
Setelah berada di lantai 2,dengan sedikit tersengal Aku melangkah berlahan memastikan semua akan baik-baik saja,meski tak di pungkiri,jantungku berdegup kencang tak beraturan.
Di dalam ruang informasi,
Aku menatap punggung itu sedang berdiri tegap.
"Ada apa??"
Sapaku dengan kepala tertunduk,ketika tepat berada di belakangnya.
Terdengar tarikan nafas panjang darinya.
Baru saja aku mengangkat kepalaku.
Prakk !!!
Dia menghempaskan Nota itu di atas meja kaca tepat disampingku.
Kontan saja hal itu membuat Aku tersentak bingung,yang biasanya Aku selalu berani terhadapnya,namun kali ini lidahku terasa kelu untuk marah padanya,tubuhku gemetar,hatiku terasa ngilu.
Aku memejamkan mataku mencoba menunggu kalimat apa yang akan terlontar dari mulut pedasnya.
"Coba kamu lihat !!!!"
Ujarnya dengan menunjuk buku Nota yang telah terbuka halamannya.
"I-ini..Apa??"
Tanyaku gugup.
"Makanya aku suruh Kamu lihat!"
serunya lagi.
Lenganku meraih Nota tersebut dan memperhatikan tulisannya.
"Kamu tau,itu tulisan siapa??"
Bentak nya.
Aku kembali memperhatikan detail tulisan tersebut.
"Hah....ini tulisanku pada hari itu"
batinku.
Aku terdiam.
"Hey.... kenapa diam?? kenapa bisu?? Kamu tau..itu tandanya Apa??"
Aku menggeleng pelan.
"Itu tandanya fisik yang hilang itu kamu yang buat!!...Arrrgggghhhh!!"
Serunya geram,sembari mengepalkan kedua tangannya di depan mukaku,kemudian menghempasnya kebawah dengan muka emosi penuh kekesalan.
Lagi-lagi Aku memejamkan mata,kali ini dengan menutupkan telapak tangan kemukaku. Ketakutan kini menderaku.
"Sekarang Aku tanya....Dimana kamu letakkan returan majalah pada saat itu??Apa kamu tidak bilang ke petugas??Atau kamu sengaja balas dendam sama Aku??JAWAB !!"
Hardiknya.
Aku mencoba mengingat kejadian hari itu, setelah selesai retur dan packing, Aku....
"Astaga.....Aku baru ingat,,Saat itu aku cuma memasukkannya ke lift barang,tidak mengantarnya ke gudang"
Batinku.
"Hei...AKU BILANG JAWAB!!!"
"I-iya...iya...aku ingat,pada saat itu kardusnya Aku letakkan di dalam lift barang."
Jawabku pelan.
"Oh..my god!!,,lalu???kamu biarkan begitu saja,tidak diantar,dan tidak ngasih laporan??"
Tanyanya kali ini dengan menurunkan nada bicaranya yang dari awal meletup-letup.
Aku menggeleng pelan.
"Kenapa???"
Tanyanya sembari mendekatkan wajah.
__ADS_1
"Aku gak tau"
Jawabku lagi masih dengan menunduk.
"Makanya kalau gak tau nanya!!! Jangan sok pintar!!!!!"
balasnya kesal sembari menunjuk jidatku dengan jari telunjuknya kemudian menekannya berkali- kali.
Sementara Aku hanya terdiam.
"Kamu tau???Gara- gara ini semua..Aku dapat masalah!! dan gara-gara ini....Aku lembur berhari-hari !!"
Serunya dengan menunjuk buku nota didepan wajahku.
Mansyur berpaling,dan menekan tombol membuka lift barang.
Sesaat ketika Aku hendak berbalik meninggalkan ruangan,
"Eiiitttss...Kamu mau kemana?? Sini...sini...jangan kabur !!"
Mansyur menyambar lenganku cepat.
Dan seperti kucing manis Aku diam mengikuti tanpa suara.
Mansyur menarikku ke dalam lift barang yang terdapat banyak sekali tumpukan Dus barang,kemudian segera mematikan lift.
"Mau ngapain?"
Tanyaku polos.
"Kamu nanya mau ngapain?Kamu berharap apa?? Kamu berharap Aku ngajakin kamu kencan??Ya gak mungkinlah!!! Sekarang Kamu cari Dus retur yang kamu hilangkan!! CEPAT!!!"
Teriaknya di depan mukaku.
"Eh...siapa juga yang mau diajak kencan,,Oon!!"
Ujarku lirih.
"Heh...ngomong apaan??"
"Ehm...eh..gak..gak kok"
"Ya udah.... buruan!!"
"I-iya...iya...sabar...teriak..teriak mulu,,emang gak capek"
Aku memperhatikan Dus-Dus yang bertumpuk,sesekali membungkuk untuk memeriksa tulisan di badan Dus.
Sementara Mansyur berdiri melipat tangan di dada memperhatikan kerjaku.
