
Tak terasa sudah satu bulan aku tercatat sebagai pekerja dengan menyandang status sebagai Sales promotion girl,itu artinya yang ku tunggu- tunggu akan segera ku dapat kan hari ini.
Aku melompat dari tempat tidur,berlari ke arah kalender yang tergantung di dinding kamar.
"Yess...gajiannnnn"
Teriak ku girang.
Aku menari- nari di depan cermin,hampir tak percaya,hari ini aku bisa mendapat kan gaji dari keringat ku sendiri.
senyum ku terkembang lebar,lalu ku jatuhkan tubuh ku di atas tempat tidur.
Masih pukul 8 pagi,hari ini jadwal ku masuk siang,itu kenapa aku masih berleyeh- leyeh.
Drrrttttt.....
ponsel ku bergetar,segera ku sambar dan ku buka,ternyata pesan dari Ari.
pagi sayang,semangat kerja....miss u.
"Ehm..."
Aku memutar bola mata ku,lalu membanting kembali ponsel ku di atas kasur,
Sekarang Ari mulai payah,,tidak seperti jaman SMA.
Sekarang,Dia sering lupa tentang apa saja,,selalu terlambat jika janji,dan yang pasti sekarang dia sibuk,sering tak ada waktu,,bahkan untuk bertemu dengan ku,dalam 1 bulan bisa dihitung jari.paling 1 atau 2 kali.
Aku tak pernah menanyakan nya,apalagi marah untuk hal seperti itu,bagi ku saat ini...yang penting komunikasi masih tetap berjalan saja sudah cukup,lagian aku juga tak kalah sibuk.
*K*rucuk...krucuk..
Aku memegang perut ku yang tiba- tiba berbunyi sangat nyaring,,Aku tersenyum geli,ternyata cacing- cacing di dalam perut ku sudah menagih jatah nya.
Aku beranjak keluar kamar,tanpa menghiraukan pesan yang di kirim Ari barusan.
"Pagi ma..."
Sapa ku ketika melintasi dapur menuju meja makan.
Terlihat mama tengah asyik memetik sayuran,untuk di masak.
"Pagi Din,,sarapan nak..?"
Aku melangkah menghampiri mama dengan tangan memegang gelas.
"Iya ma,"
Jawab ku,sembari menuang teh ke dalam gelas dan menyeruput nya.
Kemudian mengisi piringku dengan nasi goreng andalan mama,lalu tanpa basa basi menyantap nya.
Tak butuh waktu lama,,nasi goreng di piring ku telah kandas.
Mama yang melihat ku makan begitu lahap,tersenyum geli.
"Laper Nak??"
tanya mama terkekeh.
__ADS_1
Dengan keadaan mulut yang masih penuh,,aku hanya mengangguk kan kepala.
Setelah selesai,aku lantas mencuci semua piring kotor,,merapikan kembali meja makan,menyapu dan membersihkan seluruh bagian rumah,
Begitulah rutinitas ku setiap kali aku masuk kerja siang.
Setelah semua beres,aku kembali mendekati mama yang masih berada di dapur.
"Ma...hari ini...mama pengen apa??"
"Pengen apa??maksud nya??"
tanya mama bingung.
"Iya,,mama pengen makan apa??atau pengen beli apa?"
"Oh...emang kenapa??"
"Ehm...Dina mau beli in..hehehe"
"Hemm..gak usah lah nak,,simpen aja duit nya..kalo ada..nanti kalo dah banyak beli Emas buat tabungan."
Aku termangu,mendengar kata- kata yang meluncur dari mulut mama.
"Ya udah dech..ma"
Aku beranjak dari dapur lalu kembali ke kamar ku.
Mama mungkin tidak ingin memberat kan ku..tapi ini gaji pertama ku..aku ingin merayakan nya,,aku ingin membelikan sesuatu untuk nya,,aku terus berujar dalam hati.
"Bukk!!"
Aku menutupi muka ku dengan kedua belah tangan ku,namun hal itu tak mampu mengusir bayangan Dion.
Senyum nya pada saat itu,,seolah melekat kuat di otak ku.
