Ketika Hati Bicara

Ketika Hati Bicara
Bab 41 Kembali melamar kerja


__ADS_3

Hampir 2 minggu sejak aku pulang kerumah,sepertinya Aku sudah siap untuk kembali mencari pekerjaan.


Aku mulai sibuk tanya sana sini tentang lowongan,mendatangi Dinas tenaga kerja,nongkrong di kantor pos,bahkan betah berlama-lama di depan surat kabar.


Hal itu mengingatkanku pada kenangan waktu baru saja lulus sma,senyum tipis mewarnai bibir ku mengenang itu semua.


"Hai...sibuk ya"


Sebuah sapaan mengagetkan ku ketika aku tengah sibuk mencatat alamat-alamat perusahaan yang sedang membutuhkan tenaga kerja.


"Eh...Dion,,haha...gak sih...cuma lagi cari lowongan pekerjaan,duduk sini yon"


Ajakku pada nya.


"Gimana,dapat??"


"Nih,,ada 3,,besok bisa anterin Aku??"


"Bisa...tenang aja"


"Makasih ya"


Aku tersenyum menatap nya


***


Pagi senin,baru pukul setengah delapan aku sudah rapi duduk menikmati sarapanku.


"Kamu dianter siapa Din?"


"Dion Ma"


"Dion itu baik ya"


Aku melirik Mama yang tengah membereskan dapur kesayangan nya.


"Din,itu didepan ada Dion.."


Papa memberitahuku.


"Oh...oke Pa...Ma...dini pergi ya...,"


"Loh...nanti dulu Din,,ajak Dion sarapan dulu"


Mama mencegahku.


"Ehmm...ya deh"


Aku berjalan keluar,menemui Dion.


"Yon,,masuk dulu deh...Mama nyuruh kamu sarapan,yuk"


Aku menarik lengan Dion untuk langsung ke meja makan.


"Ehm...Din...Din...gak usah repot-repot Aku udah sarapan kok"


Tolak Dion.


"Ahh...bukan aku kok yang repot,hehehe,,udah makan aja lagi biar badannya berisi."


Ujarku sembari melirik Dion.


"Ich...emangnya aku sekurus itukah Din??"


Aku hanya menanggapi komentar Dion dengan senyum miring.


"Perasaan lebih kurusan Dia deh"


Celetuk Dion.


"Dia....Dia siapa maksud kamu??"


Kali ini Aku menatap tajam ke arah Dion yang balik tersenyum miring.


"Kenapa senyum??jawab...Dia siapa??"


"Udah gak usah ngegas...yuk,,katanya mau sarapan"


Aku merapatkan mulut ku,memasang tampang masam pada Dion.


Sepanjang Dion menghabiskan sarapannya,pikiranku memutar mencoba menerka tentang siapa yang Dion maksud,apakah Dia itu Ari??,mungkinkah itu tandanya sebenarnya Dion cemburu.


"Yuk..jalan sekarang,"


Tepukan halus Dion menyadarkan aku dari lamunanku.


"Ma....Pa...Dina berangkat ya....."


Teriak ku.


Mama berjalan cepat menemui kami yang bersiap ingin pergi.


"Buk...makasih ya,,udah ngerepotin sarapan disini"


Dion menyalami tangan Mama.

__ADS_1


"Biasa aja Dion,,kayak sama siapa aja"


"Ya udah Buk,kami jalan dulu"


"Hati-hati ya...kalian"


Motor jadul milik Dion melaju,mengelilingi Kotaku mengantar aku mengadu nasib dan keberuntungan.


Tepat di depan sebuah gedung 3 lantai, motor berhenti, ini tempat ke 3 yang aku datangi hari ini, sebuah Toko Buku ternama di Kotaku. Satu-satunya harapan terakhir untuk hari ini, karena 2 tempat sebelumnya aku telah dinyatakan tidak di terima dengan alasan cuma lulusan sma.


"Semangat ya..."


Ujar Dion ketika aku hendak memasuki gedung itu.


Aku hanya mengacungkan ibu jariku dan berlalu meninggalkan Dion yang menungguku di parkiran.


"Selamat siang Pak!"


Sapaku pada salah seorang security yang tengah berjaga.


"Ya..selamat siang Mbak,ada yang bisa saya bantu?"


Tanyanya ramah.


"Saya mau mengajukan surat lamaran,"


"Oh...iya,Mbak,mbak silahkan naik ke lantai 3,nanti disana ada petugasnya tanya saja"


"Baik,terimakasih Pak"


Akupun bergegas naik ke lantai 3.


Setelah sampai diatas,ternyata bukan cuma Aku melainkan ada banyak sekali pelamar kerja yang sedang menunggu.


Aku mendekati mereka untuk bergabung.


"Ehm...Maaf,mas sedang melamar juga?"


Sapaku pada salah seorang disana.


"Eh..iya..dari tadi cuma disuruh nunggu"


Dan Akupun mengangguk menanggapinya.


Setelah hampir 15 menit menunggu,pintu ruangan terbuka.