Tak lama berselang,
"Hei...kalian ngapain berdua-duaan disini,,diluar rame loch"
Ujar Atik yang ternyata dari tadi mencari keberadaan kami.
"Sorry...ini Aku lagi...."
Belum sempat Aku menyudahi kalimatku tiba-tiba..
"Kami lagi cari returan yang hilang..!"
Mansyur memotong cepat omonganku,dengan bingung,Aku cuma mengangguk-angguk membenarkan.
"Ck..ya udah deh,,lagian Kamu tu ya Syur,,emang gak bisa sendirian!!"
Terlihat wajah kesal Atik sebelum akhirnya meninggalkan Kami berdua.
"Nahh....."
Teriakku girang.
"Apaan,berisik!!"
"Ini....ini....iya...Aku yakin...ini Dusnya!"
Seruku lagi.
"Ya udah...bawa keluar!"
Perintah Mansyur barusan membuatku tercengang dan menatapnya lekat.
"Ngapain bengong??!"
__ADS_1
"Masak Aku yang mesti ngangkat??,,gak kuat"
Tatapanku memelas.
"Berusaha!!"
Aku menarik nafas dan menghembus kesal,menatap Dus retur yang berada di paling bawah dan mulai berusaha menurunkan Dus-dus yang menumpuk.
Keringatku mulai mengucur,baru 2 dus yang Aku singgkirkan,tetapi Aku merasa tenagaku telah habis.
"Ah....Lama!!!,,udah minggir,,sini biar Aku!!"
Mansyur menarik bahuku menyingkir.
Baru saja ia hendak mengangkat Dus di depannya,ia mengurungkan Niat nya,terlihat tangannya merogoh saku,dan mengeluarkan sesuatu.
"Nih...bersihkan keringat mu !!Penampilanmu udah kayak kuli pasar!"
ia menyerahkan sapu tangannya,tanpa melihatku.
Aku menerimanya,kemudian menyeka dahiku yang penuh peluh,sembari tersenyum tipis.
"Gak usah senyam senyum!! Gak bagus!"
Mendengar hardiknya, Aku segera mengatupkan bibirku rapat,dan merubah raut mukaku.
"Ternyata dibalik sikap juteknya,orang ini perhatian juga..yaaa..walaupun tetap dengan nada ketus"
gumamku dalam hati sambil tersenyum geli.
Tak sampai 5 menit,Dus yang berisi returan hilang bisa ditarik keluar lift dibawa ke dalam ruang info,satu persatu ID barang dicocokkan dengan data di nota.
"Huh....ini namanya kerja dua kali,bukan cuma kerja dua kali aja yang bikin aku kesal,tapi gara- gara ini juga membuat aku di omelin orang gudang, ditekan pihak Data entry belum lagi waktu lembur yang terbuang sia-sia cuma buat nyariin barang ini!"
Omelnya panjang lebar.
"Kamu tau...ini gara- gara siapa?? Ini gara- gara Kamu yang sok tau!"
sambungnya lagi.
Mulutku berdecit, kemudian berbalik meninggalkan ruang Info.
"Hey....mau kemana?!nyelonong aja!!"
teriaknya ketika 2 langkah kakiku bergeser dari ruang Info.
"Apalagi sich ?? kan masalahnya udah kelar...udah ah...capek denger kamu ngomel"
Ujarku dengan memutar bola mata.
"Dasar songong!! main pergi aja...bukannya minta maaf udah buat orang pusing!"
sekilas aku mendengar ujaran lirih darinya,namun Aku tak mengubrisnya malah semakin jauh berjalan meninggalkannya.
"Udah selesai??"
Sherly menghampiriku.
"Udah mbak,"
jawabku singkat.
"Ketemu ya barangnya? dimana?"
Erwin turut bertanya.
"Iya Mas,ternyata barang itu masih di lift barang tertumpuk dengn barang lain"
"Ya ampun....syukur deh...kasian banget loh,gara-gara itu..Dia harus lembur tanpa dibayar beberapa hari cuma buat nyariin tuh barang,kena omel Orang Data entry,belum lagi kena marah sama Mas Jek."
Aku tertegun mendengar penuturan Erwin barusan. Aku seperti sedang berada di dalam kesalahan besar,bagaimanapun juga semua salah aku,aku yang teledor,Aku yang kurang teliti.
Dia benar,,Aku merasa sok pintar kala itu..dan karna sifat itu Aku membuat Dia dalam masalah besar dan hampir mengganti kerugian jika barang tersebut sampai hilang.
Aku menunduk dalam rasa bersalah.
"Din...kamu gak papa?"
Sherly menepak lembut bahuku.
"Hei kamu kenapa,,kok melow gitu mukanya?"
Erwin turut mempertanyakan sikapku barusan.
__ADS_1
"Ehm..gak papa."
Ingin sekali Aku berkata jujur bahwa semua salahku,tapi Aku malu.