
Beberapa bulan berlalu sejak Dion bilang tak ingin putus dariku.
Dion terus saja bersikap seolah tidak terjadi apa-apa antara kami,terus saja datang meski aku diam,terus menelponku meski kujawab singkat karena malas. Hal yang seperti itu membuatku tak ada cara lain selain membiarkannya dengan caranya.
Hari demi hari ketidak cocokan demi ketidak cocokan bertambah, berbeda pendapat dan arah pandangan semakin banyak, perbedaan jalan pikiran semakin sering terjadi,belum lagi sifat egois Dion yang membuatku merasa seperti tak didengar semakin menjadi-jadi ditambah lagi Dion yang tak pernah mau mengerti sifat dan keinginanku benar- benar bertolak belakang dengan Ari pacarku terdahulu.
Hal itu membuatku tertekan,menjalin hubungan tanpa rasa dan tanpa warna,kebosanan demi kebosanan mulai bermunculan,tak ada lagi ceria,tak ada lagi cerita, godaan demi godaan untuk selingkuh mulai bemunculan.
Hal itu kulakukan hanya untuk satu alasan,,ya...Aku bosan...
"Dek nanti Aku agak telat ya jemputnya.."
Ujar Dion saat mengantarku setelah Aku turun dari motornya.
"Ehm..Nanti gak usah jemput Aku mau hangout sama teman-teman"
Jawabku sembari menyerahkan helm.
"Teman siapa?"
Tanyanya curiga.
"Ya biasalah...Candra,Indra,sherly dan yang lain"
Ujarku santai.
"Pasti nanti pasang-pasangan ya?Ah..udahlah..gak usah ikut..batalin ya...lagian ngapain sih...ikut kayak gitu!"
Dion melarangku.
"Loh..kenapa emangnya?"
"Ya....Aku gak suka aja...Kamu pergi senang- senang tanpa Aku"
"Kamu Aneh ya.....Aku pergi sama teman-teman Aku gak boleh,,terus kamu bilang senang- senang tanpa Kamu?? sekarang kalau Kamu diajak,, apa Kamu yakin senang- senang itu bisa Aku dapatkan??"
"Maksudnya? Adek gak senang kalau ada Aku?"
"Tanya sama Diri kamu!! Bisa gak senang- senang gabung sama teman- teman Aku??"
Aku meninggalkan Dion yang masih termangu mendengar ucapanku.
Setelah sampai loker,ponselku bergetar Dion mengirimkanku sebuah pesan.
"Maaf..belum bisa buat kamu senang,selamat bersenang - senang !!"
Dengan cepat Aku mengetikkan balasan.
"Membuat aku senang tidak susah,cukup mengerti Aku,dan itu yang Kamu belum pernah bisa !!"
Perdebatan kecil barusan,membuat Aku hilang semangat.
Aku melangkah gontai,dengan pikiran berkecamuk.
"Pagi Jonaku......."
Sapa Indra yang hanya kutanggapi dengn anggukan kecil.
"Kamu kenapa? berantem lagi?"
Lagi- lagi Aku mengangguk.
Indra menghela nafas,mungkin bosan mendengar aku lagi-lagi berantem dengan Dion.
Aku meneruskan langkahku menuju lantai 2,
"Eh..Din..nanti sore jadi ya.."
Sherly mendekatiku.
"Jadi"
Jawabku pelan.
"Candra nanti kesini dulu atau ketemuan disana?"
Sherly kembali bertanya.
"Kesini dulu,kan jemput Aku"
Ujarku menjelaskan.
Hari ini Candra dan Haniza libur. Sementara Andika,Atik masuk siang dan mansyur lembur.
"Enaknya yang mau happy-happy"
Sapa Mansyur padaku yang mulai merapikan tumpukan buku.
Aku hanya tersenyum simpul.
"Pingin ikut,tapi apa daya...lembur"
__ADS_1
Ujarnya lesu.
"Semangat !! Lain kali bisa ikut...tinggal kita atur lagi"
Seruku.
Mansyur kembali tersenyum.
Hubunganku dengan Mansyur tetap baik-baik saja, meski isu kedekatan kami menyebar yang mengatakan kami punya kedekatan khusus.
Aku akui Mansyur ternyata orang baik,tulus dan perhatian sama sekali bertolak belakang dengan apa yang aku lihat dulu.
Akan tetapi baik Aku maupun Mansyur tak pernah sama sekali membicarakan hal-hal yang menjurus tentang perasaan,semua yang terjadi mengalir begitu saja, sementara Aku juga tak berharap antara kami akan ada perasaan yang lebih dari pada ini,selama berteman terasa nyaman kenapa harus dirusak dengan harapan atau perasaan yang lain.
Menjelang sore,
Plak!!
"Jonaaaaa...."
Tepukan lumayan keras diiringi teriakan sumbang Candra sontak mengagetkanku.
"Astaga.....Tarjok,,sialan...kaget tau!!!!"
Omelku sembari mengusap pundak ku yang terasa sedikit pedas.
"Hahhahah....lagian,kerja mulu...libur donk..wkwkkwk"
Ledeknya.
"Hahh...iya tau yang libur....."
balasku mencibir.
"Lagian ...ngapain dah ngejogrok disini,,kan masih lama...cinta banget sama pekerjaan, sampe-sampe liburpun tetap disini!!"
