Ketika Hati Bicara

Ketika Hati Bicara
Bab 45 Si Kutu kupret


__ADS_3

"Buruan habiskan mi kamu Din,kok firasat aku gak enak!!"


Aku tersentak mendengar ucapan Indra,mataku cepat menyorot tajam kearahnya.


Dengan tenang Indra meneguk Air minum dari botol minumnya.


"Maksud kamu apaan In??"


Aku menoleh dan menunggu jawaban dari teman paling kocak ku satu ini.


"Gak ada...hahhahha"


Indra terkekeh,melihat raut kekhawatiranku.


"Ahhh,,kamu becanda nya gak lucu!!"


Hardik ku sembari menepak bahunya.


"Uhuk..uhuk!!!"


Indra tersedak,


Dan kini gantian aku yang terkekeh melihat Indra yang mukanya memerah.


"Hahha,,maaf..maaf...In...sumpah gak sengaja"


Kami pun tertawa bersama,kemudian segera mengakhiri istirahat makan siang,lalu bergegas bersiap turun untuk melanjutkan perjuangan hari ini.


Ditangga turun ,aku berpapasan dengan Candra Dan Rio.


"Buruan,,Abang kamu nunggu!"


Ledek Candra dengan senyum kecil nya.


"Sialan!!"


Balasku.


"Abangnya?? Siapa Can??"


Rio bertanya dengan raut wajah penasaran.


"Ada,,Abang ketemu gede"


"Mantap Din,,Baru hari pertama dah dapet Gebetan aja kamu"


"Dih....Gak banget....!!! dasar Tarjokkkk,,bikin gosip aja!!"


Aku melotot ke arah Candra.


"Yaaa kaliiii Din,,gosipnya bisa jadi duit..hahhhh"


Balas Candra sembari berlari naik menghindari serangan tambahan dariku, kemudian disusul Rio.


Kali ini,aku melirik Indra yang tiba-tiba membuang mukanya begitu tau aku meliriknya.


"Mau ketawa juga??ngeledek juga??"


Hardik ku dengan muka masam.


"Ampun mbak....wkwkwkw"


Indra meninggalkanku sembari tertawa.


aku menarik nafas panjang sembari berujar lirih.


"Nasib...nasib,,dapet teman cowok semua,,andai aja,,kemarin ada ceweknya,,"


"Mbak cewek loh Din.."


Aku kaget dan menoleh,saat tiba-tiba sherly sudah berada disampingku.


"Eh..Mbak sher..."


"Emang kenapa,,kok ngomong sendiri?"


Tanyanya.


"Hehhe..gak papa Mbak."


"Hey sher...Ada barang masuk,,suruh adikmu itu ambil !! "


Perintah Mansyur menggelegar.


"Apaan sih syur,,teriak-teriak..kurang kenceng tu pake Toa!!"


Bentak sherly kesal.


"Udah...Biar aku aja yang ke gudang.."


Seseorang datang mendekati kami,laki-laki berperawakan tinggi,putih dan bertutur lembut.


"Ehmmm...my honey bunny sweety....thanks ya...baik banget ciiihhhhh,"


Sherly tersenyum manja sembari mencolek dagu pria tersebut yang dibalas senyum manis.


Aku yang memperhatikan pemandangan di depanku hanya bisa mematung tanpa tau harus bagaimana.

__ADS_1


Mansyur mendengus kesal lalu pergi meninggalkanku.


Sherly merangkulku.


"Udah..biarin aja...cuek aja,santai ya"


Aku mengangguk.


"Ehm...Mbak,yang tadi siapa??"


Tanyaku penasaran.


"Oh..my God...iya lupa!!"


Sherly menepuk jidatnya pelan.


"Hah...Lupa??,lupa Apa mbak?"


Tanyaku.


"Mbak lupa ngenalin,,hahhha..itu Andika,yang mbak ceritain"


"Orangnya baiiiiikkkkkkk.....banget,terus pengertian,setia kawan..best deh pokoknya"


Sambungnya.


"Pacar Mbak ya?"


Celetukku sambil tersenyum menggoda sherly.


"Ehm..hehe..ehm..gak,,bukan lah..kok ngomong gitu lagi..kan udah mbak jawab tadi...cuma teman,tapi,banyak yang bilang sich...kami pacaran..tapi gak kok"


"Hahhh,,habisnya,tiap kali ngomongin Andika,pipi Mbak kayak tomat.."


"Hah...Masyak sihhh...Dinaaaa"


Sherly memegang pipinya dengan kedua telapak tangannya.


"Nah...itu Rini dan Haniza.."


Sherly mengalihkan pembicaraan dengan menunjuk 2 orang pramuniaga perempuan yang sepertinya baru saja tiba.


"Yuk,,aku kenalin"


Sherly menarik lenganku.


"Haii...girls....nih,kita kedatangan personil baru"


"Halooo"


Rini dan Haniza menyapaku.


