Ketika Hati Bicara

Ketika Hati Bicara
Bab 47 Ribut lagi !!


__ADS_3

Aku menyusulnya dari belakang,dan ketika di tangga naik,Aku sengaja mendorongnya dan mendahuluinya,kini 2 anak tangga berhasil Aku dahului,dengan menolehnya Aku melayangkan senyum kemenangan dan melanjutkan naik menuju loker.


Tak kusangka,begitu tiba di loker Mansyur berjalan cepat mendekatiku.


Tiba di depanku,


Gubrak!!!


"Hey...Anak baru!!!


Hardik Mansyur seraya menutup paksa loker yang sedang kubuka.


Aku terperanjat,mataku terbuka lebar,jantungku tak beraturan.


Glek,


Aku menelan ludah,menarik nafas mencoba setenang mungkin,meskipun ada takut yang menyelimuti hatiku di detik ini.


Aku menggeser selangkah mundur,namun tangan ku di tarik cepat olehnya.


"Kamu apaan sih....sakit!!"


Ujarku sedikit berteriak.


"Kamu yang apa-apaan??ngapain dorong Aku ditangga tadi?caper??gak usah!!!"


Serunya.


"Ihh...pede banget bilang gitu??"


"Emang iya kan???Sorry ya...Kamu bukan selera Aku!!"


balas Mansyur dengan lagak songongnya.


"Hey....kutu kupret!!!!siapa juga yang caper sama Kamu! dan maaf, Kamu gak selera sama aku?? apa lagi Aku..huueeekkkk!!!"


Balasku lagi dengan ekspresi mau muntah.


"Sialan!!"


umpatnya padaku.


"Kamu yang sialan,,awas minggir !!! Aku mau lewat !!"


Aku memaksa menggeser tubuh atletis itu.


Aku buru-buru meninggalkan Mansyur yang masih mematung menatap kepergianku sinis.


Aku menuruni tangga dengan berlari kecil,setelah sampai di lantai 2,Aku berdiri mengatur nafasku yang tersengal.


"Woyy...jona!!!"


Indra mengagetkanku.


"Ihh..apaan tu Jona???tanyaku menanggapi panggikan baru Indra untukku.


"Hahaha....emang nya kamu aja yang bisa manggil kami dengan panggilan sesukamu..huuu"


"Hadeeehhh,,dasar Joni"


"Tuh kan...,,"


Indra menyeringai kesal.


Aku menanggapinya dengan tertawa geli.


"Kamu kenapa tadi kayak habis lihat setan?"


Tanya Indra.


"Biasa..siapa lagi kalau bukan Mansyur"


Aku mendengus kesal.


"Dia lagi..Dia lagi...sok banget tuh orang udah..cuekin aja!"


Indar memutar bola matanya malas.


"Gak bisa Jon...mesti aku ladenin,,jangan Dia pikir aku gentar"


"Terserah kamu ajalah"


Indra mengangkat kedua tangannya dan berlalu meninggalkanku.


"Halooo..selamat pagi jeng...."


Erwin menyapa ku dengan suara kemayunya.


"Pagi Mas.."


Balasku yang mulai berbenah.


Baru beberapa langkah Erwin berjalan,Dia berhenti dan berbalik ke arahku.


Aku yang melihatnya, menghentikan kerjaku dan menunggu hal apa yang akan disampaikannya.

__ADS_1


"Oh ya...Din,hari ini Sherly gak masuk,,tadi pagi dia nelpon,,"


Erwin segera melanjutkan langkah ke meja kerjanya.


Secepat kilat Aku menuju ruang Informasi karyawan,untuk melihat jadwal shift karyawan lantai 2. Tanganku menunjuk tanggal hari ini.


"Matiiiii Aku!!!"


Aku menepuk jidatku pelan,itu artinya setengah hari ini Aku hanya akan bersama Si Kutu kupret.


"Ahh..Malas nya!!!"


Batinku.


Dalam kekesalan hatiku,Aku mendengar langkah kaki sedang menuju ke ruangan dimana aku berdiri.


Belum sempat aku melongok ke luar,


"Wooyyy...Bagus banget ya...masih pagi udah santai- santai aja disini!!"


"Astagaaa!!!! Dia lagi"


Gumamku.


Aku memutar bola mataku dan mendengus kesal lalu meninggalkan nya keluar.


"Hey..."


Aku menoleh ketika Mansyur dengan keras memanggil ku kembali.


"Apaan??"


Tanyaku malas.


"Sini.....!!"


serunya.


Mulutku mendecit,dan kembali berjalan pelan kearahnya.


"Buruann!!...pelan banget kayak siput!"


Setelah tepat berada di depannya,


"Ini...kamu kerjain!!"


Mansyur menunjuk setumpuk tabloid dan majalah yang teronggok tak jauh dari tempat kami berdiri.


"Apaan tuh?"


"Ya majalah lah...masak pisang goreng!!"


Jawaban Masyur membuatku naik pitam.