Hal yang sama sekali belum pernah ku dapati saat kami masih sering ketemu setahun yang lalu.
"Hemmm.."
Aku menghela nafas lalu bertelungkup memeluk guling kesayangan.
"Kira- kira..aku mau pakai apa ya gaji pertama ku ini??"
Aku mengalihkan fikiran ku dari Dion,dengan cara mengingat bahwa hari ini Aku akan menerima gaji pertama.
Ada rasa bangga yang sangat luar biasa,,disaat perempuan seusia ku masih bersantai ria menunggu ijazah,aku sudah bisa mendapatkan gaji.
Ya...meskipun hanya sebagai SPG.
Tak apa lah,,siapa tau esok berganti lebih baik hibur ku sendiri menyemangati.
"Tarrrr...."
Aku terbangun kaget,,ketika mendengar sesuatu yang jatuh ke lantai.
aku mengucek kedua bola mata ku,,lalu duduk..
"Ahhh...ternyata aku tertidur.."
__ADS_1
Gumam ku, lalu mencari- cari benda apa yang terjatuh dan membangun kan ku barusan.
Dan aahhhh..ternyata ponsel jadul ku tercerai berai berserak di lantai tepat di bawah tempat tidur ku.
Aku segera turun dari tempat tidur,,kemudian berjongkok dan memungut bagian- bagian ponsel yang berceceran.
Mungkin saat tidur tadi tangan ku tak sengaja menyenggol nya,sebab seingat ku,tadi aku meletakkan kan ponsel di samping ku.
Aku mencoba merangkai nya kembali,,berharap masih bisa di nyalakan,
dan..hufff..akhir nya si ponsel menyala,hal itu membuat ku bersorak girang.
Sepertinya sudah saat nya aku berangkat kerja,ku letak kan ponsel ku kembali diatas tempat tidur dan aku bersiap- siap
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Panggilan dari pengeras suara di toko,dengan kode karyawan baru diminta untuk ke sebuah ruangan,membuat ku segera bergegas menuju ruang yang dimaksud,
Sedikit berlari akhir nya aku sampai,disana ternyata semua karyawan baru sudah berkumpul.
"Selamat sore teman- teman.."
Sapa Mas Erwin koordinator wilayah kepada kami yang kini berbaris rapi.
"Soreeee"
balas kami serentak.
"Hari ini..kalian dikumpul kan disini karena hari ini adalah hari gajian kalian..,,gimana?? senang??"
Mas Erwin memainkan alis nya menggoda kami semua yang sedari tadi bersemangat.
Kami menanggapinya dengan senyum lebar,,sepertinya itu sudah cukup mewakili perasaan kami,selain mata yang juga sangat berbinar- binar.
"Oke tidak perlu banyak basa basi ya,,silahkan satu persatu isi data nya dan tanda tangan ya..mulai bulan depan gaji kalian akan masuk ke rekening,"
Mas Erwin mulai mendata satu persatu dari kami dan menyerah kan Amplop coklat yang tentu saja berisi uang.
Tiba giliran ku,tangan ku sedikit gemetaran ketika menerima Amplop tersebut,
lalu memasuk kan nya ke saku.
Ada perasaan yang sungguh luar biasa,antara rasa haru dan bahagia bersatu padu.
Kami kembali ke area kerja masing- masing,semangat ku menjadi berlipat- lipat menyelesaikan semua pekerjaan ku hari ini.
Aku berlari,,menyebrang jalan.tujuan ku adalah warung sate di depan mall,
Aku berniat membeli tiga bungkus sate sebelum aku pulang malam ini,,
Aku tau,orang tua ku pecinta sate ayam.
Untuk pertama kali di dalam hidup ku membelikan makanan dengan uang hasil jerih payah ku sendiri.
Sementara menunggu Abang penjual sate sedang membakar kan sate pesanan ku,aku memilih duduk di kursi paling pojok,sambil menikmati lantunan lagu yang sedang nyanyikan oleh pengamen jalanan.
bayangan senyum kedua orang tua ku membuat ku tak sabar sampai ke rumah.
Bersambung**
__ADS_1