Sambungku balik meledek.
"Hahhaha...bukan cinta pekerjaan,tapi lebih tepatnya teman aku hobynya nyusahin,,mau pergi gak bisa sendiri,terpaksa Aku yang jemput!"
Sindir Candra.
"Ohh...jadi gak ikhlas??"
ujarku berkacak pinggang.
"hahhhah....Ampunnnn"
Tepat pukul 4 sore,,Sherly menarik lenganku,
"Ayooo buruannn...."
Ujarnya tak sabar.
"Kalian hati-hati ya....Have fun"
Andika melambai.
"Oh..honey bunny sweety ..andai ikut,,ehmmm...pasti Aku lebih senang dari ini"
Sherly memanyunkan mukanya di hadapan Andika.
"Hehe...lain kali pasti bisa.."
Balas Andika.
"Jangan lupa foto-foto ya...ntar kirim ke Aku"
celetuk Mansyur.
Segera kami naik untuk absen dan bersiap-siap.
Di parkiran,Candra dan yang lain sudah berkumpul.
"Lamanya nunggu kalian,,kering Aku disini!"
Omel Candra.
"Pasti mereka dandan dulu Can,,makanya lama"
Sambung Indra.
"Ya udah...Ayookk kita mau kemana dulu?"
Sherly memotong omelan Candra dan Indra.
"Nonton dulu lah..bentar lagi loh film nya mulai"
Saran Haniza disetujui yang lain,Motor pun melaju menembus keramaian kota ketika jam sibuk sore hari.
Di dalam Bioskop,Aku sama sekali tak menikmati film yang sedang di tayangkan,pikiranku tertuju pada hubunganku bersama Dion yang akhir-akhir ini semakin tidak sehat.
__ADS_1
Ternyata,sikapku yang demikian diperhatikan Candra.
Dia menendang kecil kakiku yang membuat Aku menoleh padanya.
"Kenapa?"Tanyanya pelan.
Aku hanya menggeleng kemudian tersenyum tipis.
Hingga selesai film,Aku sama sekali tak bergairah.
"Kita ke Danau yang di taman kota yuk..."
Ajak Haniza begitu keluar dari Bioskop.
Semua setuju termasuk Aku.
Ditaman, Aku memaksakan diri untuk tertawa seru bersama teman- temanku,
Hingga sebuah pesan kuterima.
"Lagi ngapain,kenapa telp dariku gak diangkat..lagi senang- senang ya...gak ingat Aku?! lagi dimana?Aku jemput sekarang ya...!"
Aku mematikan ponselku,dan memilih duduk diam di bangku taman.
"Kamu kenapa Din,kok dari tadi muka udah kayak cucian kotor!"
Candra datang mengusap muka lecekku.
"Iihh Apaan sih Can!!"
Aku menyingkirkan tangannya dari wajahku.
"Kamu lagi Ada masalah sama Dion ya?"
Tanyanya.
Aku mengangguk.
"Kenapa lagi?? Pacaran tuh mestinya happy bukan kek gini,,,berantem mulu,masalah mulu..cerita donk"
"Hemmm....iya,,sebenernya Aku udah capek,,Aku mau putus,,"
"Hah....serius??? Kenapa???"
"Hubunganku sama Dion gak sehat Can,"
"Gak sehat??? bawak ke dokterlah..biar di periksa"
Ledek Candra.
"Ah....kamu,,Aku serius..."
"Oke..Oke..Maaf becanda lanjut"
"Iya...kita berdua udah gak cocok,beda jalan fikiran beda pendapat gak satu arah..Aku juga ngerasa hubungan kita giniiiii aja terus,gak berwarna,,monoton,Dia selalu mau aku ngikutin kemauan Dia,sementara aku gak nyaman dengan semua itu,Aku ngerasa kayak pacaran sama ah...gitulah pokoknya"
tuturku panjang.
"Dianya gimana?"
"Nah itu Dia Can, Dion gak pernah mau putus,berapa kali Aku minta putus tetap aja itu gak ngaruh,Dia tetap seolah gak ada masalah.
Aku marah,Dia cuma diam,selesai Marah dia santai aja,,,"
"Emang maunya kamu gimana??"
"Ya..setidaknya kalau Aku marah ya ditanggapin,minta maaf kek..ngomong apa kek,,ini boro-boro..ngerasa aja enggak. sesekali kasih kejutan kek,,ini boro-boro tanggal lahir aja gak inget,Dion itu terlalu cuek Can, gak romantis, gak perhatian, giliran diajak putus gak mau!"
"Ehmmm...Aku punya ide...kamu beneran mau putus??"
Aku mengangguk antusias.
"Gimana kalau kamu selingkuh aja!"
"Hah....Selingkuh???!"
"He eeh..nantikan,kalau Dia tau..Dia bakal marah dan mutusin Kamu !"
"Aku gak punya calonnya dodol"
"Gampang...Ada Indra,Rio atau Aku juga bisa buat pura-pura jadi selingkuhan Kamu!"
"Ya gak mungkinlah...Dion tau kalian"
"Ehm..Gimana kalau Mansyur..cocok tuh"
"Hah....gak mau ah...ntar malah gosip nya makin parah!"
"Terus...siapa dong??"
"Ya gak tau ! Inikan ide Kamu,,ya kamulah yang mikir"
__ADS_1
Bersambung***