"Hei dongo!!!Aku tau itu majalah!!"


dengan refleks aku mentoyor jidat mengkilat milik Mansyur yang membuat ia kaget dan melotot kearahku.


"Gilak!!!,sembarangan banget bilang aku dongo!!"


Tangannya mengepal geram,dan di detik yang sama,Aku menunduk sembari memejamkan mata. Ada rasa takut kalau-kalau tangan itu mendarat di kepalaku.


"Itu majalah sama tabloit udah abis masanya..kamu retur,,!!"


"Caranya??"


Tanyaku mengernyitkan dahi.


"Ah...sini..sini..Aku ajarin,,duduk!!"


Perintah Mansyur tiba-tiba seolah titah raja yang dengan spontan aku tunduk dan mematuhinya.


Aku duduk di sampingnya,memperhatikan dengan seksama apa yang ia lakukan.


Jarak dekat dan ruang sempit ber Ac,membuat aroma parfum Mansyur tercium jelas dihidungku.


"Meski menyebalkan...si Kutu kupret ini wangi banget."


Gumamku dalam hati.


Diam-diam Aku memperhatikan penampilan klimis nya dari ujung kepala hingga ujung kaki.


Mansyur termasuk orang yang sangat memperhatikan penampilan,dengan rambut yang tak pernah berantakan,wajah yang selalu cerah tanpa minyak serta seragam yang tanpa pernah ada patahan sedikitpun.


"Ah...apa-apaan sih Aku,,ngapain jadi merhatiin penampilan nya"


Prakk!!!


"Lihat kesini!!,ngapain ngeliatin Aku??"


Tangan nya menepak meja,mengiringi suara menggelegar yang memenuhi ruangan sempit ini.


Aku tersentak,sekujur tubuhku seperti disengat ratusan tawon,tak kusangka Dia menyadari apa yang terjadi barusan.


Aku tak tahu,semerah apa pipiku saat ini.

__ADS_1


"Biasa aja donk!!!"


Ujarku salah tingkah.


"Kenapa??kagum??? baru sadar kalau aku tampan?"


Mansyur berbalik menatapku seraya memainkan alis matanya.


Aku yang salah tingkah semakin gusar dan berkeringat di ruangan dingin ini.


"Ehm...ih...Apaan,,ge-er banget jadi orang!!"


Ujarku membuang muka.


"Sini...sini...aku bisa!!"


Aku merebut nota dan pulpen dari tangan mansyur.


"Ihhh..salah tingkah Non??"


Ledeknya tersenyum penuh kemenangan.


"Keluarr!!!"


Bentakku mengusir Mansyur.


"Oke...Awas kalau salah!!!"


Mansyur berlalu meninggalkanku.


"Hufftt..."


Aku membuang nafas panjang,merasa lega Mansyur pergi dari hadapanku.


Hampir Setengah jam aku menyudahi pekerjaanku,memasuk kan semua majalah dan tabloid ke dalam dus kemudian menaikkan nya ke lift barang.


Aku keluar berlenggang,berniat merapikan wilayah kerjaku yang lain,sebelum Toko dibuka.


Aku melihat Mansyur tengah sibuk dengan majalah dan tabloid yang baru masuk segunung.


Terbersit dihatiku untuk membantunya,namun gengsiku lebih besar.


Aku mengangkat bahuku dan berbalik Arah.


Menurut Sherly,Majalah,surat kabar dan tabloid adalah wilayah kekuasaan nya,tanggung jawab nya besar dan memang harus teliti.


Wajar saja jika sedang berada di antara barang- barang itu,Mansyur terlihat begitu serius dan tak peduli dengan sekelilingnya.


"Hemm...kenapa aku jadi mikirin Dia,buang-buang waktu!!"


ujarku dalam hati.


Setengah hari berlalu,


Teman-teman shift siang sudah berdatangan satu persatu,Aku berniat makan siang ketika berpapasan dengan Atik dan Haniza.


"Istirahat ya Din,,mbak sher gak masuk ya?"


Tanya mereka.


"Iya..."


Jawabku singkat.


"Wahh...selamat ya...couple"


Celetuk Atik.


Aku hanya tersenyum kecut.


"Tertekan ya??"


Haniza bertanya sembari mendekatkan wajahnya pada wajahku.


"Hemm....syukurlah kalau paham!"


Jawabku sembari menghela nafas dalam- dalam.


"Gak pa pa..Nanti bakal terbiasa"


Aku mengangguk kemudian naik untuk segera makan siang.


"Jona...tunggu...!!!!"


Teriakan Indra memanggilku ketika aku melintasi lantai 3.


Aku menghentikan langkahku dan menunggunya.


Indra menghampiriku,


"Tunggu ya...Aku ngambil sendok dulu,,ketinggalan"


"Huhh ..dasar seleborrrr...!!"


Seruku meneriaki Indra yang kembali berlari meninggalkanku.

__ADS_1


Bersambung***


__ADS_2