
Hari ke 2.
Pagi- pagi sekali aku sudah sampai di tempat ku bekerja,
belum banyak yang ku kenal di hari ke dua ini,,hanya segelintir orang saja,itu pun yang satu wilayah kerja dengan ku.
Aku merapikan pakaian yang tergantung,memastikan urutan warna dan ukuran lengkap,membersih kan debu di rak.
"Pagi Din,,rajin banget udah beres- beres"
"Eh..mbak Ade...hehehe,biar cepet hafal mbak"
Balas ku.
Satu persatu mulai datang,,aktivitas pagi dimulai sebelum dibuka untuk umum.
10 menit sebelum toko di buka,semua karyawati mulai merapikan penampilan,,mulai dari merapikan rambut,,menyeka keringat selepas berberes,menambah lagi polesan bedak dan lipstik yang mulai luntur.hingga penampilan terlihat segar kembali.
Hari ini,kondisi mall cukup ramai,semua sibuk dengan customer nya masing-masing,termasuk aku yang sangat menikmati kesibukan ku,hingga tak terasa waktu berjalan cepat.
Perut ku mulai keroncongan,betis ku yang mulai pegal ingin segera di lurus kan dengan melepas sepatu hak 5cm ku,dan menggantinya dengan sandal jepit.
waktu makan siang tiba,
"Din,,yuk kita istirahat,,kamu bawa bekal?"
Mbak ade,menarik tangan ku seraya mengajak ku istirahat makan siang.
"Ehm,,iya mbak bawa bekal,,tunggu bentar ya..."
Pintaku yang masih sibuk menyusun barang yang baru masuk.
Hanya beberapa menit,,aku dan mbak Ade telah berjalan bergandeng tangan menuju kantin,sepanjang jalan kami bercengkrama,,saling melempar canda satu sama lain.
Wakti istirahat di tempat ku bekerja cuma 45 menit,,tidak panjang namun cukup untuk makan,,sholat dan istirahat walau hanya sekedar duduk dan bercanda dengan teman - teman,namun bisa membuat otak segar kembali.
Untuk menuju kantin, yang terletak di lantai 4 mall,kami mesti melewati tangga belakang yang biasa di gunakan para karyawan turun naik,sebelum nya kami juga harus berjalan berkeliling melewati koridor- koridor mall,yang hanya berdinding kaca,sehingga kami dapat melihat para pengunjung mall yang berlalu lalang di sekitar gedung di luar toko kami.
seketika itu juga..
Mata ku tertuju pada seseorang di antara ramai nya pengunjung di kejauhan.
Sambil terus berjalan,,aku mencoba mengingat siapa dia.
Langkah ku terhenti sejenak,,aku mendekat kan diri pada dinding kaca meyakin kan pandangan ku.
"Dion...."
ucap ku lirih..
__ADS_1
" Kenapa Din,,lihat siapa??"
Mbak Ade yang heran dan bingung menarik tangan ku bertanya.
Aku masih terpaku,,dengan mata terus menatap nya lurus.
Sampai ketika Dion melintas di depan mata ku,membuat kami berpapasan diantara dinding kaca.
Kami begitu dekat,,sangat dekat,,namun Dinding kaca yang rapat dan kedap itu membuat jarak yang memisah kan kami.
Entah kenapa,Tiba- tiba dengan gerak cepat tanpa komando, aku mengangkat dan melambaikan tangan pada nya.
Dion melihat ku,lalu tersenyum dan membalas lambaian tangan ku.
hanya sebatas itu,tak lebih..
Mbak Ade keburu menarik lengan ku,sementara Dion kembali berjalan bersama teman nya,
Sempat aku menoleh nya lagi,,terlihat Dion pun menoleh ke arah ku..hingga akhir nya pandangan kami sama- sama menghilang dan berlalu,di antara kerumunan banyak orang.
Sampai di kantin,,aku membuka loker ku dan mengeluarkan bekal yang di siapkan mama pagi tadi.
Entah kenapa,Aku jadi kehilangan selera.
