan memberi kode agar aku naik ke motor matic milik nya.


Motor melaju,sepanjang perjalanan,,otak dan hatiku berkecamuk,panas dan benar- benar sedang berada di fase diatas normal.


Apa yang bakal terjadi setelah ini?entah lah..aku siap dengan segala kemungkinan yang terjadi..


yang jelas..petang ini akan ada drama seru.


Dengan komando ku,,motor berhenti di depan sebuah ruko 2 lantai di pinggir jalan besar.


Suasana tampak sedang sepi pengunjung,


dengan jelas,kulihat seorang laki- laki sedang duduk di balik laptop biru.


Ari tak menyadari kedatangan kami.


Aku sengaja,,masih berdiri di samping motor Hany,dengan membiarkan Hany mendekati Ari.

__ADS_1


"Kaaa..kaakkkk..."


Aku menarik nafas panjang dan menelan ludah ku,,mendengar panggilan manja Hany kepada Ari.


"Heyyyy....kok bisa disini?"


Ari terlihat berdiri dan terperangah melihat kedatangan Hany,


lalu menyambut nya,tangan mereka saling menggenggam..senyum mereka lebar terlihat begitu bahagia.


Aku memejam kan mata sesaat,,lalu berpaling,ada sakit yang tak teraba..ada luka yang tak berdarah.


Impian ku runtuh seketika,bersama janji- janji yang pernah di ucap oleh Ari.


"Iya kak...itu sepupu kakak yang nganterin Hany kesini"


"Sepupu??,sepupu siapa??"


"Iya....sepupu kakak,,mbak Dina...tuh disana"


Mendengar nama ku di sebut,,aku berbalik menghadap mereka,,membuka helm ku.


Aku menyaksikan raut muka Ari yang memerah,,mata nya membulat menatap lurus ke arah ku.


Aku berjalan mendekat..


"Cieeee..yang jadian tapi gak bilang- bilang...takut di minta pajak jadian ya..."


Aku mencubit bahu Ari,,menggoda nya dengan senyum lepas.


Hany tertawa...sementara Ari hanya mematung tanpa expresi.


Ya udah ya Han,,Aku pulang..udah mau magrib..aku melangkah meninggalkan mereka.


Namun langkah ku terhenti ketika secepat kilat tangan Ari menyambar lengan ku.


Aku menoleh,,


"Biar aku antar..."


Ucap nya.


"Gak usah Ri,,kasihan Hany..masak baru datang mau di tinggal."


Aku melepas jari jemari Ari yang mencengkram lengan ku.


Aku menghentikan Angkot yang kebetulan melintas,segera naik meninggalkan Ari yang menatap kepergian ku.


"Aku kuat...aku kuat"


gumam ku lirih ketika terasa butiran bening dari sudut mata ku hendak meleleh.


kutahan air mata ku sekuat tenaga.


Setelah sampai dirumah,aku melangkah cepat melewati ruang tamu menuju dapur,,meletak kan sepatu ku lalu masuk ke kamar mandi.


Mama yang keheranan segera berlari menyusul ku.,


Tok...tok..tok..


"Din...kenapa?"


"Sakit perut maa....."


Teriak ku dari dalam kamar mandi..berbohong.


"Salah makan apa nak??"


sahut mama dengan nada khawatir.


"Tadi makan bakso kebanyakan cabe ma.."


Lagi- lagi aku berbohong.


"Ya ampunn,,nanti makan obat diare ya,,itu ada di kotak obat."


Aku menghidupkan keran air,,demi meredam suara tangis ku yang mulai pecah.


air mata yang sedari tadi ku tahan akhir nya mengucur bebas..bersama deras nya air keran yang mengalir..

__ADS_1


Bersambung**


__ADS_2