Seorang Bapak berdasi keluar,


"Selamat Siang Teman-teman,terimakasih atas partisipasi dan antusiasnya untuk bergabung menjadi bagian dari kami,,hari ini kita akan ada tes dan interview,semoga kalian beruntung dan dapat lulus bergabung menjadi salah satu karyawan disini,silahkan masuk dan selamat berjuang ya"


Jawab kami serentak.


Setelah menyelesaikan tes tertulis,tak menunggu lama,dari sekian banyak yang mengikuti Tes,hanya ada 10 orang yang dinyatakan berhak untuk interview. Salah satunya adalah Aku.


Satu persatu dipanggil masuk kedalam ruangan. Sementara menunggu,Aku memilih membuka obrolan dengan beberapa orang di sampingku yang juga sedang menunggu.


"Semoga kita semua diterima ya"


Aku mengawali percakapan.


"Iya,,mudah-mudahan."


"Kita belum kenalan,,kenalin..Aku Dina"


"Oh..iya..Aku Rio"


"Aku Indra"


"Aku candra"


"Aku Riko"


"Aku Rida"


Setelah berkenalan dan saling menukar nomor hp,satu persatu dari kami dipanggil.


Tiba giliranku,ini bukan yang pertama Aku di situasi seperti ini,namun tetap saja gugup itu selalu ada.


Berhadapan dengan seseorang yang menurutku mempunyai jabatan tinggi di Toko ini,terlihat dari sebuah foto yang di pajang di dekat tangga naik,yang tak sengaja kulihat ketika Aku naik tadi,,dan Aku yakin foto itu adalah foto orang yang sedang berada di depanku saat ini.


Tak sampai 10 menit,sesi tanya jawab selesai,Si Bapak mempersilahkan Aku untuk keluar,Aku beranjak dari kursi panasku,kemudian dengan penuh percaya diri Aku mengajak Si Bapak bersalaman.


"Terimakasih banyak Pak,sudah memberi saya kesempatan untuk interview siang ini disini"


Ujarku.


"Baik,sama-sama"


Jawab Si bapak singkat.


Aku keluar.


Sesampainya diluar,terlihat teman- teman baru ku sedang menungguku.


"Gimana Din,,lancar??"

__ADS_1


Tanya Rio.


"Alhamdulillah,,semoga kita semua keterima ya teman- teman"


"Aamiin"


Seru semuanya.


Di luar gedung kami pun berpisah,semoga keberuntungan berpihak pada kami.


Aku setengah berlari ke arah parkiran,


"Haii...gimana??sukses??"


Dion lebih dulu menyapaku begitu Aku sampai di depannya.


"Interview nya sich sukses...tapi gak tau deh diterima gak nya."


"Sabar aja,,pasti diterima kok,aku yakin"


Dion menyemangatiku.


"Ya udah..yuk pulang"


Ajak ku pada Dion.


"Nantilah..."


Tolak Dion.


Aku menatapnya bingung.


"Kamu Laper kan? kita makan dulu yuk"


Ajak Dion.


Aku mengangguk,menerima helm darinya dan segera duduk di belakang Dion,sebelum akhirnya motor kembali melaju.


Setelah tiba di warung makan,kami memesan 2 porsi Ayam bakar,dan 2 gelas es jeruk,selain hari yang sudah memang waktunya jam makan siang,perut yang keroncongan juga membuat kami berdua makan dengan lahap.


Selesai makan,Dion kembali mengantar aku pulang kerumah.


"Mau mampir dulu??"


Tawarku pada Dion ketika motor berhenti tepat di depan pagar rumahku.


"Ehmmm...pengen sih,,tapi gak usah deh,,kasian kamu..pasti capekkan??,kamu istirahat aja...besok,,Aku masuk sore,,kalo mau diantar lagi telpon aja ya."


"Ehm..ya udah,kamu hati-hati ya..Habis ini,mau langsung pulang atau kemana??"


tanyaku.


"Aku mau fitnes aja deh,,biar badan nya berisi hehhe"


Aku mendelik ke arah Dion yang sedang tersenyum-senyum sendiri.


"Kan Aku malu kalo kamu bilang kecil,kurus kerempeng"


"Loh...emang aku pernah ya bilang gitu??"


Ujarku menaikan nada setingkat lebih tinggi.


"Hahhah,,ya enggaklah...becanda..."


"Kamu tu ya....!"


Aku mengepalkan jariku di depan muka Dion.


"Apa?Ayo....aku kenapa?


Dion mendekatkan mukanya padaku.


"Gak!!,,gak jadi!!!"


Aku mendengus kesal.


"Loh...kenapa bete??"


"Udah ah...pulang sana....!"


Usirku jutek.


"Yang bener ...ntar kamunya Rindu...hehehhe"


Ledek Dion sembari terkekeh.


Aku tersenyum kecut.


Dion pun berlalu.


Sementara aku masih berdiri menatap kepergian nya.


"Ahh..Dion,,kamu begitu baik,sederhana tapi maafkan aku belum bisa mencintai kamu sepenuh hati..mungkin nanti..."


Gumamku.

__ADS_1


Bersambung***


__ADS_2