Aku berhenti makan di suapan ke 3,aku menutup kembali kotak bekal ku.
"Kamu kenapa Din,,kok gak jadi makan?"
"Ehm..masih kenyang mbak"
Ujarku berbohong.
"Ada hubungan dengan yang tadi??"
tanya mbak ade menyelidik.
Aku hanya tersenyum tipis lalu membalik badan ku membelakangi meja makan.
Mata ku menerawang..menembus tembok belakang kantin,,ingatan masa lalu mengantarkan ku pada setahun yang lalu.
Dimana untuk pertama kalinya aku bertemu Dion,tidak saling mengenal,tidak ada senyum,apalagi saling sapa sama sekali tidak pernah.
Hingga jaket nya menyelamat kan ku dari baju yang basah ketika akan pulang.
Cerita yang begitu sangat singkat,bahkan setelah berhari- hari mencarinya untuk mengembalikan jaket nya pun,aku tak berjumpa dengan nya,hingga akhir nya aku menitipkan jaket nya pada salah satu teman nya.
Selesai....hanya sampai disitu.
Meski pun pada akhir nya,kami jadi sering berpapasan dijalan,,namun itu tak membuat
__ADS_1
kami saling bertegur sapa,,walau hanya sebatas senyum.Tidak pernah sama sekali.
Dan hari ini,,dengan kondisi dan keadaan yang bukan anak sma lagi..kami kembali bertemu,,kembali berpapasan dengan cerita yang berbeda,dan tentunya dengan sikap Dion yang juga sangat berbeda.
Untuk pertama kali nya aku melihat senyum itu tersungging ramah.
Bayangan demi bayangan terus berputar - putar di kepala ku.
Hingga aku tersadar,ketika tepukan lembut di pundak ku dari tangan ramah milik Mbak Ade.
"Din,,ngelamun ya...yuk turun.."
Ajak mbak ade,yang membuat ku tersentak,,kemudian mengangguk.
Kami berjalan menuju tangga dan kembali menyusuri koridor sampai pada akhir nya sampai di wilayah kerja kami.
Sepanjang siang itu,konsentrasi ku untuk bekerja terbagi.Sempat beberapa kali aku salah menghitung stok yang menyebab kan ketidak klop an barang.
Ingin sekali aku bercerita pada Mbak ade tentang kegalauan ku,,ketika beberapa kali Dia menanyakan kondisi ku.
Namun,aku mengurungkan niat ku,,aku lebih memilih menyimpan nya rapat- rapat.
Karena,sebaik apapun Mbak Ade,,Dia adalah orang baru..yang kehadiran nya baru 2 hari di hidup ku.
Aku belum begitu mengenal nya,tentang hati dan sikap nya kepada ku.
Tak terasa,malam hari tiba..saat nya pulang,,
hari ini,Ari pun berjanji kembali menjemput ku.
Sepanjang perjalanan pulang,Aku hanya diam dengan segudang fikiran bersarang di otak ku.
Ari sempat bertanya tentang sikap ku,,namun aku hanya menjawab bahwa aku capek.
Aku tak tau,,apakah Ari percaya atau hanya mencari aman untuk tidak banyak bertanya kepada ku yang mendadak jadi pendiam.
Sesampai nya di depan rumah ku,,
"Kamu baik- baik aja kan Din?"
Ari kembali menanyakan ke bingungan nya atas sikap pendiam ku.
Aku mengangguk pelan dan tersenyum pada nya,berharap Ari bisa tenang dengan kebingungan nya.
"Aku masuk ya,,"ujar ku yang kemudian berjalan masuk tanpa menunggu respon dari Ari.
Mama menyambut ku pulang,bertanya tentang kabar hari ini,
Aku menjawab bahwa hari ini lancar dan baik-baik saja.
__ADS_1
Setelah membersih kan diri,Aku beranjak ke tempat tidur,berniat untuk segera tidur,,karna besok aku harus kembali bekerja sampai seminggu ke depan baru mendapat libur dan jadwal shift.
Bersambung**