"Din,,ini Rini Dia bagian informasi lawan shift nya Mas Ewin,kalo Haniza sama kayak kita"


Aku tersenyum dan benar-benar merasa nyaman di sini,semua orang-orang disini ramah-ramah,baik-baik,kecuali Dia si Mr.jutek.


Selesai berkenalan,kami membubarkan kerumunan dan melanjutkan kerja masing-masing.


Tak lama setelah kami membubarkan diri,terlihat Andika keluar dari lift,ia terlihat bersama Candra,mereka tengah mengangkat kardus besar,lalu meletakkannya di sudut ruangan.


Aku melihat,sherli,Atik,Haniza beserta Mansyur mendekati kotak kardus tersebut,mereka tampak sibuk mengeluarkan isinya.


Baru saja Aku mau melangkah mendekat.


"Hey...jangan bengong!!sini bantuin..ngapain nyudut aja disitu!!"


Lagi-lagi Mansyur membentakku.


Aku mempercepat langkahku mendekat.


Sambil terus mengomel,terlihat mansyur dengan sengaja membanting-banting buku yang ia keluarkan dari Dus.


Aku menarik nafas,


"Sabar...sabarrrr"


Ujarku dalam hati.


"Apaan sih bro...! santai donk"


Andika menengahi.


"Ini kamu susun disana ya dek"


Sambung Andika menyerahkan setumpuk buku,kepadaku dan menunjuk tempat nya dengan jari"


Aku mengangguk dan berlalu.


Dari kejauhan aku melihat Andika tengah bercakap dengan Mansyur,entah apa yang mereka bicarakan.


"Kayaknya si Mansyur itu sentimen banget ya"


Candra mendekatiku.


"Entahlah,,orang yang aneh,,kalo gak mikir anak baru,,dah aku ajak betantem Dia!"


Jawabku kesal.

__ADS_1


"Hahaha...emang berani??"


"Ehmmm buktiin deh...nanti"


Aku menyenggolkan bahu kemudian berlalu.


Hari menjelang sore,


"Huhh...Akhirnya sebentar lagi pulang,tak sabar melepas penatku,seharusnya ini menjadi pekerjaan ternyaman andai saja Si kutu kupret itu tidak berada satu lantai denganku"


gumamku dalam hati,penuh dengan kekesalan.


"Semoga besok- besok aku tidak satu shift lagi sama Dia!"


Pintaku dalam hati.


"Din,Can..Dipanggil Mas Ewin"


Haniza menghampiri kami berdua.


Aku dan Candra saling pandang kemudian melangkah ke meja informasi.


Setelah mendekat,


Erwin memberikan kami masing- Masing selembar kertas.


Setelah membacanya,ternyata itu adalah jadwal shift untuk satu bulan kedepan.


Mataku terbelalak lebar,ketika terfokus pada satu nama disana.


Beberapa kali aku mencoba mengerjap- ngerjapkan mataku mencoba memastikan bahkan berkali-kali jari telunjukku membentuk garis lurus di sepanjang tanggal pada nama tersebut.


"Yang benar saja....satu bulan full aku akan satu shift dengan si Mr.Jutek kutu kupret"


Aku mendengus kesal.


Erwin yang memperhatikanku tertawa seolah tau yang sedang aku pikirkan.


"Udah..santai aja Din,Maaf ya..Aku sengaja bikin kalian sama mulu,,biar dapat chemistry"


Mendengar penuturan Erwin,Candra tertawa lebar.


Aku yang kesal,refleks menyumpal mulutnya dengan kertas yang baru saja kuremas.


Hal itu membuat Candra menepak bahuku kesal sembari mengeluarkan kertas dari dalam mulutnya.


"Please donk Mas...bisa dirubahkan??"


Pintaku pada Erwin yang menggeleng- gelengkan kepalanya.


"Aku gak mau bareng Dia!! Apalagi sampe sebulan penuh gini"


Pintaku memelas.


"Kamu pikir Aku mau??"


Mansyur tiba-tiba sudah berdiri di belakangku sembari memegang kertas yang sama denganku.


"Males B A N G E T !!!!"


Ujarnya tepat di samping telingaku,ketika dia melintasiku.


"Ihh...pengen banget jitak kepalanya yang kayak batu gitu!!"


umpatku dalam hati.


Dengan tersungut-sungut Aku meninggalkan meja Erwin dan bersiap menunggu jam pulang.


Tiba-tiba aku teringat Dion.


"Ya ampun...gara-gara si kutu kupret aku jadi lupa ngabarin Dion"


Aku menghela nafas.


"Dion pasti mencoba menelponku"


pikirku.


Tepat pukul 4 sore,


"Din,pulang yuk..."


Ajak Candra.


"Duh Can,kitakan Baru,,apa gak kita lewatin dikit nih jam,,biar agak- agak loyal dikit dengan waktu?"


balasku.


"Uhhh...yaudah, 5 menit ya..."


"Ya elahhh,,5 menit..."


Aku memanyunkan mukaku.


Setelah 5 menit,


Tanpa bicara,Candra segera menarikku untuk pulang.

__ADS_1


Bersambung***


__ADS_2