
Hai..kakak semua, apa kabarnya nih...? Semoga sehat-sehat semuanya ya ...
Aku mau ngucapin terimakasih banyak ya, buat semua pembaca ketika hati bicara,
Atas dukungan dari kalian novel ini akhirnya tamat dengan happy ending.
Sementara nunggu novel terbaru ISTANA PASIR, yang masih digodok..
Aku mau kasih info tentang salah satu Novelku juga,
MARYATI...IS TRUE LOVE
Sebuah novel yang bercerita tentang kehidupan drama keluarga dari kalangan bawah, yang berjuang untuk hidup dan cinta,
Jangan pernah berpikir tentang rumah mewah, mobil serta elektronik canggih ya readers...karena di novel ini itu semua tidak akan ditemukan.
Tapi, disini Aku menyuguhkan tentang kekuatan CINTA SEJATI, PERJUANGAN HIDUP, KESETIAAN YANG AKAN DIBAWA HINGGA MATI.
Cerita yang menarik dengan konflik yang tidak terlalu berat semoga bisa menjadi salah satu novel yang ada di favorit kalian dan bertengger di rak buku.
*Peringatan, novel mengandung bawang😢
Sekian pengumuman dari Aku ya teman-teman kesayangan..
Selamat membaca....
Ini bocoran Bab 1 nya ya...
Maryati...
Nama yang sangat sederhana, namun hidupnya tidaklah sesederhana namanya.
Dia perempuan yang tinggal di sebuah perkampungan padat.
__ADS_1
Berusia 15 tahun.
Parasnya anggun, lembut, serta penuh sopan santun.
Tubuhnya kecil berkulit agak gelap akibat terlalu sering terkena panas matahari.
Sikap dan keseharian nya pun sangat sederhana.
Dia terlahir dari keluarga yang tidak berpunya..
Ayah nya hanya pekerja serabutan..dan Ibunya juga tidak memiliki pekerjaan tetap, hingga Maryatipun turut andil dalam mencukupi kebutuhan hidup mereka.
Tiap hari.. bagi Maryati tak boleh ada waktu yang terbuang sia-sia tanpa hasil.
Mulai dari bangun pagi hingga malam menjelang tidur lagi.
***
Pagi-pagi sekali Dia sudah bangun, sebelum kedua orang tuanya bangun.
Seperti biasa, tak ada yang bisa dimakan pagi ini.
Dia meraih gelas dan mengisi nya dengan air dingin yang dimasuk kan dedalam kendi,lalu meneguk nya dengan rakus.
Sejenak dia berfikir..
Apa yang harus ia lakukan terlebih dahulu, seolah mendapat jawaban.
Ia memutuskan untuk mencuci pakaian dan mandi kesungai, segera ia mengumpulkan pakaian-pakaian kotor yang berserak di setiap sudut rumahnya, lalu memasukkannya ke bak yang akan dia bawa kesungai.
Tak lupa dia menyiapkan karung, kalau-kalau nanti banyak kayu yang hanyut terbawa arus, maka itu adalah rejeki nya.
Dia akan membawa nya pulang sebagai kayu bakar.
__ADS_1
Bergegas maryati menuruni anak tangga rumahnya yang terbuat dari kayu yang sudah mulai menua dan lapuk, terlihat lubang-lubang di beberapa sudut dindingnya.
Jarak dari rumahnya kesungai cukup jauh..namun jalanannya cukup rata.
Sepanjang perjalanan ke sungai, ia berpikir, setelah mencuci, apa lagi yang harus ia lakukan, agar bisa meringankan beban ayah dan ibunya.
Pinggiran sungai telah nampak dari kejauhan..
Dia mempercepat langkahnya, meniti jembatan kayu untuk sampai ke tengah sungai untuk mencuci.
Sembari mencuci, matanya nampak melirik kiri dan kanan, melihat adakah kayu yang hanyut.
Hampir setengah jam, cuciannyapun selesai.
Maryati melanjutkan untuk mandi, ia berenang kesana dan kemari, tenggelam dan timbul.
Baginya, hidup ini terlalu berat..saat mandi seperti ini lah dia bisa merasakan lepas dari beban.
Maryati melepaskan himpitan bebannya dengan cara nya,yaitu dengan berenang disungai, setidaknya ada perasaan lega meski cuma sesaat dan pasti akan kembali lagi.
Setelah puas mandi, dia pergi ke tepi, mulai mengumpulkan kayu, bambu atau apa saja yang bisa dijadikan bahan bakar.
Setelah terkumpul 1 karung penuh, Dia memutuskan untuk pulang.
Ketika gadis seusianya tengah bersolek mempercantik diri, tidak dengan Maryati.
Dia harus mengikhlaskan masa remajanya hilang begitu saja, karna ketidakmampuan orang tua nya, Maryati harus menerima kenyataan bahwa dia harus putus sekolah.Maryati menghentikan pendidikannya di sekolah dasar..
Dengan kedua tangan nya..dia menggendong karung berisi kayu lalu meletakkannya di sebelah tangan kanannya dengan cara menjepitnya diantara pinggang dan lengan nya.
Sementara tangan kirinya menggapit bak cuciannya.
Maryati berjalan agak tersendat, sesekali terlihat tubuh nya oleng... Namun itu tak menyurut kan semangatnya untuk tetap berjalan maju.
__ADS_1